Mei 2017 - metuomah.com

Senin, 29 Mei 2017

0

Selamat Atas Terbentuknya Pengurus GenPi Jogja 2017

Bertempat di Pendopo Nde Luweh, Jalan Ngeksigondo 54, Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, para relawan Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Jogja berkumpul membahas kepengurusan dan program kerja terdekat. Waktu yang disepakati adalah Ahad, 28 Mei 2017jam 20.00 WIB. Kumpul-kumpul ini merupakan tindak lanjut pengukuhan GenPi Jogja pada 24 Mei 2017 lalu.


Tidak semua bisa hadir, terutama perempuan dan wanita karena diadakan malam hari. Diadakan pada malam ketiga bulan Ramadhan, serta hujan merata mengguyur Yogyakarta sejak jam 17.00 WIB, sehingga yang dapat hadir hanya 17 orang. Jumlah tersebut sudah cukup untuk berembug kepengurusan.
Kaos GenPi Jogja saat pengukuhan.
Aku juga tidak bisa hadir karena hujan kembali deras usai shalat Tarawih. Padahal jarak ke tempat berlangsungnya acara sekitar 13 km. Waktu tercepat berkendaraan motor dicapai dalam 30 menit, dengan catatan tidak hujan, tidak macet, dan traffic light hijau saat melintas ๐Ÿ˜€.

Dari pantauan peserta rembugan, kepengurusan GenPi Jogja 2017 adalah:
Ketua: Eko Nuryono
Sekretaris: Ang Tek Khun
Bendahara 1: Pipit Damayanti
Bendahara 2: Arif L Hakim
Kord. Medsos: Heri
Kord. Blogger: Elzha
Kord. Komunitas : @Mikiringan

Bila belum kenal dengan nama-nama di atas, silahkan cari di search engine ๐Ÿ˜. Selamat buat pemenang #eh selamat bertugas, kami relawan GenPi Jogja mendukung program positif dari Kemenpar dan GenPi Jogja.

Jumat, 26 Mei 2017

4

GenPi Jogja, Generasi Pesona Indonesia Kesepuluh

Setelah menunggu ribuan purnama, Generasi Pesona Indonesia Jogja terbentuk pada 24 Mei 2017. Akan dibentuknya GenPi Jogja sudah terendus pada hajatan Kompasiana; Indonesia Community Day (ICD) 2017 di Plaza Ngasem, Sabtu 13 Mei 2017. Kala itu blogger hits Ardian Kusuma ngomong bahwa Kementerian Pariwisata akan membentuk GenPi Jogja. Sore hari, blogger dan influencer kondang se-Surakarta Dimas Suyatno juga mengatakan hal serupa.
Tulisan ini merupakan opini dan pengalaman pribadi, bila ada yang terlewat mohon dimaafkan.
Hajatan ICD 2017 sudah ditutup, muncullah grup online Relawan Pariwisata Jogja; dimana aku diundang masuk ke dalamnya. Beberapa orang yang belum dihubungi sebelumnya, bingung kok ujug-ujug dimasukkan grup? Ini grup apa? Tak berapa lama kemudian Dimas Suyatno; pengurus GenPi Jateng, beserta Hyudee dan Syafigh memberi penjelasan singkat. Mereka bertiga ditugaskan mengawal embrio pembentukan komunitas pegiat pariwisata Jogja ini.
T-shirt pada penggukuhan Genpi Jogja.

Di Jogja sendiri sudah ada Masdjo (Masyarakat Digital Jogja) yang menjadi payung besar berbagai komunitas digital di Jogja, di dalamnya ada komunitas influencer dan blogger. Lalu, dimanakah posisi GenPi Jogja bila sudah terbentuk? Lewat pertemuan singkat yarwe (lebih banyak ngobrol ngalor-ngidul ๐Ÿ˜€), di Pendopo nDe Luweh yang dihadiri 7 orang; menimbang bahwa GenPi adalah komunitas pegiat pariwisata, maka kedudukannya di bawah Masdjo #halah sok serius....

Kami yang tinggal di Jogja harus mengambil kesempatan emas ini, karena menurut penerawangan, beberapa kali Kemenpar mengadakan acara di Jogja blabas tanpo nglirik blogger dan influencer lokal yang sudah ikut mempromosikan wisata di Jogja. Demikian juga dengan Dispar, ya apalah kami yang cuma remehan peyek,,, yang cuma bisa membuat trending topic di Twitter dan page 1 di mesin pencari Google.

Ketika melihat beberapa rekan blogger daerah lain famtrip bersama GenPi, aku bertanya-tanya kok Jogja tidak ada GenPi? Salah satu teman menjelaskan, entah berkelakar atau beneran; “Jogja itu daerah maju, tanpa GenPi pun sudah bisa promosi sendiri.”

Memang benar, para pelaku industri pariwisata Jogja gencar mempromosikan wisata andalan masing-masing lewat social media, blog, website, dan lain sebagainya. Di antaranya berinisiatif sendiri (swadaya) tanpa bantuan pemerintah.

Syarat pembentukan GenPi paling tidak, minimal ada 40 blogger, vlogger, influencer, yang memiliki minat dalam pariwisata. Screening pun dilakukan, blogger oleh Ardian Kusuma dan Ang Tek Khun, sedangkan influencer oleh Eko Nuryono. Tanggal pengukuhan pun ditetapkan, para petinggi Masdjo memilih tanggal 24 Mei 2017 karena hanya hari itu yang selo. Di pekan terakhir Sya’ban acara di Jogja demikian padat, semua acara diajukan sebelum Ramadhan tiba. Aku juga begitu, hanya selo 24 Mei hehehe...

22 Mei bocoran tempat sudah keluar, tapi jamnya belum karena menunggu kepastian. Kemungkinan acara dilaksanakan sore hari sekitar jam 15.00 WIB. Setelah kepo sana-sini, di Semarang ada acara Kemenpar hingga sore, aku menduga pengukuhan GenPi Jogja akan dimulai malam hari.
Omah Kecebong.

Setelah melalui drama 20 episode #halah, undangan via online keluar. Tempat penyelenggaraan di Omah Kecebong, Cebongan Sleman Yogyakarta jam 15.00 WIB. Beberapa teman sudah konfirmasi kedatangan dan ribut di grup online, padahal undangan ini terbatas. 23 Mei malam (sekitar jam 23.00 WIB) Pak Khun mengabarkan jam diubah menjadi 17.00 WIB. Aku sih sudah menduga acara dimulai malam hari ๐Ÿ˜€. Aku sempat bertanya pada salah seorang blogger yang diundang, dia membatalkan ikut karena acaranya malam. Entah deh, pengundang mungkin agak kebingungan mencari peserta yang batal hadir ๐Ÿ˜Š.

Sebagian blogger Jogja tinggal di kota dan Sleman selatan, sedangkan Omah Kecebong terletak di Sleman barat. Rasanya juauuh sekali. Jarak dari tempat tinggalku sekitar 17 km, yang ditempuh dalam 1 jam dengan motor. Musim liburan seperti saat ini warga Jogja harus berjibaku dengan kemacetan, padahal sehari-hari sudah macet.... jadi macet kuadrat.

Acara secara resmi dibuka ba’da isya’ diawali menyanyikan Indonesia Raya. Lalu sambutan dari Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta, dan pemaparan Generasi Pesona Indonesia oleh Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Kemenpar RI Don Kardono, sekaligus mengukuhkan terbentuknya GenPi Jogja.

Yang ada di t-shirt saat pengukuhan GenPi Jogja adalah gambar gunungan yang di dalamnya terdapat siluet Tugu Pal Putih. Di bawah logo, tulisan GenPi berwarna kuning dengan ornamen hanacaraka disematkan. Dan di bawahnya terdapat tulisan kecil Jogja berwana coklat dengan font Jogjakartype.

Menurut informasi, logo GenPi Jogja akan direvisi dengan logo yang baru.
2 pentolan GenPi Jogja di antara GenPi lain.

Selamat bergabung GenPi Jogja dalam keluarga GenPi, semoga dapat mempromosikan pariwisata Jogja lebih optimal.

