Selasa, 27 Desember 2016

Apa yang Bisa Dilakukan di Agrowisata Bhumi Merapi?

Lepas makan siang Blogger Jogja bertolak dari Desa Wisata Pentingsari menuju Agrowisata Bhumi Merapi, Jalan Kaliurang km 20 Yogyakarta. Melalui jalan desa yang disemen 1 meter hanya di sisi kiri dan kanan, kami memotong jalan... lebih dekat daripada melewati jalan beraspal. Ujung-ujungnya sampai di jalan Merapi Golf. Kami melewati jembatan Kalikuning yang di bawahnya biasa digunakan offroad jeep.
Tapi kayaknya ada jalan yang lebih dekat yaitu melewati jembatan Kalikuning desa wisata Pentingsari. Ah sudahlah... aku hanya mengikuti ketua rombongan Pak Wasita 😁.
Kalau dari arah Yogyakarta malah lebih mudah. Telusuri Jalan Kaliurang hingga km 19, ketika hampir memasuki km 20 lihatlah di kiri jalan (barat, karena Gunung Merapi ada di utara Jogja) terlihat papan reklame menunjuk ke timur "Agrowisata Bhumi Merapi", kanan jalan ada reklame (menunjuk ke arah barat) Girikaton Camping Ground.

Di situlah letak tempat wisata ini, bukan di tepi Jalan Kaliurang tapi masuk ke timur sekitar 50 meter. Ciri lain ketika mendekati sekitar Agrowisata Bhumi Merapi adalah jalanan menjadi lebar di sisi timur menjadi 3 lajur, karena Kantor Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman dan SMPN 2 Pakem berada di situ.


Alamat lengkapnya di Jalan Kaliurang km 20 Dusun Sawungan, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Disambut gerimis
Sesampainya kami di Agrowisata Bhumi Merapi, gerimis turun hingga nyaris membatalkan keliling agrowisata. Sambil menunggu gerimis reda, tim Agrowisata Bhumi Merapi mempersiapkan tempat-tempat yang akan kami kunjungi.
Tiket masuk
Cukup murah, hanya Rp. 10.000 saja. Jika ingin naik kuda poni keliling lapangan parkir Rp. 10.000, tapi jika kuda yang besar atau kuda tunggangan Rp. 20.000. Ada beberapa wahana lagi yang mengharuskan pengunjung mengeluarkan uang, sabar ya... silahkan baca artikel ini sampai selesai 😁.
Silahkan pilih tiketnya.
Kambing PE
Kambing PE adalah persilangan antara kambing Jawa (Benggolo) dengan kambing India (Etawa). Banyak kambing di sini sampai aku bingung πŸ˜‚. Kandang kambing dipisahkan antara yang jantan dengan betina, yang jantan sih cuma 2 ekor.
Tentukan pilihanmu.
Kambing pejantan masuk ke kandang Kyai Nogotirto, sedangkan induk betina di kandang Nyai Nanggulan. Kandang melahirkan dinamai Nyai Naroto, dan kandang-kandang lainnya. Semua kandang memiliki nama unik sendiri loh..
Kandang Nyai Nanggulan.
Dalam membudidayakan kambing, sudah diatur X dan Y nya sehingga tidak terjadi inses. Di Bhumi Merapi ini tidak mungkin kakek kambing kawin dengan cucunya sendiri, silsilah keluarga kambing terdata rapi, mungkin ada akte kelahirannya juga seperti kucing.

Memberi susu kepada kambing
Pengunjung boleh kok, menyusui kambing.... maksudnya kambing diberikan dot berisi susu formula. Iya benar, anak kambing di sini juga diberi susu formula selain susu induknya.
Satu dot harganya Rp. 2.500.
Pengunjung boleh loh memberi makan kambing, seikat rumput atau daun-daunan lain dihargai Rp. 2.000.

Memerah susu kambing
Selain memberi susu, memberi makan, dan selfie; pengunjung juga bisa praktek memerah susu kambing,, bahkan kalau mau langsung minum tanpa diolah πŸ˜‚. Nah kami beruntung diajarkan cara memerah susu kambing. Pertama-tama bersihkan tangan dengan sabun, lalu lumuri jari-jari dengan minyak goreng agar tidak lecet. Sedangkan puting kambing bersihkan dengan alkohol terlebih dahulu.
Memerah susu kambing.
Perah susu kambing perlahan dan tidak menyakitinya πŸ˜€, setelah selesai bersihkan tanganmu dengan sabun. Tidak perlu takut bakal ditendang kambing, ada pemandu yang selalu mendampingi πŸ˜‚. Kambing di sini maksimal 2x sehari diambil susunya agar kualitas susu tetap terjaga.

Di Agrowisata Bhumi Merapi juga tersedia susu murni, yogurt, dan ice cream. Olahan berbau kambing lainnya dalah pupuk organik dan biogas.

