Mei 2016 - metuomah.com

Minggu, 29 Mei 2016

1

Buku Cakap Bermedia Sosial, Panduan Berinteraksi di Media Sosial

Cepatnya perkembangan teknologi informasi ternyata tidak diimbangi dengan pengetahuan cara pemanfaatannya, yang menyebabkan segelintir orang tergelincir hingga berurusan dengan pihak berwajib. Kesalahan mereka mayoritas dilakukan di media sosial.

Untuk mencegah semakin banyaknya korban dan pelaku yang terjerat hukum dari aktivitas di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia menerbitkan buku Cakap Bermedia Sosial, yang pada hari Jum'at 27 Mei 2016 diperkenalkan kepada para Netizen di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta.

Buku Cakap Bermedia Sosial
Buku ini diterbitkan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi (PPI) Kominfo RI. Tidak ada ISBN, bulan penerbitan, alamat, nomor telepon, atau kontak penerbit, setelah halaman judul langsung disusul dengan halaman Redaksi, sambutan Dirjen IKP, sambutan Direktur PPI, dan daftar isi.

Buku berukuran 23 x 18,5 cm setebal 156 halaman HVS 80 gram dengan beberapa bagian  full color. Cakap; dalam judul buku juga merupakan singkatan dari Cerdas - Kreatif - Produktif, dengan harapan agar masyarakat Indoneisa cerdas, kreatif, dan produktif memanfaatkan media sosial.
Salah satu isi buku.

Penyajian dalam bentuk komik
Menariknya, sekitar 98% isi buku ini berupa grafis. Ada komik strip, ilustrasi, dan kata bijak para tokoh terkemuka Indonesia dan dunia. Sehingga pembaca tidak lelah mata dan pikiran, mudah dipahami semua kalangan dari berbagai usia.
5 langkah smart.

Banyak karakter tokoh dalam komik ini seperti karakter dalam The Avengers atau Justice League, tapi karakter-karakter komik ini tidak saling berhubungan, karena satu - dua karakter hanya muncul dalam satu tema. Tokoh karakter baru muncul dalam setiap tema.

Gaya coretan ilustrasi dan font yang digunakan tiap tema berbeda, kemungkinan tidak dikerjakan oleh ilustrator yang sama.

Definisi dan catatan kaki
Beberapa istilah dalam media sosial yang dianggap penting diterangkan dengan padat dan jelas, seperti istilah phising, malware, dan trojan yang dijelaskan di halaman 65. Arti kesemsem juga dijelaskan dalam catatan kaki di halaman 54.

Dampak negatif dan positif
Kenapa dampak negatif dipaparkan lebih dahulu daripada dampak positif? Sebagian masyarakat tidak mengindahkan bahaya di media sosial. Padahal hidup di media sosial tidak ubahnya hidup di dunia nyata. Masyarakat perlu dikenalkan bahaya yang mengintai terlebih dahulu, supaya berhati-hati dalam bermedia sosial. Penyusun juga memberikan tips aman bermedia sosial.

Kekurangan
Secara keseluruhan buku ini bagus sebagai arahan pendidikan kepada generasi muda, orang tua, guru, dan semua yang peduli terhadap generasi penerus bangsa; seperti dalam sambutan Rosalita Niken Widyastuti, Dirjen IKP. Namun masih ada sedikit kekurangan.

Tidak ada kontak aduan atau melayangkan pertanyaan kepada pihak terkait mengenai cakap bermedia sosial. Kekurangan ini cukup fatal, masyarakat yang kritis tidak tahu harus berbuat apa ketika menemui pelanggaran atau kurang paham dengan isi buku ini.

Beberapa kata tidak sesuai EYD dan tata bahasa yang baku, merusak mata dan memberi contoh berbahasa yang buruk.
Kata yang salah di halaman 2.

Halaman 17.
Contohnya di halaman 2 "diatas" yang seharusnya "di atas", halaman 17 "merubah" yang seharusnya "mengubah" (dari asal kata "ubah"), dan halaman 18 "ujungdunia" yang seharusnya "ujung dunia".

Sedikit hal yang bisa menjadikan salah tafsir adalah kalimat di halaman 71 "berhati-hatilah melakukan taruhan melalui game online. Sekali ikut dalam permainan maka akan terbawa terus."
Hati-hati.
Kalimat tersebut seperti membolehkan taruhan, padahal taruhan meskipun dalam game online, tetap termasuk perjudian. (baca sekitar taruhan piala dunia di hukumpedia.com)

Di halaman 74 penyusun buku meminta pembaca untuk mewaspadai judi online.

Semoga kesalahan-kesalahan tersebut diperbaiki pada cetakan sesudahnya, sehingga masyarakat benar-benar paham hal-hal yang harus dihindari dan harus dilakukan di media sosial.

Buku Cakap Bermedia Sosial tidak diperjual-belikan, untuk mendapatkan buku ini bisa mengunjungi situs kominfo.go.id. Atau..
0

Launching Buku Cakap Bermedia Sosial

Soft launching buku Cakap Bermedia Sosial dilakukan di hotel Melia Purosani Yogyakarta pada hari Jum'at 27 Mei 2016. Buku ini berisi panduan bagaimana bermedia sosial dengan aman, cerdas, kreatif, dan produktif.
Buku ini diterbitkan oleh Kementerian Kominfo sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Dalam sambutannya, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Rosalita Niken Widiastuti berharap buku ini dapat mengubah pola pikir perilaku generasi muda dalam berinteraksi dengan medsos (halaman v).
Launching buku dengan format diskusi publik ini sengaja mengundang netizen, siswa, guru, dan mahasiswa agar dapat menyebarkan gerakan Cakap Bermedia Sosial di masyarakat, serta mendapat masukan untuk memciptakan formula terbaik agar generasi muda Indonesia inovatif, kreatif, dan inspiratif bermedia sosial.

Diskusi Publik diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya disusul pembacaan do'a agar acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dapat berjalan dengan lancar.

Dua sambutan menjadi pembuka acara, yang pertama sambutan dari Walikota Yogyakarta yang diwakili, dan sambutan dari Direktur PPI Kominfo, Siti Meiningsih.
Sambutan dari Pemkot Jogja.
Sambutan Direktur PPI Kemenkominfo.

Diskusi Publik Cakap Bermedia Sosial
Empat pembicara yang memberikan materi sekitar 20 menit antara lain:
  1. Dr. Ismail Cawidu, kepala Biro Humas Kominfo.
  2. Prof. Dr. Henry Subiakto, staf ahli Menkominfo RI dan guru besar Komunikasi Universitas Airlangga.
  3. Dr. Rulli Nasrullah, M.Si, dosen dan redaktur buku Cakap Bermedia Sosial.
  4. Tri Martono, pendiri Jogja Update.
Para pembicara.

Dalam paparannya, Ismail Cawidu menyampaikan kebijakan penanggulangan kejahatan di dunia cyber. Cyber crime adalah tindak pidana dengan menggunakan bantuan sistem elektronik. Ruang lingkup hukum cyber cukup luas, dari hak cipta, merek, pencemaran nama baik, hate speech, ha**ing, privacy, po***grafi, perlindungan konsumen, dan lain-lain.
Dr. Ismail Cawidu.
Teknologi informasi seperti pedang bermata dua, memberi dampak positif dan negatif. Untuk membentengi dari dampak negatif ini, diperlukan strategi antara lain dengan penyediaan teknologi keamanan, standarisasi dan regulasi, pengembangan dan penegakan hukum, pembentukan lembaga pendukung, dan edukasi kepada masyarakat.
Karakteristik Cybercrime.

Pembicara selanjutnya adalah Prof. Henry Subianto yang mengupas pelanggaran etika bermedia sosial dan bagaimana cara aman supaya tidak menjadi korban kejahatan di media sosial.
Teknologi informasi yang melesat di tahun 1990an menyebabkan manusia yang lahir mulai tahun 1990an sebagai generasi pure digital native, mereka penduduk asli berkultur digital, begitu lahir sudah diperlihatkan kecanggihan teknologi. Sedangkan manusia yang lahir sebelum tahun tersebut merupakan penduduk migran dari analog ke digital, ada yang sukses beradaptasi, ada yang kurang sukses, ada pula yang gagal beradaptasi dengan kultur digital.
Contoh perbuatan yang dilarang UU ITE.

Pembuat kebijakan yang berkaitan dengan ITE biasanya adalah penduduk migran, bukan pure digital native. Sehingga kerap terjadi persinggungan antar mereka dalam pandangannya terhadap teknologi informasi.

Ada teori yang dikemukakan Prof. Henry dalam era mass self communication sekarang. "Handphone-mu sudah menjadi extension of your life." Hampir semua aktivitas bisa dipantau dan dilakukan melalui handphone atau smartphone.

Dr. Rulli Nasrullah atau yang biasa dipanggil Kang Arul memaparkan sisi kelam media sosial. Beberapa contoh negatif disampaikan Kang Arul, bahkan pengguna seolah-olah memiliki ketergantngan terhadap media sosial.
Dr. Rulli Nasrullah.
Yang menarik adalah paparan tentang FoMo (baca tulisan Kang Arul tentang FoMo di blognya). FoMo (Fear of Missing Out) adalah rasa takut bila dikatakan tidak mengikuti perkembangan (Cakap Bermedia Sosial hal. 1). Gejala FoMo antara lain seperti yang terlihat pada gambar:
Sumber: dosengalau.com.
Dan pembicara terakhir adalah Tri Martono atau sering dipanggil dengan nama Pakdhe Senggol. Beliau bercerita bagaimana mengelola media sosial dengan ratusan ribu follower.
Tri Martono.
Semua berita yang masuk harus disaring dahulu sebelum reshare, sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Jogja Update secara tidak langsung turut menjaga keamanan di wilayah Yogyakarta.
Jarimu harimaumu.


Usai pemaparan keempat pembicara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab, namun waktu yang tersedia terasa tidak cukup. Diskusi publik Cakap Bermedia Sosial diakhiri pada jam 11.30 WIB dengan makan siang.

Rabu, 25 Mei 2016

0

Gerakan #1Man1Tourist Launching di Jogja

Cuma modal daftar di Evenbrite, aku datang di acara yang di-buzz oleh @GNFI. Aku tidak sendiri, ada kawan-kawan Kompasianer Jogja yang turut serta meskipun aku tidak mengenal mereka satu-persatu :) . Sama sekali aku tidak tahu ini acara ngapain dan bahas apa, berprasangka baik saja, karena ada Good News From Indonesia yang ada di belakangnya.

Poster di bawah ini baru kutemukan setelah acara usai :) , di akun lain (@tourismwave) posternya malah lebih detail dengan menyebut narasumber yang akan berbicara di panggung.
Sumber: @1Man1Tourist.

Siapa saja pembicaranya? Ada empat pembicara yang duduk di depan yaitu:
A photo posted by Sugiman (@metuomah) on
Untuk media yang hadir diberikan press release, sedangkan kami para blogger tidak mendapatkannya. Tapi setelah acara selesai, aku minta press release yang tersisa, dan diperbolehkan.
Sumber: @infojogja.
Sebelum makan malam (meskipun aku agak bosen dengan menu makanan karena Jogja Digital Valley langganan dengan sebuah catering), ada kuis untuk para peserta acara. Siapa yang paling cepat mention temannya dari manca negara di socmed, dengan hashtag #1man1tourist akan mendapatkan hadiah tiket.

Yang pernama mendapatkan tiket pesawat PP sebuah maskapai penerbangan, dua berikutnya mendapatkan tiket naik mobil antik dari @aerotrans. Sebenarnya Niken; pemenang pertama salah menggunakan hashtag tapi tetap dimenangkan. Aku sih nggak ikutan karena tidak punya teman dari manca negara :))).

Ingin tahu awal gagasan sampai membuat sebuah gerakan ini? Silahkan kepo tulisan founder GNFI di tautan ini.

Rabu, 18 Mei 2016

0

Hampir Ketinggalan Kereta

Nyaris saja ketinggalan kereta api Kalijaga jurusan Semarang - Solo jika tidak lari sekencang kencangnya, beruntung masinisnya tidak melarikan kereta dengan kencang ketika akan memasuki Stasiun Kedungjati, sehingga saya terselamatkan.

Ceritanya, saya melakukan trip perjalanan ke daerah Pantai Utara Jawa (Pantura). Saya memutuskan pulang ke Jogja menggunakan armada kereta api yang murah dan nyaman daripada transportasi darat lainnya. Stasiun yang saya jadikan tempat berpijak adalah Stasiun Kedungjati yang terletak di Kabupaten Grobogan.

KA Kalijaga adalah satu-satunya yang melayani rute Solo -Semarang dan sebaliknya, dan kereta ini menurut jadwal berangkat dari Stasiun Kedungjati (saat itu) pukul 09.48 WIB. Sayapun sudah memperkirakan perjalanan ke Stasiun ini, kira-kira satu jam jika dari Semarang.

Perkiraan meleset
Karena bus menuju Kedungjati sangat jarang dan hanya dilayani bus ukuran sedang, saya harus tahu jadwal bus yang akan menuju Kedungjati. Celakanya saya berangkat mepet dengan waktu keberangkatan KA Kalijaga. Saya perkirakan jam 09.30 WIB sudah sampai di stasiun, ternyata perkiraan saya meleset!

Perjalanan tidak berjalan mulus karena ada perbaikan jalan, nggak tanggung-tanggung jalan diperbaiki sepanjang sekitar 2 km! Separuh badan jalan baru saja dicor beton, tinggal separuh jalan yang baru mulai dikerjakan. Proyek ini tidak hanya di satu titik, seingat saya ada dua titik perbaikan.

Bus terjebak kemacetan meskipun sudah nyelonong jadi yang terdepan di antrean (supir membayar orang agar diberi tempat paling depan). Sepanjang perjalanan hati tidak tenang, apalagi setelah jam menunjukkan 09.33 WIB baru masuk gapura desa Kedungjati. Duh, bus malah berjalan melambat setelah ngebut usai keluar dari kemacetan.

Saya pasrah, andaikan ketinggalan kereta saya akan menginap di rumah kerabat saya di Demak. Saya tidak boleh menyerah! Harus sampai di stasiun dahulu, bila tidak terkejar barulah balik badan.

Lari sekencang-kencangnya
Ketika bus melewati rel kereta, tiba-tiba sirene palang pintu berbunyi! Waduh... sebelum bus berhenti sempurna saya sudah lompat dari pintu dan lari sekencang-kencangnya menuju Stasiun Kedungjati. Bawaan yang berat kadang membuat saya agak kehilangan keseimbangan seperti akan jatuh, alhamdulillah kejadian buruk tidak menimpa. Jarak dari jalan raya ke Stasiun Kedungjati kira-kira sama seperti jarak dari titik 0 km Jogja hingga Pagelaran Kraton Jogja.

Tiket KA Kalijaga tidak bisa dipesan sebelumnya karena masuk kereta lokal dengan jarak tempuh pendek, sehingga harus beli di stasiun saat keberangkatan (sekarang sistem sudah berubah).

Sampai di stasiun ternyata keretanya belum juga sampai. Barulah ketika pembelian tiket sudah selesai (agak lama karena data sesuai KTP), KA Kalijaga masuk Stasiun Kedungjati. Setelah tiket dicap petugas, KA Kalijaga berhenti sempurna di stasiun, sayapun naik gerbong dengan badan basah kuyup dengan keringat.

Alhamdulillah, saya tidak ketinggalan kereta. Sebotol air mineral pun habis untuk menghilangkan dahaga. Dalam perjalanan ini saya tidak memperhitungkan perbaikan jalan, kesalahan fatal yang semoga tidak terulang di lain hari.

Karena hampir ketinggalan kereta, saya tidak sempat memotret. Ada stok foto di Stasiun Kedungjati pada perjalanan saya sebelumnya. Untuk mengobati kekecewaan tidak adanya foto, ini saya sertakan video ketika KA Kalijaga memasuki Stasiun Salem (Gemolong), terima kasih...


Artikel Terkait:
- KA Kalijaga telah pensiun

Jumat, 13 Mei 2016

0

Mencoba Pempek Kapal Selam Ulu Bundar

Beberapa waktu lalu aku melintas di bunderan UGM, memang niatnya mau makan siang. Hari itu aku benar-benar bosan makan, ingin menyantap menu baru selain menu makan nasi harian. Tapi di sekitaran bunderan UGM tidak banyak berdiri warung atau restoran, jadi pilihanku ada pada Ulu Bundar yang ada di depan Supermarket Mirota Kampus Yogyakarta.

A photo posted by Sugiman (@metuomah) on

Itulah pertama kalinya aku jajan di Ulu Bundar yang buka dari jam 08.00 - 22. 00 WIB. Pada jam makan siang begitu ramai pengunjung padahal udara Jogja demikian panas dan hanya ada kipas angin.

Akupun ikut mengantri membeli Pempek Kapal Selam. Sistem di sini mengharuskan pengunjung yang akan makan membayar dahulu pesanan, lalu menunggu sekitar 20 menit untuk bisa menyantapnya (karena banyak pembeli).
Daftar harga Pempek dan Siomay Ulu Bundar.
Pempek Kapal Selam ukuran kecil mendekati sedang berharga Rp. 9.000. Pempeknya kurang empuk dan lumayan alot, Telurnya juga tidak terlalu besar. Rasa tenggirinya kurang kuat, kurang sebanding dengan harganya. Cuka pedas dan cuka manis rasanya oke, tidak ada yang spesial.

Agak kecewa karena 30 menit setelah makan pempek perut lapar kembali.

Rabu, 11 Mei 2016

2

Dapat Nasi Setengah Matang, tapi Tetap Dimakan

Untuk kedua kalinya aku ikut acara MiFans Jogja, kali ini acara yang lebih besar dan ramai yaitu MiFans Festival Javatour, kira-kira semacam tour Pulau Jawa yang dilakukan oleh beberapa Fans (Indonesia) perusahaan teknologi Xiaomi.
Sumber: @MiFans_Djogja.

Seperti yang tertera di poster, acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Mei 2016 di Hupp! Coffeshop, Jalan Nologaten, Catur Tunggal, Sleman, Yogyakarta. Ratusan fans Xiaomi yang berada di Jogja berkumpul di sini untuk melihat produk terbaru Xiaomi yang dibawa oleh tim Javatour.


Pada jam 21.00 WIB akhirnya aku dapat voucher makan (sebenarnya tidak mendapat fasilitas karena tidak mendaftar online), tapi aku termasuk 14 orang yang datang awal sehingga mendapat voucher tersebut (padahal memang sudah disediakan ya :))

Segelas plastik es teh super manis dengan seporsi makanan berisi setengah mangkuk nasi putih, dua paha ayam goreng, seiris tomat dan ketimun dihiasi satu sendok teh sambal tomat kudapatkan setelah melalui proses antri sekitar 10 menit.
A photo posted by Sugiman (@metuomah) on
Sambalnya lumayan berasa, paha ayam gorengnya juga lumayan asin meskipun minyaknya masih banyak (bahasa keren gorengnya kurang garing). Tapi nasinya tidak layak konsumsi karena belum matang! Ya, nasi masih keras karena kurang matang saat menanak, meski begitu tetap kumakan karena lapar.

Tidak hanya diriku yang merasakan tidak enak, tapi dua teman semeja, mungkin yang antrian terakhir juga merasakan hal sama. Beruntung ada air mineral gelas yang disajikan panitia lokal, sehingga nasi tidak mandeg di kerongkongan dan sebagai penawar manisnya es teh.

Tapi nasinya sama sekali tidak tertolong, andaikan disiram dengan air mineral sama saja, tidak menyebabkan nasi jadi matang. Mengecewakan, apalagi si penaruh nasi (beserta lauknya) di piring terlihat hanya memakai celana pendek, pengunjung jadi ilfil.

Oke deh segitu aja, parkir motor di sini Rp. 2.000.

Senin, 02 Mei 2016

0

Panorama Keindahan Curug Tujuh

Puncak akan selalu menjadi pilihan lokasi objek wisata warga sekitar Jakarta. Wisata Puncak Bogor tidak harus memerlukan biaya yang sangat mahal untuk menikmatinya. Puncak yang memberikan tawaran yang memikat secara geografis berada di pegunungan yang membentang antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur.

Dengan kondisi iklim yang sangat sejuk dan segar, pemandangan yang hijau menyegarkan dengan panorama alam yang masih alami membuat Puncak memiliki reputasi yang sangat terkenal diantara peminat perjalanan.

Jika Anda yang sudah penat dengan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, bekerja atau hanya melakukan pekerjaan rumah maka Anda harus sekali-kali menikmati liburan di Curug Cilember Bogor. Untuk menempuh tempat wisata Curug Cilember Bogor tidak terlalu sulit dan mudah ditempuh oleh banyak orang.

Dari Kota Bogor ke lokasi Curug Cilember Bogor hanya memiliki jarak tempuh sekitar dua puluh kilometer atau dari Jakarta jika dalam keadaan normal bisa dicapai kurang lebih sekitar satu jam. Di Curug Cilember Bogor banyak menawarkan pemandangan keindahan yang sangat alami karena masih terletak di wilayah yang sangat bebas dari polusi. Untuk sampai ke lokasi melewati jalan yang sangat kecil dan sangat menantang.

Letak dari Curug Cilember berada di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua Puncak. Jika Anda dari Jakarta dan mengendarai mobil pribadi, Anda akan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam jika dalam kondisi lalu lintas sedang normal.

Keindahan di Curug Cilember Bogor ini menyajikan juga bunga dan tanaman seperti bunga anggrek yang sangat menarik bagi para pengunjung curug. Air terjun yang berada di curug ini sangat unik, karena memiliki tujuh air terjun yang secara berurutan dan berderet yang bisa dinikmati di dalam kawasan yang sama, sehingga mendapat julukan curug 7. Air di Curug ini sangat bersih dan jernih sekali.

Air terjun tertinggi mencapai 40 meter, semakin kecil nominal angkanya, maka semakin tinggi pula letak air terjun tersebut. Akan tetapi curug yang paling banyak dan sangat sering sekali dikunjungi adalah curug yang ketujuh, karena ada keyakinan bahwa curug ini bisa memberikan khasiat sebagai obat awet muda, mempercepat agar dapat jodoh serta dapat menyembuhan penyakit. Jarak dari pintu masuk ke curug sekitar 300 meter atau 15 menit dengan ditempuh jalan kaki. Curug ketujuh ini memiliki dua limpahan air.

Biasanya setelah menikmati curug ke tujuh akan melanjutkan ke curug ke lima karena hanya memerlukan jarak sekitar 450 meter atau sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Di curug ke lima ini tinggi dan bertingkat-tingkat dengan terdengar sekali gemuruh curahan airnya yang indah sekali dan jernih.

Untuk bisa menempuh curug ke enam belum bisa ditempuh karena masih belum terdapat jalan setapak yang bisa dilalui. Setelah curug ke lima, bisa langsung menuju curug ke empat dan ke tiga yang letaknya tidak terlalu jauh. Jarak untuk menempuh curug ke empat ini dari curug ke lima hanya sekitar 150 meter atau selama 15 menit jika berjalan kaki. Sedangkan jarak ke curug ke tiga dari curug ke empat sekitar 100 meter atau mencapai 10 menit dengan berjalan kaki.

Jika Anda akan menuju kedua curug tersebut, membutuhkan perjuangan yang sangat berat karena kondisi jalannya yang sangat licin, berbatu, terjal dan juga banyak terdapat lintah yang ada di dedaunan sepanjang jalur perjalanan.

Selain adanya bunga anggrek yang menawan, panorama alam lainnya terdapat 12 jenis kupu-kupu yang hidup di tempat ini. Curug Cilember ini berada di dalam kawasan hutan lindung Bogor-Puncak-Cianjur (Bopunjur) dengan memiliki ketinggian sekitar 800 meter dpl

Jika Anda akan menuju ke Curug Cilember rute yang paling mudah adalah ke jalan raya Bogor – Puncak sebelum Pasar Cisarua atau gerbang Desa Cilember. Jika masih bingung untuk menuju kesana sebelum pasar tanyakan saja jalan yang menuju lokasi objek wisata. Akses dari jalan raya ke pintu gerbang curug berjarak sekitar 3 km dengan kondisi jalan cukup kecil tetapi masih bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.

Di sekitar daerah Curug Cilember terdapat penginapan sejenis Cottage yang telah disediakan oleh pengelola. Jika Anda merasa bahwa menikmati keindahan alam ini di Curug Cilebut belum memuaskan, Anda akan bisa bermalam disekitar lokasi karena terdapat Villa Mutiara Cilember, Villa Andre dan Villa Datuk Hakim Cilember.    Atau jika anda ingin mencari hotel di sekitar puncak Anda bisa lihat di traveloka.com

Di dalam Curug Cilember juga terdapat laboratorium penangkaran kupu-kupu yang bisa Anda datangi untuk mendapatkan informasi tentang kupu-kupu. Selain itu di Curug Cilembut juga menjadi tempat pilihan untuk kegiatan hiking dan tracking karena memiliki hutan pinus yang sangat rimbun.

Tarif untuk menikmati keindahan Curug Cilebut adalah sebesar Rp. 6.000. Jika Anda membawa kendaraan pribadi aka nada biaya tambahan sebesar Rp. 8.000 untuk mobil dan Rp. 4.000 untuk motor.