Friday, December 22, 2017

Bakpia Jogja Apa Saja yang Pernah Dimakan?

Tiap libur panjang sudah bisa dipastikan beberapa ruas jalan di Jogja akan macet, tak terkecuali di jalan dekat tempat tinggal saya. Dua toko bakpia yang buka berdekatan menjadi biang kemacetan di pagi hingga sore, dimana salah satu toko yang paling dikenal wisatawan luar kota tutup. Sedangkan toko satunya buka sampai malam, padahal mereka di bawah satu manajemen. Saya suka bakpia namun jarang beli, pos keuangan tersalurkan pada hal yang lebih penting 😊.
Bakpiapia Jalan Dagen.

Beberapa jenama bakpia di bawah ini pernah saya makan. Tidak banyak, jika mendapatkan rizki bakpia insya Allah tulisan ini saya update.

1. Bakpia Kurnia Sari
Terkenal banget, pusat penjualan di Jalan Glagahsari, Umbulharjo Yogyakarta. Sekarang memiliki banyak cabang seperti di Jalan Kusumanegara (ratusan meter dari Gembira Loka) dan Jalan Pajajaran, Pogung Lor, Sleman (nama baru ringroad utara). Buka dari jam 08.00 WIB, tutup jam 17.00 dan ada yang 20.00 WIB.
Bakpia Kurnia Sari Rasa Cokelat.

Stok bakpia sudah ada sejak pagi,

2. Bakpia Jogja Istimewa
Saya mendapatkannnya saat mengikuti acara di Eastparc Hotel. Bakpia Jogja biasa digunakan sebagai suvenir para tamu. Bakpia ini juga membuka outlet di Eastparc Hotel, selain di situ saya kurang tahu hehe.
Bakpia Jogja Istimewa.
Kulit bakpia tipis dengan isi kacang ijo. Teksturnya juga lembut. Manisnya juga pas di lidah saya.

3. Bakpia Soemadigdo
Pusat penjualan di Jalan Ireda 11, Yogyakarta. Saya mendapatkannya saat mengikuti acara Toyota Avanza Club Indonesia (TACI) Jogja di Ulam Tirta Resto, beberapa saat lalu. Saya belum punya mobil, hanya menghadiri undangan 😊.

Letak outletnya di utara (dahulu) Purawisata, parkirnya luas dan bisa menampung bus besar.
Bakpia Soemadigdo Kacang Ijo.
Sama dengan kedua bakpia di atas, teksturnya juga lembut dengan kulitnya yang tipis.

4. Bakpiapia
Pertama kali merasakan Bakpiapia di beberapa kelas Akber Jogja. Dulu saat saya masih aktif mengikuti kelas-kelas Akber, Bakpiapia beberapa kali mensupport tanpa minta balasan (kicauan maupun penyebutan jenama di kelas). Banyak varian yang dikeluarkan Bakpiapia, yang paling saya suka adalah Bakpiapia Janggut Naga yang memiliki keunikan rasa.

Bakpiapia Janggut Naga.
Janggut Naga bakpia dengan isi abon sapi pedas, berbeda dengan bakpia yang lebih dahulu beredar di pasaran yang biasa berisi kacang ijo, cokelat, kumbu hitam, atau rasa susu.
Varian Bakpiapia.

Pusat produksi di ruko Bayeman Permai, Jalan Wates. Sedangkan outletnya tersebar di beberapa tempat. Yang terkenal adalah di Jalan Dagen, seberang Malioboro Mall. Di tempat tersebut, pengunjung juga bisa melihat sedikit proses pembuatan bakpiapia.

Harga masih bersahabat
Harga bakpia di Jogja memang mahal bila dibandingkan dengan gorengan 😂, tapi bakpia Jogja memang ngangeni serta menjadi jajanan oleh-oleh khas DI Yogyakarta.
Lalu apa bedanya bakpia-bakpia di atas dengan Bakpia Pathuk? Perlu diketahui, Pathuk adalah nama kampung di Kelurahan Ngampilan Kecamatan Ngampilan Kota Jogja, di sekitar barat Jalan Malioboro. Tetenger paling mudah bagi wisatawan luar adalah Pasar Pathuk. Di kampung inilah awal mula bakpia Pathuk.

Ciri khas Bakpia Pathuk atau bakpia original adalah kulitnya yang tebal; ada yang keras, ada yang lunak. Itulah perbedaan mendasar dengan ketiga bakpia di atas.

Mengenai rasa, kembali lagi ke selera asal. Ada yang suka bakpia berkulit tebal, ada yang suka kulit tipis. Ada yang suka isi kacang ijo, ada yang suka kumbu hitam, atau ada yang suka isi abon. Saya pribadi suka bakpia berkulit tipis karena sugesti isinya lebih banyak. Tapi tidak menolak jika diberi bakpia berkulit tebal, hehehe..

Pembaca budiman yang membaca sampai akhir, suka bakpia isi apa? Tulis dong di kolom komentar... Terima kasih 😉.

No comments:

Post a Comment