Kamis, 25 Mei 2017

0

Paket Menu Buka Puasa Disiapkan Nglathak selama Ramadhan

Awal tahun 2017 aku diajak teman-teman makan di "Nglathak", sejenis warung sate klathak dengan konsep Instagramable di tengah kota Jogja. Tepatnya di Gang Seruni No. 7 Karangasem Baru, Catur Tunggal Depok Sleman. Kira-kira 300 meter selatan Masjid Nurul Ashri Deresan, lalu masuk ke kiri.

Selasa 23 Mei 2017, aku diajak lagi ke sini untuk mencicipi menu buka puasa Ramadhan, yang akan datang sekitar sepekan lagi. Melihat menu yang dulu pernah kucicipi, ternyata ada sedikit perubahan. Harganya lebih mahal ๐Ÿ˜Š, karena porsi nasi dan sate lebih banyak. Perubahan lain adalah penggunaan beras biasa untuk menggantikan beras organik. Pak Masto, pemilik Nglathak mengatakan bahwa perubahan ini dikarenakan mayoritas pelanggan warung adalah mahasiswa, mereka tidak peduli dengan beras yang dimakan, yang penting kenyang ๐Ÿ˜€.

Sate Nglathak.
Nglathak berusaha memanfaatkan potensi petani lokal yang ada di Yogyakarta, dan sampai saat ini semua bahan baku lokal masih dipertahankan. Sedangkan daging kambing yang dipakai berasal dari Bantul, bukan kambing muda tapi kambing atau domba afkir; artinya domba yang sudah tidak produktif (beranak) lagi. Meskipun afkir, namun rasanya tetap enak, tidak amis, dan empuk.
Membakar sate.
Resep keempukan sate Nglathak adalah menggunakan resep tradisional; daun pepaya. Bukan rahasia lagi kalau daun pepaya dapat membuat empuk daging dan meminimalisir bau amis kambing.
Menu Nglathak.
Sedangkan pembakaran daging kambing tidak menggunakan arang hitam melainkan briket batubara yang panasnya lebih stabil.
Paket Ramadhan 1.
Paket menu buka puasa yang kumakan adalah Nasi goreng rempah ayam, rasa bumbu rempahnya terasa di lidah. Ada 3 keping emping, 2 irisan ketimun, dan seiris tomat sebagai penghias. Level pedasnya bisa milih lho, dari level 1-5. Selain nasi goreng rempah, menu yang menawarkan level pedas adalah kuas gule. Menurut Pak Masto, semua masakan di warung ini agak berbau Timur Tengah, yang terkenal dengan rasa rempahnya yang kuat.
Sate klathak manis.
Perbedaan lain penyajian menu sate adalah cetakan nasi berubah kotak, selain itu ada rempeyek cabe dari Turi, Sleman. Menurutku rempeyek cabe tidak begitu pedas, pas sebagai teman makan sate.

Adapun paket buka puasa Ramadhan yang ditawarkan adalah:
PAKET RAMADHAN 1
Nasi Goreng Rempah Ayam
Koktail Bunga Telang
Air Mineral 330 ml
Rp 14.000

PAKET RAMADHAN 2
Nasi Goreng Rempah Kambing
Koktail Bunga Telang
Air Mineral 330 ml
Rp 17.000

PAKET RAMADHAN 3
Sate Klathak Ori
Nasi Putih
Koktail Bunga Telang
Air Mineral 330 ml
Rp 24.000

PAKET RAMADHAN 4
Sate Klathak Manis
Nasi Putih
Koktail Bunga Telang
Air Mineral 330 ml
Rp 24.000

PAKET RAMADHAN 5
Sate Klathak Mozzarella
Nasi Putih
Koktail Bunga Telang
Air Mineral 330 ml
Rp 26.000

Pilih mana ya? Kok enak semua... ๐Ÿ˜œ

Catatan:
Kedai Nglathak di Deresan sudah tutup permanen (mungkin) awal 2019.

Rabu, 17 Mei 2017

0

Mencari Promo Tiket Lebaran 2017?


Lebaran akan datang sebentar lagi. Bagi mereka yang bekerja jauh dari sanak keluarga, pastinya moment ini akan sangat dinanti karena tempat bekerja akan memberikan masa cuti yang dapat dipergunakan untuk berkumpul bersama keluarga di rumah. Persiapan yang harus dilakukan terbilang ekstra apalagi untuk urusan tiket pulang. Pasalnya bukan hanya satu dua orang saja yang memiliki keinginan untuk kembali ke rumah, namun jutaan penduduk lainnya. Meledaknya jumlah calon penumpang akan mengakibatkan pembelian tiket memerlukan persiapan yang lebih matang. Namun saat lebaran, ada beberapa instansi yang justru memberikan promo tiket lebaran 2017 untuk dapat memudahkan calon penumpang dalam membayar harga tiketnya. Bagaimana cara mengetahui informasinya?

Banyak instansi yang kini memberi kemudahan masyarakat khususnya yang bekerja di ibukota untuk dapat mudik lebaran dengan lebih hemat, aman dan nyaman. Salah satunya adalah dengan menyediakan armada khusus yang dapat digunakan calon pemudik untuk sampai ke kota tujuan. Armada tersebut umumnya adalah bus besar atau bus malam. Sudah beberapa tahun ini berbagai perusahaan besar telah memberikan fasilitas tersebut kepada para karyawannya yang bukan merupakan warga asli Jakarta untuk dapat mudik dengan lebih nyaman. Bagi Anda yang belum pernah memanfaatkan fasilitas promo tersebut, maka berikut ini adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan informasi:
  1. Jika Anda tergabung dalam ikatan pekerja, maka Anda dapat bertanya pada ketua ataupun humas organisasi Anda apakah ada instansi yang memberikan layanan mudik gratis pada ikatan pekerja tempat Anda bergabung.
  2. Jika Anda biasanya mudik menggunakan sepeda motor, maka Anda bisa mengalihkannya menggunakan bus yang disediakan oleh departemen perhubungan. Akseslah infonya dengan datang langsung ke kantor departemen perhubungan di Jakarta atau melalui situs website resminya. Daftarkan diri Anda beserta keluarga ke kota tujuan mudik sebelum hari penutupan pendaftaran.
  3. Promo tiket lebaran 2017 untuk penumpang kereta juga bisa dicari di berbagai situs penjualan online yang sering memberikan potongan harga untuk tiket tujuan dan jadwal tertentu. Belilah tiket yang sesuai untuk Anda saat toko online tersebut membuka promo karena biasanya promo hanya berlaku secara sementara saja.
  4. Bagi promo tiket pesawat, juga dapat dicari di berbagai agen perjalanan yang juga biasa memberikan promo tiket diwaktu-waktu tertentu. Jika Anda memiliki teman yang bekerja di travel agen maka hal tersebut dapat memberikan Anda kelebihan dengan mendapatkan informasi lebih update saat travel agent tersebut mengadakan promo.
Karena banyak orang yang pastinya menginginkan untuk dapat mudik dengan lebih cepat, aman, nyaman dan juga murah, maka sebaiknya Anda cepat-cepat untuk mencari informasi mengenai berbagai alat transportasi yang dapat Anda tumpangi untuk sampai di tujuan. PT KAI tahun ini telah membuka reservasi tiket untuk keperluan lebaran dari tanggal 17 Maret kemarin.
Pemeriksaan tiket.

Dengan memanfaatkan promo tiket lebaran 2017 baik untuk penyediaan angkutan gratis maupun potongan harga tiket, diharapkan Anda dan keluarga yang ingin mudik lebaran tahun ini dapat melakukannya dengan lebih cepat, nyaman dan terjangkau. Namun selain itu pastikan mudik Anda aman dengan tidak membawa barang bawaan terlalu banyak yang dapat mengundang tindak kejahatan. Hindari membawa uang cash berlebihan di perjalanan agar bila terjadi pencurian atau kehilangan tas, Anda tidak akan mengalami kerugian terlalu banyak. Simpan baik-baik tiket transportasi Anda supaya tidak hilang hingga hari H keberangkatan.

Minggu, 07 Mei 2017

0

Menyantap Kuliner Timur Tengah, Pemanasan Menyambut Ramadhan

Swiss-Cafe Restauran di lantai 1 Swiss-BelHotel Yogyakarta termasuk restoran hotel yang rajin mengganti tema dinner (makan malam) sebulan sekali. Bulan Mei 2017, Swiss-Cafe mengusung tema Sahara, Middle East Food Festival. Tema ini sepertinya sebagai pemanasan bulan Ramadhan 1438 H, yang diperkirakan jatuh pada akhir bulan Mei 2017.
Suasana dalam Swiss-Cafe.
Undangan dari Pak Ang Tek Khun ke restoran yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman 69 Yogyakarta datang sekitar jam 09.00 WIB tanggal 3 Mei 2017, okelah aku datang mumpung tidak ada agenda malam itu. Cultural Buffet Dinner dengan tema Sahara baru dibuka jam 18.00 WIB, tapi jam 16.54 aku sudah sampai Swiss-Bel Hotel, keren ya... ๐Ÿ˜, daripada terlambat dan terburu-buru mending datang lebih awal.
Undangan Cultural buffet dinner.
Cultural Buffet Dinner adalah paket makan malam prasmanan Swiss-Cafe, dengan tema menu spesial. Paket ini khusus hari Rabu dan Sabtu, bila pada Rabu malam  pengunjung akan disuguhi tarian sesuai tema bulanan, pada Sabtu malam ada sendratari yang menemani. Usai tarian, sambil menikmati santap malam pengunjung akan dihibur orkes keroncong yang dimainkan langsung dari lobi hotel.
Dapur Swiss-Cafe terlihat dari restoran.

Masuk ke Swiss-Cafe, kulihat meja-meja sudah ditandai "reserved" a.k.a. dipesan. Kami, 5 orang yang diundang Pak Khun memilih duduk di pojok utara. Dari sini pandangan mata lebih luas, termasuk melihat dapur yang hanya dibatasi dengan kaca bening. Mungkin ada yang belum tahu, tempat tanpa pendingin ruangan berada di sisi timur, tinggal buka pintu di dekat meja desert.
Menu Tema Sahara Middle East Food Festival.
Sebagai makanan pembuka kupilih fattoush, salad ala timur tengah. Di dalamnya terdapat potongan roti pita goreng yang kriuk, selain sayuran seperti tomat, selada, mentimun, bawang merah dengan baluran minyak zaitun. Fattoush tanpa mayonis tidak membuat eneg, menyegarkan, dan perut siap diisi lagi.
Fattoush.
Setelah menghabiskan fattoush, aku coba salad lainnya. "malfouf" nama salad tersebut, tapi di buffet tertulis malfoof,,, makanya dicari di Google tidak ketemu ๐Ÿ˜€. Salad ini berbahan utama kubis, khusus di festival ini kubis yang digunakan adalah kubis ungu. Warna kubis ungu lebih menawan dengan khasiat mencegah kanker dan osteoporosis [detikhealth].
Malfouf ala Swiss-Cafe Jogja.
Habis salad terbitlah buah ๐Ÿ˜‚, ada banyak potongan buah yang menggugah selera. Aku tak kuasa mengambil pepaya, semangka, dan melon. Mayoritas buah yang disajikan sudah sering kita lihat sehari-hari seperti nanas, salak, markisa, belimbing, strawberry, jeruk, anggur, dan lemon.
Mau mengiris buah sendiri?
Salad sudah, buah juga sudah. Selanjutnya aku mengambil makanan berkuah. Nama makanan yang tertera di meja adalah "hasa al-hummus". Dilihat sepintas seperti sup jagung dengan potongan daging ayam dan wortel. Ketika sendok mulai bermain di dalam mangkok, terlihat bulir kecil putih seperti kacang Arab. Kucicipi sesendok, bumbu rempahnya khas Timur Tengah banget. Benar dugaanku, "hasa al-hummus" atau "Moroccan chickpea soup" adalah sup dari Maroko dengan bahan kacang chickpea, atau garbanzo, atau orang Indonesia menyebutnya kacang Arab. Sup ini lebih nikmat dimakan dalam keadaaan hangat.
Hasa al-Hummus.
Sebagai penganut filosofi "belum makan jika belum makan nasi" akupun mengambil nasi dari dataran Persia (shirin polow). Tadinya banyak bawah putih goreng ditaburkan di atasnya, tapi karena aku mengambil di saat terakhir, bawang putihnya sudah habis ๐Ÿ˜€. Warnanya seperti nasi kuning tanpa santan, rasa rempahnya terasa banget di lidah.

Shirin polow kukombinasikan dengan baba ghanous, tsarid, acar, dan sambal terasi; perpaduan asal nabrak. Baba ghanous merupakan masakan dari Syria dengan bahan utama terong. Setelah diolah dengan bawang, tomat, minyak zaitun, dan rempah lainnya, bentuknya berubah seperti sambal berwarna coklat. Sebagai pasangannya, dipilihlah roti pita yang telah dipotong segitiga.
Menu makan besar yang kumakan.
Tsarid menurutku sejenis lauk (Indonesia banget ya..). Di meja tertulis Tharid,,, gimana ya, jika ditulis dengan huruf Arab beda arti dan cara baca..๐Ÿ™. Pramusaji yang bertugas mengatakan kalau tsarid adalah masakan daging kambing dan kentang. Aku agak kecewa karena ternyata yang kuambil lebih banyak kentangnya wkwkkwk.. karbo + karbo = ๐Ÿ˜ข.

Masih banyak menu yang disajikan seperti fish harrah, shish taouk, kibbeh, falafel, dan kufteh. Karena masakan festival ini tergolong baru bagi pengunjung termasuk diriku, pemberian nama di depan masakan terasa masih kurang. Tak jarang pengunjung bertanya kepada pramusaji, masakan ini terbuat dari apa. Mayoritas masakan Timur Tengah didominasi daging kambing, sedangkan pengunjung yang kebanyakan WNI banyak yang menghindari daging kambing karena mengidap penyakit kolesterol dan darah tinggi.

Menu terakhir yang kumakan di cafe hotel terbaik di pusat kota Yogyakarta ini adalah "chicken shawarma", menu yang sering disebut kebab isi daging ayam. Bahan-bahannya adalah daging ayam kari yang sudah dipotong tipis, ditambah tomat, selada, bawang bombay, dan... apalagi ya? Kulitnya dari roti pita, lalu digoreng dengan minyak zaitun di atas wajan datar,,, seperti menggoreng martabak.

Chicken Shawarma.
Pengunjung bisa menyaksikan langsung pembuatannya oleh chef (koki) Satrio Sulistiono, boleh juga kepoin resepnya.... Uniknya saos yang disediakan di festival tidak hanya saos ala Timur Tengah, tapi juga saos martabak. Chicken shawarna pada gambar, merupakan inisiatif pramusaji yang membawanya ke mejaku. Jika ingin penampilan masih original, tidak dipotong agar terlihat cantik, dan memilih saos sesuka hati; mendingan ambil sendiri saja deh ๐Ÿ˜ƒ.

Hidangan penutup (desert) ada di meja paling selatan. Nama menunya juga asing di telinga seperti halva brownies, maroccain almond snake, pistachio baklava, middle east cheese cake, tahini bukeyes, dan pisang Turki, mungkin nama terakhir cukup familier karena ditulis dengan bahasa Indonesia ๐Ÿ˜ƒ.
Pilih sendiri desert-mu.

Aku tidak tertarik makan desert karena mayoritas manis sedangkan aku sendiri sudah manis ๐Ÿ˜‚. Sebenarnya aku ingin makan daging dan susu unta tapi tidak tersedia (susah banget bawanya ke Indonesia). Untuk mendapatkan semua masakan ini, kamu cukup merogoh Rp. 175.000 net/orang. Dan buy 1 get 1 free alias bayar satu bisa untuk berdua.