Hari terakhir Pasar Malam Yogyakarta lumayan ramai, tidak rugi bela-belain datang ke sini. Rencana pergi ke Pasar Malam sejak akhir Desember 2016 sih, tapi terkendala hujan di sore hari. Pasar Malam Yogyakarta ini dipusatkan di lahan kosong sebuah rumah makan cepat saji impor di Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta, dan berlangsung dari 18 Desember 2016 - 7 Januari 2017.
Wahana Pasar Malam
Ada 6 wahana di pasar malam ini, antara lain:

1. Ontang-anting
Wahana ini selalu ada di pasar malam, peminatnya dari anak-anak hingga dewasa. Ada yang belum tahu ontang-anting? Itu-tuh, kita duduk di kursi seperti ayunan tapi ada pegangannya di depan. Kursi ini diikat dengan tali baja atau besi ke atas lingkaran (bingung ngungkapinnya). Lalu operator akan memutar hingga kecepatan tertentu.
Motretnya jelek banget.
Tadi malam kulihat kecepatan putarnya sedang-sedang saja, tidak secepat di wahana Dunia Fantasi Ancol 😂. Sekarang tenaga memutar bukan manusia lagi melainkan mesin, dan harga tiketnya Rp. 10.000.

2. Istana boneka
Sekarang banyak tempat rekreasi memiliki istana boneka, karena fleksibel bisa digembosi dan dipindah. Pasar malam pun tak mau ketinggalan memiliki istana boneka. Tapi hanya anak-anak kurang dari 7 tahun saja yang boleh main ke sini.

Aku tidak memotret wahana ini karena terlalu gelap, maklum cuma modal kamera gawai jadul.

3. Trampolin
Wahana ini cukup diminati anak-anak, aku sendiri tadi malam tidak melihat orang dewasa main trampolin. Mungkin hanya khusus untuk anak-anak?
4. Dremolen atau Kincir Angin Bianglala
Salah satu wahana favorit pengunjung, meskipun terlihat antri tapi tidak semua sangkar terisi. Uniknya, meskipun sudah diputar tapi jika ada pengunjung yang ingin naik maka Bianglala berhenti 😀.
Dremolen.
Lumayan lah Rp. 8.000 naik Dremolen sekitar 15 menit. Agak menegangkan karena beberapa kali putarannya lumayan cepat,,, hehehe..

5. Kereta anak
Ada 2 wahana sekaligus di Pasar Malam Yogyakarta, yang mengapit wahana bombom car (mobil senggol). Sama seperti kincir angin Bianglala, jika ada anak yang akan naik, kereta akan dihentikan operator hanya dengan menahan laju kereta dengan tangan! Sungguh ruar biasa...

Ada sih potretnya tapi blur 😞, kamera gawai tidak bisa memotret obyek bergerak cepat. Hanya anak-anak yang diperbolehkan naik kereta ini. Orang dewasa? Nggak bakalan muat tempat duduknya wkwkwk. Naik kereta ini dikenakan tarif Rp. 8.000 per anak.

6. Bombom car atau mobil senggol
Favorit pengunjung, sekali naik Rp. 10.000 per mobil. Bombom car dapat diisi 2 orang; satu pengemudi, satu lagi pembuat video 😁. Bombom car di pasar malam lumayan cepat, jadi jika menyenggol atau tabrakan akan terasa sensasinya. Puas deh...
Mobil senggol.
Bombom car menggunakan listrik sebagai penggerak mesin. Listrik didapat dengan "menggantolkan" kawat yang terpasang di atas tiang bombom car, ke jaring kawat yang ada di atap. Operator cukup sibuk "menempelkan" kembali kawat bombom car ke jaring. Biasanya setelah terjadi senggolan kawat berubah posisi tidak menempel jaring, yang menyebabkan mobil tidak bergerak.

7. Perahu kapal Kora-kora
Wahana ini sangat sepi, tidak ada yang berani naik Kora-kora 😁. Butuh nyali besar dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung untuk naik wahana ini. Alhamdulillah ada juga yang berani naik, 3 perempuan dan 3 laki-laki uji nyali di sini,,, mereka tidak saling kenal loh..
Kora-kora.
Murah ya, cuma Rp. 8.000. Setelah kora-kora diayun, mulailah teriakan terdengar nyaring wkwkkw. 3 perempuan terlihat histeris, salah satunya malah terlihat pasrah setelah kehabisan tenaga berteriak. Setelah turun, tangannya masih gemetar parah wkwkwk.

Di sisi seberang, lali-laki juga teriak meskipun tidak senyaring para wanita. Yang bikin terpingkal-pingkal adalah salah seorang diantaranya ngomong ke operator "Mas, uwis mas..." berkali-kali.. Dia minta Kora-kora dihentikan wkwkwk 😂.

Perhatikan mas-mas yang ada di sebelah kiri, dia salah satu penjaga kora-kora. Dia berani duduk di ujung kora-kora, padahal diayun sampai 90°!!! Dia juga berdiri di kursi paling ujung dan meloncat turun sebelum kora-kora berhenti!! Amazing...

8. Pasar
Namanya juga pasar malam, pasti dilengkapi dengan penjual. Kulihat tadi malam ada penjual makanan hingga perabot rumah tangga. Aku hanya melihat penjual jagung bakar, tapi tidak melihat penjual arum manis, dimanakah dia?

Sendirian
Aku mengajak beberapa teman ke Pasar Malam ini, tapi mereka tidak merespon. Akhirnya hanya sendirian di sini,, duduk di kursi sambil memotret. Mau naik wahana kok rasanya hambar, tidak ada yang motret 😀, tidak ada yang diajak ngobrol, dan tidak ada teman teriak bareng 😢. Percuma datang ke Pasar Malam sendirian,, kurang seru!!

Jam 20.50 WIB aku pulang ke rumah, melihat beberapa hasil jepretan. Banyak yang tidak layak diunggah karena hasilnya buruk. Semoga lain kali hasil potretnya lebih bagus dengan kamera bagus.

Betewe, parkir motor Rp. 2.000 bayar di muka.