Tuesday, February 28, 2017

Luapkan Semua Kenarsisan di De MATA Trick Eye Museum Jogja

Wisata kota Jogja yang dikelola swasta tidak banyak, karena lahan kota terbatas. Tapi De MATA Trick Eye 3D Museum dan De ARCA Statue Art Museum bisa menyulap bangunan yang berada di XT Square, Jalan Veteran 150 - 151 Yogyakarta menjadi museum yang ramai dikunjungi wisatawan.

Sengaja aku datang ke Museum De MATA pada hari Senin siang dengan harapan sepi pengunjung, sehingga bisa memotret tanpa antri. Memang saat ke Museum De MATA 1 hanya ada serombongan 3 orang yang lagi foto, semakin sore semakin ramai. Di Museum De Mata 2 wisatawan lebih banyak lagi, yang mengharuskan antri untuk narsis dan dipotret.

Apa itu Museum De Mata dan De Mata?
De MATA adalah museum ilusi mata 3 dimensi (3D) yang ada di 2 kota, Surabaya dan Jogja. Dinding dan lantai dipasang wallpaper atau gambar sebuah bangunan aksi. Untuk menghasilkan foto yang sesuai "ilusi mata", pengunjung harus berada di posisi tertentu, demikian pula juru foto.
Dibalik layar foto 3 dimensi.

Ada 2 wahana Museum De Mata Jogja; De MATA 1 di Lantai 1 XT Square adalah museum 3D, De MATA 2 yang berada di atasnya berisi foto 3D dan 4D, ilusi cermin, dan foto kostum. Sedangkan Museum De ARCA adalah museum patung tokoh Indonesia dan luar negeri.

Lokasi Museum De MATA
XT Square mudah dicapai dengan kendaraan pribadi maupun bus trans Jogja. Halte bus Trans Jogja berada di barat XT Square, hanya 100 meter dari Museum De MATA. Jika masuk dari Jalan Veteran Jogja, museum berada di sisi kanan mesin tiket parkir otomatis.

Museum De ARCA ada di gedung paling depan, atau lantai atas gedung Blok C zona pakaian, kerajinan, dan batu akik. Sedangkan Museum De MATA berada di Gedung Umar Khayam yang ada di belakang gedung kerajinan.

Harga tiket masuk
Gratis bagi yang berulang tahun hari itu 😁. Tiket De De MATA pada Senin - Jum'at Rp. 30.000 - 40.000, sedangkan Sabtu - Ahad Rp. 50.000. Tiket De ARCA Senin - Jum'at Rp. 35.000 - 50.000, sedangkan Sabtu - Ahad Rp. 60.000.

Tersedia juga tiket terusan De MATA 1 + De MATA 2 + De ARCA Senin - Jum'at Rp. 90.000 - 100.000 dan di hari Sabtu - Ahad Rp. 120.000.

Buka setiap hari jam 10.00 - 22.00 WIB.
Harga tiket masuk museum de MATA dan de ARCA.
Ke De MATA dan DE ARCA sendirian? Siapa takut..
Sebelumnya aku pasrah hanya bisa memotret suasana museum karena datang sendiri. Sesampainya di De MATA, pengunjung yang datang sendiri mendapat fasilitas pendampingan gratis! Keren kan, jadi tak perlu galau karena tidak ada yang motretin.

Ke museum De MATA 1 dan 2
Terima kasih untuk kak Elzha yang telah berbagi gift voucher De MATA, sehingga bisa berkeliling museum sepuasnya 😃. Loket De MATA 1 dan 2 jadi satu di dekat pintu masuk. Sedikit saran dari pengalaman pribadi, jika berniat ke De MATA 1 dan 2, mendingan langsung beli tiket 2 wahana atau terusan daripada bolak-balik beli tiket di loket 😃.
Gift voucher.
Karena menggunakan gift voucher, aku ditanya atas nama siapa dan dari mana, ditanya juga apakah rombongan atau sendiri. Aku menjawab semuanya dengan jujur 😂. Setelah tiket digunting, aku menuju pintu masuk setelah mendengar namaku dipanggil 😄.

Aku ditemani mas Dimas, kru De MATA yang memberi penjelasan gambar-gambar di museum. Dia juga rela memotret berulang-ulang dan crop foto agar trik mata (efek 3D) terlihat 😊.
Khong Guan de MATA.
Supaya mendapatkan potret 3D di sudut-sudut wallpaper dan lantai sudah tertempel contoh foto, pengunjung tinggal meniru saja harus berada di mana, kalau pose sih,,, suka-suka pengunjung 😅.

