Kamis, 02 Mei 2019

Menu Ngudi Rejeki Pogung lebih Lengkap daripada Cabang Lain

Seorang teman mengajak makan sore (makan siang yang terlambat). Aku nggak begitu tertarik sih, mending pulang saja. Tapi teman ini agak memaksa, aku pun menurutinya. Warung yang dituju berada di Pogung Kidul, berseberangan dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Menu yang dipesan hanyalah lele bakar 😀. Menurutnya, warung ini terhitung murah dibandingkan yang lain. Aku hanya manggut-manggut saja, untuk pemuja karbo (kala itu) bisa jadi referensi. Warung itu adalah Ngudi Rejeki, beberapa bulan kemudian aku melenggang ke sana mencicipi menu lain.
Nasi bakar.
Menu yang pernah kucoba adalah nasi bakar. Ada yang belum tahu nasi bakar? Nasi bakar adalah nasi matang yang dibungkus dengan daun pisang, dimana disela-sela banyaknya nasi terdapat "sesuatu". Nasi bungkus tersebut dibakar di atas apa, sebagian ada yang membakar nasi bungkus seperti membakar sate.

Pesanan datang dalam keadaan masih panas. Setelah bungkus daun pisang dibuka terciumlah semerbak harum kemangi. Nasi langsung diobrak-abrik agar panas mereda. Terkuaklah di dalamnya ada apa saja, misteri "sesuatu" pun terpecahkan wkwkkk 😁.
Nasi bakar balur kelapa isi daging.
Nasi bakar dibalur parutan kelapa dan bawang merah goreng. Setelah dibelah terlihatlah kemangi dan daging ayam. Inilah "sesuatu" disela nasi bakar, "sesuatu" bisa apa saja tergantung selera, ada ikan asin, teri, irisan telur, dan beberapa lauk lain.

Selain nasi bakar yang pernah kupesan di warung ini adalah nasi pecel. Pecel Ngudi Rejeki adalah pecel Jogja yang rasanya manis, bumbu kacangnya pun lebih lodrek dan berwarna coklat muda.
Nasi pecel tempe.
Yang unik adalah penyajiannya diberi bonus seiris tempe goreng. Sayuran pecel lumayan lengkap yaitu kacang panjang, kecambah, bayam, dan wortel. Aku merasa kadang sayurannya dimasak terlalu matang sehingga warnanya kurang menarik lagi.

Untuk nasi bakar Ngudi Rejeki Pogung, cukup sekali aku mencobanya 😀. Pernah satu ketika beli nasi pecel tidak makan di tempat. Setelah dibuka ternyata tidak ada tempe goreng di dalamnya 😂. Rupanya bonus tempe hanya diberikan saat makan di tempat.

Menu pecel dan nasi bakar setahuku hanya ada di Ngudi Rejeki Pogung. Pernah singgah di Ngudi Rejeki Jalan Kaliurang dan Condong Catur, di sana tidak ada menu tersebut.

Menu tersebut kubeli pada tahun 2016, mungkin harga dan ketersediaan menu sudah berubah saat ini 😊.

Kamis, 25 April 2019

Cari kost di Medan? Ini 5 Rekomendasi Kost Murah yang Pas buat Kamu

Belum pernah merasakan jadi anak kost? Saatnya kamu mencoba mengganti status dari pelajar menjadi mahasiswa dan kamu akan merasakan hal tersebut. Mencari kost bisa dibilang gampang-gampang susah. Mengapa demikian? Banyak pilihan kost yang ingin kamu tempati, namun terkadang budget tidak sesuai atau terkadang kamu kurang nyaman dengan lingkungannya.

Hal inilah yang perlu kamu perhatikan saat mencari kost. Jangan asal dapat, tapi kamu tidak tahu nanti akan betah atau tidak. Mencari kost tiap orang tentu masing-masing, tergantung tipikal pribadi tiap individu. Apalagi untuk kamu yang tipe pemilih, butuh beberapa pilihan dan riset kost tersebut mulai dari keamanan hingga lingkungannya.

Misal saja contoh kamu berasal dari Jawa yang akan merantau di kota Medan, pasti lingkungan yang akan kamu dapatkan pun juga berbeda. Dari yang terbiasa menggunakan bahasa jawa, saat kamu di Medan akan menemui gaya bahasa batak yang sangat berbeda dengan asalmu. Saat itulah kamu harus belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kemudian kamu pun juga harus memilih kost yang cocok untuk kamu tempati.

Jarak dan waktu memang menjadi pertimbangan untuk kamu bolak balik dari Jawa untuk survey kost. Nampaknya berat diongkos jika kamu harus kesana hanya untuk keliling mencari kost. Sedangkan kamu harus segera butuh kost yang akan kamu tempati. Tak mungkin juga kamu mencarinya saat itu juga, tentu yang dipikirkan kamu akan tenang saat datang di kota Medan dan sudah mendapatkan kost.

Kamu tak perlu khawatir akan hal itu, cobalah untuk kamu download aplikasi mamikos. Mengapa harus mamikos? Mamikos sebagai aplikasi dan website yang menyajikan informasi pencarian kost secara lengkap. Data yang tertampil di mamikos sudah terverifikasi, sehingga sebelum tertampil data yang masuk diseleksi terlebih dahulu. Kamu bisa melihat informasi ketersediaan kamar kost dan harga kost akan selalu terupdate.

Berbagai fitur pencarian kost bisa kamu dapatkan di mamikos. Di antaranya mencari kost berdasarkan pencarian terdekat, daerah yang dituju, fitur berlangganan, fitur favorut hingga fitur history. Mamikos dikemas secara mudah dan menarik sehingga user bisa dengan gampang mengakses pencarian kost.

Melalui mamikos, kamu bisa mencari referensi kost di sekitar Medan. Berikut beberapa referensi kost Medan:

Kost Indomart Medan Petisah Medan
Kost Indomart dengan harga 500 ribu per bulan bisa kamu dapatkan di mamikos. Dengan luas kamar 2,5 x 2 meter , ideal untuk kamu tempati sendiri. Fasilitas kamar yang kamu dapatkan berupa kamar, almari pakaian, dan juga kipas angin.

Kemudian kost ini dekat dengan warung makan, ATM, apotek, kampus serta pos ojek. Strategis tentunya, segera booking sebelum kehabisan.

Kost Raisa Medan Petisah
Kost Raisa memiliki harga sewa 600 ribu per bulan. Untuk kost ini bisa digunakan putri, pasangan suami istri, atau kamu bisa kost bersama dengan teman sehingga biaya kost akan lebih murah jika ditempati berdua.

Dengan fasilitas yang diberikan berupa kasur, dapur umum, ruang jemur, serta kamar mandi luar.

Kost Quality Medan Petisah
Kost Quality memiliki harga 600 ribu untuk sewa per bulannya. Harga tersebut sudah termasuk dengan biaya listrik.

Kamu akan mendapatkan beberapa fasilitas kamar di antaranya kasur, kipas angin serta bisa disewa untuk pasangan suami istri. Untuk luas kamarpun cukup besar yaitu 4x3 meter dengan kamar mandi luar.

Kost Sambu Medan Timur
Ingin kost sekamar berdua dengan teman agar murah? Kamu bisa kost di sini dengan harga 800 ribu. Bisa digunakan untuk sekamar berdua dengan luas kamar 4x4 meter.

Fasilitas yang kamu dapatkan berupa kasur, TV, AC serta kamar mandi luar. Untuk akses lingkungan pun dekat dengan warung makan, ATM, apotek dan juga kampus atau sekolah.

Kost Rahmat Medan Petisah
Dengan ahrga 800 ribu per bulannya kamu bisa menikmati kelengkapan fasilitas yang ada di Kost Rahmat.

Di antaranya kasur, almari baju, meja dan kursi belajar, serta bisa digunakan sekamar berdua. Untuk fasilitas lain seperti kamar mandi dalam bisa kamu dapatkan.

Sabtu, 20 April 2019

Menyantap Sarapan ditemani Sejuknya Pagi di Joglo Pari Sewu

Nama Joglo Pari Sewu baru kudengar pekan lalu, setelah teman-teman Blogger Jogja membicarakannya. Rupanya tempat ini adalah restoran di tepi Kali (sungai) Kuning yang terletak di daerah Bromonilan, Purwomartani Kalasan, Kabupaten Sleman DI Yogyakarta. Aku jadi penasaran setelah tahu berada di tepi sungai, karena itulah aku bela-belain ke Joglo Pari Sewu hari Selasa, 9 April 2019 lalu.
Restoran Joglo Pari Sewu.
Lokasinya masuk dalam Desa Wisata Bromonilan, sekitar 16 kilometer dari Kilometer Nol Yogyakarta. Memang cukup jauh, namanya juga desa. Kalau di kota adanya Kampung Wisata. Cukup buka peta Google, Restoran Joglo Pari Sewu akan ditemukan di sana. Sebagai pengendara yang taat peraturan, sepanjang jalan menuju lokasi aku tidak membuka peta Google, akibatnya menempuh jalan lebih jauh dari petunjuk Google 😂.
Klik untuk memperbesar gambar.
Selain terletak di tepi sungai, apa yang menarik dari restoran ini? Lihat spanduk yang membentang di parkiran; All u can eat* hanya dengan Rp25.000 akhir pekan dan Rp20.000 di hari biasa, tanpa tambahan biaya apapun (di beberapa brosur biasa ditulis ++). Siapa yang nggak tertarik coba? Kalau programnya sudah tidak ada, spanduk (harusnya) tidak lagi nangkring di situ.
Spanduk wisata pagi all you can eat.
Dari sekian banyak spot wisata di desa wisata ini, aku hanya sempat melihat sebagian saja. Lebih suka duduk menikmati keadaan sekitar dalam beberapa saat, baru pindah ke tempat lain setelah rasa terpuaskan 😀.
Kemana saja boleh.
Memasuki joglo restoran pukul 09.00 WIB, eh ternyata sarapan saat itu ditempatkan di bawah (tepi sungai). Akupun menuruni tangga menuju ledok, sudah ada beberapa orang disana menunggu sarapan. Terlihat dari anak tangga, ada 2 meja dan tikar untuk lesehan. Termasuk juga ada 2 toilet dengan konsep alam (maksudnya berlantai bebatuan gitu).
Di bawah pohon Bambu kala itu.
Sambil menunggu teman lain datang, kuluangkan waktu jalan berkeliling. Tempat tersebut rupanya bernama Taman Bambu, yang berdampingan dengan kolam terapi ikan, tempat main air, dan rumah pudding. Fotonya dirangkum menjadi slide di bawah ini.
Setelah teman-teman sudah kumpul dan sajian siap, kami langsung mengerubungi pramusaji 😀. Apa aja sih kuliner yang disajikan Joglo Pari Sewu? Ada 2 amben sebagai tempat menggelar kuliner, amben jualan yang sudah jarang ditemukan di kota. Aku jadi ingat masa kecil, para penjual bubur dan terik menggunakannya untuk menggelar jajanan. Gambar amben jualan ada di slide kok.

1 amben untuk jajanan dan minuman. Amben lain untuk makanan berat. Di antara keduanya dipisahkan oleh wajan penggorengan di atas kompor untuk menggoreng aneka jajanan seperti balok, pisang, tempe, dan bakwan jagung. Bakwan jagungnya juara lho..
Contoh voucher jajanan.
Lho kok ada voucher jajanan, gunanya buat apa? Kayaknya begini, program all u can eat berakhir saat aku datang kemarin, gantinya adalah program tukar uang dengan kupon. Kuponnya bisa digunakan untuk beli jajanan. Lebih jelasnya lihat Instagram @jogloparisewu.

Sebelum sarapan yang kedua (dari rumah sudah sarapan 😂), pemanasan dulu dong alias ngemil 😁. Aku ke amben jajanan dan memesan jamu beras kencur, padahal aku tahu jamu ini mengenyangkan (iyalah... kan dibuat dari tepung beras). Jamu sudah dibuat dan dimasukkan ke dalam botol, pramusaji tinggal mengocok lalu menuangkannya ke dalam gelas. Selain beras kencur ada kunir asem, teh, wedang uwuh, dan air putih.
Monggo dipun dahar.

Selanjutnya makan jenang gempol karena bubur kacang ijo hampir tiap hari makan 😀. Aku harus merelakan tidak makan bubur telo ungu agar perut tidak serta merta penuh 😆. Jajanan pasar yang tersedia adalah gatot, lupis. dan tiwul lengkap dengan juruh dan kelapa parut. Belum lagi apem, resoles, lemper. Duh... nyebut apa lagi saking banyaknya pilihan 😋.

Aku menuruni tanah untuk lebih dekat dengan sungai, sambil ngemil gorengan 😌. Kemudian duduk di tepi kolam terapi ikan. Untuk melakukan terapi ini, harus membeli tiket karena tidak termasuk dalam paket sarapan. Aku dan teman-teman hanya duduk tanpa berani memasukkan kaki ke kolam, ikannya terlihat ganas hahahha.
Mandi di sungai.
Pakaian renang sudah kubawa dari rumah, tapi melihat tempatnya aku jadi sedikit keder 😂. Kalau sendirian berenang di tempat ini ogah ah hahahah, padahal kelihatannya asyik ya, berenang. Selain renang, tempat ini juga biasa digunakan untuk bebek-bebekan (floating boat) yang dikenakan biaya terpisah.
Mau renang? Baca ini dulu.
Tibalah waktunya untuk sarapan kedua. Pilihan menu yang tersedia benar-benar bikin pusing kepala, banyak banget! Aku bersyukur saat itu tidak tergoda untuk icip-icip semua menu 😁. Menu yang kupilih pun kuungkapkan dengan percaya diri, pecel! Padahal waktu itu ada nasi goreng, sayur lodeh, gudeg, krecek, dan oseng terong. Lauknya ada telur ayam pindang, telur ceplok pedes, mi goreng, oseng teri, sate telur puyuh, dan usus. Oh iya, ada jengkol juga!
Nasi pecel.
Sayuran pecel cukup lengkap disajikan di atas piring seng. Ini pecel ala Jogja, bukan Jawa Timuran yang penyajiannya diikuti oleh rempeyek. Mungkin pilihan lauknya yang salah hahahaha, maklum lagi kepengen sate telur puyuh 😃.

Selain paket sarapan, pengunjung juga bisa memesan makanan non paket seperti yang terpampang di daftar menu.
Klik untuk memperbesar gambar.
Klik untuk memperbesar gambar.
Rasanya tak ingin beranjak dari Taman Bambu, suasana asri ditemani beraneka menu sarapan dan jajanan jadi penyebabnya. Andaikan bisa lebih pagi sampai ke sini, akan lebih leluasa menikmati sejuknya pagi.

Rabu, 17 April 2019

Belajar Memotret Pelari dan Atributnya

Usai gelaran Mandiri Jogja Marathon 2018 yang mengecewakan pelari (bukan yang suka selfie-selfie), aku penasaran dengan hasil jepretanku. Mayoritas hasilnya kurang memenuhi standar kelayakan 😂. Kuakui, tim kami kurang persiapan dan gelaran ini adalah pertama kalinya menonton lomba lari. Meskipun begitu, beberapa orang dari kami memenangkan lomba foto Twitter dan Instagram dari beberapa penyelenggara. Kebetulan aku menjadi salah satu pemenang meskipun bukan pemenang bernomor 😀.
Yats Colony noise.
Seorang teman menginformasikan akan ada acara bersama RunhoodMag pada 28-29 April 2018 di Yats Colony. Setelah mendaftar dan mendapat konfirmasi, aku datang menuju tempat acara. Clingak-clinguk, kok aku saja yang datang atas nama narablog 😂, heran juga sih kenapa pada tidak tertarik? Tukang potret murni juga sepertinya tidak ada. Yang datang malah banyak pelari, yang notabene lebih fokus lari daripada "cuci mata" (ngapain juga lari sambil bawa kamera?). Satu orang kukenal yang datang belakangan yaitu Jarwadi; narablog kawakan yang sekarang asyik masyuk dengan pelarian 😄.
Belajar motret lari.
Ternyata ribet juga persiapan untuk memotret. Tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya hehhehe. Ilmu yang ditularkan RunhoodMag kali ini lebih ndridis dan lebih ke profesional, bukan memotret lari karena ikut lomba Instagram 🙊. Hari pertama di kelas hanya menyampaikan teori, kemudian peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, yang akan melakukan praktek di hari terakhir.

Menyiapkan tim
Langkah-langkah untuk mendapatkan hasil maksmimal kurang lebih seperti memuat tim yang terdiri dari photografer, producer, editor, dan transporter. Kalau di bahasa kami mah tukang potret, pembuat, penyunting, dan alat pengangkut.

Selanjutnya isi callsheet, kayak lembaran rencana kegiatan gitu supaya kegiatan pemotretan tercatat dan lebih terarah. Kurang isinya siapa saja anggota tim, alat yang digunakan, tema pemotretan, dan lain sebagainya. Lebih lengkapnya kutulis di bawah ini.


Itinerary pemotretan.

Detail of production

Tulis tema pemotretan di sini,apakah untuk komersial sponsor, keunikan tempat, atau seperti tema yang ditawaran waktu latihan yaitu Landscape Jogja Thru Running.

Teams

Masukkan semua anggota tim dan jabatannya (tukang potret, pembuat, penyunting, sopir)

Gears

Tulis semua peralatan yang dibawa beserta jumlahnya. Setelah pemotretan selesai, periksa kelengkapan peralatan. Jangan-jangan ada yang hilang..

Venue

Tulis tempat pemotretan, misalkan di bawah pohon Beringin dekat rumah calon mertua.

Call Time

Lebih menitikberatkan pada janjian anggota tim mau ketemu pukul berapa, dimana. Bisa juga ikut dimasukkan, dimana tempat parkir kendaraan atau turun dimana jika naik transportasi umum (daripada nanti nanya-nanya di grup 😄). Ada yang ketinggalan, kelak akan mulai pemotretan pukul berapa.

Moodboard

Aku tidak paham dengan ini karena tim kami tidak mengisinya hahahhahah.. Mungkin diisi ilustrasi cerita tema pemotretan yang sedang berlangsung.

List

Daftar tim yang membawa dan mengoperasikan perangkat. Tulis juga jumlah perangkat, kondisi, dan statusnya, apakah kondisi bagus 100% atau tombol agak mejen. Status perangkat milik siapa, pribadi, perusahaan dan komunitas, atau sewa.

---o0o---

Sebelum Hari H siapkan peralatan dan survei tempat pemotretan, sesuaikan dengan tema yang akan diambil. Semoga catatan ini dapat membantuku memotret ala-ala rungrapher yang tekniknya berbeda dengan idolgrapher.

Senin, 15 April 2019

Menilik Kisaran Harga Yamaha Nmax Terbaru Maret 2019

Kemunculan skutik Nmax dari produsen Yamaha memang bisa dikatakan cukup sukses di dunia otomotif. Kabarnya jenis motor skutik tersebut mampu mendongkrak penjualan dari kendaraan model matic Yamaha. Meskipun secara harga memang kendaraan berbody bongsor tersebut terbilang cukup mahal, tetapi hal itu tidak membuat masyarakat Indonesia enggan untuk memiliki. Bahkan sampai dengan saat ini kabarnya akan ada versi nmax terbaru 2019 yang digadang-gadang akan menjadi kendaraan yang paling dinantikan. Dari awal kemunculannya Nmax memang selalu memberikan kejutan yang mampu membuat para pengguna kendaraan jatuh cinta.
Yamaha Nmax.

Dari Yamaha sendiri sampai dengan saat ini Nmax bisa dikatakan sebagai tulang punggung penjualan motor seri matic. Apalagi harga yang ditawarkan cukup menarik sekali, selain itu desain yang sangat berbeda dari seri metic sebelumnya memang menjadi daya tarik sendiri. Ciri khas bongsor yang digunakan mampu memberikan kesan berbeda pada sebuah motor. Tidak heran jika Nmax banyak digandrungi oleh berbagai segmen, mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa yang berada pada kelas atas.

Karena melihat permintaan pasar yang terus meningkat pada sebuah kendaraan Nmax, Yamaha terus mengatur strategi untuk meningkatkan profit. Salah satunya dengan menaikkan harga setiap tahunnya, hal itu terlihat pula pada bulan Maret tahun ini yang naik dari harga sebelumnya yaitu:
  1. Seri Yamaha Nmax 155 standar bulan Maret 2019 dijual dengan harga Rp.27.540.000. Harga tersebut naik dari sebelumnya pada bulan februari yang bisa didapatkan hanya dengan harga Rp.26. 900.000.
  2. Lalu untuk seri kedua ada Nmax 155 ABS yang lebih mahal yaitu Rp.31.150.000 yang naik dari harga bulan Februari yang masih berada pada angka Rp.30.650.000.
Selain isu kemunculan Nmax terbaru tahun ini, ternyata kenaikan harga tersebut juga menjadi salah satu bentuk informasi yang cukup mencengangkan. Dimana pada awal tahun lalu tepatnya bulan Januari dan Februari untuk harga dari skutik tersebut masih tergolong stabil. Tetapi kenaikan secara signifikan baru terlihat ketika pada bulan Maret 2019. Nah, bagi Anda yang ingin memiliki kendaraan skutik dari Yamaha tersebut harus segera membeli agar tidak terjadi kenaikan harga yang lebih tinggi lagi. Karena meskipun harga tergolong mahal, tetapi permintaan dipasaran juga tidak mengalami penurunan.

Pada dasarnya Yamaha memang salah satu produsen kendaraan yang cukup aktif mengeluarkan berbagai produk otomotif. Setelah memunculkan Nmax, ada beberapa seri skutik bongsor yang ditawarkan dengan harga yang lebih rendah. Tetapi bagi Anda yang tidak ingin kelamaan mendapatkan Nmax terbaru dengan harga tinggi bisa memilih cara kredit. Apalagi saat ini sistem kredit bisa melalui online, seperti pada Moladin yang memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan berbagai jenis kendaraan dengan mudah dan cepat serta angsuran ringan.

