metuomah.com

Selasa, 30 Juni 2020

0

Baru Tahu Ayam Goreng DirtyChicks Tutup

DirtyChicks, yang menurut Google Translate adalah Anak Ayam Kotor, terlihat sepi sejak Januari 2020. Mungkin sebelumnya sudah terlihat sepi pengunjung (menurut indera penglihatanku). Puncaknya ketika wabah Covid-19 menghantam Indonesia, gerai mereka ikutan tutup. Kukira hanya sementara seperti tempat makan lain, yang hanya tutup sekitar 2 pekan atau telat-telatnya buka lagi setelah lebaran. Ternyata mereka tutupnya bablas, Instagramnya pun ditulis "closed" disertai penghapusan beberapa postingan.
Instagram DiryChicks_id kukut.
Aku hanya sekali beli di sini dan tidak kembali lagi, kenapa begitu insya Allah ada di artikel lain 😋.

Di akhir bulan Syawal, gerai mereka buka lagi dengan nama dan logo baru. Entah apakah pemiliknya sama atau sudah berpindah tangan. Menurut Linkedin mereka, restoran cepat saji yang lahir tahun 2016 ini awalnya dimiliki Wahyu Suryajaya dan Chsirtoper Joshua.
Linkedin DirtyChicks.
Jiwa penasaranku meronta dengan pergantian nama, aku googling dan menemukan sedikit cahaya. Ada satu artikel Kumparan yang memuat berita restoran cepat saji di Jogja, juga kicauan di Twitter meskipun tidak menjadi Trending Topic Indonesia. Menurut teori Gathuk Metuthuk, keduanya berkaitan dengan gerai ini.

Silakan baca sendiri lewat tautan di bawah, semoga bisa menemukan cahaya lebih terang dariku. Jangan segan berbagi pengetahuan di kolom komentar, ya..

Rujukan artikel:
  • https://kumparan.com/kumparannews/perjuangkan-thr-60-karyawan-resto-cepat-saji-di-yogya-justru-dipaksa-resign-1tQ5aoi88OU
  • https://twitter.com/BuruhYogyakarta/status/1269865662484066304



Jumat, 12 Juni 2020

0

Protokol Kesehatan Naik Kereta Api di masa Persiapan Kenormalan baru

PT Kereta Api indonesia telah mengoperasikan kembali beberapa kereta api penumpang, sebagai persiapan adaptasi kenormalan baru setelah wabah covid-19 mulai mereda. Calon penumpang harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam Surat Edaran No. 7 Tahun 2020, tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Panjang amat.. 😖
APD Standar.
Kesimpulan yang bisa kutulis, kereta api beroperasi saat ini terbagi dua yaitu kereta api lokal dan kereta api jarak jauh. Semua calon penumpang wajib menjalankan protokol kesehatan, perbedaannya ada pada tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dan rapid test.

Calon penumpang kereta api lokal tidak perlu melakukan tes PCR atau Rapid Test. Sedangkan calon penumpang kereta api jarak jauh wajib melakukan tes PCR yang berlaku 7 hari, atau Rapid Test yang hanya berlaku 3 hari; dengan hasil negatif.

Perincian ketentuan calon penumpang kereta api, kurang lebih sebagai berikut.
  1. Memesan dan membeli tiket secara daring. Pemesanan keberangkatan kereta saat ini baru bisa H-7 keberangkatan.
  2. Saat ke stasiun dan naik kereta, selalu menggunakan APD standar (masker, kalau ada sarung tangan dibawa saja). Khusus penumpang jarak jauh di atas 3 tahun akan mendapatkan pelindung wajah (face shield) dari KAI.
  3. Memakai baju lengan panjang atau jaket.
  4. Mempersiapkan dan mengaktifkan aplikasi PeduliLindungi di gawai pintar.
  5. Surat keterangan negatif saat tes PCR (berlaku 7 hari) atau surat keterangan non reaktif saat uji Rapid-Test (berlaku 3 hari). Ditunjukkan kepada petugas saat keberangkatan.
  6. Bagi yang keluar - masuk DKI Jakarta, harus menunjukkan SIKM.
  7. Tidak berbicara secara langsung maupun menggunakan gawai.
  8. Butuh waktu untuk verifikasi kelengkapan calon penumpang, karena itu calon penumpang dihimbau datang lebih awal.
Yang termasuk KA Lokal: Prameks, Kedungsepur, Kaligung, Kamandaka, Penataran - Dhoho, Sri Lelawangsa.
Yang termasuk KA Jarak Jauh: Bengawan, Ranggajati, Putri Deli, Sancaka, Sritanjung, Serayu, Sribilah Premium, Tegal Ekspres.

