Maret 2015 - metuomah.com

Senin, 30 Maret 2015

0

Bakso Pak Puji Belakang Lapangan Kentungan

Kamis, 26 Maret 2015 lalu aku “dipaksa” beberapa teman agar tidak pulang terlebih dahulu setelah kegiatan sosial di sekitar Lapangan Kentungan, Jalan Kaliurang km 6,4 Yogyakarta. Karena di salah satu tempat akan ada acara makan bakso, dimana temanku menjadi “sinom”. Ya terpaksalah tidak pulang dulu.

Jumat, 20 Maret 2015

0

Bubur Kacang Ijo Enak di Jogja

Warung bubur kacang ijo (hijau) Kuningan yang sepuluh tahun booming sekarang punah karena kalah bersaing dengan warung bubur kacang ijo kaki lima yang lebih enak rasanya.

Penyebab kepunahan adalah mereka tidak fokus pada satu produk, akibatnya produk lain yang lebih laku. Toh dengan produk lain itu mereka bisa dapat fasilitas mudik gratis

Senin, 16 Maret 2015

0

Nasi Udang Goreng Mentega

Karena tidak enak body, kemarin siang makan nasi udang goreng mentega di Warung Seafood 99. Ada beberapa warung 99 di Yogyakarta, entah di luar Yogyakarta. Pilihanku ada di warung yang ada di Jalan Pandean, sekali lagi terpaksa karena seharusnya aku makan siang di Jalan Afandi.

Rabu, 11 Maret 2015

2

Khilaf Makan Nasi Goreng

Kemarin saya khilaf jajan makan nasi goreng di warung Jl Profesor Herman Yohannes, Sagan Yogyakarta. Khilaf karena tidak tahu makanan tersebut haram atau halal, karena warung tersebut menyediakan chinese food dan dimiliki orang yang sama dengannya. Terkadang di dapur masak ada ciu, tapi entahlah dengan yang saya makan.

Senin, 09 Maret 2015

0

Soto Segeer Mbok Giyem Boyolali

Ahad, 8 Maret 2015 aku diajak kerabat ke luar kota, pokoknya ke arah timur Jogja lah. Satu kebiasaan kerabatku ini adalah mampir makan di Boyolali, Jawa Tengah. Dulu waktu aku masih kecil makan di Soto Rumput di utara Terminal Boyolali, tapi setelah aku dewasa (ciee gitu) selera beralih ke Soto Segeer Mbok Giyem. Pilihan kerabatku Soto Mbok Giyem yang ada di selatan RSUD Pandanaran Boyolali.

Soto Segeer Mbok Giyem (dulu).
Eh tapi membingungkan ya, jika di suatu tempat nunjuk utara, selatan, timur, tenggara :) . Tapi begitulah... pokoknya letaknya di sekitaran bunderan RSUD Boyolali... ublek2 aja di situ pasti nemu :) .

Porsi
Semangkuk Soto Segeer Mbok Giyem harganya Rp. 6.000 (?). Dulu pakai mangkuk bakso tapi kemarin kok mangkuknya mengecil seperti kalau beli Soto Kudus. Kemarin saat makan hanya makan semangkuk karena 2 jam lagi akan dijamu makan siang :) .

Semangkuk soto Mbok Giyem.
Yang harus diingat adalah kalau makan soto di Boyolali jangan makan soto ayam, tapi makanlah soto daging sapi. Kenapa? Karena Boyolali termasuk daerah sentra peternak sapi, sehingga harga soto sapi dengan soto ayam tidak begitu terpaut jauh :D .

Rasa
Bagaimana rasanya? Enak :D . Soto-soto di Jawa Tengah biasanya soto bening tanpa santan. Menurutku yang membuat soto enak adalah ketika taburan bawang goreng lumayan banyak. Soto Mbok Giyem juga tidak menyebabkan perut "eneg" kekenyangan. Oleh karena itu banyak yang pengen nambah :D .

Teh Manis
Jika pesan teh manis di warung-warung seperti ini benar-benar menggunakan gula asli dan rasanya manis. Beneran loh,, kadang saya pesan teh manis di suatu warung tidak ada rasa manis sama sekali.

Franchise Soto Mbok Giyem
Saat ini Soto Segeer Mbok Giyem menjual francise, tapi aku tidak menjamin rasanya seperti di Soto Mbok Giyem, Jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali. Franchise yang dijual adalah nama dan bumbu.

Bisa saja yang meracik di franchise kurang tepat bumbunya, atau memang rasanya disesuaikan dengan alam sekitar. Misalnya, jika suatu daerah terbiasa makan makanan manis, mungkin peracik akan sedikit memodifikasi agar rasa soto lebih manis dari aslinya.

Update
Letak Soto Segeer Mbok Giyem sudah pindah lebih selatan lagi ke Jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali, tidak di dekat bundaran lagi. Warung lebih luas menampung lebih banyak pelanggan. Dari Jalan Solo -Semarang terlihat papan namanya.