Sunday, April 9, 2017

Pujasera Central City Mall Giant Penggaron Semarang

Food Court (pujasera) Central City Mall atau lebih dikenal dengan Giant Hypermart Penggaron (karena tulisannya gedhe di depan) terletak di sisi barat mall. Gedung yang berada di Jalan Brigjen Sudiarto Km. 11, Plamongan Sari, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah ini terlihat sepi. Hanya segelintir orang yang mampir berbelanja ke sini. Harga barang di hypermarket terasa mahal dibandingkan dengan minimarket yang buka di tengah perkampungan penduduk.

Mall 1 lantai ini berada di timur Terminal Penggaron, terminal bayangan di timur kota Semarang. Di terminal inilah bus antarkota Semarang menuju Purwodadi, Blora, Juwangi, dan Kedungjati berada. Kereta api Kalijaga yang melayani Semarang Solo via Kedungjati hanya satu rit, sehingga alternatif selain KA adalah bus kecil; seperti yang saya lakukan beberapa waktu lalu. Selain naik bus kecil ke Kedungjati, bisa juga naik bus kecil jurusan Juwangi atau bus besar jurusan Purwodadi, lalu turun di Gubug dan ganti bus kecil menuju Kedungjati. Biasanya bus jurusan Kedungjati “ngetem” agak lama di Gubug, waktunya bisa digunakan untuk jalan-jalan sebentar.
Food court (pujasera) Central City Mall Semarang.

Kembali ke bahasan food court. Sambil menunggu bus yang akan berangkat ke Gubug (plus malas mendengarkan pengamen), saya ke food court Giant karena perut keroncongan. Kios berjejer membentuk huruf U ke timur. Banyak pilihan menu dari gado-gado, pempek, kupat tahu, aneka sup, nasi goreng, sea food, dan aneka soto.

Ada yang unik ketika membeli soto di sini, dimana penjual menawarkan mangkuk kecil dan besar. Sesuatu yang belum pernah saya jumpai di Jogja. Saya lebih suka pilih mangkuk kecil karena rencananya, sesampainya di Gubug akan beli makanan lagi 😊.
Soto Pujasera Central City Mall.
Saya juga pernah memesan gado-gado, porsinya memang bukan porsi kuli. Tapi cukup untuk mengganjal perut hingga saatnya makan siang. Minuman yang saya pesan selalu teh manis hangat untuk menghangatkan badan.
Gado-gado dan teh manis hangat.
Pengunjung food court cukup banyak, harganya juga bersahabat; murah untuk ukuran food court di sebuah mall. Semangkuk nasi soto kecil hanya Rp. 6.000, gado-gado seharga Rp. 10.000. yang menjadi kekurangan adalah seringkali penjual tidak memiliki kembalian uang kecil. Penjual seharusnya memahami, pengunjung di stand kuliner mereka bukan niat dari rumah untuk jajan, tapi mampir setelah selesai traveling atau shopping.

Yang nggak banget dari pengelola gedung adalah fasilitas toilet yang hanya ada di satu sudut bangunan, dan oknum sekuriti yang over acting yang kurang sopan kepada pengunjung. Mendingan di gedung ini tidak usah bertanya pada sekuriti, cukup makan saja lalu pulang.

Artikel terkait:
- Mencoba Paket Udang Sambel Layah Semarang

No comments:

Post a Comment