Beberapa petunjuk di lantai meminta pengunjung untuk melepaskan alas kaki jika akan pose. Ketika aku akan melepas sepatu, mas Dimas mencegah 😀, selama di De MATA aku sama sekali tidak melepas alas kaki. Jadi peraturan tersebut (mungkin) tidak berlaku lagi.
Berjalan di atas jembatan.
Semua foto dipotret Mas Dimas, beberapa zonk wkwkwk, tapi dia selalu mengarahkan agar aku berdiri di tempat yang tepat. Pun mengarahkan gaya agar aku tidak salah pose 😃.

Keluar dari De MATA wisatawan akan melewati kafetaria dan suvenir De MATA. Aku tidak sempat melirik kanan-kiri karena berburu waktu ke De MATA 2, lupa menukar semua gift voucher membuatku aku harus balik ke loket lagi 😔.
Kafetaria museum De MATA Jogja.
Setelah dari loket aku menuju ke De MATA 2 yang ada di lantai 2. Tak terasa sudah 1 jam aku berkeliling museum pertama, tinggal 1 jam lagi jatahku bermain di De MATA. Kali ini yang mendampingiku kru wanita. Aku tidak bertanya siapa namanya, males 😃.
Pintu masuk De MATA 2.
Semakin sore semakin banyak wisatawan datang. Sepertinya ada rombongan usai seminar yang mampir ke museum. Narsis tidak mengenal usia lho, sebagai wisatawan pasti ingin punya bukti pernah ke Jogja.
Antri foto.
Kali ini fotoku banyak yang zonk dan tidak diulang. Ada yang pengambilannya terlalu dekat sehingga efek 3D kurang sempurna, ada juga yang agak kabur 😋.  Hahaha,, biarlah, sudah terlanjur.

Untuk ilusi 4D menurut kru lebih baik menggunakan video dengan durasi 10 detik. Hasilnya tidak seperti yang diharapkan, lokasi di bus laut terlalu gelap untuk gawaiku, hasil videonya gelap hehehe.
Tubing di De MATA.

Wisatawan bisa mendapatkan paket foto kostum di De MATA 2, wisatawan bisa menyewa kostum untuk foto sudah termasuk 3 kali foto dan 1 kali cetak ukuran 6R plus 1 CD. 3 paket foto yang ditawarkan adalah paket foto kostum, paket foto wahana De MATA 2, dan paket foto greenscreen yang latar belakangnya bisa diubah sesuai dengan kostum yang dipakai. Setahuku, harga paket mulai Rp. 75.000 per orang.

Yang paling disukai anak-anak adalah ilusi cermin, dimana cermin disusun dalam sebuah box yang akan memberikan ilusi banyak wajah saat dipotret. Ada 2 box dengan ilusi sama, dan 1 box dengan ilusi 3 lubang. Silahkan deh coba sendiri 😁.
Ilusi cermin.

Ke Museum De ARCA
Keluar De MATA, hujan deras mengguyur Jogja padahal De ARCA ada di gedung seberang. Meskipun jalan menyeberang beratap, tapi tetap basah saat naik tangga De ARCA. Sebenarnya ada ojek payung di depan De MATA, tapi aku kurang tahu apa termasuk fasilitas, karena mereka tidak menggunakan seragam kru museum.

Di De ARCA aku juga didampingi kru wanita. Di sini terdapat patung tokoh nasional, tokoh dunia, dan superhero. Aku cuma tersenyum kecut karena beberapa patung tidak mirip, mungkin karena berhubungan dengan royalti. Konsep museum patung ini seperti museum patung lilin Madam Tussaud, tapi kurang mirip dengan aslinya 😃.
Dalam De ARCA.
Aku sempat bertanya tingkat kunjungan wisatawan pada mas Dimas. Katanya dalam sehari ada 1.000-1.500 pengunjung, saat akhir pekan dan liburan pengunjung lebih banyak lagi. Mbak kru de ARCA juga kutanya hampir serupa, kebanyakan pengunjung de ARCA adalah para orang tua. Tapi kulihat anak-anak banyak juga yang masuk De ARCA, mereka lebih suka foto bersama superhero.
Spiderman berblangkon.

Aku sempat melihat rombongan keluarga ke museum ini bersama orang tua yang sudah sepuh berkursi roda. Entah bagaimana caranya bisa menaikkan kursi roda karena tidak ada jalan khusus untuk difabel. Saat pembuatan bangunan mungkin Pemkot kurang memperhatikan, tapi kulihat ada kursi roda di pojok ruangan. Sepertinya managemen museum memfasilitasi ini.

Parkir motor hanya Rp. 2.000 flat di XT Square. Sebaiknya jangan parkir di tempat tidak resmi karena di XT Square lahan parkir sangat luas.

Tidak perlu jauh-jauh untuk foto narsis dengan latar belakang ekstrim, cukup ke museum de MATA dijamin aman 😊.

No comments:

Post a Comment