Ada yang Berbeda dengan Buka Puasa di Masjid Syuhada Yogyakarta Tahun Ini

Seperti tahun-tahun sebelumnya, selama bulan Ramadhan berbagai masjid di Yogyakarta menjadi tujuan masyarakat untuk ngabuburit, mendengarkan kajian sekaligus berbuka puasa di masjid secara gratis.

Jum'at lalu (10/6/2016) sebelum mengikuti safari Tarawih bersama Pemda DIY di Gedung BI, saya sempatkan berbuka puasa di Masjid Syuhada yang terletak di Jl. I Dewa Nyoman Oka No.13, Kotabaru Yogyakarta.

Tahun lalu, ketika saya berbuka puasa di Masjid Syuhada ini masih berupa nasi dalam kardus, seperti yang terlihat dalam video di bawah ini.

Sedangkan Ramadhan 1437 H kali ini, penyajian buka puasa di Masjid Syuhada adalah:
Secething plastik nasi untuk 4 orang dengan kertas pembungkus nasi (rice wrapper) di atas piring ayaman. Sayur, lauk-pauk, buah, kurma, dan sendok sudah tersaji di piring.

Yang tidak berubah dari tahun ke tahun adalah segelas teh hangat.
Kurma manis.
Kurma untuk buka puasa seperti dalam gambar, saya yakin kadar gulanya sangat tinggi karena bentuknya seperti manisan gula-gula. Lebih baik hindari makan kurma seperti ini dan ganti dengan minum air putih untuk berbuka.

Suasana buka puasa di masjid ini juga tidak berubah, masih tetap ramai dikunjungi masyarakat yang didominasi oleh mahasiswa perantauan.

Masyarakat yang datang terlambat tidak perlu khawatir, 800 porsi tersedia untuk buka puasa. Ketika shalat Maghrib selesai, persediaan makanan buka puasa masih tersedia.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

komentar
6/14/16, 6:50 AM delete

sepertinya kurma meski kadar gula tinggi tapi gak efek buruk bagi tubuh,itulah kelebihan kurma

Reply
avatar
6/14/16, 10:33 AM delete

betul, untuk kurma bagus kualitasnya. Tapi kurma yang sudah didaur ulang berbahaya bagi tubuh :)

Reply
avatar