19 Jam di Cavinton Hotel Yogyakarta

Aku berkesempatan menginap di Cavinton Hotel setelah memenangkan lomba Foto Gerhana dari Tribun Jogja [baca: Menang Lomba Foto Gerhana TribunJogja]. Aku mencoba menawarkan voucher hotel ini di media sosial, tapi tidak ada yang menyambut, ya sudah... gunakan sendiri saja... hehehe.

Aku ingin cerita hal-hal yang kudapatkan selama 19 jam di Cavinton, tidak dibayar loh,, hanya ingin berbagi, siapa tahu ada yang mengambil faidah dari tulisanku.

Letak
Cavinton Hotel terletak di Jalan Letjend Soeprapto No.1 Ngampilan Yogyakarta 55261, tepatnya di barat laut perempatan Ngabean. Jika naik Angkutan umum, bisa menggunakan Bus Trans Jogja dan turun di halte Ngabean.

Check-in
Aku berangkat dari rumah seusai makan siang, sampai di Cavinton Hotel sekitar jam 13.00 WIB. Dari tempat parkir di basement aku menuju lobby resepsionis, di sana sudah menunggu dua resepsionis wanita dan seorang pria. Kutanyakan pada resepsionis, apakah bisa menggunakan voucher yang kubawa.

Dia mohon izin untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada manager, karena aku minta "sekarang", bukan besok atau hari lain. Sebelum ke hotel aku sempat cek di website resmi, tertera di web masih ada kamar kosong. Kenapa aku minta "sekarang"? Karena masa kadaluarsa voucher tersebut hingga 30 Maret 2016, maksimal tanggal 29 harus digunakan *logikanya begitu.
Area lobby.

Kamar yang tertera dalam surat pengantar adalah executive class, akupun mendapatkannya :). Agak bingung ketika ditanya mau yang bed-nya One King size atau Twin bed. Aku jawab, "Terserah". Hahaha,,, aku sadar bila gratis tidak perlu banyak menuntut. Akhirnya aku diberi One King size di lantai 6. [baca fasilitas kamar di website resmi]

Setelah menyerahkan KTP dan tanda tangan pernyataan, aku mendapatkan kunci kamar. Cavinton setahuku termasuk hotel bintang 3 di Yogyakarta, ini pertama kalinya menginap di hotel bintang 3, sebelumnya pernah di hotel bintang 5 :).

Makan di luar Hotel
Menurutku letak hotel cukup strategis, bisa mencari makanan murah khas Yogyakarta. Malam itu, di tengah hujan yang mengguyur kota sejak sore aku makan di warung tenda tempe penyet, di seberang hotel (masih di Jl Letjend Soeprapto) jalan kaki sedikit ke utara (arah Gunung Merapi). Nasinya berjumlah milyaran dan beberapa potong tempe. Harganya hanya 6.000 IDR! murah!! Jika mau ke utara lagi masih ada beberapa warung makan, termasuk angkringan piring, maksudnya jualan nasi rames dengan gerobak angkringan.

Selain sepanjang jalan tersebut, bisa juga ke arah Wirobrajan. Perempatan lampu merah Ngabean (Ngampilan depan hotel), lalu jalan kaki ke barat. 50 meter dari hotel ada Pasar Serangan, cobalah ke sini pagi hari, banyak jajanan pasar dijajakan. Pasarnya lumayan bersih, jangan takut kotor.

Bila ke timur (arah kilometer 0), banyak warung tenda di trotoar sepanjang jalan. Kebanyakan di malam hari berjualan Oseng-oseng mercon. Di sekitar PKU Muhammadiyah ada beberapa pilihan warung atau gerobak nasi goreng.

Intinya, di sekitar hotel banyak warung dengan harga standar.

Executive Room
Beginilah kamar yang kutempati, jendela menghadap timur dan selatan. Dari kamar ini aku bisa melihat kemacetan di lampu merah Ngabean.
A photo posted by Giman (@metuomah) on
Saat mau tidur aku baru sadar, kalau kamar mandinya transparan, siluetnya terlihat dari ranjang kemesraan! #halah. Sedangkan kloset duduknya dengan sistem echo wash tanpa ada selang air di luar untuk menyemprotkan air. Yang tidak terbiasa dengan echo wash tidak ada pilihan lain, alhasil basah semua 😀.
Wastafel dan perabotannya, terlihat pintu kamar mandi.
Tempat Shalat
Letak mushalla ada di lantai dua, bila mencari masjid ada di seberang jalan timur hotel, atau masjid di barat hotel sebelum Jembatan Serangan.
Mushalla
Di plafon kamar hotel juga sudah ditelpel stiker arah kiblat.

Fasilitas dan Pelayanan
Pelayanan menurutku baik sesuai standar. KTP milikku yang tertinggal di meja resepsionis diantar ke kamar. Kukira KTP sebagai jaminan, jadi waktu itu tidak kuambil hahaha.
Kunci kamar hotel.

Yang menjadi kekurangan mungkin wifi internet, beberapa kali sempat putus dan lemot terutama di dalam kamar. Aku tidak tahu apakah dampak hujan deras atau letak kamar yang berada di ujung sehingga miskin sinyal.

Televisi di kamar tidak ada kanal MNC group 😀, lucu juga.. tapi bukan masalah karena aku tidak begitu suka nonton siaran televisi. Setahuku banyaknya kanal tergantung dari operator televisi berbayar.

Sepertinya jaringan internet dan televisi hotel mengambil dari Jogja Medianet *catat.

Makan Pagi
Berbagai menu masakan Indonesia dan roti tersedia di ruang Shambala. Menu andalan yang kutemui hari Rabu adalah Nasi Semarang, semua yang ada di gambar dimasukkan dalam satu piring. Rasanya? Aku mencobanya dengan nasi merah, karena nasi merah itu hambar maka jadi kurang nendang 😀. Masih ada aneka bubur yang kucoba, ada kacang hijau, ketan hitam, sagu, dan gandum. Yang tidak kucoba adalah soto dan bubur ayam.
Nasi Semarang.
Di sini juga tersedia jamu, susu, dan makanan standar lain. Sayang sekali aku kesiangan, beberapa menu sudah habis disantap para peserta diklat sensus ekonomi 2016 BPS Kota Jogja,, hahaha..

A photo posted by Sugiman (@metuomah) on
Check Out
Karena aku butuh koneksi internet yang stabil, kuputuskan check out jam 08.30 WIB. Proses check out cepat dan tidak ketinggalan mendapat ucapan terima kasih.
Tarif.
Early Check In
Aku baru tahu ternyata check in di Cavinton jam 14.00 WIB dan check out jam 12.00 WIB. Artinya aku check in terlalu cepat (early check in). Kutanyakan kepada resepsionis apakah kena charge bila early check in? Cavinton fleksibel dalam hal ini, bila kamar tersedia, tidak akan dikenakan charge. Tapi bila tamu butuh kamar mendesak sedangkan kamar belum siap, maka akan dikenakan charge.

Secara keseluruhan, aku cukup puas dengan Cavinton Hotel. Nantikan cerita perjalananku selanjutnya 😁.

Catatan: video belum sempat diedit, nanti akan ditambahkan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »