Maret 2016 - metuomah.com

Senin, 28 Maret 2016

Menang Lomba Foto Gerhana TribunJogja
0

Menang Lomba Foto Gerhana TribunJogja

Gerhana Matahari Total telah membuat beberapa pihak mengadakan lomba blog dan foto, salah satunya harian lokal Tribun Jogja. Dengan penuh keyakinan aku ikut serta meramaikan lomba foto. Hadiahnya lumayan, ada voucher menginap di hotel dan sepatu olahraga.

Inilah satu-satunya foto yang kuikutsertakan lomba foto gerhana Tribun Jogja, yang kuunggah melalui Instagram. Harapannya, aku bisa memenangkan hadiah sepatu.

Setelah momen gerhana berlalu, tibalah pengumuman pemenang lomba foto gerhana. Alhamdulillah aku menjadi pemenang utama, meskipun agak menyesal kenapa tidak yang mendapat sepatu :).
A photo posted by Giman (@metuomah) on

Aku mendapat voucher menginap gratis semalam di Cavinton Hotel Jogja. Dan seperti dugaanku, voucher ini habis masa berlakunya tanggal 30 Maret 2016. Akan kucoba voucher ini apakah masih bisa dipakai atau tidak. Insya Allah ceritanya akan kubeberkan di blog ini.

Rabu, 16 Maret 2016

0

Berapa Tarif Parkir di Kraton Yogyakarta?

Selasa sore, 15 Maret 2016 kemarin aku datang ke acara Obsat Beritagar bertema Melestarikan Indonesia di Bangsal Srimanganti, Kompleks Kraton Yogyakarta. Aku datang jam 15.30 WIB, terlambat 30 menit dari waktu yang tercantum dalam undangan.

Perlu diketahui, jalan masuk Pagelaran Kraton berbeda dengan Kraton. Pagelaran letaknya paling utara, yang terlihat pertama kali dari Alun-alun Utara Jogja. Sedangkan Kraton ada di jalan belakangnya. Beda pintu, beda tiket, dan beda tarif masuk 😀.

Banyak yang bertanya tarif parkir di alun-alun maupun di Kraton itu sebenarnya berapa? Ini dia bukti karcis parkir ketika masuk Kraton kemarin.
Karcis parkir.
Memang kurang manusiawi, parkir mobil kok 10.000 IDR, karena itulah kemarin para tamu rela menggunakan motor biar tidak boros.

Aku parkir tepat di selatan pintu masuk Kraton, di depan pintu masuk Masjid Rotowijayan. Sore hari memang obyek wisata Kraton sudah tutup, sehingga bisa digunakan untuk acara talkshow.

Senin, 14 Maret 2016

0

Makan Celimpungan di Kedai Pempek Faras

Pusat Kedai Pempek Faras terletak di Jalan Monjali No 143, Karangjati Yogyakarta, kurang lebih 200 meter selatan lampu merah selokan mataram Jalan Monjali (timur jalan), seberang halte bus Trans Jogja Karangjati. Bermacam makanan khas Sumatra Selatan ada di kedai ini.

Aku belum sempat datang ke sana :), tapi aku pernah mencicipi masakannya di Festival Jajanan Bango (FJB) Yogyakarta yang berlangsung di Stadion Mandala Krida hari Ahad, 17 Mei 2015 lalu.

Ketika itu pempek di stand Pempek Faras sudah habis, yang tersisa hanya ada Celimpungan. Apa itu Celimpungan, aku sendiri baru dengar nama makanan itu... maklum bukan orang Sumatra Selatan. Akupun mencobanya dengan memberikan voucher seharga 15.000 IDR. Kok tukar voucher? Iya dong karena aku blogger yang diundang oleh EO FJB Kecap Bango 😀.
Celimpungan.
Aku bener-bener tidak tahu Celimpungan, menurut wikipedia Celimpungan terbuat dari adonan sagu dan ikan. Entahlah, kapan-kapan kutanyakan kepada pembuatnya 😊.

Rasanya seperti pempek tapi lebih lembut, dan cepat habis 😞. Celimpungan disajikan dengan kuah santan, sambal, dan kerupuk. Ditambah taburan bawang putih dan merah goreng di atasnya (tapi sedikit). Rasa kuahnya seperti kare, tapi entahlah.. belum tahu yang sebenarnya 😀.

Berapa harga makanan di kedai ini sebenarnya? Kapan-kapan aku tulis lagi deh setelah ke sana 😅.

Kamis, 03 Maret 2016

0

Mengapa Bayar Bus Rapid Trans Semarang Belum Bisa Pakai Kartu?

Januari lalu aku pergi ke Semarang untuk suatu urusan, dari Jogja naik bus AKAP dan turun di Pasar Banyumanik. Di situ ada halte BRT (Bus Rapid Trans) Semarang dan penjaganya. Sambil menunggu BRT Merah datang, aku ngobrol dengan mbak penjaga halte, lebih tepatnya petugas BRT.

Mbak tersebut bertanya naik apa jam berapa sama siapa (tambahan sendiri). Kujawab panjang banget, intinya aku jelasin naik bus jurusan Semarang dari Terminal Jombor, karena bus jurusan ini hanya ada di Terminal Jombor. Tikernya juga lebih mahal daripada lewat Solo.
BRT koridor I.

Pembicaraan terpotong karena BRT merah koridor II sudah datang. Akupun naik bus tersebut dengan tujuan Simpang Lima. Sebelum naik BRT koridor II, terlebih dahulu membayar tiket di halte, karena ada petugasnya. Jika tidak ada petugas di halte, bayar langsung di dalam bus. Penumpang umum 3.500 IDR, sedangkan pelajar hanya 2.000 IDR.

Aku ingin bayar menggunakan kartu gesek, ternyata tidak tersedia, harus dengan uang tunai. Sewaktu sampai di halte transit yang lebih luas, sama saja tidak ada alat tap kartu non tunai.

Sebagai ibukota provinsi, BRT Semarang tertinggal jauh dengan provinsi lain di Pulau Jawa perihal alat transaksi non tunai. Persiapkan uang cash jika ingin jalan-jalan naik BRT Semarang.

Update 1 Maret 2019
Sekarang bayar tiket BRT Semarang bisa menggunakan cara elektronik internet.


Artikel Terkait:
- Mencoba Paket Udang Goreng di Sambel Layah Semarang
- Bayar Tiket Bus Trans Semarang dengan Go-Pay