Saturday, March 4, 2017

5 Menu Sarapan Pagi Paling Populer di Jogja

Mencari aneka menu untuk sarapan pagi di Jogja gampang-gampang susah, terutama yang terbiasa makan di pagi buta. Ada beberapa warung yang buka 24 jam seperti warmindo dan masakan padang, tapi menu yang ditawarkan hanya itu. Warung rames di tepi jalan besar biasanya buka agak siang, setelah anak-anak sekolah berangkat.

5 menu sarapan berikut ini sangat mudah ditemui di sepanjang jalan kota Jogja, mereka mulai buka sekitar jam 05.30 WIB. Dan semuanya laris manis karena harganya yang ringan di kantong. Kebanyakan mereka hanya berjualan dari pagi hingga habis atau sebelum Dzuhur. Aneka menu tersebut antara lain:

1. Gudeg
Selain di sentra Gudeg Wijilan dan Barek, makanan khas Jogja ini sangat mudah dijumpai saat pagi hari. Sebagian warung makan menyediakan menu gudeg untuk sarapan, demikian juga dengan ibu-ibu yang membuka lapaknya di tepi jalan hanya saat pagi.
Gudeg Hj. Amad.

Peminat gudeg pagi cukup banyak, terutama ibu rumah tangga yang tidak sempat memasak untuk sarapan keluarga. Ada gudeg basah dan gudeg kering, dari beberapa penjual gudeg yang kubeli rata-rata menjual gudeg kering. Untuk "membasahi" nasi gudeg, disiram dengan kuah sayur tempe.

Harga bervariasi tergantung dimana penjual membuka warungnya. Penjual nasi gudeg pinggir jalan cukup murah, nasi gudeg lengkap dengan seiris tahu dan lauk telur bacem dihargai mulai Rp. 7.000. Harga yang sama dengan nasi telur di warmindo dan warung nasi rames.

2. Soto ayam
Penjual mulai mendorong gerobak sotonya sejak jam 05.30 WIB. Cukup mudah menemukan gerobak soto ayam di jalanan kota Jogja. Mereka menjual soto khas Jogja yang manis, harga mulai Rp. 5.000 cukup murah untuk mendapatkan sarapan dengan menu kuah segar.
Soto khas Jogja.
Selain soto khas Jogja yang dijual dengan gerobak, ada juga soto ayam kampung dan soto daging sapi yang jumlahnya relatif lebih sedikit. Warung soto lainnya menjual soto Lamongan, soto Kudus, soto Surabaya, soto tauco, dan soto lentuk; yang semuanya sudah dimodifikasi agar rasanya bersahabat dengan lidah warga Jogja.

3. Lontong sayur
Mayoritas penjual dari Sumatra Barat sehingga lapaknya sering dinamakan lontong sayur Sumatra atau lontong sayur Padang. Tempat yang terkenal dengan beberapa penjual lontong sayur Sumatra adalah di trotoar barat Stadion Mandala Krida.
Lontong sayur Uda Uni.

Lontong sayur Sumatra seperti halnya lontong sayur lodeh di Jawa, yang berisi lontong atau kupat, sayur lodeh (gori nangka), kuah santan pedas, dan kerupuk. Seporsi lontong sayur rata-rata mulai Rp. 7.000, tergantung tambahan menu telur atau ayam.

4. Bubur ayam
Penjual bubur ayam pun banyak dijumpai di pagi hari, biasanya mereka tidak hanya menjual bubur ayam saja, tapi juga nasi kuning, dan nasi uduk. Bubur ayam yang dimaksud di sini adalah bubur ayam Jakarta, yang penyajiannya berisi bubur beras, potongan ayam, kacang goreng, taburan daun bawang, dan kuah kare. Tidak lupa kerupuk sebagai penghias mangkok.
Makan bubur memang tidak mengenyangkan, tapi paling tidak sebagai pengganjal perut dan variasi sarapan. Harga seporsi rata-rata Rp. 7.000, belum termasuk tambahan perkedel 😀.

5. Nasi kuning
Ada dua jenis nasi kuning yang pernah kubeli; yang pertama the real nasi kuning yang pembuatannya menggunakan santan supaya nasi menjadi gurih. Yang kedua fake nasi kuning yang pembuatannya hanya diberi pewarna kuning saja tanpa santan 😊.

Nasi kuning yang lumayan gurih harganya berkisar Rp. 8.000 dengan perkedel atau telur. Sedangkan nasi kuning tanpa santan harganya hanya Rp. 2.000 - 3.000, ada harga ada rasa 😊.
Paket nasi kuning paha ayam.
Segmentasi kedua jenis nasi kuning tersebut berbeda, nasi kuning tanpa santan ditujukan pada kalangan siswa sekolah, mahasiswa, dan warga yang tidak ingin waktunya tersita. Biasanya nasi kuning ini dijual dalam kantong makanan, tinggal ambil dan bayar kepada penjual.
Nasi kuning original
Sedangkan the real nasi kuning lebih condong pada pembeli yang mengutamakan rasa dan punya sedikit waktu untuk antri membeli nasi kuning.

Standar penyajian kedua jenis nasi kuning di atas adalah nasi kuning dengan kering tempe, irisan telur dadar, dan seiris ketimun. Sekali lagi, ada harga ada rasa; semakin murah, kualitas dan kuantitas penyajian semakin berkurang 😁.

Inilah kelima menu sarapan pagi yang populer di Jogja versi metuomah.com. Semua menu tersebut merupakan kuliner nusantara, dimana Jogja adalah miniatur Indonesia. Orang yang datang ke Jogja, jika beruntung akan melihat WNI dari Sabang sampai Merauke, tidak hanya orangnya tapi juga kulinernya. Jogja merupakan kota pendidikan dan kota wisata.

10 comments:

  1. Wah kangen nih sama bubur ayam, di tempat saya jarang yang jualan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mas ke Jogja lagi,,, kan deket :D. Jika naik transportasi umum bisa menggunakan bus patas :).

      Delete
  2. Menu sarapan yang lezat, saya suka soto :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku suka yang gratis :P.

      Delete
  3. paling demen sama bubur ayam nya
    dijamin maknyus deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagiku, bubur kurang mengenyangkan kak.. cuma awet 2 jam sudah lapar lagi :D.

      Delete
  4. Replies
    1. Makan mbak kalau laper, hehehe :>)

      Delete
  5. Mantap mbak berkat zenfone...

    ReplyDelete