Selasa, 18 Juni 2019

Memesan Semua Kamar di Kampung Tembi Guest House

Pertengahan Januari 2018 ada kerabat yang menikah dengan menggelar resepsi di Rumah Budaya Tembi, Kabupaten Bantul DI Yogyakarta. Karena semua keluarga besar tinggal di luar kota, otomatis harus menginap supaya waktu resepsi muka kelihatan segar 😁. Entah bagaimana ceritanya kerabat jauh ini memilih tempat menginap di Kampung Tembi Guest House. Tempat ini cukup populer di mesin pencarian dan hampir semua situs layanan inap. Namun, mereka tidak memesan lewat situs dan aplikasi, melainkan langsung menelepon penjaga. Tempat ini direkomendasikan oleh teman kantor salah satu kerabat.
Selamat datang di Desa Wisata Tembi.
Tulisan ini adalah pengalaman pribadi, tidak berdasarkan pesanan maupun berbayar.
Beberapa tahun lalu aku pernah ikut acara Blogger Nusantara yang pertama dan terakhir diadakan di Yogyakarta 😀. Selama 2 hari penyelenggaraan, tempat menginap peserta di losmen-losmen Jalan Prawirotaman dan desa wisata Tembi. Ketika itu aku memilih pulang ke rumah dan tidak menginap. Masih ada sedikit memori tertinggal di desa ini, jadi tidak begitu asing saat melewati jalan yang kami lalui menuju penginapan.

Karena diojok-ojoki kerabat, aku ikut menginap bersama mereka. Rela naik ojek online tengah malam menuju Terminal Giwangan, karena mobil kerabat tidak melewati tempat tinggalku 😔. Rombongan memang baru sampai Yogyakarta tengah malam, saat jalanan sudah mulai lengang. Aku sih ngikut aja, meskipun sebenarnya rugi karena penginapan tidak memberi diskon, padahal baru masuk tengah malam 😀.
Bagian belakang rumah (Manto).
Wow semua kamar di Kampung Tembi dipesan keluarga besar! Aku sampai geleng-geleng kepala, itu habis berapa jutaaa. Jadi begini, guest house ini sepertinya memiliki 2 rumah. 1 rumah besar yang dibagi bagian depan dan belakang, rumah lainnya berisi hanya 1 kamar. Gambar di atas adalah bagian belakang rumah besar yang dinamakan Manto. Seingatku, ada 4 nama ruangan di guest house ini.
  • Mardjan
  • Yusro
  • Ponijo
  • Manto.
Mardjan dan Yusro menghadap jalan masuk mobil, masing-masih berisi 1 tempat tidur dan toilet. Ponijo adalah rumah yang kutempati, letter L dengan rumah Mardjan dan Yusro. Ponijo memiliki 2 tempat tidur dengan 1 toilet. Pintunya terbuat dari kayu jati di tengah rumah, diapit oleh 2 daun jendela yang bisa dibuka keluar.
Salah satu kamar.
Bagian belakang Mardjan dan Yusro, dinamakan Manto, yang sebenarnya rumah ini hanya disekat oleh papan jati (seingatku). Manto lebih luas dengan adanya ruang tengah dengan 1 tempat tidur dan 2 (lupa) kamar. Pastinya, ada toilet di tiap kamar. Selain itu dilengkapi dapur, lengkap dengan kompor dan air minum dispenser.
Teras belakang Manto.
Enaknya lagi, ada ruang tambahan yang menyambung dengan Manto, seperti tempat untuk bersantai dan tiduran. Lihat gambar di atas saja supaya lebih jelas 😄. Aku bener-bener tidak tahu deh hitungannya gimana, tinggal nempati saja sih wkwkkw.

Fasilitas di sini ada internet gratis, AC tiap ruangan, televisi, air panas untuk mandi (gas water heater), dan handuk. Ketika sampai di sini pukul 00.30 WIB, kami minta welcome drink berupa teh panas, dan mereka mau menyediakan hehehe.
Kakus toilet duduk.
Minusnya tempat ini kurang begitu terawat dengan adanya debu di beberapa tempat. Kayaknya ini seperti sebuah "kebiasaan" guest house maupun homestay, karena aku juga menemui hal yang sama ketika menginap di satu guest  house di Kabupaten Sleman. Gas water heater juga habis ketika mau digunakan, padahal malam itu turun hujan dan suhu duingin banget, apalagi tempatnya dikelilingi sawah. Setelah menghubungi penjaga, tabung gas diganti dengan yang masih berisi.
Handuk.
Yang lumayan menyenangkan adalah kami bisa checkout sesuka hati jika setelah itu tidak ada yang memesan. Tapi kami tahu diri kok, keluar dari guest house sekitar pukul 14.00 WIB, menuju destinasi selanjutnya #halah.
Foto di sini lho..
Menginap di (sebagian) guest house dan homestay lebih mahal daripada hotel. Apalagi tidak ada standarisasi sehingga terkadang pelayanannya kurang sesuai ekspektasi. Tapi, jika ingin menikmati suasana hening jauh dari bisingnya perkotaan, guest house bisa menjadi pilihan.

