Usai main di Universitas Gadjah Mada hari Ahad pagi, perut keroncongan ingin makan. Makan lotek sudah bosen, ke kantin langganan bosen juga. Kutelusuri jalan dengan motor butut pulang ke rumah, mengambil jalan memutar.. mungkin di sepanjang jalan ada warung makan yang menarik.

Di Jalan Demangan Baru, kulihat ada warung soto di deretan pertokoan sebelah barat Jalan Demangan Baru Yogyakarta. Nama warungnya Soto Kudus Gajahmada. Aku yakin, andai merk ini juga ada di Kudus pasti tidak ada embel-embelnya "Kudus".

Soto Kudus Gajahmada di Jalan Demangan Baru ini cuma cabang, pusatnya di jalan Tritunggal, Karangkajen Yogyakarta atau sebelah timur Jalan Imogiri Barat. Eh, aku kurang tahu soto ini buka cabang atau dijual franchise.
Daftar menu di dinding.
Dulu aku sering beli soto ini di pusatnya (sebelum ada tukang parkir) untuk dibawa pulang. Di cabang ini, aku juga pilih dibungkus saja.
Ada krupuknya juga.
Sesampainya di rumah, kubuka bungkus plastiknya dan terlihat penampakan seperti di bawah ini. Aku suka soto ini karena kecapnya, kecap dari Kudus Jawa Tengah.
Kuah di mangkuk kecil.
Terus kubuka plastik isi daging ayam, bawang goreng, dan kecambah dan terlihat suwiran ayamnya sebesar ini.
Ayam segini rasanya seperti apa?
Kapok! Harga semangkok soto Rp. 7.000 rasanya tak seperti yang dulu di pusatnya. Aku jadi ingat Soto Sedaaap.