Sabtu, 06 April 2019

Nyetrit Bareng di Sepenggal Kali Code

Sudah lama tidak jalan dan main bersama banyak orang rasanya kangen juga. Sabtu 16 Maret 2019 lalu aku ikut Komunitas Nyetrit Bareng Jogja "turun" ke tepi Kali Code, memotret "apa yang menarik" untuk dipotret 😀. Titik kumpul sudah ditentukan di depan Malioboro Mall. Dari tempat tersebut kami berjalan berjalan ke selatan, melewati Kepatihan menuju seberang Hotel Melia Purosani. Kendaraan sengaja kuparkir di Taman Parkir Abu Bakar Ali, yang beberapa waktu lalu sudah pernah kutulis.

Bulan Maret biasanya sudah mulai memasuki musim panas, tapi khusus di tahun 2019 Maret di Jogja masih hujan. Malam hari sebelum hari H, hujan mengguyur cukup lama yang menyebabkan suhu udara cukup dingin. Jam nyetrit bareng pun molor, beberapa orang merasa hari masih pagi. Mau bagaimana lagi lha wong saat di rumah melihat matahari masih berselimut. Hampir semua berpikiran sama, "Ah masih pagi.." 😂

Di bawah jembatan Jalan Jagalan.
Saat akan memasuki kampung Code, Pak Presiden Nyetrit Bareng memberi pengarahan, mempersilakan peserta memotret bertema kolor (color) ini, sebisa mungkin tidak mengganggu aktivitas warga. Peserta nyetrit kali ini lumayan banyak, sekitar 25 orang. Dan, baru terasa hari beranjak siang setelah selimut matahari hilang dari langit 😔.
Klik untuk memperbesar.
Perjalanan kami di tepi Kali Code kira-kira digambarkan oleh garis merah. Berlanjut ke utara menuju Jembatan Kewek, yang insya Allah akan ditulis selepas ini. Kami berjalan kaki beriringan, memang kurang ideal untuk mendapatkan street photography. Tapi aku menikmatinya karena baru pertama kalinya berjalan di sepanjang sisi barat Kali Code.
Kolor street photography.
Agak susah menemukan obyek warna-warni di kawasan ini, kami juga tidak mau mengatur (setting) tempat atau membawa properti agar ada obyek warna-warni yang dipotret. Baru turun dari jembatan, aku menemukan obyek kolor yang (menurutku) cukup menarik, sayang warnanya kurang nge-jreng jadi kurang meninggalkan kesan mendalam.
Salah satu rumah susun Code.
Obyek paling berwarna yang kutemui hanya rumah susun Code. Hasil pemotretan akan bagus jika kebetulan ada adegan atau kegiatan di depan rumah susun. Beberapa teman mendapatkan momen tersebut, tapi aku lebih suka obyek polos sehingga foto-fotoku tidak bercerita 😁.
Hidran pemadam kebakaran.
Keluar dari kampung Code di mulut gang Sutedjo, pertigaan Jalan Mataram - Jalan Mas Suharto, aku menemukan hidran pemadam kebakaran. Menarik dipotret? Tidak, tapi daripada tidak ada yang dipotret lagi? 😄

Kami tidak terus menerus berjalan kok, lebih banyak duduknya dan jajan 😀. Sengaja tidak dipotret untuk menjaga harga diri #halah. Di sela jajan panganan kami menikmati udara pagi, kicauan burung, dan gonggongan anjing penghuni rumah susun.
Lumayan banjir akibat semalam hujan merata.
Sedikit cerita saat menunggu teman-teman jajan, baru asyik memotret jembatan aku diajak ngobrol seorang warga. Dia yang mengaku menjaga kebersihan rumah susun bercerita tentang penambang pasir di Kali Code, menurutnya dalam sehari bisa mendapatkan 8 karung pasir. Karung-karung itu diangkat ke atas dan dibawa gerobak ke pembeli. Pria berambut tipis berwarna putih itu tidak tahu pasti berapa harga pasir kali, tapi dia mengklaim pasir kali di situ adalah yang terbaik (di sekitarnya).

Sepenggal Kali Code sudah kulalui, masih ada sepenggal lagi di utara jalan yang akan kuceritakan. Tunggu ya..