Ahad 31 Mei 2015, aku mencoba melihat satu obyek wisata yang baru dipromosikan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tempat itu dikenal dengan nama Tebing Breksi atau Taman Breksi, atau Taman Tebing Breksi; sesuai dengan yang tercantum di prasasti yang direncanakan ditandatangani oleh Gubernur DIY.



Lokasi Tebing Breksi
Tebing Breksi terletak di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Kurang lebih 1 kilometer sebelum Candi Ijo (dari jalan Prambanan - Piyungan), Tebing Breksi sendiri masuk dalam cakupan kawasan wisata herritage Candi Ijo.


Rute Menuju Tebing Breksi
Sesampainya di traffic light Pasar Prambanan (jalan raya Solo - Yogya) belok ke selatan menuju Piyungan atau Wonosari. Sekitar 3 kilometer kemudian lihat penunjuk jalan menuju Candi Ijo. Ikutilah jalan tersebut.

Aku sempat bingung karena belum pernah ke Candi Ijo, perasaan sudah jauh ke arah selatan kok tidak ketemu papan penunjuk jalan menuju lokasi. Kebetulan ada Pramuka yang sedang mengatur lalu lintas (harusnya tugas polisi lalu lintas) even bersepeda mengelilingi kawasan wisata di Prambanan - Candi Ijo - Ratu Boko.

Kuhentikan kendaraan dan bertanya kepada salah satu mas Pramuka, "Jika mau ke Candi Ijo lewat mana?"

Dia menjawab agar aku ke selatan lagi, nanti akan ketemu plang jalan ke Candi Ijo. Setelah mengucapkan terima kasih, aku melanjutkan perjalanan. Tak berapa lama menyusuri jalan Prambanan - Piyungan aku menemukan petunjuk jalan yang dimaksud.

Petunjuk jalan menuju Candi Ijo.

Petunjuknya hampir tak terlihat karena tertutup daun dahan pepohonan. Beruntung sekali di tepi jalan itu ada umbul-umbul sponsor, berarti rute sudah benar. Kutelusuri jalan dimana umbul-umbul terpasang, mungkin jika tidak ada umbul-umbul itu aku harus bertanya lagi kepada penduduk setempat.


Jalan menuju Tebing Breksi menanjak dan tidak begitu mulus, beberapa ruas jalan rusak terutama di tanjakan. Saran bagi yang ingin ke sini agar menyiapkan kendaraan agar prima, terutama jika mau ke Candi Ijo yang letaknya lebih tinggi (menanjak lagi) dari Tebing Breksi.

Kalau dari arah jalan Prambanan - Piyungan, Tebing Breksi terletak di kiri jalan. Saat itu tidak ada papan atau petunjuk ke tempat wisata ini, hanya umbul-umbul dan kemah Pramuka! Ya..... saat itu ternyata ada acara Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) Pramuka SMA se-kabupaten Sleman.
SDN Sambirejo, depan Tebing Breksi.
Misalkan nih,, nggak ada petunjuk Tebing Breksi, cari saja SDN Sambirejo. SDN ini letaknya di kanan jalan (selata). Jika melihat bangunan SDN ini berarti kejauhan 10 meter :). Lihatlah Tebing Breksi dari jalan raya, tepatnya seberang jalan, Menarik?
Tebing Breksi dari jalan raya.
Karena ada kegiatan Persami, lapangan terlihat ramai. Toilet umum juga telah disediakan oleh BNPB, tapi jika mau shalat dengan sangat menyesal tidak ada tempat khusus. Shalat dilakukan di tenda biru BNPB.
WC darurat.

Peresmian Lapangan Tlatar Seneng
Malam hari sebelum aku ke Tebing Breksi, Gubernur DIY Hamengku Buwono X meresmikan Tlatar Seneng. Harusnya Ahad malam, namun karena (menurut salah satu pejabat Dinas Pariwisata DIY yang datang) Ahad malam beliau ada acara lain maka diajukan menjadi Sabtu malam.
Prasasti Tlatar Seneng.
Tlatar Seneng adalah tempat pertunjukan budaya yang berdiri di tanah kosong yang berada di area Tebing Breksi (sering disebut Taman). Kebetulan dari pagi sampai (rencananya) malam Tlatar Seneng menampilkan berbagai macam seni.
Panggung hiburan.
Kok bangku-bangku kosong? Benar,,, di siang yang terik tanpa tenda siapa yang mau duduk menonton? Penonton yang kebanyakan Pramuka menonton dari tempat yang teduh, ada beberapa tenda kecil di sekitar pelataran.
Agak mendung.
Inilah Tebing Breksi
Beginilah Tebing Breksi, terbentuknya tebing ini tidak secara alami melainkan bukit yang terkikis oleh penambangan warga. Mungkin karena telah membentuk sebuah keunikan maka dijadikan obyek wisata.

Tebing Breksi.
Karena berbarengan dengan Persami dan acara dari Dinas Pariwisata DIY, banyak masyarakat yang datang menyaksikan dan memeriahkan acara. Jika tidak ada acara, tempat ini sepi.


Tebing Breksi dari sisi belakang.
Aku sempat berkeliling ke sisi lain tebing ini, nampak bongkahan batu yang ditambang warga. Aku tidak tahu apakah tambang ini akan dihentikan setelah Tebing Breksi ditetapkan sebagai tempat wisata dengan minat khusus.

Sisi lain Tebing Breksi.
Sisi barat Tebing Breksi.
Tarif Masuk
Waktu aku ke Tebing Breksi tidak ada retribusi alias gratis, demikian juga dengan parkirnya.

Tempat Wisata dengan Minat Khusus
Yang dimaksud wisata dengan minat khusus adalah wisata jenis adventure seperti olahraga sepeda gunung atau motor trail, dimungkinkan juga panjat tebing.