Angkringan Tobat Buka Pagi, Soto Glugu dan Mangut Pesisir jadi Unggulan

Long weekend 14 April 2017 lalu, untuk pertama kalinya aku makan di Angkringan Tobat di Jalan Sukoharjo RT01/RW08, Sanggrahan Depok, Condongcatur, Sleman DIY. Kalau dari arah perempatan Condongcatur ke utara lurus hingga melihat onggokan reklame Angkringan Tobat di kanan (timur) jalan.
Soto Glugu Angkringan Tobat.

Baru 2 bulan Angkringan Tobat buka pagi hari mulai jam 09.00-17.00 WIB, sebelumnya warung milik 4 orang ini hanya buka sore dari jam 16.00-00.00 WIB. “Warung ini menyasar segmen keluarga dan anak muda, khususnya yang malu ketika jajan ke angkringan.” Tutur Mas Fandi, salah satu pemilik kepada pengunjung waktu itu.
Angkringan Tobat di Condong Catur.

Bebas akses internet menjadi daya tarik Angkringan Tobat, yang lebih mirip dengan warung atau cafe. Kurasa maksud angkringan di sini adalah menu makanan dan suasana, karena tidak ada gerobak angkring yang biasa menjadi tempat jualan angkringan di tepi jalan Jogja.

Menu pagi Angkringan Tobat
Dua menu unggulan di pagi hari adalah Soto Glugu dan Mangut Pesisir. Soto Glugu; menurut Mas Fandi adalah soto khas Jawa Timur, soto ini menurutku mirip Soto Surabaya; dimana separuh telur ayam menjadi toping. Rasa soto ini seperti soto sapi Jogja pada umumnya, yang disajikan dalam mangkuk terbuat dari glugu.

Di depan warung sudah tersaji lauk pelengkap seperti sate telur puyuh, tempe goreng, baceman, sate usus, perkedel, kerupuk, dan lain-lain... lengkap deh. Tapi aku keliru memilih lauk; perkedel dan sate telur puyuh! 😊 Karena model penyajiannya prasmanan, aku ambil mangkuk soto dan lauk dulu, barulah pramusaji menuang kuah dan topingnya.
Menu rekomendasi Angkringan Tobat.

Dua pilihan Mangut pesisir Angkringan Tobat yaitu Mangut ikan pari dan Mangut ikan layang; diklaim menjadi pembeda dengan warung lain di Jogja yang kebanyakan menyajikan menu Mangut Lele. Ikan bahan utama mangut, hidup di (sekitar) pesisir pantai sehingga menu di Angkringan Tobat dinamakan Mangut Pesisir.
Nasi sambal mangut pari oseng kangkung.

Sambal terasinya enak banget, jangan perhatikan piringnya ya... selain piring seng ada juga piring beling, aku yang salah ambil piring 😂.

Untuk minuman, aku pilih green tea dan teh tarik. Di sini ada dua teh yang membuatku susah membedakan karena warnanya sama-sama hijau, matca tea dan green tea. Keduanya hanya bisa dibedakan ketika mencicipinya wkwkwk.
Mangut Layang dan Pari.

Selain itu ada aneka minuman tradisional seperti wedang jahe, kunir asem, dan beras kencur. Ada juga kopi, sirup, dan limun sarsaparila. Yang menarik, pengunjung bisa memesan minuman kustom, misalnya sirup kopi atau teh jahe. Minuman kustom yang terpampang di daftar menu sudah pernah dicoba peraciknya, jika pengunjung minta kustom yang aneh boleh juga tapi rasa tanggung sendiri wkwkkw.
Pengunjung asyik ngobrol.
Harga makanan yang kupesan
Mangut Pesisir Rp. 10.000 belum termasuk nasi.
Soto Glugu Rp. 10.000
Es Green Tea Rp. 8.000
Es Teh Tarik Rp. 8.000

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

komentar
8/22/17, 7:58 AM delete

koyone perlunjajal soto glugune iki

Reply
avatar
8/22/17, 4:23 PM delete

Kapan arep nraktir hihi?

Reply
avatar