Dari kejauhan terlihat jembatan Gemblung yang membelah Kali Opak, bau bulu ayam pun mulai tercium tanda finish sudah dekat. Tubingers pun menepi dibantu para pemandu yang sudah siap di bawah jembatan. Setelah menempuh sekitar 1,5 jam perjalanan akhirnya bisa menginjak daratan. Seketika kulepas sepatu dan jaket pelampung.


Tapi Mas Wahyu, salah seorang pemandu menantang kami untuk tubing di lintasan (track) pendek yang lebih menantang. Untuk melakukan itu kami harus berganti helm yang menutup telinga dan memakai pengaman siku serta lutut. Rute melewati lava bantal agak berbahaya, perlengkapan yang dipakai untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Aku masuk dalam 3 orang pertama yang terjun di lintasan pendek, dimulai dari tempat finish lintasan normal. Jarak yang ditempuh pendek, hanya 100 meter dengan kiri kanan bebatuan lava bantal. Sebelum masuk ke air, kami diberi pengarahan:
  • Tali ban berada di depan dan belakang.
  • Tubinger wajib memegang tali ban teman di depannya.
  • Jika ada komando “lepas”, tubingers harus melepas pegangan tali.
  • Setelah lepas tali, sebisa mungkin mengayuh ke kanan (tepi sungai).
  • Jangan panik.
  • Di tempat finish sudah bersiap pemandu yang akan membantu menepi.
  • Dilarang melewati tali garis finish karena arus yang berbahaya.

Kami pun mulai tubing dengan aba-aba peluit (atau siulan ya? 😁) yang bunyinya seperti peluit kepala stasiun. Kami berlima adalah yang mencoba pertama, jadi posisinya adalah yang terdepan pemandu, 3 tubingers (aku ada di tengah), dan paling belakang adalah pemandu.

Perasaan agak aneh dan deg-degan, setelah melewati jembatan, arus sungai berbelok karena menghantam lava bantal. Rasanya seperti naik “ombak banyu” hingga terdengar suara “lepas!” Akupun melepas tali ban depanku, dan tiba-tiba saja sudah sampai di tepi sungai.
Lintasan pendek Geo Tubing Lava Bantal.

Loh? Kok cepet, cuma kayak gitu? Rasanya seperti mimpi, demikian cepatnya dan tidak terasa! Wkwkwk... Kami lalu melihat kelompok tubing selanjutnya, kalau dilihat seperti mengasyikkan tapi tadi kok rasanya hambar? Wkwkwk karena penasaran aku mencoba lagi, kali ini sendirian. Tubingers mendapatkan kesempatan 2 kali, sekali bersama kelompok dan sekali sendirian.

Peringatan
Jika tubing sendiri di lintasan pendek, posisi tali ban berada di kiri-kanan badan sebagai pegangan kedua tangan.
Jembatan Gemblung Kali Opak.

Sepertinya pemandu mendorongku ke tengah sungai terlalu cepat, jarak antara aku dengan tubinger depan terlalu dekat. Akibatnya tidak ada yang memotret diriku 😞. Di tengah perjalanan tubing, arah ban tidak bisa kukendalikan. Maksud hati ingin terus menghadap ke depan, tapi ban ingin berputar. Posisiku berputar jadi menghadap ke kanan lalu ke belakang hahaha... alhamdulillah melewati lava bantal dengan lancar. Kali ini adrenalinnya lebih tinggi daripada tubing berkelompok.

Bagaimana jika tubingers lebih dari 3 orang? Setelah kelompokku, beberapa blogger wanita membentuk 1 kelompok; 4 tubingers dan 2 pemandu. Beginilah ketika mereka melewati lava bantal.
Njomplang terlalu banyak muatan.
Aku mendengar komentar beberapa pemandu yang berada di atas jembatan, njomplang atau gagal melewati lava bantal secara teratur terjadi karena 2 hal; kedisiplinan tubingers memegang dan melepas tali, dan terlalu banyak orang. Dari pengalaman sebelumnya, tubinger lebih dari 3 orang biasanya tidak sukses melewati lava bantal dengan mulus.

Arus sungai di lintasan pendek cukup deras, padahal debit air normal. Menurut Pak Otto, jika debit air tinggi (banjir), lava bantal malah tidak terlihat sama sekali, sehingga jika tubing tidak akan melewati lava bantal yang menaikkan adrenalin. Bersyukurlah diriku bisa menikmati tubing ini.

Aku juga ikut merasakan terjun dari batu lava bantal ke Kali Opak, cuma gaya biasa,.... tidak berani salto bak atlet loncat indah 😁. loncat dengan berdiri saja aku sudah minum air sungai, telinga kemasukan air dan baru normal keesokan harinya hahahahah...

Setelah puas main di Kali Opak, kamipun kembali ke sekretariat dengan angkutan bak terbuka. Aku kok merasa keren ya naik minivan bak terbuka dengan memakai helm dan jaket pelampung 😊.

Petualangan baru pun harus berakhir meninggalkan sisa pegal-pegal di sekujur badan (baru sembuh normal setelah 2 hari boooh).

Ingin mencoba Geo Tubing Lava Bantal, silahkan hubungi kontak yang ada di Instagram @tubinglavabantal.

Geo Tubing Lava Bantal
Alamat: Dusun Tanjungtirto, Kalitirto Kec. Berbah Kab.Sleman, DIY.
Buka: Senin-Ahad jam 09.00 - 15.00 WIB
Tubing lintasan normal Rp. 50.000
Tubing lintasan pendek Rp. 30.000