Sabtu, 08 Juni 2019

Kembali Makan Ayam Goreng Bu Tini Sultan Agung Jogja

Aku agak kesulitan saat mengantar tamu makan di Jogja, apalagi si tamu punya selera tinggi terhadap masakan Jawa, ndridis, dan kolot 😀. Diarahkan ke rumah makan yang belum pernah mereka coba, mereka tidak mau spekulasi. Mereka malah terlihat tidak menerima sesuatu yang baru dan terlanjur menikmati zona nyaman.

Daripada ribet, aku menawarkan makan di Rumah Makan Ayam Goreng Bu Tini di Jalan Sultan Agung 17 Yogyakarta. Tanpa pikir panjang mereka mau kesana 😂, padahal saat liburan biasanya penuh sesak, terkadang stok ayam goreng telah habis. Selain di Jalan Sultan Agung, ayam goreng legendaris ini membuka cabang di selatan kota Jogja.
Buku panduan.
Kami tidak memesan ingkung, karena tidak semua rombongan menyukai semua tubuh ayam 😁. Menu yang dipesan adalah setengah ayam goreng plus kepala, malah porsi kepalanya lebih dari 2. Semua pesanan sudah termasuk lalapan berupa ketimun, selada, tomat, dan kubis. Sehingga tidak perlu memesan lagi kecuali dirasa kurang.
Menu makanan.
Penjual menjamin ayam yang digoreng adalah halal, meskipun waktu aku ke sana tidak terlihat label sertifikat halal LPPOM MUI DIY di daftar menu. Ayamnya jelas ayam kampung, bukan ayam jago dan broiler (pedaging). Untuk minumnya, aku pesan tape panas 😊 karena harganya sama dengan es teh dan lemon tea panas, wkwkwk.
Mau pesan minum apa?
Kebetulan waktu kesana 2018 lalu, baru saja ditinggal rombongan besar kementerian, sehingga banyak kursi lowong. Lumayan lah, dapat tempat duduk di tempat strategis (sirkulasi lancar dan terkena kipas angin 😋), tapi setelah kami memesan makanan tak lama berselang beberapa rombongan keluarga datang untuk makan siang. Sepertinya rumah makan ini tak pernah sepi pembeli.
Tempat duduk idaman.
Andaikan tidak dapat tempat duduk utama, masih ada tempat yang kurang strategis (pemandangan, sirkulasi, jauh dari toilet) dan lesehan. Sebagai rumah makan jujugan keluarga dan tamu instansi, fasilitasnya pun cukup lengkap dengan adanya wastafel dan tempat shalat. Yang belum ada mungkin hanya pendingin ruangan.
Lesehan juga bisa.
Setelah menghabiskan separuh gelas minuman, hidangan pun datang dan siap disantap. Serbuuuuuu. Seingatku, nasi tidak disajikan dalam cething tapi sudah ditakar di atas piring. Etapi sambalnya tidak ikut terfoto, maaf 😀. Sambal ayam goreng Bu Tini adalah sambal tomat khas berwarna merah tua dengan rasa manis pedas.
Ayam goreng yang ditunggu datang juga.
Selain menu di atas, juga tersedia menu paket nasi box. Pembeli tidak perlu bingung memilih menu seperti menu makan di tempat, meskipun harganya lebih mahal beberapa ribu rupiah, hehehe.
Paket nasi box.
Makan selesai, kami membayarnya dengan uang tunai. Di sebelah kasir juga tersedia aneka macam jajanan pasar. Bagiku sudah tidak perlu jajan lagi, karena sudah kenyang makan ayam 😂.
Meja pesan dan kasir.
Aku merasa ayamnya khas dan tetap enak, tapi tamuku berseberangan pendapat denganku 😄. Yo wislah, yang penting tamu tidak banyak komplain dan kenyang. Ayam goreng Bu Tini tidak dipresto, jangan sekali-lagi makan tulangnya karena tetap keras seperti tulang 😁.

Kamis, 06 Juni 2019

Pesanan Terlambat 30 Menit dari Kesepakatan di Aldan Jakal km7

Semakin mendekati hari raya Idulfitri, warung makan pun semakin sulit dicari. Banyak yang mulai tutup H-7, dimana puncaknya akan terjadi tutup warung massal pada H-2 Idulfitri. Hanya sedikit warung makan yang konsisten buka nonstop hingga H+5 Idulfitri, warung-warung ini baru meliburkan diri setelah warung lain sudah mulai buka kembali.
Menunggu buka puasa di Aldan.
Beberapa hari lalu (sebelum Idulfitri) ba'da Dzuhur aku akan memesan makan untuk buka puasa. Sasaran utama sih Sambel Layah, setelah menyusuri jalanan kok tidak ketemu warungnya. Cari beberapa alternatif lain akhirnya hanya menemukan Lesehan Aldan di Jalan Kaliurang km 7 Sleman, DI Yogyakarta. Aku memesan 20 porsi paket lele bakar, karena secara psikologis makan ayam tiap hari menyebabkan muntah 😀. Kesepakatannya, pukul 17.00 WIB akan kuambil.
Tulisan tanpa kontak.
Perlu diketahui, Maghrib di DI Yogyakarta (selain Gunungkidul dan Kulon Progo) saat itu pukul 17.30 WIB. Ohiya, pulang dari pesan makanan kulihat peta Google, ternyata Sambel Layah Jalan Kaliurang sudah tutup permanen. Kemana saja aku sampai tidak tahu warungnya sudah tutup.
Kena upeti 10%.
Kurang dari pukul 17.00 WIB, aku sampai di Aldan Jakal km 7 ini dan pesanan belum jadi. Aku masih tenang, mungkin sebentar lagi selesai. Perasaanku mulai tidak enak ketika waktu menunjukkan pukul 17.15 WIB. Memang sih, untuk menu bakar membutuhkan waktu saji lebih lama daripada menu goren. Tapi kok ini... 😟

Pengemudi yang menyertaiku sudah tidak sabar dan mulai ngomel-ngomel, aku hanya bisa berucap padanya "Sabar, kita lagi puasa." Tahu nggak, pesanan diselesaikan jam berapa? Pukul 17.32 WIB pesanan baru diserahkan padaku 😠. Sudah lewat dari kesepakatan, tidak minta maaf, tidak ada kompensasi, dan sekedar air putih pembatal puasa. Pengunjung yang makan di tempat juga setengah emosi karena tidak ada apa-apa sebagai pembatal puasa.
Jam berapa itu?
Ngelus dada sendiri, demikian keterlaluannya Aldan. Bahkan untuk air putih pembatal puasa pun tidak ada, sungguh kikir medit pelit.

Alhasil, buka puasa untuk rekan-rekan pun telat sampai. Aku merasa bersalah karena sepertinya mereka menunggu menu nasi buka puasa, tapi baru sampai setelah adzan Maghrib selesai berkumandang 😕.

Warung Lesehan Aldan Jalan Kaliurang km 7 masuk daftar hitam, tidak layak untuk menerima pesanan hingga layanannya dibenahi.

Senin, 27 Mei 2019

Ramadan Iftar Gathering Cakra Kusuma Hotel Yogyakarta

Cakra Kusuma Hotel, hotel bintang 3 yang berada di Jalan Kaliurang km 5,2 no 25 Yogyakarta beberapa waktu lalu mengundang rekanan dan media menghadiri Ramadan Iftar Gathering 2019. Acara santai ini diadakan di tepi Alamanda swimming pool pada sore hari Jum'at 24 Mei 2019, sambil menikmati suasana sore yang cerah.
Gathering di tepi kolam.
Sambutan tuan rumah sangat hangat, bahkan aku tidak tahu yang menyambutku adalah General Manager Cakra Kusuma Hotel, Dwi Agus Kristanto. Pemilik Cakra Kusuma Hotel juga berkenan hadir dalam acara buka puasa ini.
Sambutan general manager.
Ramadan iftar Gathering ini sebagai ucapan terima kasih dan menjalin silaturahmi dengan para rekanan dan media, dengan harapan kerjasama yang telah terjalin tambah meningkat.
Mengambil jajanan pasar.
Selama bulan Ramadan, Cakra Kusuma Hotel memiliki 2 program unggulan, yaitu Berkat Cak Kus (Berbuka Hemat di Cakra Kusuma) dengan harga Rp50.000++ per orang. Ada 453 jenis menu makanan di Cakra Kusuma Hotel yang telah mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI DIY.