Taman kelinci lucu
Puas bermain dengan kambing, rombongan diajak menuju kandang kelinci. Sama seperti kambing, kelinci di sini memiliki silsilah keturunan yang jelas, bahkan lebih rumit dari kambing PE karena ras lebih beraneka ragam. Kandang pertama yang kami masuki berisi kelinci "biasa", kebanyakan kelinci hias terlihat dari bulunya yang menarik orang untuk memegangnya.
Kelinci pedaging? Hmm aku kurang begitu tahu. Andaikan ada, pasti agrowisata ini menyediakan sate kelinci. Ada kelinci "biasa" ada juga yang "luar biasa", kelinci ini ditempatkan di kelompok kandang tersendiri dan tidak semua orang boleh measukinya. Kelompok kelinci ini harganya Rp. 3 jutaan, perawatannya pun lebih ribet.

Kami diajarkan bagaimana memegang kelinci, biasanya orang cenderung menarik telinga kelinci yang panjang. Padahal itu menyakiti fisik kelinci, karena di bagian tubuh tersebut banyak terdapat simpul saraf (katanya) sehingga kelinci akan sakit dan phobia orang? πŸ˜‚ #ngasal ini mah..

Cara memagang yang benar adalah seperti memegang kucing, yaitu ambil dan pegang kulit di tengkuk, lalu gendong tubuhnya. Setelah tahu caranya, kami langsung praktek di taman umbaran kelinci untuk menangkap kelinci yang berkeliaran.
A photo posted by Seseorang (@metuomah) on

Musang
Selanjutnya kami menuju kandang musang, sudah jinak tapi kami agak takut menyentuhnya 😁, yang pasti takut digigit. Menurut pelajaran IPA Sekolah Dasar, musang termasuk binatang omnivora, dikasih daging mau dikasih tumbuhan juga mau.
Musang Sumatra.
Arena outbond dan pintu keluar Gua
Selanjutnya kami meninjau lokasi outbond anak-anak dan pintu keluar Gua Ponggolo. Hari sudah semakin gelap karena mendung datang kembali, kami tidak mungkin bermain-main di tempat outbond. Lagi asyik-asyik foto, aku dan beberapa teman malah ditinggal ke wahana selanjutnya.

Menurut informasi Mr. Gimin pemandu kami, Gua Panggolo sudah berusia 200 tahun yang dibuat oleh Kiai dan Nyai Panggolo di zaman perang Diponegoro tahun 1800an. Paket masuk gua Rp. 25.000 minimal 15 orang, sekitar 30 menit sebelumnya tim akan melakukan sterilisasi gua untuk mengecek keamanan.

Syarat lain bagi yang ingin menelusuri gua adalah tinggi badan di atas 150 cm, karena ada kemungkinan air masuk ke dalam gua cukup tinggi. Selain itu tidak punya penyakit kronis πŸ˜€. Jalan masuk gua di tebing Kalikuning yang berakhir di Bhumi Merapi, panjang gua Panggolo sendiri 350 meter.

Taman Hidroponik
Bermacam sayuran hidroponik dalam pot paralon bisa dibeli. Harganya sih lumayan mahal jika beli bersama potnya πŸ˜€.
Taman Hidroponik.
Saya tidak tahu persis sayuran apa saja yang ada di situ hehehe.. Gambar lain bisa dilihat di Instagram. Tanaman-tanaman ini menggunakan air seni kelinci sebagai pupuk.

Taman Reptilia
Di sisi barat Taman Hidroponik terdapat taman reptilia. Yang sempat kulihat adalah ular, bisa juga loh foto bersama ular jika pengunjung mau. Aku tidak terlalu tertarik dengan ini, gambarnya tidak usah ditampilin heheheh...😁.

Kafetaria
Yang terakhir adalah kafetaria, letaknya di ujung utara tempat parkir. Jadi kalau ingin ke kantin, harus keluar dari taman Bhumi Merapi. Daftar harganya? Ini dia.... Silahkan pesan 😁.
Daftar menu dan harga.
Karena kami, para blogger adalah tamu jadi.... (isi sendiri). Kami baru saja mengisi perut di Pentingsari, tidak muat jika harus nambah lagi. Aku hanya mengambil tempe mendoan dan pisang goreng,, biasa saja kok. Tapi karena bujuk rayu Wawan, akhirnya aku mengambil sedikit nasi.
Nasi sayur talas lompong.
Oke, yang kuambil hanya nasi, tahu goreng, dan sayur talas atau lompong. Inilah pertama kalinya aku makan talas, rasanya? Asiiiin.....

Usai makan, terlihat kabut mulai turun dan kami pun dilepas pulang. Ketika mau foto bersama, eee malah si Kokoh Ahmad naik kuda πŸ˜’. Sebagian blogger di Pentingsari memutuskan pulang dan tidak ikut ke Agrowisata.
Gerimis mengantarkan kami pulang ke rumah masing-masing, di sepanjang perjalanan pulang tepatnya mulai km 15 kami disambut hujan deras.

Masih ada taman bunga yang belum kami jamah, kondisi cuaca tidak memungkinkan kami menjelajahi semua wahana. Tertarik berlibur bersama keluarga ke sini?

Senin, 26 Desember 2016

Telah Hadir Situs Penyedia Paket Wisata Indotrip.id

Jika tidak ingin repot memikirkan akomodasi dan transportasi ketika akan berwisata, gunakan saja jasa penyedia layanan jasa tour wisata. Semuanya sudah di-handle penyedia jasa, kita tinggal menyiapkan dana yang akan dikeluarkan saja plus perlengkapan yang perlu dibawa selama berwisata.

Salah satu penyedia paket tour wisata adalah situs indotrip.id, yang diperkenalkan kepada travel blogger Jogja pada Kamis lalu (22/12/2016) di Pendopo Nde' Luweh, Jalan Ngeksigondo no. 54, Kotagede Yogyakarta.
Semua personil indotrip.id hadir pada acara ini, ternyata indotrip.id satu grup dengan joglowisata.com. Perbedaannya, di indotrip.id kita dapat langsung daftar harga, memilih paket wisata, tanggal keberangkatan, dan pesan.
Pengunjung web juga dimudahkan dengan diletakkannya form pencarian paket wisata di beranda web, sehingga tidak perlu klik sana-sini mencari paket wisata yang ditawarkan. Waktu kucoba menggunakan layanan indotrip.id, saat ini baru melayani sekitar area Yogyakarta dan Jawa Tengah. Semoga ke depan, semakin banyak paket tour yang ditawarkan. Cara pemesanan bisa dibaca selengkapnya di indotrip.id/infopage/cara-pemesanan.
Acara perkenalan sangat santai dan cepat,,, hanya sekitar 7 menit πŸ˜€, sebelum dan sesudah acara perkenalan adalah networking dan icip-icip hidangan. Hadirnya indotrip.id menambah semarak dunia pariwisata Indonesia dan menjadi salah satu opsi wisatawan sebelum melakukan perjalanan wisata.

Rabu, 21 Desember 2016

Kesejukan dan Keasrian Desa Wisata Pentingsari

Saat menjejakkan kaki pertama kalinya di Pentingsari, aku merasakan tempat yang nyaman, asri, jauh dari polusi dan kebisingan kota, dengan udara sejuk pegunungan. Desa wisata Pentingsari (lebih tepat dusun/dukuh Pentingsari desa Umbulharjo) terletak di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, 12,5 kilometer dari Gunung Merapi yang artinya masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) II Gunung Merapi.
Di atas jembatan.
Bersama puluhan teman Blogger Jogja kami datang ke Desa Pentingsari (17/12/2016) untuk melihat bagaimana wujud desa wisata Pentingsari itu 😁? Kami datang atas prakarsa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, DIY; acara ini adalah yang terakhir sebelum dinas dipecah menjadi 2.

Langit sedikit mendung ketika kupacu kendaraan menuju Pentingsari, menambah dingin cuaca pagi itu. Sebelum berangkat aku sudah melihat peta Google, tapi tetap saja nyasar meskipun tidak parah banget seperti kejadian di Museum Gunung Merapi πŸ˜‚. Pelajaran yang dapat diambil: Jangan terlalu percaya dengan peta Google!


Rute menuju desa wisata Pentingsari
Dari Kentungan Ringroad Utara Yogyakarta, Desa Wisata Pentingsari berjarak sekitar 20 km. Ada 3 rute yang kuketahui bisa mencapai Pentingsari, masih ada rute lain yang ditempuh oleh beberapa teman blogger. Memang, jalan menuju Pentingsari minim penunjuk jalan.

1. Jalan Kaliurang - Perum Pamungkas - Jalan Cangkringan - Jalan Merapi Golf
Ini adalah rute yang kulalui, dari Jalan Kaliurang terus ke atas hingga traffic light sebelum Universitas Islam Indonesia di km 13,8. Dari traffic light belok kanan menuju ke Jalan Pamungkas, ikuti terus jalan tersebut. Jika ketemu penunjuk jalan menuju Cangkringan atau ke Kaliurang, ikuti yang menuju Kaliurang.
Kesalahanku adalah belok ke kanan menuju Cangkringan yang jalannya lumayan rusak. Meskipun nanti keluarnya sama di Jalan Cangkringan, tapi jalan yang rusak di sebagian tempat dan banyak percabangan, membuat perjalanan lebih lama dan agak membingungkan.

1a. Masih di jalan yang benar dan lurus
Setelah balik ke jalan yang benar dan mulus (Jalan Cangkringan), aku memacu kendaraan terus ke utara tanpa melihat peta 😁, melewati Rumah Makan Morolejar yang legendaris di sisi kanan dan Rumah Makan Timbul Roso di sisi kiri jalan. Di samping rumah makan terakhir, aku baru melihat peta kembali dan ternyata masih di jalan yang benar.

Sampai di pertigaan ini aku berhenti, lihat peta lagi aku harus belok kanan atau lurus saja. Peta menunjukkan desa wisata Pentingsari tinggal 2 km lagi, semangat!
Percabangan ke Merapi Golf dan Kalasan.
Aku tetap ambil jalan yang lurus, melewati SMAN 1 Cangkringan di Jalan menuju lapangan golf "Merapi Golf" ini. Mobil yang belok ke kanan (gambar atas) menuju arah Kalasan.

Kukira 2 km itu jauh, tapi di tengah perjalanan sebelum gapura bertuliskan Cangkringan, kulihat papan kecil di kanan jalan yang sama persis dengan papan di pertigaan jalan Cangkringan - Kalasan. Tulisan tersebut adalah "Selamat datang di desa wisata Pentingsari."

Papan penunjuk pintu hati.
Sempat-sempatin motret agar yang mau berkunjung tidak kesasar πŸ˜€. Agak tidak percaya jalan menuju Pentingsari melewati jalan yang disemen (kayaknya bukan cor sih), jembatan kecil, dan berakhir di perempatan yang membuatku harus bertanya pada warga setempat. Di sinilah (potret) letak kebingunganku:
Perempatan dusun Pentingsari.
Kemana kuharus melangkah (#nyanyi lagu Nicky Astria), kumatikan motor lalu bertanya kepada warga yang kebetulan nongkrong di perempatan. Mereka bertanya dari mana, kujawab jujur dari Blogger Jogja yang akan menghadiri acara Dinas Pariwisata Sleman. Kusampaikan juga baru pertama kali ke Pentingsari. Sepertinya warga sengaja nongkrong untuk menyambut tamu yang nyasar πŸ˜‚. Yeiiiii... ternyata acara Dinas Pariwisata masih agak jauh 😁. Kalau lihat gambar di atas, di samping motor tersebut adalah bangunan bercat hijau adalah Masjid Al-Huda. Dari perempatan, aku disarankan ke kiri menelusuri jalan. Jika bertemu pos ronda di perempatan jalan, aku harus belok kiri,,, di sana sudah ada warga yang bersiap menyambut tamu.

1b. Jangan terlalu percaya peta Google!
Sampai di TKP, aku masih bingung lewat mana saja aku tadi. Setelah lihat peta, heiiii.... Google agak ngawur..
Tanda merah tanda aku belok kiri menuju Pentingsari.
Peta di atas menunjukkan, titik merah yang kutandai adalah tempat aku menemukan papan penunjuk pintu hati. Di situlah aku belok kiri menuju Pentingsari. Jalan kecil menuju Masjid Al-Huda tidak serta merta lurus. Peta Google juga menyarankan (dari titik merah) ke utara lagi, padahal ada jalan yang lebih dekat. Aku heran lagi saat mendengar cerita Wawan suhu SEO, dia datang dari arah selatan! Duh lewat mana lagi tuh...😫.

2. Jalan Kaliurang - Perempatan Pakem - Jalan Cangkringan - Jalan Merapi Golf
Perbedaannya ada di traffic light Perum Pamungkas. Rute yang kutempuh mengharuskan belok kanan, rute kedua ini tetap lurus menuju Kaliurang hingga bertemu perempatan Pakem.

Sesudah belok kanan (jalan utama) lalu pecah; ke kiri menuju Kaliurang, lurus menuju Jalan Pakem - Cangkringan. Pilihlah lurus ke Jalan Pakem - Cangkringan. Titik merah pada peta di atas adalah titik bertemunya rute nomor 1 dengan nomor 2. Selanjutnya, ikuti seperti rute 1a.

