Oktober 2015 - metuomah.com

Kamis, 29 Oktober 2015

0

Soto Ayam Kafetaria Kopma UGM

Kalau mencari soto ayam murah dengan nasi lumayan banyak di Jogja, adanya di kafetaria (lebih enak menyebut kantin) Kopma UGM (Koperasi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada). Itu versiku lho... Cuma hanya dengan Rp. 5.000 sudah mendapatkan semangkuk nasi soto ayam dan air putih gratis.

Senin, 19 Oktober 2015

0

Soto Mr. Teto Jalan Perintis Kemerdekaan

Yogyakarta adalah salah satu kota yang minim penjual soto di malam hari. Malam itu aku lagi nyari yang seger-seger, tapi kebanyakan makanan berkuah hanya bakso, capcay kuah di warung seafood, atau mie kuah. Tapi itu tidak membuat selera makanku naik, aku ingin soto... intinya ingin makan soto.

Selasa, 13 Oktober 2015

0

Soto Kudus Gajahmada di Jogja

Usai main di Universitas Gadjah Mada hari Ahad pagi, perut keroncongan ingin makan. Makan lotek sudah bosen, ke kantin langganan bosen juga. Kutelusuri jalan dengan motor butut pulang ke rumah, mengambil jalan memutar.. mungkin di sepanjang jalan ada warung makan yang menarik.

Senin, 12 Oktober 2015

0

Gudeg, Makanan Bergizi Khas Yogyakarta

Gudeg adalah salah satu makanan khas Yogyakarta yang sudah terkenal hingga manca negara. Wisatawan domestik maupun manca negara banyak yang ingin mencicipi gudeg. Jika musim liburan tiba sentra penjualan gudeg selalu padat dikunjungi wisatawan luar kota sekedar melepas kerinduan rasa makanan ini. Tak hanya makan di tempat, mereka juga membawanya sebagai oleh-oleh.

Kamis, 08 Oktober 2015

0

Soto Pogung Dalangan Selokan Mataram

Kuceritakan hobiku sebulan ini yaitu berburu soto murah pada temanku dengan antusias. Temanku di Teknik UGM ini cuma mendengarkan tanpa ekspresi, biasa! Menjelang Dhuhur dia mengajakku makan soto di pinggir Jalan Selokan Mataram, utara Fakultas Teknik UGM.

Rabu, 07 Oktober 2015

2

Lele Terbang Sambel Layah Giwangan

Ajakan makan tetangga tak bisa kutolak, bukan tidak bisa tapi karena masih lapar. Usai Maghrib aku hanya makan di Angkringan Pakdhe. Porsi nasi di angkringan tidak banyak, mau nambah... ingat isi dompet. Masih bisa tahan sampai besok pagi.

Kalau ngajak berarti harus bayarin 😂, tetangga bertanya mau makan di mana? Sebagai orang yang tahu diri akan ditraktir, kujawab, “Tidak tahu, terserah mau kemana.”


Akhirnya kami makan malam di Sambel Layah Giwangan, aku dari awal punya firasat dia memang mau mencoba makan ke sana.
Sambel Layah Jl Giwangan Yogyakarta.

Kenapa dinamakan Sambel Layah Giwangan? Karena letaknya berada di jalan menuju (dari utara) Terminal Giwangan Yogyakarta. Sebenarnya Sambel Layah berdiri di dekat perempatan traffic light Jl Pramuka (berbatasan dengan Jl Imogiri Timur) – Jl Giwangan – Jl Tegal Gendu Kotagede – Jl Tegalturi.
Jam operasional Sambel Layah.

Masya Allah, ternyata untuk pesan makanan saja harus antri! Meskipun aku beberapa kali melewati tempat ini tapi tak pernah terpikir sekalipun ingin makan di sini.
Suasana Sambel Layah Giwangan.

Pilih Menu Paket
Daripada pusing mau makan malam dengan menu apa, mendingan pilih paket menu. Aku pilih Paket Lele Terbang, sedangkan temanku memesan menu Paket Ayam Terbang? Bukan... intinya dia pilih paket ayam deh.. Menu paket juga bisa dibilang lebih murah daripada beli “prithilan”. Aku sendiri penasaran kenapa dinamakan Lele Terbang.
Paket yang tersedia.

Paket Lele Terbang
Paket Ayam dan Lele Terbang hampir sama, semuanya digoreng. Penyajiannya ditaburi tepung kremes. Selain itu juga ada sepotong tempe goreng, lalapan, dan sambal hijau dalam cobek kecil.
 
Lele terbang.

Ciri khas penyajian Sambel Layah adalah nasinya sedikit banget, hanya satu genggaman tangan orang dewasa Indonesia. Tak ketinggalan adalah es teh ukuran jumbo! Tapi aku tidak suka banyak es, jaga diri supaya tidak kena flu. Jadi aku hanya pesan teh tanpa es, konsekuensinya tehnya hanya diisi separuh gelas.
Paket ayam.

Rasa
Ternyata lele terbang merupakan bentuk penyajian. Lele dipotong membentuk sayap, tulang tengahnya sudah dibuang lalu pasangkan dengan ekor lele. Cukup inovatif! Rasanya menggairahkan 😁. Benar-benar enak, aku baru kali itu makan lele dengan bumbu yang meresap sampai ke dalam.
Es jumbo.

Pedasnya sambal hijau di Sambel Layah tidak seberapa, rasanya pas bagi orang yang tidak begitu suka pedas demikian juga takarannya. Tapi bagi yang suka pedas, sambal ini kurang banget.
 

Dengan harga paket Lele Terbang yang hanya Rp. 8.500 kurasa sudah murah, apalagi rasanya enak. Tapi jika ingin kenyang, saranku jangan pesan menu paket. Lebih baik pesan nasi tambahan saat pesan menu, atau mungkin bawa nasi dari rumah 😂. Sebaiknya tidak “tanduk” mengingat antriannya seperti nabung di salah satu bank swasta nasional.
 
Update 2020
Sambel Layah Giwangan sudah cukup lama tutup, sekitar 2017-2018. Tutupnya warung ini sekaligus mengakhiri era antrian pengunjung di cabang lain yang berada di Jogja.

Jumat, 02 Oktober 2015

0

Soto Surabaya Jalan Kartini Yogyakarta

Posisiku baru di daerah Sagan, Yogyakarta dan kebingungan mau makan apa siang itu. Tidak banyak pilihan warung makan kelas ekonomi di daerah ini, kebanyakan di sini adalah cafe yang berjajar di sepanjang jalan. Hampir semua cafe di Sagan laku, mungkin penghasilan orang yang tinggal (baca: ngekos) mengalami peningkatan sehingga kuliner harga kelas eksekutif pun mampu dibeli.

Kamis, 01 Oktober 2015

0

Tiket Bus Batik Solo Trans Terasa Mahal?

Bulan lalu aku ke Solo lagi untuk suatu keperluan. Seperti biasa aku naik kereta api Prambanan Ekspress dari Jogja ke Solo. Turun di Stasiun Purwosari kemudian lanjut naik BRT (Bus Rapid Trans), di Solo namanya BST (Batik Solo Trans). Baru kali ini aku naik BST, biasanya lebih suka jalan kaki.