Monday, October 12, 2015

Gudeg, Makanan Bergizi Khas Yogyakarta

Gudeg adalah salah satu makanan khas Yogyakarta yang sudah terkenal hingga manca negara. Wisatawan domestik maupun manca negara banyak yang ingin mencicipi gudeg. Jika musim liburan tiba sentra penjualan gudeg selalu padat dikunjungi wisatawan luar kota sekedar melepas kerinduan rasa makanan ini. Tak hanya makan di tempat, mereka juga membawanya sebagai oleh-oleh.


Jika dikelompokkan berdasar jenisnya, ada dua jenis gudeg.
1. Gudeg Basah, bisa ditebak bahwa makanan ini mengandung kuah.
2. Gudeg Kering, gudeg yang disajikan kering tanpa kuah.

Berdasarkan bahan bakunya, gudeg dapat dibuat dari dua buah yaitu;
1. Gudeg gori (nangka muda)
2. Gudeg manggar (putik bunga kelapa yang masih muda)

Gudeg gori banyak diproduksi di kawasan kota Yogyakarta, sedangkan gudeg manggar banyak ditemukan di daerah Bantul, Yogyakarta. Rasa gudeg gori dan gudeg manggar sama-sama enak dan gurih. Gudeg gori lebih empuk, sedangkan gudeg manggar rasanya renyah.

Mencicipi Gudeg Hj Amad
Ada dua sentra penjualan gudeg di Yogyakarta, pertama di Jalan Wijilan Yogyakarta dan yang kedua di Kampung Mbarek Sleman Yogyakarta. Meskipun masuk Kabupaten Sleman, tapi letak Kampung Mbarek berada di sisi timur Jalan Kaliurang km 4,5 Yogyakarta, atau tepatnya di utara Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Mari kita coba ke salah satu penjual gudeg di daerah Mbarek, yaitu Gudeg Hj Amad.
Gudeg Mbarek Hj Amad.
Banyak yang salah sebut dengan nama Gudeg Hj Ahmad, memang hanya beda tipis dengan huruf "H", tapi yang benar adalah Gudeg Mbarek Hj Amad tanpa "H".

Kenapa rumah makan ini jadi destinasi saya? Alasannya sederhana, beberapa acara di (mantan) kampus saya sering pesan nasi gudeg (dalam kotak) di Hj Amad sehingga saya lebih mengenal gudeg ini dibandingkan yang lain.

Gudeg Mbarek Hj Amad buka setiap hari dari jam 05.00 - 20.00 WIB. Saat itu saya datang jam 08.30 WIB dan memesan paket nasi gudeg- krecek - telur seharga Rp. 10.000.
Paket 1 Nasi gudeg krecek telur.
Gudeg Hj Amad terbuat dari bahan baku gori dan rasanya manis. Pada umumnya masakan di Yogyakarta rasanya manis dan sangat manis. Nah Gudeg Hj Amad ini rasanya manis saja tanpa "sangat".
Pilihan paket gudeg.
Gudeg juga Mengandung Gizi
Sebagian masyarakat beranggapan, gori (nangka muda) sama sekali tidak bergizi. Tapi anggapan tersebut kurang tepat, dibuktikan dengan beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa lembaga.

Dr Lily Arsanti Lestari, STP, M.P., dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada baru-baru ini telah melakukan penelitian kandungan gizi terhadap makanan khas Yogyakarta. Melalui email, saya juga telah mendapat penjelasan kandungan gizi pada gudeg gori.

Satu takaran saji gudeg gori, setara dengan 475 gram mengandung gizi:
Kandungan gizi per takaran saji gudeg gori.
Jika dipersentasikan, maka kandungan gizi gudeg gori adalah:
Persentase kandungan gizi gudeg gori.
Penelitian kandungan gizi dilakukan di tiga laboratorium yakni:
  1. Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM, untuk analisis kadar air dan abu.
  2. Laboratorium Gizi Pangan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian FTP UGM, untuk analisis kadar protein dan kadar lemak.
  3. Laboratorium Gizi Kuliner Program Studi Gizi Kesehatan FK UGM, untuk perhitungan kadr karbohidrat, takaran saji, dan kandungan gizi per takaran saji.
Mendapatkan Gudeg Bergizi
Untuk mendapatkan gudeg bergizi, pengolahan bahan baku harus sesuai dengan prosedur. Pemilihan bahan baku yang baik dan cara memasak perlu diperhatikan agar nilai gizi dalam gudeg tidak hilang. Ada beberapa tips yang disampaikan Dr. Lily, bagaimana mendapatkan gudeg yang bergizi (beli, tidak mengolah sendiri).
  • Pilih rumah makan gudeg yang telah memiliki sertifikat dari Dinas Kesehatan, atau sudah pernah mendapatkan sertifikat pelatihan laik sanitasi dan higiene Dinas Kesehatan. Sertifikat ini menyebutkan bahwa gudeg di rumah makan tersebut menggunakan ayam kampung asli, telur ayam atau bebek asli (bukan polesan), dan krecek asli (bukan imitasi).
  • Gudeg asli dengan cara masak yang benar hanya akan tahan selama 2 hari, kecuali gudeg yang telah dikalengkan.
Tambahan tips dari saya, pilihlah rumah makan yang telah memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI. Ayam yang disembelih insya Allah halal serta bahan baku dan alat pengolahan gudeg tidak mengandung bahan haram.

Gudeg selain menjadi makanan khas Yogyakarta ternyata menyimpan zat gizi yang dibutuhkan manusia, asal diolah dengan tepat. Mari lestarikan makanan khas Indonesia.


Referensi:
Lily Arsanti Lestari, Puspita mardika Sari, Fasty Arum Utami. 2014. Kandungan gizi Makanan Khas Yogyakarta. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

No comments:

Post a Comment