3. Jalan Kaliurang - Perempatan Pakem - Jalan Kaliurang - Kaliadem/Jalan Merapi Golf
Rute ketiga jalannya lebih bagus, dari perempatan Pakem ke arah Kaliurang hingga Km 22. Ikuti penunjuk menuju Kaliadem atau Lapangan Golf Merapi Golf. Atau kalau berani melewati jalan bersemen bisa ke sini.
Menuju Kaliurang.
Dari Jalan Kaliurang menuju Merapi Golf, artinya harus belok kanan. Dan setelah berjalan beberapa meter, belok kanan menuju Pentingsari. Ketahuilah bahwa jalan menuju Pentingsari tidak beraspal, melainkan semen di kiri-kanan.
Disambut dengan jadah tempe
Sesampainya di pendopo yang entah pendopo keberapa di Pentingsari, kami disambut dengan jajanan desa didampingi Wedang Secang hangat. Yang belum tahu Wedang Secang, minuman ini adalah ramuan berbagai rempah-rempah seperti batang serai putih, jahe, kayumanis, cengkeh, dan kapulaga. Merah adalah ciri khas warna Wedang Secang.
Jadah tempe bagiku amat spesial, enak banget. Kata Wawan, cara makan jadah dan tempe bacem itu dimakan berbarengan πŸ˜€, tapi boleh kok makan satu-satu. Entah kenapa pisang godhoknya nggak banget, padahal terlanjur ambil beberapa buah karena dari pagi belum makan. Aku tidak mengambil jajanan lagi karena acara perkenalan dimulai, padahal perutku..... #sedih.
Membuat kerajinan di Joglo Herbal
Tempat pertama yang dikunjungi adalah Joglo Herbal milik Pak Rahman Subagyo; pensiunan sebuah bank konvensional. Pak Rahman selama 14 tahun mengaku terkena osteoporosis yang menyebabkan sendi tangannya tidak bisa digerakkan. Beliau baru sembuh setelah berobat pada seorang herbalis dengan ramuan Cina. Semenjak itu beliau mengubah pola hidup dan menjadi pegiat herbal.
Joglo Herbal.

Pak Rahman juga memberikan beberapa resep herbal yang baik bagi tubuh. Dari Binahong Merah penyembuh luka hingga Rondo Semeleh yang bisa menurunkan gula darah (diabetes). Caranya dengan mengambil segenggam daun Rondo Semeleh yang sudah dikeringkan, kemudian seduh dengan air panas. Minum 1 gelas tiap pagi dan sore selama 10 hari. Setelah itu coba cek gula darah apakah sudah kembali normal.
Pak Rahman.
Rondo Semoyo.

Usai panjang lebar membicarakan herbal, kami diajak membuat kerajinan dari janur kuning dan suket mendong. Janur dibuat belalang, sedangkan suket untuk membuat wayang suket. Kerajinan yang kami buat dinilai, 2 terbaik mendapatkan doorprize. Meski berhasil menyelesaikan pembuatan wayang, aku tidak dapat doorprize padahal cakep loh (lihat gambar bawah).

A photo posted by Seseorang (@metuomah) on
Dam Kalikuning
Selanjutnya kami diajak ke jembatan goyang Kalikuning (ini kata pemandu loh..) yang strukturnya dibuat tahan gempa. Jembatan ini menghubungkan Dusun Pentingsari dengan Dusun Smabi. Jembatan ini ketika ada hentakan agak keras, langsung mengayun a.k.a goyang.

Dari atas jembatan ini kamu bisa melihat pemandangan indah. Air sungai kala itu mengalir tenang, turun perlahan menuruni tangga membelah hijaunya rumput dan pepohonan. Sayang kami tidak sempat turun ke sungai, karena waktu terbatas.... maklum rombongan gratisan.

Spot foto di bumi perkemahan
Pemandu kami mengajak kami kembali ke jalan yang benar. Katanya sih lupa menunjukkan spot foto baru di bumi perkemahan, yang sempat kami lihat dari kejauhan. Bumi perkemahan tak ubahnya lapangan bola tanpa gawang, padahal jika diberi gawang beneran lebih menyenangkan bisa main bola lagi.
Yuk kemah.

Spot foto unik sengaja dibuat untuk menarik pengunjung datang ke desa wisata, tidak hanya di Pentingsari. Spot foto di sini adalah bambu-bambu yang ditata seperti ikat kepala (suatu daerah di nusantara). Di depannya ada permainan keseimbangan bambu dengan dasar kolam tak ber-ikan. Ini mah,,, mainanku saat Sekolah Dasar.
Demi voucher liburan.

Gamelan
Bosan main di sini, rombongan menuju ke rumah gamelan. Tidak hanya memotret, kami juga bisa memainkannya. Tenang saja,, sudah ada pemandu dan not angka di papan tulis. Kalau dilihat-lihat, gamelan di Pentingsari sepertinya berasal dari CSR BCA (Bank Central Asia) grup Djarum.

Sentra pengolahan kopi Robusta
Destinasi terakhir kunjungan kami adalah di sentra pengolahan kopi Robusta. Kopi ini berasal dari kebun di Cangkringan yang kemudian diolah dengan cara manual (tradisional). Kami diperlihatkan cara memecah biji kopi, menyangrai, hingga menumbuk kopi dengan alu.
Para tamu juga dipersilahkan mencicipi kopi yang telah disediakan. Agak disayangkan kopi dalam jumbo sudah dicampur gula sehingga tidak terasa adanya ciri khas kopi di sini. Etapi, si Elzha minta dibuatkan tanpa gula... silahkan tanyakan padanya rasa kopi Robusta Pentingsari 😁.

