Sunday, February 5, 2017

Menikmati Kuliner Ingkung Kuali di Desa Wisata Kalakijo yang Asri

Ingkung Kuali, tempatnya tergolong terpencil tapi diburu pecinta kuliner. Itulah kesimpulan setelah melihat tayangannya beberapa waktu lalu di sebuah televisi swasta lokal. Orang rela jauh-jauh untuk menikmati kuliner tentu karena alasan khusus, masakan lezat dan tempat yang nyaman.

Waktu berlalu, nama Ingkung Kuali sedikit demi sedikit memudar dari ingatanku, tertimpa dengan memori baru yang arusnya demikian deras. Hingga nama Ingkung Kuali muncul kembali dalam ingatan ketika mendapat kesempatan mengunjungi Ingkung Kuali 2 Februari 2017.

Kaki terasa tak kuat menopang tubuh ini pada hari 3 tahun berdirinya Ingkung Kuali. Demam tinggi yang menyerang dari semalam membuatku tak berdaya. Tapi ini adalah amanah, tanggung jawab yang harus diemban. Apalagi hanya 4 blogger + 1 vlogger makankeliling, IG makandijogja yang diundang. Aku kudu kuat.

Rute Menuju Ingkung Kuali dari Pusat Kota Jogja
Motor menjadi pilihan utama menuju lokasi, selain lebih irit juga memungkinkan menerobos kepadatan jalanan kota Jogja. Laju motor tidak kencang, hanya 50 – 60 km/jam. Situasi lalu lintas dalam kota Jogja yang padat malah mengharuskan kecepatan lebih rendah lagi. Lepas dari kota dan masuk ringroad selatan lalu lintas mulai lancar.

Alamat Ingkung Kuali:
Desa Kalikijo, Kalakijo RT 02, Guwosari, Pajangan, Bantul DIY.

Peta Google sudah tersedia, memudahkan wisatawan yang ingin datang ke Ingkung Kuali. Di sepanjang perjalanan, penunjuk jalan tidak akan ditemui hingga memasuki daerah Jalan Pajangan.
Dari Perempatan Senopati Jogja ke Ingkung Kuali.
  1. Ambil jalan menuju Ibukota Kabupaten Bantul.
  2. Traffic light pertama sesudah gerbang Kabupaten Bantul, belok kanan.
  3. Ikuti jalan hotmix ini hingga bertemu dengan traffic light. Sepanjang jalan memang menemui beberapa percabangan, tapi jalan bercabang tersebut bukan jalan kelas 1. Di traffic light ini ambil jalan ke kanan.
  4. Terlihat penunjuk jalan menuju lokasi wisata cukup jelas, lokasi Kuliner Ingkung Kuali tinggal 1 km lagi. Dari jalan utama Bantul – Pajangan belok ke kanan sesuai petunjuk Ingkung Kuali.
Penunjuk jalan menuju Ingkung Kuali.

Beberapa kali kuhentikan motor untuk memotret penunjuk jalan dan melihat GPS, navigator di belakang koneksi internetnya lemot jadi aku harus memastikan sendiri GPS di gawaiku 😁. Perjalananku hari ini tidak dibumbui acara kesasar. Waktu yang kubutuhkan sampai ke Ingkung Kuali start dari sebuah restoran di Jalan Sultan Agung Yogyakarta sekitar 40 menit (termasuk berhenti 3x).

Hujan menghiasi wilayah Yogyakarta setiap hari, dari semalam hujan dan baru benar-benar reda ketika bel masuk anak sekolah berbunyi. Awan menutupi matahari yang malu bersinar, meneduhkan pandangan mata dan menyejukkan raga. Tak terasa sampai juga di Ingkung Kuali.

Desa Wisata Kalikijo dan Ingkung Kuali
Terkejut melihat umbul-umbul terpasang di pintu masuk gapura Ingkung Kuali, ada apa gerangan? Beberapa petugas keamanan membantu tamu menyeberang jalan menuju Ingkung Kuali. Sepanjang jalan dusun yang dicor sisi kanan dan kiri, tampak meriah dengan warna-warni umbul-umbul.
Desa wisata Kalakijo.

Waktu menunjukkan 10.40 WIB usai memarkirkan motor di tempat yang disediakan. Suasana masih sepi, hanya segelintir orang yang sibuk mempersiapkan acara. Terlihat beberapa masih menguruk tanah lapang dengan pasir agak tidak becek dan tergenang air bekas hujan. Terdengar dari kejauhan suara musik keroncong, sepertinya sedang mengecek sound system. Suara tersebut berasal dari Bamboo hall (hal bambu).
Hal bambu desa wisata Kalakijo.

Hal Bambu adalah bangunan yang struktur bangunannya dari bambu. Serba terbuka tanpa daun jendela, angin pun dengan mudahnya menyentuh lembut setiap sudut ruang. Atap gunungan dilapisi karbon transparan supaya cahaya matahari menerangi ruangan, di bawahnya baru terurai blarak sebagai atap.

