Nyaris saja ketinggalan kereta api Kalijaga jurusan Semarang - Solo jika tidak lari sekencang kencangnya, beruntung masinisnya tidak melarikan kereta dengan kencang ketika akan memasuki Stasiun Kedungjati, sehingga saya terselamatkan.

Ceritanya, saya melakukan trip perjalanan ke daerah Pantai Utara Jawa (Pantura). Saya memutuskan pulang ke Jogja menggunakan armada kereta api yang murah dan nyaman daripada transportasi darat lainnya. Stasiun yang saya jadikan tempat berpijak adalah Stasiun Kedungjati yang terletak di Kabupaten Grobogan.

KA Kalijaga adalah satu-satunya yang melayani rute Solo -Semarang dan sebaliknya, dan kereta ini menurut jadwal berangkat dari Stasiun Kedungjati (saat itu) pukul 09.48 WIB. Sayapun sudah memperkirakan perjalanan ke Stasiun ini, kira-kira satu jam jika dari Semarang.

Perkiraan meleset
Karena bus menuju Kedungjati sangat jarang dan hanya dilayani bus ukuran sedang, saya harus tahu jadwal bus yang akan menuju Kedungjati. Celakanya saya berangkat mepet dengan waktu keberangkatan KA Kalijaga. Saya perkirakan jam 09.30 WIB sudah sampai di stasiun, ternyata perkiraan saya meleset!

Perjalanan tidak berjalan mulus karena ada perbaikan jalan, nggak tanggung-tanggung jalan diperbaiki sepanjang sekitar 2 km! Separuh badan jalan baru saja dicor beton, tinggal separuh jalan yang baru mulai dikerjakan. Proyek ini tidak hanya di satu titik, seingat saya ada dua titik perbaikan.

Bus terjebak kemacetan meskipun sudah nyelonong jadi yang terdepan di antrean (supir membayar orang agar diberi tempat paling depan). Sepanjang perjalanan hati tidak tenang, apalagi setelah jam menunjukkan 09.33 WIB baru masuk gapura desa Kedungjati. Duh, bus malah berjalan melambat setelah ngebut usai keluar dari kemacetan.

Saya pasrah, andaikan ketinggalan kereta saya akan menginap di rumah kerabat saya di Demak. Saya tidak boleh menyerah! Harus sampai di stasiun dahulu, bila tidak terkejar barulah balik badan.

Lari sekencang-kencangnya
Ketika bus melewati rel kereta, tiba-tiba sirene palang pintu berbunyi! Waduh... sebelum bus berhenti sempurna saya sudah lompat dari pintu dan lari sekencang-kencangnya menuju Stasiun Kedungjati. Bawaan yang berat kadang membuat saya agak kehilangan keseimbangan seperti akan jatuh, alhamdulillah kejadian buruk tidak menimpa. Jarak dari jalan raya ke Stasiun Kedungjati kira-kira sama seperti jarak dari titik 0 km Jogja hingga Pagelaran Kraton Jogja.

Tiket KA Kalijaga tidak bisa dipesan sebelumnya karena masuk kereta lokal dengan jarak tempuh pendek, sehingga harus beli di stasiun saat keberangkatan (sekarang sistem sudah berubah).

Sampai di stasiun ternyata keretanya belum juga sampai. Barulah ketika pembelian tiket sudah selesai (agak lama karena data sesuai KTP), KA Kalijaga masuk Stasiun Kedungjati. Setelah tiket dicap petugas, KA Kalijaga berhenti sempurna di stasiun, sayapun naik gerbong dengan badan basah kuyup dengan keringat.

Alhamdulillah, saya tidak ketinggalan kereta. Sebotol air mineral pun habis untuk menghilangkan dahaga. Dalam perjalanan ini saya tidak memperhitungkan perbaikan jalan, kesalahan fatal yang semoga tidak terulang di lain hari.


Karena hampir ketinggalan kereta, saya tidak sempat memotret. Ada stok foto di Stasiun Kedungjati pada perjalanan saya sebelumnya. Untuk mengobati kekecewaan tidak adanya foto, ini saya sertakan video ketika KA Kalijaga memasuki Stasiun Salem (Gemolong), terima kasih...