Thursday, March 3, 2016

Mengapa Bayar Bus Rapid Trans Semarang Belum Bisa Pakai Kartu?

Januari lalu aku pergi ke Semarang untuk suatu urusan, dari Jogja naik bus AKAP dan turun di Pasar Banyumanik. Di situ ada halte BRT (Bus Rapid Trans) Semarang dan penjaganya. Sambil menunggu BRT Merah datang, aku ngobrol dengan mbak penjaga halte, lebih tepatnya petugas BRT.

Mbak tersebut bertanya naik apa jam berapa sama siapa (tambahan sendiri). Kujawab panjang banget, intinya aku jelasin naik bus jurusan Semarang dari Terminal Jombor, karena bus jurusan ini hanya ada di Terminal Jombor. Tikernya juga lebih mahal daripada lewat Solo.
BRT koridor I.

Pembicaraan terpotong karena BRT merah koridor II sudah datang. Akupun naik bus tersebut dengan tujuan Simpang Lima. Sebelum naik BRT koridor II, terlebih dahulu membayar tiket di halte, karena ada petugasnya. Jika tidak ada petugas di halte, bayar langsung di dalam bus. Penumpang umum 3.500 IDR, sedangkan pelajar hanya 2.000 IDR.

Aku ingin bayar menggunakan kartu gesek, ternyata tidak tersedia, harus dengan uang tunai. Sewaktu sampai di halte transit yang lebih luas, sama saja tidak ada alat tap kartu non tunai.

Sebagai ibukota provinsi, BRT Semarang tertinggal jauh dengan provinsi lain di Pulau Jawa perihal alat transaksi non tunai. Persiapkan uang cash jika ingin jalan-jalan naik BRT Semarang.


Artikel Terkait:
Mencoba Paket Udang Goreng di Sambel Layah Semarang

No comments:

Post a Comment