Makan siang
Lelah berkeliling dusun, kamipun balik lagi ke pendopo untuk menikmati makan siang.
Menu yang dihidangkan adalah masakan Jawa, aku tertarik makan sayur asem, trancam, tempe goreng, jamur tiram, krupuk puli, dan sambal. Sebagai pecinta masakan Jawa, makanan di Desa Wisata Pentingsari cukup oke.

Tarif Kegiatan dan homestay
Di sela-sela makan siang, saya mendapatkan fotokopian brosur Desa Wisata Pentingsari yang kuminta.Ternyata isi brosur sama dengan yang ditayangkan di blog, jadi kuunggah saja brosur dari blog Desa Wisata Pentingsari πŸ˜‚.

Harga per Desember 2016.
Menginap 1 hari semalam di Desa Wisata Pentingsari cukup murah, hanya Rp. 100.000/orang sudah termasuk makan 3x sehari! Cara bookingnya tinggal hubungi kontak personal yang ada di brosur. Calon tamu dipersilahkan memilih rumah mana yang ingin dijadikan tempat menginap, harga semuanya sama... Rp. 100.000.
Peta dusun Pentingsari.
Ohiya,,, kami sempat diperlihatkan kamar homestay Joglo Herbal. Dua kamar masing-masing berisi 2 spring bed besar, digelar di lantai kamar berukuran 4x3 meter. Kamar mandi ada di dalam kamar dengan kloset duduk. 1 kamar mandi di luar kamar. Homestay ini sepertinya terpisah dengan pemilik rumah, dan semua lantainya keramik.

Aku dan Bagus hampir tertinggal rombongan karena kami shalat Dhuhur di masjid. Kamipun berpamitan dan melanjutkan perjalanan ke Agrowisata Bhumi Merapi..

Kalau dihitung secara nominal nih,, waktu aku ke desa wisata Pentingsari (dewi peri):
Paket dan atraksi Dalam Rupiah
snack/minum ala dewi peri 7.500
makan prasmanan 20.000
kreasi wayang suket 10.000
belajar gamelan 10.000
paket atraksi kuliner 20.000

Setengah hari di desa wisata Pentingsari hanya bisa melakukan itu, tidak ada istimewanya sama sekali. Kayaknya butuh berhari-hari di sini agar bisa menikmati keindahan alam Pentingsari dan semakin dekat dengan... πŸ˜‚. Yang paling menarik dari desa wisata ini adalah bunga desa.

Senin, 19 Desember 2016

Mengantisipasi Berita Hoax Saat Bencana

Dalam 2 tahun terakhir, Indonesia semakin akrab dengan bencana. Menghadapi hal tersebut masyarakat harus semakin pandai memilah berita, mana yang benar shahih, mana yang hoax (bohong). Kemajuan teknologi menjadikan informasi cepat menyebar ke seluruh belahan dunia.

Maraknya berita hoax yang menyebar saat terjadi bencana, menjadi keprihatinan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Sebagai pembukaan Merapi Volcano Expo 2016 (14-23 Desember 2016), BPPTKG mengadakan dialog kebencanaan dengan tema "Informasi Hoax dalam Kebencanaan" di hall BPPTKG Jalan Cendana 15 Yogyakarta.
3 narasumber dihadirkan yaitu Danang Samsurizal dari Pusdalops BPBD DIY (Pusat Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta), Muhammad Amrun dari Forum PRB DIY (Pengurangan Risiko Bencana), dan Roni lantip; Praktisi Teknologi Informasi dan pengamat sosial.
Pusdalops Penanggulangan Bencana merupakan unsur pelaksana di BNPB/BPBD yang bertugas menyelenggarakan sistem informasi dan komunikasi penanggulangan bencana. Menurut Danang, dahulu ketika ada informasi hoax muncul, Pusdalops memutuskan untuk diam hanya memantau perkembangan. Setelah dievaluasi, ternyata kebijakan tidak menjadi tameng dari serangan. Ketika kembali terjadi bencana kemudian muncul hoax, Pusdalops memutuskan memberi jawaban kepada penyebar hoax. Tapi kebijakan tersebut membuat capek dan hoax tetap tidak terkendali. Sekarang, Pusdalops BPBD DIY membuat kebijakan, bila terjadi bencanan membuat press release dan tidak menyebutkan akun media sosial penyebar hoax.

Roni Lantip sebagai pembicara kedua menambahkan beberapa hal berkaitan dengan berita hoax. Ada 5 tipe hoax/fakenews yaitu tanda atau virus warning peringatan tsunami di komputer atau ponsel, surat berantai atau broadcast, urban legend, sympathy letter, dan laporan penelitian, dengan menyertakan gelar atau institusi yang layak disebut ilmiah.

Penyebaran hoax bisa secara manual dari mulut ke mulut atau pesan elektronik. Yang tadinya hanya dalam lingkup kecil menjadi besar karena semua orang yang menerima hoax menyebarkannya. Hoax bisa juga disebarkan melalui iklan konvensional maupun iklan di internet, sehingga penyebarannya lebih cepat dan terlihat lebih terpercaya.

Cara mengidentifikasi hoax


Ada 4 cara mudah mengidentifikasi hoax atau benar. 4 cara ini disingkat dengan SURE.
1. Source
Berasal dari sumber terpercaya, bisa institusi pemerintah atau orang memiliki kewenangan, orang yang ahli di bidangnya.
2. Understand
Pahami dan teliti berita yang diterima termasuk tempat, waktu kejadian.
3. Research
Cross check dengan media lain yang terpercaya. Bila berita tersebut benar, media resmi akan memberitakan juga.
4. Evaluate
Mencari tahu motif penyebar berita.

Etika menyebarkan berita
Kita tidak boleh langsung menyebarkan berita yang diterima, jika terbukti di kemudian hari ternyata hoax, akan menanggung malu dan bisa dituntut dengan UU ITE pasal 28 ayat 1 dan pasal 14-15 UU no 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Etika yang harus diperhatikan adalah:
1. Mencantumkan sumber dengan jelas.
2. Memastikan berita tersebut benar.
3. Pastikan konten tidak melanggar UU ITE.
4. Jangan bagikan dalam keadaan emosional.

Kemudian Muhammad Amrun berbagi pengalaman selama bergabung dalam Forum PRB. Biasanya petugas di lapangan lemah dalam hal data. Sebagai contoh ketika di atas (lereng gunung) diinformasikan hujan deras sehingga warga yang berada di bawah panik mengungsi menghindari terjangan banjir. Petugas di atas hanya menginformasikan hujan deras dan tidak menggunakan patokan satuan curah hujan, sehingga menyulitkan petugas di bawah memprediksi debit air yang akan menerjang wilayah di bawah gunung.

Kepala BMKG Yogyakarta; I Nyoman Sukanta dalam sesi tanya jawab memberi testimoni, karena terjadinya bencana secara tidak langsung berkaitan dengan BMKG.

Cuaca
Berita hoax cuaca di Indonesia juga banyak tersebar di masyarakat. Perlu diketahui bahwa:
  1. Cuaca tidak bisa diprediksi panjang, paling lama 1 tahun dan akurasinya tidak begitu bagus.
  2. BMKG selalu rutin menginformasikan cuaca setiap hari.
  3. BMKG merilis prakiraan musim setahun sekali pada bulan Maret.
Secara ilmiah, hujan terjadi karena ada awan hujan (awan sibi). Jika ada awan sibi pasti akan ada petir dan angin, tinggal anginnya kencang atau tidak; petir sampai di daratan atau tidak. Jika awan gelap dan tebal, secara kasat mata bisa diprediksi hujan deras di tempat yang dinaungi awan tersebut.

Pada hari-hari biasa, BMKG akan memperbarui informasi cuaca dalam rentang beberapa jam. Jika dirasa ada perubahan cuaca secara ekstrim, BMKG akan memperbarui informasi cuaca tiap 1 jam di daerah yang dilanda cuaca ekstrim.

Hoax gempa dan tsunami
Masyarakat diminta tenang dan tidak terpancing isu terjadinya gempa yang akan melanda suatu daerah. Terjadinya gunung meletus bisa diprediksi dengan melihat tanda-tanda alam dan alat yang dipasang di gunung berapi. Tapi  gempa tidak demikian, gempa tidak bisa diprediksi secara akurat. Yang bisa diprediksi adalah gempa susulan setelah terjadinya gempa utama. Masyarakat diminta waspada dan selalu siap jika sewaktu-waktu terjadi gempa.

Bagaimana dengan tsunami? Masyarakat bisa lebih mudah memperkirakan, karena tsunami hanya akan terjadi jika semua syarat di bawah terpenuhi.
1. Gempa besar di atas 7 scala richter
2. Sumber gempa di laut.
3. Kedalaman gempa dangkal.
4. Bentuk vokalnya naik (ke atas).

Jika hanya 3 syarat terpenuhi, tsunami tidak akan terjadi. Semoga dengan penjelasan ini, masyarakat lebih bijak menyerap berita berkaitan dengan kebencanaan.

Rabu, 14 Desember 2016

Hore... Akhirnya Punya Kaos Dagadu Baru.Seru

Kesempatan memiliki kaos Dagadu Djokdja akhirnya datang juga, walau harus menunggu seribu tahun lamanya #nyanyi #lebay. Oleh-oleh Jogja yang terkenal dengan desain dan kata-kata unik khas Jogja ini menjadi suvenir pada acara temu media “Dagadu Baru.Seru” di Yogyatourium (10/12/2016), Jalan Gedong Kuning Yogyakarta.
Kartu truf Dagadu.