Sisi utara tempat Ingkung Kuali.

Hal inilah yang membelah dua ruangan, di sisi utara adalah Ingkung Kuali, dan di sisi selatan sepertinya aula untuk tempat pertemuan. Aku kurang tahu persis, untuk bertanya sudah tidak punya daya lagi,, demam semakin tinggi.
Bangunan sisi selatan.
Dari tempat itulah aku baru tahu, Ingkung Kuali tidak hanya tempat kuliner tapi masuk dalam desa wisata Kalikijo.
Desa Wisata Kalakijo dikelola oleh PT Bintang Langit Mandiri (Hoshizora Social Enterprise), dengan 20% keuntungan untuk warga desa dan 6% untuk beasiswa pendidikan. Perusahaan ini membawahi 4 divisi
1. Ingkung Kuali Restaurant.
2. Event dan Outbound.
3. Environmental Education Center.
4. Hoshizora Tour & Travel.

Setelah memotret beberapa sudut tempat dilaksanakannya acara, kami baru mengisi buku tamu. Ah, jadi penulis pertama,,, skip saja obrolan kami dengan penerima tamu, aku tidak fokus lagi. Keterjutanku tadi akhirnya terjawab, Bupati Bantul Drs. H. Suharsono akan hadir di hal bambu Ingkung Kuali.
Bupati Bantul Drs. H. Suharsono (paling kiri) Foto Vika.
Tubuh terasa semakin berat, kurebahkan sejenak di lincak sebelah barat hall bambu; berbatasan dengan tempat outbond dan musholla. Hari semakin siang para tamu undangan berdatangan, akupun pindah ke gubuk Ingkung Kuali.
Musholla dan toilet.
Beberapa tamu bertanya padaku apakah lagi kurang sehat, dari wajah memang terlihat merah demam. Kujawab apa adanya dan alasan tetap datang, meskipun berat mengeluarkan kata-kata. Kondisi tubuh yang drop membuatku dapat wedang jahe lebih dulu 😂.
Wedang jahe Ingkung Kuali.
Menu Ingkung Kuali
Tempat yang kutempati ini gubuk memanjang dari timur ke barat. 4 meja dengan sepasang kursi bambu panjang berhadapan. Tiap kursi bisa menampung hingga 3-4 orang, atau semeja untuk 6-8 orang (tergantung besar tubuh).
Kursi dan nasi. (Foto: Vika)

Gubuk ini juga terbuat dari bambu dengan atap dari blarak. Terlihat cahaya matahari mengintip dari balik blarak-blarak tersebut. Di utara gubuk terdapat beberapa gazebo bambu yang tak sempat kudokumentasikan.

Saat menunggu teman blogger datang, meja sebelah mulai diisi berbagai menu Ingkung Kuali. Kunikmati hangatnya wedang jahe sedikit demi sedikit, mencoba meringankan demam di sekujur tubuh. Tak terasa habislah wedang di gelas, seiring berkumpulnya teman di meja sebelah.

Menu Ingkung Kuali.
Dari kiri atas ke bawah berturut-turut; nasi putih, ingkung kuali original + areh, lalapan lengkap dengan sambal, ingkung kuali rica, godhong kates, nasi gurih, dan urap.

Dinamakan Ingkung Kuali karena ketika merebus ayam kampung utuh, menggunakan kuali tanah liat di atas perapian berbahan bakar kayu. Ayam yang sudah disembelih, jeroannya dikeluarkan untuk dibersihkan. Kemudian dimasukkan kembali. Bumbu-bumbu diselipkan di dada ayam dan diikat. Barulah ingkung masuk kuali, setelah rebusan empuk jadilah ayam ingkung kuali.
Daftar menu Ingkung Kuali.
Keluar dari kuali, pengunjung bisa pilih mau dimasak ingkung rica-rica, goreng, bakar, atau tetap seperti adanya (original). Kebetulan yang dihidangkan kala itu adalah ingkung original dan ingkung rica-rica.

Kelezatan makanan yang biasa kurasakan, baru dicabut sementara hingga tidak ada yang bisa kurasakan kecuali panas dan dingin. Aku hanya bisa menatap teman yang lahap menyantap makanan, sambil merasakan desir angin yang menyisir daun pepohonan. Mungkin lain kali kita coba bersama Ingkung Kuali di tengah rindang pepohonan dan bukit di Kalakijo.

Foto lain di Instagram @metuomah:
- www.instagram.com/p/BQHONVwgVWN
- www.instagram.com/p/BQKLcqCAEjR
- www.instagram.com/p/BQPNCz2gTyL

Jam buka Ingkung Kuali: setiap hari jam 09.00 - 21.00 WIB
Kontak: 0857-0110-1122
Situs: www.ingkungkuali.com

No comments:

Post a Comment