Program lain yaitu Ramadan Rate kamar hotel mulai Rp350.000 per kamar all type dengan fasilitas sahur gratis. Kedua program berlaku hingga 5 Juni 2019. Perlu diketahui ada 5 tipe kamar di hotel ini yaitu Family suite, Standart room, Superior room, dan Suite Room.
Sea food mania.
Acara berlangsung meriah dengan diselingi pembagian door prize kepada hadirin yang hadir, siapa yang berhasil menjawab pertanyaan dari pembawa acara, dialah pemenangnya. Voucher yang dibagikan adalah voucher berenang Alamanda swimming pool, tempat rekreasi di Sleman, t-shirt bagi yang telah upload kemeriahan acara di Instagram, sampai voucher menginap.
Buka puasa meriah.
Acara berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB, aku dan rekan lain pamit pukul 18.30 WIB untuk mengejar shalat Isya' dan tarawih di masjid favorit masing-masing. Secara keseluruhan menu makanan di sini oke, apalagi jajanan pasarnya cocok banget dengan seleraku.

Kamis, 02 Mei 2019

Menu Ngudi Rejeki Pogung lebih Lengkap daripada Cabang Lain

Seorang teman mengajak makan sore (makan siang yang terlambat). Aku nggak begitu tertarik sih, mending pulang saja. Tapi teman ini agak memaksa, aku pun menurutinya. Warung yang dituju berada di Pogung Kidul, berseberangan dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Menu yang dipesan hanyalah lele bakar 😀. Menurutnya, warung ini terhitung murah dibandingkan yang lain. Aku hanya manggut-manggut saja, untuk pemuja karbo (kala itu) bisa jadi referensi. Warung itu adalah Ngudi Rejeki, beberapa bulan kemudian aku melenggang ke sana mencicipi menu lain.
Nasi bakar.
Menu yang pernah kucoba adalah nasi bakar. Ada yang belum tahu nasi bakar? Nasi bakar adalah nasi matang yang dibungkus dengan daun pisang, dimana disela-sela banyaknya nasi terdapat "sesuatu". Nasi bungkus tersebut dibakar di atas apa, sebagian ada yang membakar nasi bungkus seperti membakar sate.

Pesanan datang dalam keadaan masih panas. Setelah bungkus daun pisang dibuka terciumlah semerbak harum kemangi. Nasi langsung diobrak-abrik agar panas mereda. Terkuaklah di dalamnya ada apa saja, misteri "sesuatu" pun terpecahkan wkwkkk 😁.
Nasi bakar balur kelapa isi daging.
Nasi bakar dibalur parutan kelapa dan bawang merah goreng. Setelah dibelah terlihatlah kemangi dan daging ayam. Inilah "sesuatu" disela nasi bakar, "sesuatu" bisa apa saja tergantung selera, ada ikan asin, teri, irisan telur, dan beberapa lauk lain.

Selain nasi bakar yang pernah kupesan di warung ini adalah nasi pecel. Pecel Ngudi Rejeki adalah pecel Jogja yang rasanya manis, bumbu kacangnya pun lebih lodrek dan berwarna coklat muda.
Nasi pecel tempe.
Yang unik adalah penyajiannya diberi bonus seiris tempe goreng. Sayuran pecel lumayan lengkap yaitu kacang panjang, kecambah, bayam, dan wortel. Aku merasa kadang sayurannya dimasak terlalu matang sehingga warnanya kurang menarik lagi.

Untuk nasi bakar Ngudi Rejeki Pogung, cukup sekali aku mencobanya 😀. Pernah satu ketika beli nasi pecel tidak makan di tempat. Setelah dibuka ternyata tidak ada tempe goreng di dalamnya 😂. Rupanya bonus tempe hanya diberikan saat makan di tempat.

Menu pecel dan nasi bakar setahuku hanya ada di Ngudi Rejeki Pogung. Pernah singgah di Ngudi Rejeki Jalan Kaliurang dan Condong Catur, di sana tidak ada menu tersebut.

Menu tersebut kubeli pada tahun 2016, mungkin harga dan ketersediaan menu sudah berubah saat ini 😊.

Kamis, 25 April 2019

Cari kost di Medan? Ini 5 Rekomendasi Kost Murah yang Pas buat Kamu

Belum pernah merasakan jadi anak kost? Saatnya kamu mencoba mengganti status dari pelajar menjadi mahasiswa dan kamu akan merasakan hal tersebut. Mencari kost bisa dibilang gampang-gampang susah. Mengapa demikian? Banyak pilihan kost yang ingin kamu tempati, namun terkadang budget tidak sesuai atau terkadang kamu kurang nyaman dengan lingkungannya.

Hal inilah yang perlu kamu perhatikan saat mencari kost. Jangan asal dapat, tapi kamu tidak tahu nanti akan betah atau tidak. Mencari kost tiap orang tentu masing-masing, tergantung tipikal pribadi tiap individu. Apalagi untuk kamu yang tipe pemilih, butuh beberapa pilihan dan riset kost tersebut mulai dari keamanan hingga lingkungannya.

Misal saja contoh kamu berasal dari Jawa yang akan merantau di kota Medan, pasti lingkungan yang akan kamu dapatkan pun juga berbeda. Dari yang terbiasa menggunakan bahasa jawa, saat kamu di Medan akan menemui gaya bahasa batak yang sangat berbeda dengan asalmu. Saat itulah kamu harus belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kemudian kamu pun juga harus memilih kost yang cocok untuk kamu tempati.

Jarak dan waktu memang menjadi pertimbangan untuk kamu bolak balik dari Jawa untuk survey kost. Nampaknya berat diongkos jika kamu harus kesana hanya untuk keliling mencari kost. Sedangkan kamu harus segera butuh kost yang akan kamu tempati. Tak mungkin juga kamu mencarinya saat itu juga, tentu yang dipikirkan kamu akan tenang saat datang di kota Medan dan sudah mendapatkan kost.

Kamu tak perlu khawatir akan hal itu, cobalah untuk kamu download aplikasi mamikos. Mengapa harus mamikos? Mamikos sebagai aplikasi dan website yang menyajikan informasi pencarian kost secara lengkap. Data yang tertampil di mamikos sudah terverifikasi, sehingga sebelum tertampil data yang masuk diseleksi terlebih dahulu. Kamu bisa melihat informasi ketersediaan kamar kost dan harga kost akan selalu terupdate.

Berbagai fitur pencarian kost bisa kamu dapatkan di mamikos. Di antaranya mencari kost berdasarkan pencarian terdekat, daerah yang dituju, fitur berlangganan, fitur favorut hingga fitur history. Mamikos dikemas secara mudah dan menarik sehingga user bisa dengan gampang mengakses pencarian kost.

Melalui mamikos, kamu bisa mencari referensi kost di sekitar Medan. Berikut beberapa referensi kost Medan:

Kost Indomart Medan Petisah Medan
Kost Indomart dengan harga 500 ribu per bulan bisa kamu dapatkan di mamikos. Dengan luas kamar 2,5 x 2 meter , ideal untuk kamu tempati sendiri. Fasilitas kamar yang kamu dapatkan berupa kamar, almari pakaian, dan juga kipas angin.

Kemudian kost ini dekat dengan warung makan, ATM, apotek, kampus serta pos ojek. Strategis tentunya, segera booking sebelum kehabisan.

Kost Raisa Medan Petisah
Kost Raisa memiliki harga sewa 600 ribu per bulan. Untuk kost ini bisa digunakan putri, pasangan suami istri, atau kamu bisa kost bersama dengan teman sehingga biaya kost akan lebih murah jika ditempati berdua.

Dengan fasilitas yang diberikan berupa kasur, dapur umum, ruang jemur, serta kamar mandi luar.

Kost Quality Medan Petisah
Kost Quality memiliki harga 600 ribu untuk sewa per bulannya. Harga tersebut sudah termasuk dengan biaya listrik.

Kamu akan mendapatkan beberapa fasilitas kamar di antaranya kasur, kipas angin serta bisa disewa untuk pasangan suami istri. Untuk luas kamarpun cukup besar yaitu 4x3 meter dengan kamar mandi luar.

Kost Sambu Medan Timur
Ingin kost sekamar berdua dengan teman agar murah? Kamu bisa kost di sini dengan harga 800 ribu. Bisa digunakan untuk sekamar berdua dengan luas kamar 4x4 meter.

Fasilitas yang kamu dapatkan berupa kasur, TV, AC serta kamar mandi luar. Untuk akses lingkungan pun dekat dengan warung makan, ATM, apotek dan juga kampus atau sekolah.

Kost Rahmat Medan Petisah
Dengan ahrga 800 ribu per bulannya kamu bisa menikmati kelengkapan fasilitas yang ada di Kost Rahmat.

Di antaranya kasur, almari baju, meja dan kursi belajar, serta bisa digunakan sekamar berdua. Untuk fasilitas lain seperti kamar mandi dalam bisa kamu dapatkan.