Dipandu duet MC kondang @alitalit_ dan @gundhissos , Direktur Utama PT. Aseli Dagadu Djokdja A. Noor Arief didampingi arsitek Greg Wuryanto menuturkan alasan relaunching Dagadu. Pertama adalah menyesuaikan kebutuhan pasar, kedua konteks telah berubah. Kedua hal ini muncul setelah Dagadu melakukan riset terhadap konsumen muda; segmen utama Dagadu.
Alit dan Gundhi.
Situasi 23 tahun lalu ketika Dagadu didirikan, sangat berbeda dengan saat ini. Generasi muda sekarang memiliki gaya berpakaian, bertutur, dan bahasa berbeda. Dagadu harus bisa menangkap keinginan pasar saat ini. Yogyakarta sebagai sumber inspirasi Dagadu pun mengalami dinamika. Pelajar dan mahasiswa luar daerah semakin cepat lulus (cepat juga pergi dari Jogja), destinasi wisata baru, hingga kuliner yang semakin beraneka ragam.
A Noor Arief dan Greg Wuryanto.

Persiapan relaunching, desain dan logo baru
Dagadu telah melakukan persiapan 2 tahun sebelum relaunching. Dalam 2 tahun tersebut membaca tren. Generasi milenial cenderung memilih model lebih simpel dan unik; tapi tidak ingin terlihat unik. Oleh karena itu Dagadu saat ini mengeluarkan 3 corak desain.
1. Desain reguler
Merupakan desain original Dagadu dari awal, sangat verbal dan leterlex (Letterlijk, bahasa Belanda) menggambarkan Jogja. Atau Mas Arief menyebutnya turistik.

2. Desain simpel
Menampilkan keindahan dan keunikan Jogja namun tidak terkesan turistik, sebagai contoh adalah kaos yang saya dapat; hanya ada tulisan typography Jogja.

3. Desain kaya ilustrasi
Desain tanpa banyak kata namun kaya ilustrasi. Jadi desain gambar pada kaos bisa bercerita jika kamu bertanya.

Relaunching Dagadu juga merombak logo Dagadu yang sudah tersohor. Tampilan logo terlihat lebih modern, sederhana, yang menangkap fenomena di Jogja . Semula logo Dagadu berupa mata lengkap dengan “idepnya” yang berwarna warni, sekarang logo Dagadu hanya menyisakan mata dengan garis sederhana dengan tulisan Djokdja di bawahnya.Tren penyederhanaan logo sudah dilakukan korporasi dunia mulai awal tahun ini, sebagai contoh adalah Google.

Dosen Arsitek Greg Wuryanto yang mendampingi Mas Arief bertutur, dua hal yang membuat Dagadu begitu luar biasa adalah kekuatan verbal dan visual. Kekuatan verbal memuat komponen yang sangat lokal Jogja, sebagai contoh adalah bahasa walikan. Dagadu dalam bahasa walikan adalah matamu, bahasa walikan ini konon mulai hits dari zaman kemerdekaan hingga dekade 90an. Orang Jogja yang tidak tahu bahasa walikan pada masa itu sungguh sangat keterlaluan.

Kekuatan visual Dagadu adalah desain yang bercerita, menertawakan ketidak-mampuan diri sendiri. Gambaran tersebut sering dijumpai pada masyarakat Jogja, seperti kalimat "keep kalem without helem".

Verbal dan visual menurut Greg masih belum cukup, Mas Arif lalu menambahkan ruang. Mas Arief melakukan eskafasi sehingga endapan memori tergali kemudian dibahasakan dg verbal dan visual.Jogja tidak hanya bahasa walikan, masih banyak yang bisa digali dari Jogja tercinta ini.

Usai temu media, kamipun menikmati makan siang 😁, sementara itu di Yogyatourium sudah dipersiapkan bermacam game untuk pengunjung. Sebelum bermain game, kusempatkan mengelilingi Yogyatourium Dagadu, di dinding menuju lantai 2 pengunjung bisa melihat mural bahasa Jawa dan beberapa cerita Jawa lainnya.

Ada 4 tantangan yang harus diselesaikan jika pengunjung ingin mendapatkan door prize yaitu Dart Game, Labirin Game, Bahasa Walikan, dan Swafoto. Setelah semua diselesaikan pengunjung mengambil undian, kebanyakan pengunjung mendapatkan gantungan kunci atau buku saku πŸ˜‚.
A photo posted by Seseorang (@metuomah) on

Sejak siang hingga malam, pengunjung disuguhi berbagai pertunjukan, dari motret model, street art, pop-up Gallery, dan banyak lagi (saking banyaknya), tapi aku cuma ikut temu mediaπŸ˜‚.

Sebelum pulang, blogger yang tersisa berfoto dulu sebagai bukti kedatangan. Ngomong, ngomong, ada yang datangnya terlambat dan tidak mendapatkan goody bag πŸ˜‚.