Wednesday, July 8, 2015

Makan Murah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Menjelang hari raya Idul Fitri, warung dan rumah makan di kota-kota besar sudah banyak yang tutup, karyawannya mulai mudik sehingga terpaksa tutup. Demikian juga dengan Yogyakarta, tapi bukan karena alasan karyawannya yang mudik melainkan karena konsumennya mudik! Konsumen warung terbesar di Yogyakarta adalah mahasiswa, wajar saja saat lebaran hampir tiba, mereka berbondong-bondong meninggalkan Yogyakarta.
Meskipun ada warung yang buka di Yogyakarta, harganya sudah mula merangkak naik. Sebagai contoh hari Senin lalu, 6 Juli 2015 aku hanya membeli nasi sayur di warung kelas ekonomi. Biasanya harganya cuma Rp. 3.000 tapi kemarin sudah naik jadi Rp. 5.000! Itupun sudah kutawar,, hmmmm.

Melambungnya harga makanan bisa diantisipasi oleh konsumen, asalkan mau menyempatkan mengurangi tidur malam. Caranya adalah dengan ikut ibadah i'tikaf di masjid.

Tidak harus selama 10 hari ngendon di masjid, cukup beberapa jam saja sudah dapat makan murah. Tapi sebelum itu perlu survey masjid dahulu, mana masjid yang menyelenggarakan ibadah i'tikaf dengan biaya murah.

Menurut pengamatan, biaya termahal i'tikaf di Yogyakarta hanya Rp. 250.000, yang termurah Rp. 50.000. Yang termurah saja dapat fasilitas laundry, tapi tidak dapat kasur.

Daripada susah cari makan di 10 terakhir Ramadhan, lebih baik ikut i'tikaf. Makanan sudah disediakan tanpa keluar, dan menu minimal dengan lauk ayam :) . Selain makanan terjamin, kita bisa tambah mendekatkan diri kepada Ilahi.

No comments:

Post a Comment