Kamis, 04 Juni 2020

0

Pernah Makan Fried Chicken dari Jogja Ini?

Banyaknya wisatawan dan mahasiswa di Jogja membuat bisnis kuliner menjamur, meskipun harus berdarah-darah agar bisa tetap eksis. Sebelum datang wabah Covid-19 pun persaingan sudah sangat ketat, tinggal seberapa kuat bisa bertahan.

Kalau lagi berada di Jogja, coba luangkan waktu dan uang mencicipi makanan cepat saji (fast food) ayam goreng tepung crispy yang didirikan di sini. Siapa tahu di masa mendatang tidak ada lagi #eh 😝. Beberapa jenama ayam goreng tepung lokal yang pernah kucicipi kutuliskan di bawah ini.
Sumber gambar: Freepik.
1. Olive Fried Chicken
Mayoritas penduduk Jogja tahu Olive, gerainya tersebar seantero DI Yogyakarta. Segelas es teh diberikan gratis kepada pengunjung yang makan di tempat. Harganya lebih murah daripada fried chicken jenama luar negeri, tapi rasanya tidak kalah. Porsi ayamnya besar, gorengannya kuning cerah, dan bumbunya meresap sampai dalam.

Ada paket nasi maupun tanpa nasi, yang paling cepat habis adalah Paket Dada. Olive menggunakan saos dan sambal yang beredar di pasaran, jadi mereka lebih fokus pada pengolahan ayam. Kalau sudah makan ini, jangan sampai ada tepung yang terlewat! Tepung gorengnya bikin nagih hehehe....

Hingga tulisan ini terpublikasi, Olive tidak membuka kemitraan (franchise). Instagram resmi ada di https://www.instagram.com/olivefriedchicken.kak/.

2. Rocket Chicken
Aku beli ayam goreng di sini karena belum ada warung makan (selain soto dan bakso) yang buka setelah libur lebaran 😁. Sedikit bingung dengan banyaknya paket menu makan, menurutku juaranya ayam geprek. Jarang banget ada gerai fast food yang menyediakan menu geprek lho..

Harganya cukup murah, dapat bonus es teh untuk makan di tempat maupun bawa pulang. Porsi ayamnya agak kecil, digoreng benar-benar matang dan tepungnya cenderung keras. Bumbunya kurang cocok di lidahku, tapi sekali lagi itu adalah masalah selera.

Hubungannya dengan grup Salim sebagai franchisor, mempercepat laju penyebaran gerai Rocket Chicken. Makanya, selain di Jogja juga bisa ditemukan di daerah lain, bahkan sampai luar Pulau Jawa. Web resmi: https://rocketchicken.co.id/info

3. Yogya Chicken
Pemain lama per-fried chicken-an Jogja, tapi gaungnya tidak seperti 2 jenama di atas. Pusat gerai di daerah Pelem Kecut, Gejayan Jogja. Sepertinya YC tidak terlalu ekspansif membuka outlet baru. Setahuku, beberapa gerai YC buka di daerah yang persaingan antar warung makan tidak begitu ketat.

Porsi ayamnya rata-rata lah dan digoreng dengan kematangan haqiqi. Belum pernah beli langsung karena biasanya aku makan ini dapat gratisan 😂. Instagram resmi: https://www.instagram.com/_yogyachicken/

4. Dirtychicks
Baru sekali aku beli bungkus di Dirtychicks. Setelah bayar, ditawari apakah ayamnya ingin digeprek? Akupun memilih digeprek dengan 1 cabe. Setelah sampai rumah, kardus kubuka. Tidak kutemukan saos dan sambal sachet... hehe ya sudah, mungkin karena ayamnya tadi sudah digeprek.

Aku merasa agak janggal, karena ada kecut-kecutnya sedikit. Kusisakan sedikit potongan ayam, ngetes seberapa tahan ayam jenama ini. 4 jam kemudian kucoba untuk makan (sore), ayamnya sudah bau dan tidak layak dimakan lagi. Setelah itu belum pernah beli lagi.

Kabarnya Dirtychicks sudah tutup, kurang tahu ganti nama, kepemilikan, atau benar-benar tutup. Artikel mengenai hal ini bisa dibaca di halaman lain blog ini.

Penutup
Ada yang mau menambah perbendaharaan per-chicken-an fast food asli jogja? Silakan tulis di komentar ya... Terima kasih.

Minggu, 31 Mei 2020

0

Airy Pamitan Tutup Operasional, Snacknya Akan Tetap Kurindukan

Hari ini, 31 Mei 2020 startup penyedia layanan penginapan murah dari Indonesia; Airyrooms mengumumkan penutupan layanannya. Pertengahan bulan lalu manajemen sudah mengumumkan akan menutup layanan di akhir bulan, dampak dari Covid-19. Ternyata benar adanya, di semua media sosial dan website Airy mereka mengucapkan berhenti beroperasi.
Pengumuman Airyrooms tutup
Pengumuman Airy tutup di situsnya.

Aku termasuk yang menyayangkan penutupan Airy, meskipun tidak sampai menyaksikan penutupan dengan berkumpul di depan kantornya (lebay amat kayak penutupan restoran cepat saji kemarin 😂). Tiga kali pernah memesan Airy. satunya gagal menginap karena manajemen minta THR (sudah pernah ditulis di Tambahan pembayaran saat tiba di hotel).  Tidak ada masalah selama menginap di Airy (kecuali 1 di atas), pelayanannya ramah dan memuaskan. Yang agak susah waktu itu adalah tempat bayarnya di Indomaret.

Yang kusuka dari Airy adalah snack yang tersedia di kamar, paling seneng dengan wafer Tanggo wkwkkwk. cucok buat ngemil yang menjadikan malas keluar dan jajan 😃. Selain itu peralatan kamar mandi juga lengkap, tidak dikurangi seperti penyedia yang itu tuuuh 😉. Harga kamar sesuai dengan yang dibayar, makanya aku cari penginapan di aplikasi ini dulu, baru kemudian membuka aplikasi lain 😁.

Kini semua berakhir, sepertinya nggak ada keinginan untuk beroperasi lagi. Dan aku masih kepikiran apakah bisa mendapatkan pernak-pernik bekas Airy? 😋 Hari ini aplikasi yang terinstall di gawai kuhapus.. Selamat jalan Airy semoga kamu dalam kedamaian, snackmu akan selalu kurindukan.


Kamis, 21 Mei 2020

2

Keliling Komplek Borobudur Silver, BS Resto, dan Orangutan Resto

Beberapa narablog diundang oleh manajemen Borobudur Silver ke pusatnya, Jalan Mayor Kusen KM. 2,4 Pabelan Mungkid, Magelang Jawa Tengah. Butuh 1 jaman perjalanan dari tempat tinggal hingga sampai di masjid dekat tempat gathering, untuk menjalankan shalat ashar. Cuaca cukup panas hingga badanku basah oleh keringat, setelah mandi sore aku bertolak menuju BS Resto, tempat berlangsungnya gathering.

Hari itu 16 Mei 2017 kami dijamu oleh manajemen Borobudur Silver, tanpa dihadiri pemilik karena sedang berada di ibukota. Setelah menikmati hidangan pembuka, kami langsung diajak berkeliling karena matahari mulai tenggelam. Jam kerja di sini memang seperti perusahaan lainnya, dari pagi hingga petang. Oleh karena itu sebelum pekerja pulang, kami harus menyelesaikan kunjungan.
BS Resto Mungkid
Ternyata kompleks Borobudur Silver besar sekali, dan terdiri dari 3 divisi yaitu restoran BS Resto, Orang Utan Resto, dan Borobudur Silver sendiri.

Orang Utan resto

Pertama yang kami masuki adalah Orang Utan Resto, dari depan sudah terlihat tempat pakirnya sangat luas, bisa menampung hingga 30 bus besar. Masuk ke restoran pun demikian, luas sekali yang bisa menampung seribuan orang sekaligus. Meja kotak dimaksimalkan untuk 8 orang dengan kursi kayu bundar.
Parkir Orangutan resto.
Sasaran restoran ini adalah para rombongan wisatawan, terutama akan ke atau setelah dari Candi Borobudur. Mau menggunakan toilet juga harus bayar untuk pemeliharaan, karena biasa digunakan untuk mandi para wisatawan. Tersedia juga ruangan kecil untuk shalat.
Toilet Orangutan resto.
Saat aku ke sini, di pintu masuk terdapat outlet suvenir dan oleh-oleh. Tidak ada aktivitas pekerja karena sudah tutup, jika ada tamu yang telah memesan jauh-jauh hari restoran akan buka walaupun tengah malam.
Toko suvenir Orangutan resto.
Ohiya, nyaris ketinggalan, nama restoran ini juga menjadi nama penyedia wisata petualangan. Paket yang ditawarkan seperti arung jeram (rafting) di Kali Elo, dan mancakrida (outbound).
Dalam Orangutan resto.

Borobudur Silver

Selanjutnya kami ke tempat pembuatan kerajinan perak, letaknya di lantai dasar (basement) showroom Borobudur Silver. Tidak ada mesin modern (namanya saja kerajinan) dalam proses pembuatan, hampir semua dikerjakan manual tenaga manusia. untuk menggulung benang perak juga masih memakai mesin modifikasi sederhana.
Showroom Borobudur silver.
Tak berapa lama kami naik ke lantai utama tempat showroom Borobudur Silver. Sebenarnya showroom sudah tutup, tapi beberapa pegawai masih berada di tempat untuk menyambut kami. Showroom perak memang seperti toko emas, hanya buka pagi sampai sore hari.
Perajin perak.
Selain perhiasan perak (dipakai manusia), juga ada beberapa hasil kerajinan berupa miniatur. Harga perak di Borobudur Silver sudah pas, tidak bisa ditawar, hal tersebut terpampang di beberapa tempat showroom.
Showroom Borobudur Silver Mungkid.

BS Resto

Berhubung sudah Maghrib, para pegawai dan tamu yang diundang shalat terlebih dahulu di tempat shalat kecil, di dekat gerbang masuk antara BS resto dan Borobudur Silver. Letaknya di lantai 2 dengan lantai papan, saat berjalan menuju menuju shaf derit cukup terdengar nyaring.
Balkoni lantai 2.
Usai shalat, kami menuju balkoni lantai BS Resto untuk ramah tamah dan makan malam. Di lantai 2 ini tertata meja kayu dan bangku (yang dikenal dengan mode) Jepang. Angin semilir terasa menyentuh kulit, karena bangunan tanpa dinding. Dari tepi balkon barat, terlihat hamparan taman rumput yang luas, yang bisa digunakan untuk mancakrida. Di sebelah selatan terdapat gasebo-gasebo di atas kolam ikan. Sayang, kami belum ada kesempatan menikmati makan di gasebo.
Di antara gasebo.
Menu makanan dan minuman yang tersedia adalah menu nusantara, bumbunya tidak senendang masakan Padang. Mungkin untuk menyesuaikan dengan lidah wisatawan mancanegara, tapi secara keseluruhan rasanya pas di lidah. Yang jadi favoritku malam itu adalah bakwan jagung, dan kudapan ini paling cepat habis diserbu 😃.
Santap makan malam.
Bukalah akun instagram ketiga tempat di atas, admin cukup aktif menjawab pertanyaan penanya. Jangan lupa, BS grup di Mungkid buka saat jam kerja.