Berkunjung ke Museum Gunungapi Merapi di Sleman

Sabtu 19 November 2016, sekitar 30 orang blogger wisata diundang Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman untuk mengeksplore Museum Gunungapi Merapi, salah satu geo-wisata di Kabupaten Sleman dan wahana edukasi kegunung-apian khususnya Gunung Merapi.
Museum Gunungapi Merapi.

Letak Museum Gunungapi Merapi
Secara administratif berada di Jalan Kaliurang km 22, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bangunan museum 4,470 meter persegi menghadap selatan, di atas tanah seluas 3,5 hektar. Dari kejauhan saat kita masuk terlihat Gunung Merapi menjadi latar belakang museum.

Kawasan museum dahulu merupakan daerah peternakan ayam yang jauh dari pemukiman warga. Wilayah ini tidak termasuk daerah rawan bencana, sehingga dibangunlah Museum Gunungapi Merapi.


Rute menuju museum
Dari ringroad utara bisa melalui Jalan Palagan Tentara Pelajar atau Jalan Kaliurang. Jika dari Jalan Palagan Tentara Pelajar dari arah selatan, maka di pertigaan Jalan Pakem-Turi belok ke kanan (timur) lalu ke kiri ke Jalan Kali Boyong.

Jika dari Jalan Kaliurang, ke arah utara hingga Pakembinangun di kilometer 18 Kaliurang. Di sini bisa memilih ke kiri melalui Jalan Kali Boyong, atau ke kanan tetap melalui Jalan Kaliurang.

Kesasar
Berangkat dari selatan kota Jogja jam 08.15 WIB, aku memilih rute Jalan Kaliurang. Hingga Pakembinangun aku tidak melihat dengan jelas penunjuk jalan menuju Museum Gunungapi Merapi. Sepintas kulihat petunjuk yang penempatan dan informasi kurang tepat di lampu merah Pakembinangun. Aku tetap lanjut menuju ke Kaliurang.

Mesin kendaraan makin panas karena terus menanjak, hingga sampailah di gerbang masuk wisata Kaliurang. Aku sadar telah terlalu jauh naik ke atas, hingga akhirnya bertanya kepada seseorang di kawasan jeep tour Merapi.
Peta wisata Kaliurang.

Ternyata aku terlalu jauh 2 km! Bisa dilihat di gambar atas, aku sampai di Patung Udang. Akupun turun lagi melalui Jalan Kali Boyong, sesuai petunjuk warga yang kutanya.

Museum Gunungapi Merapi
Pembangunan museum atas kerjasama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemprov DIY, dan Pemkab Sleman.

Dibangun sejak 2005 dan diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2009, sedangkan soft opening dilakukan pada tanggal 1 Januari 2010.

Unit Pelayanan Teknis di bawah Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, dengan bantuan tenaga dari Blai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK).

Tiket Masuk
Warga Negara Indonesia Rp. 5.000
Warga Negara Asing Rp. 10.000

Di Museum Gunungapi Merapi juga memutarkan film Mahaguru Merapi dengan durasi sekitar 25 menit. Untukmenonton film ini, harga tiket:
Warga Negara Indonesia Rp. 5.000
Warga Negara Asing Rp. 10.000

Bila kita datang rombongan 50 orang, akan mendapatkan diskon 10%, bila bersama rombongan 100 orang mendapatkan diskon 15%

Empat pemandu dengan kemampuan bahasa Inggris siap mendampingi pengunjung berkeliling museum. Memang sebaiknya bersama pemandu karena tanpa mereka, kita hanya jalan-jalan melihat museum tanpa mendapatkan edukasi mengenai Gunung Merapi.

Lantai 1
Masuk pertama kali ke dalam museum, pengunjung akan disuguhkan replika Gunung Merapi lengkap dengan sebaran lahar dan wedhus gembel dari letusan tahun 1969, 1994, dan 2006. Tinggal tekan tombol pilihan, gunung mengeluarkan asap dan aliran lava pijar keluar dari gunung hingga turun ke lereng. Sewaktu kami ke museum, hal itu tidak bisa dilakukan karena listrik PLN padam.
Selanjutnya kami berkeliling di lantai 1. Peran pemandu sangat vital memberi penjelasan kepada pengunjung; di saat listrik PLN mati. Meskipun ada generator listrik, tidak semua display dan ruangan museum tercover.
Separuh ruangan lantai 1 kami jelajahi bersama pemandu, kamipun ke lantai 2 untuk menonton film Mahaguru Merapi.
Salah satu sudut di lantai 1.

Lantai 2
Karena masih ada penonton di dalam Ruang Teater, kamipun berkeliling lantai 2 tanpa pemandu.... benar-benar rasanya hambar 😀.
Sebenarnya tempatnya bagus sebagai tempat edukasi, tapi tanpa pasokan listrik ruangan ini tampak eksotis (baca: menyeramkan).
Setelah pemutaran film kloter sebelumnya selesai, kamipun menuju Ruang Teater untuk menonton Mahaguru Merapi. Ruang teater ini berkapasitas 100 orang, dengan toleransi 10% tapi jarang dilakukan karena membuat ruangan dan penonton tidak nyaman.
Persiapan nonton.

Sebelumnya aku pernah nonton Mahaguru Merapi di kantor BPPTKG Jalan Kenari, Kota Yogyakarta. Menurutku film ini bagus dari sisi penggarapan dan cerita. DI film ini terlihat pesona Gunung Merapi memberikan berkah bagi warga di lereng gunung. Di sini lain Gunung Merapi bisa berbahaya, jika telah "batuk" dan mengeluarkan "wedhus gembel".

Usai nonton Mahaguru Merapi, di dinding luar lantai 2 ternyata banyak tertempel lukisan bertema Merapi yang (kelihatannya) digambar oleh anak-anak.

Kamipun kembali ke lantai 1 untuk melanjutkan "tour" museum, yang belum kami singgahi, tentunya dengan penjelasan pemandu.
Letusan gunungapi Indonesia dan dunia.
Hal yang menarik ketika melihat contoh-contoh "muntahan" merapi dari berbagai bentuk, corak, dan tahun letusan.
Contoh batuan merapi.
Di sampin itu terdapat beberapa benda peninggalan keganasan letusan Merapi seperti ceret, gelas, bahkan sepeda motor.
Dampak letusan Merapi.
Kerangka motor.
Akhirnya kami dapat menyelesaikan tour Museum Gunungapi Merapi, diakhiri dengan foto bersama.
Aku yang motret.
Kebanyakan pengunjung Museum Gunungapi Merapi adalah anak sekolah dan rombongan wisatawan. Tidak ada angkutan umum menuju ke sini, pengunjung sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi.

Tarif parkirnya normal dan tidak ada palak. Retribusi kendaraan roda dua hanya Rp. 2.000.

Kendala utama museum adalah pasokan listrik PLN, semoga masalah listrik ini cepat terselesaikan.
Tempat shalat dan toilet.

Untuk toilet dan tempat shalat ada di sisi timur museum, semuanya gratis.

Jika ke Kaliurang, sempatkan mampir di Museum Gunungapi Merapi yang buka pada hari Selasa - Ahad jam 08.00 WIB - 15.30. Khusus hari Jum'at buka jam 08.00 - 14.30 WIB. Sedangkan hari Senin museum tutup.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »