Sabtu, 22 Desember 2018

Menikmati Malioboro, Parkirnya di Taman Abu Bakar Ali

Berapa kali aku jalan-jalan di Malioboro Jogja? Sampai tulisan ini dimuat, aku belum menyentuh angka 100 πŸ˜„. Jika tidak ada kepentingan mendesak, tidak pergi ke sana. Untuk mencapainya sungguh melelahkan, berjuang sabar dengan kemacetan.

Ke Malioboro, sedikit dipusingkan oleh parkir. Tidak semua tempat boleh ditempati untuk parkir kendaraan, harus di kantong-kantong parkir di sekitar Malioboro. Kantong parkir seperti mall dan hotel menggunakan skema parkir progresif, untuk menekan parkir kendaraan seharian dan bisa gantian dengan yang lainnya. Sudah mahal tapi kok ya banyak yang menggunakan, lebih tepatnya karena memang butuh dan terpaksa.


Angkutan umum masih belum bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat lebih suka menggunakaan kendaraan pribadi, termasuk diriku.... ngirit puol, tetap lebih irit dan cepat daripada angkutan umum, apalagi dibandingkan dengan ongkos naik jasa transportasi online.

Beberapa waktu lalu, aku ikut kegiatan dari pagi sampai sore di sekitaran Malioboro. Jika parkir di hotel atau di mall bisa habis Rp.10.000an, lalu dimana harus parkir kendaraan? Setelah bertanya pada beberapa teman, tempat parkir ideal adalah Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA).
Taman parkir Abu Bakar Ali
Letaknya persis di selatan rel kereta api, utara Hotel Grand Inna Garuda, atau utara Malioboro lah.. Kenapa dinamakan Abu Bakar Ali? Karena tempat parkir ini berada di Jalan Abu Bakar Ali πŸ˜….

Biasanya bus dan kendaraan roda 4 parkir di lantai dasar, sedangkan motor di lantai 2 dan 3. Pada liburan akhir tahun, tempat ini dikhususkan untuk mobil dan motor, katanya nih... bus dilarang parkir di sini selama libur akhir tahun.
Parkir motor di lantai 2.
Parkir motor di Taman ABA sangat luas, konon katanya bisa menampung hingga 3000 motor. Di hari biasa terutama pagi, suasana cukup sepi seperti terlihat pada foto di atas. Waktu liburan tiba parkiran motor sudah lumayan terisi dari pagi. Untuk pembonceng, sebaiknya turun saja di lantai 1 dan menunggu teman pengendara turun, tujuannya untuk menghemat tenaga πŸ˜‚.
Tangga pengendara motor di parkir Abu Bakar Ali.

Tarif parkir motor Abu Bakar Ali

Setahuku tarif parkir motor flat Rp.3000, seperti yang tertera di karcis parkir. Jadi parkir di sini cukup menguntungkan untuk orang yang punya tujuan jalan-jalan dalam jangka waktu lebih dari 3 jam.
Karcis parkir, motretnya blur.
Tidak jarang tempat ini jadi titik kumpul rombongan (memarkirkan motor, lalu pindah naik mobil rombongan) untuk menuju ke satu tempat. Seperti yang kami (blogger) lakukan 2 pekan sebelumnya, pergi ke Gunungkidul dari pukul 06.00-17.00 WIB, tarif parkir tetap dan tidak dinaikkan.

Jam operasional parkir Abu Bakar Ali

Setahuku mulai buka pukul 06.00 WIB dan tutup pukul 23.30 WIB. Jadi di sini kendaraan tidak diperkenankan menginap (coba tanya langsung pada petugas, mungkin saja sudah berubah aturannya πŸ˜€).
Jam tutup parkir.
Taman Parkir Abu Bakar Ali bisa menjadi tempat alternatif parkir saat berkunjung ke Jogja (terutama Malioboro), tarifnya cukup bersahabat untuk ukuran parkir di area parkir mahal (progresif).

Update 31 Desember 2018
Dengarkanlah keluhan warganet yang selalu berulang tiap ada tanggal merah lebih dari 2 hari. Tarif parkir menjadi masalah yang tak pernah selesai di Kota Jogja.

Jumat, 07 Desember 2018

Menu Ayam Kampung di Ayam Goreng Nelongso Jogja

Senin 3 Desember 2018 dipilih sebagai hari pembukaan Ayam Goreng Nelongso pertama di DI Yogyakarta, tepatnya di Jalan Kaliurang km 6,3 No. 60 Mlati, Sinduadi Sleman DI Yogyakarta. Ada 500 porsi disediakan Ayam goreng Nelongso Jogja untuk para warganet, pada 3-7 Desember 2018. Aku salah satu yang memanfaatkan kesempatan ini πŸ˜…, bukan undangan tulisan berbayar πŸ˜‚.
Ayam goreng Nelongso Jogja.
Awalnya aku heran, kenapa namanya "Nelongso" dan gambar logonya bukan ayam, malah bebek. Setelah lihat papan reklame di atas, aku paham dengan nama "Nelongso". Cukup bayangkan saja nasi + ayam goreng seharga Rp.5.000 dimana di Jogja harga nasi ayam minimal Rp.8.000 per November 2018 wkwkkw. Rumah makan ini menyediakan juga menu bebek, sehingga menggunakan logo kepala bebek (?)
4 Desember 2018.
Aku memilih tanggal 4 menghindari empet-empetan sesama pejuang gratisan wkwkwk πŸ˜‚. Aku mengirim balasan pesan kepada admin 3/12/2018 sore, mungkin kuota hari pertama sudah habis, sehingga diberikan slot esok hari (jawaban serius).
Antre.
Yang namanya gratisan biasanya antre, yang nggak gratis..... juga antre 😊. Contohnya gerai fried chicken lokal maupun interlokal, selalu saja antre. Waktu ke Ayam Goreng Nelongso kemarin antrean masih manusiawi, penyajiannya pun tidak sampai 10 menit. Ini karena sistem yang digunakan adalah pesanan diantar ke meja, konsumen cukup antre untuk memesan dan langsung bayar.
Daftar menu dan harga.
Aku memilih duduk di lantai dasar, males harus naik meskipun tempatnya berpendingin ruangan. Ada wastafel di ruang utama, sedangkan bagian belakang ada tempat shalat dan toilet. Meskipun hujan mengguyur, pengunjung tetap berdatangan. Iyalah, pas jam makan siang πŸ˜ƒ, tidak semuanya pejuang gratisan kok, yang bayar juga ada. Perlu ditekankan bahwa e-voucher gratis cuma MAKAN, parkir kendaraan dan minumnya BAYAR sendiri πŸ˜‹.
Lantai dasar.
Saat yang dinanti tiba, paket nasi ayam kampung datang ke meja. Aku agak kecewa, baru tahu penyajian di sini sambal "ditumpahkan" ke ayam. Ayam menjadi tidak berasa karena lebur dalam sambal, mungkin inilah ciri rasa ayam rumah makan ini, kekuatan bumbu ada pada sambal. Celakanya lagi, aku pesan sambal pedas. Pengalaman awal sangat berguna, untung gratis wwkwkwk. Lain kali pesan tanpa sambal, toh sambal sudah disediakan gratis ambil sendiri. Ada 11 macam sambal tersedia, ditambah 1 kemasan kecap Bango. Mangkok plastik ukuran koin Rp.500 digunakan untuk tempat sambal yang akan pengunjung bawa ke meja makan.
Nasi ayam kampung.
Lampu di rumah makan ini kuning, tidak mendukung instagramable, hasil foto menjadi serba kuning seperti di atas. Seporsi nasi ayam kampung terdiri dari nasi, tahu goreng, seiris mentimun, sayap ayam kampung dengan guyuran sambal. Di daftar menu, tidak ada pilihan dada, paha, atau sayap. Sepertinya pengunjung hanya bisa pasrah mendapatkan potongan ayam bagian mana 😊. Pun tidak tersedia menu tambahan lalapan.

Harga sudah sesuai dengan apa yang didapat, semua kembali lagi ke selera asal. Ayam Goreng Nelongso Jogja punya keunggulan yang tidak dimiliki rumah makan ayam (lokal) lain yaitu buka 24 jam. Selamat makan..

Jumat, 30 November 2018

Akhirnya Ada Kereta Api Pekalongan - Jogja

PT Kereta Api Indonesia akhirnya membuka rute kereta mengitari Jawa bagian tengah (Jawa Tengah - DI Yogyakarta) mulai 1 Desember 2018. Nama kereta ini "agak maksa" yaitu Joglosemarkerto, singkatan dari Jogja Solo Semarang Purwokerto. Rencananya sepur akan membawa 2 kereta eksekutif kapasitas 100 penumpang dan 7 kereta ekonomi kapasitas 560 penumpang.

Artinya dalam 1 kereta ekonomi berkapasitas 80 penumpang. Kabar baiknya adalah kursi penumpang 2-2, setelah mengecek di aplikasi penjualan tiket. Setidaknya lebih baik dari KA Kalijaga Semarang - Solo Balapan yang tempat duduknya 2-3.

Tiket masih membingungkan
Tiket bisa dibeli dan dipesan melalui loket stasiun dan situs penyedia tiket kereta api. KA ini merupakan perpanjangan rute 2 KA yang sudah beroperasi sebelumnya yaitu KA Kamandaka Semarang - Purwokerto dan KA Joglokerto Solo Balapan - Purwokerto. Tapi masalah tiket online masih membingungkan.

Misalnya begini, jarak Pekalongan - Jogja via Purwokerto berbeda dengan Pekalongan - Jogja via Semarang. Harga tiket pun seharusnya berbeda, lebih murah via Semarang.
Pekalongan Jogja via Purwokerto.
Merujuk situs tiket KAI, KA Joglosemarkerto hanya berangkat sekali dengan nomor perjalanan 7081, berangkat dari Pekalongan pukul 07:43 WIB dan sampai di Stasiun Tugu pukul 13:50 WIB. Tiket kelas ekonomi dihitung-hitung lebih murah, nyaman, dan cepat daripada naik travel atau suttle bus. Dengan waktu tempuh 6 jam 7 menit, kereta ini lewat mana? Purwokerto atau Semarang? πŸ˜…

Semoga masalah tiket ini segera dibenahi, agar konsumen tidak bingung menentukan mau lewat mana. Mungkin tidak begitu masalah jika harga keduanya sama, sayangnya harga tiket via Purwokerto dan via Semarang perbedaannya cukup jauh.

Jadwal keberangkatan dan tarif bisa dilihat di siaran pers PT KAI.

Update 3 Desember 2018
Setelah menelaah siaran pers KAI, dari 3 KA Joglosemarkerto hanya 1 jadwal keberangkatan dari Solo (06:00 WIB) yang memutar (loop) searah jarum jam tanpa "ngetem". 2 KA lain (eks Kamandaka) pake "ngetem" di beberapa stasiun.

Hanya 1 jadwal Pekalongan - Jogja via Purwokerto. Ada 1 jadwal Pekalongan - Jogja via Semarang tapi di siaran pers, KA hanya sampai Solo Balapan. Untuk meneruskan ke Jogja harus beli tiket lagi Solo - Jogja (meskipun menggunakan kereta yang sama) dan harganya wow sekali, kelas ekonomi Rp35.000 πŸ˜‚.
Pekalongan - Solo - Jogja.
Berangkat dari Pekalongan 13:15 WIB sampai Solo Balapan 17:22 WIB. Tiket saat ini hanya dijual di loket stasiun, belum ada di situs penyedia tiket. Admin media sosial KAI jika ditanya jadwal ini malah bingung πŸ˜„.
Jadwal KA Prameks Solo - Jogja.
Dari Solo Balapan ke Jogja bisa dengan KA yang sama (17:37 WIB) atau KA Prameks (Desember 2018 tiket Rp.8.000) yang berangkat pukul 18:00 dan 18:40 WIB. Perlu diketahui tiket KA Prameks tidak dijual online (Per 1 Februari 2019 KA Prameks dijual online).

Salah satu dugaan kenapa KA Joglokerto "ngetem" dulu di Solo Balapan adalah untuk mengakomodir penumpang KA Prameks Solo - Jogja. Okupansi yang melebihi kapasitas menyebabkan penumpang sering tidak kebagian tiket, sehingga terpaksa naik KA Prameks jadwal berikutnya.


Update 7 Januari 2019
Jadwal KA Joglosemarkerto yang ada di situs tiket online hanya tersedia tanggal 1 hingga akhir bulan atau diperbarui sebulan sekali. Misalnya hari ini tanggal 7 Januari akan memesan tiket bulan Februari, jadwal keberangkatan tidak akan ditemukan karena belum tersedia.

Rumornya KA Joglosemarkerto saat liburan pergantian tahun 2018-2019 sering mengalami keterlambatan, saya belum membuktikan karena belum pernah naik kereta ini πŸ˜€.


Artikel Terkait
- Berjuang Mendapatkan Tiket Prameks
- Tiket KA Prameks Bisa Dipesan Online
- Tiket Bus Batik Solo Trans Terasa Mahal?

Kamis, 22 November 2018

Sebelum Matahari Meninggi di Situs Warungboto

Situs Warungboto berada di tepi Jalan Veteran Yogyakarta. Keberadaannya hampir terabaikan dan tak menyangka ada tempat yang sekarang menjadi tujuan pemotretan. Jalan Veteran termasuk jalur cepat di kota Yogyakarta, jarang orang melirik kanan kiri karena tidak ada pemandangan menarik, selain rumah dan toko-toko kecil milik warga. Situs Warungboto baru (sedikit) dipugar kembali (jika tidak keliru) sekitar tahun 2015-2016. Salah satu tetangga cerita bahwa bata merah untuk pemugaran diambil (dibeli) dari (toko) nya πŸ˜„.
Dahulu kala, ada air memancar dari tengah kolam.
Sebelumnya aku tidak begitu memperhatikan situs ini, dulu tidak terawat apalagi berada persis di samping makam. Jangan berpikiran aneh-aneh, itu bukan makam keramat. Setelah dari tepi jalan terlihat pemugaran selesai, aku mengajak keponakan main ke situ, eh malah ketemu tetangga yang lagi momong anaknya di dalam situs πŸ˜….

Masuk gratis
Pagi sekitar pukul 06.00 WIB aku masuk dari arah Jalan Veteran, tidak ada loket tiket, langsung mbrobos melewati pagar kawat. Setelah berada di dalam, aku baru tahu ada pintu dari timur, umumnya pengunjung masuk dari pintu tersebut dan dikenai ongkos parkir kendaraan. Aku kurang tahu persis jika lewat timur, kemungkinan jika menggunakan mobil masuk dari jalan sebelah barat Sungai Gajah Wong di Jalan Ki Penjawi. Atau yang mengenal medan bisa lewat gang-gang kecil di utara-selatan situs menuju tempat parkir. Silakan ubleg-ubleg Googlemap πŸ˜ƒ, tapi daripada ribet mendingan parkir di Jalan Veteran, sekarang sudah ada plang bertulis "parkir Situs Warungboto".
Warung kaki lima situs Warungboto di tepi Jl. Veteran.
Sekilas Situs Warungboto
Membaca sekilas halaman kemdikbud, aku jadi tahu situs Warungboto merupakan bagian dari pesanggrahan (taman) Rejowinangun, yang dibangun mulai tahun 1785 oleh pangeran (putra mahkota) KGPAA Hamengkunegara, yang pada tahun 1792 menjadi Sri Sultan Hamengku Buwana II.

Mungkin dahulu tempat ini masuk daerah (Kelurahan) Rejowinangun, tapi sekarang masuk wilayah (Kelurahan) Warungboto sehingga dinamakan situs Warungboto. Setahuku kedua kelurahan ini dibatasi oleh Sungai Gajah Wong yang membelah sisi timur Kota Yogyakarta.
Salah satu lorong kecil untuk main petak umpet.
Dalam pesanggrahan terdapat tempat istirahat bagi raja dan keluarga dan pemandian. Menurut salah satu sesepuh Warungboto (bukan warga asli tapi sudah menetap dari akhir 1970an, bukan mbah kaum atau dikeramatkan), dulu di dekat situs Warungboto terdapat mata air dengan air yang menyembur dari tanah hingga beberapa meter ke udara. Namun setelah ada pembangunan jembatan di Jalan Kusumanegara (dekat Gembira loka) yang menebang beberapa pohon penyimpan air, air yang menyembur lama-lama mengecil dan menghilang. Sekarang tidak ada lagi mata air di daerah tersebut.

Mata air inilah yang menbuat beberapa gang di sekitar situs diawali dengan kata "Umbul", diabadian menjadi nama kecamatan Umbulharjo.
Pancaran air dulu keluar dari situ.
Jalan-jalan sebentar
Sekilas tempat ini seperti miniatur Taman Sari yang dibangun tahun 1758. Perbedaannya sekarang tempat ini tidak eksotik dan tidak ada benteng yang mengelilinginya. Sebagian area sudah menjadi pemukiman penduduk dan sepertinya tidak menjadi sultan ground. Kita sekarang hanya bisa melihat sedikit sisa-sisa Pesanggrahan Rejowinangun.
Jalan masuk utama dari timur.
Waktu berkunjung terbaik adalah pagi hari hingga sekitar pukul 08.00 WIB, dan sore hari sekitar 15.30 hingga sebelum Maghrib. Waktu-waktu tersebut masih idel untuk pemotretan. Sedangkan siang hari sangat tidak disarankan karena cuaca panas, pencahayaan berlebih, dan tidak ada tempat berteduh.
Sisi tenggara berbatasan dengan makam.
Ketika berkunjung ke sini bulan Juni 2016, sisi selatan masih dalam tahap perbaikan agar menyerupai bangunan asli. Foto dalam artikel dipilih sebagai pembeda dengan foto-foto yang sudah lalu lalang di internet.

Kamis, 08 November 2018

Adakah Parkir Inap Motor di dekat Stasiun Lempuyangan?

Saya lumayan sering bepergian naik kereta api terutama untuk jarak pendek menggunakan komuter Prameks. Berangkat pagi pulang malam, atau kadang beberapa hari melakukan safar. Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, yang sekarang menjadi stasiun kelas ekonomi hampir selalu menjadi titik keberangkatan. Kenapa demikian? Akses stasiun yang mudah dijangkau dengan bus Trans Jogja, dekat dengan jalan raya, dan bersahabat dengan pemakai kendaraan pribadi menjadi alasannya.

Dengan berangkat menggunakan Prameks terpagi atau kereta tengah malam, sungguh mustahil mengandalkan transportasi umum kecuali taxi online. Alasan itulah menjadikan saya hampir selalu menggunakan motor dan menitipkannya di penitipan (parkir) motor.

Kenapa tidak di Stasiun Tugu Yogyakarta saja? Alasannya karena:
  • Letaknya lebih jauh dari tempat tinggal,
  • tidak ada parkir inap,
  • tarif parkir progresif,
  • jauh dari halte Trans Jogja.
Di area Stasiun Lempuyangan terdapat kantong parkir, tapi tarifnya progresif. Ada juga parkir di tepi jalan stasiun, tapi biasanya hanya untuk penjemput atau calon penumpang yang memesan tiket, untuk meninggalkan motor di sini seharian sangat riskan. Alternatif terakhir adalah yang terbaik, parkir di rumah penduduk depan (selatan) Stasiun Lempuyangan.

Hampir semua rumah penduduk di selatan stasiun menjadi tempat parkir inap motor. Jam buka penitipan bervariasi, ada yang buka 24 jam, ada pula yang buka Shubuh dan tutup menjelang tengah malam. Beberapa pengelola pernah saya coba tapi tidak berlangganan.
Tarif penitipan motor Stasiun Lempuyangan.
Tarif parkir inap
Mungkin saat ini sudah umum di Yogyakarta, tarif inap motor rata-rata sama yaitu Rp.3.000. Tarif ini dihitung dari pukul 00.01 - 23.59 WIB, misalkan parkir hanya satu jam tapi melewati tengah malam akan dikenakan tarif 2 hari.

Yang perlu dipertimbangkan saat menitipkan motor di sekitar stasiun adalah
  • Jalan Lempuyangan diberlakukan searah dari barat ke timur, pintu masuk-keluar stasiun ada di sisi timur. Sedangkan pintu keluar ada 2, sisi barat dan timur.
  • Jam buka penitipan motor, terutama jika diperkirakan sampai stasiun tengah malam.
  • Pelayanan dan fasilitas, carilah yang terbaik dan sesuai dengan selera.
Selama ini saya tidak mengalami kendala berarti selama menitipkan motor. Dulu pernah sering menitipkan ke X tapi beberapa bulan kemudian usahanya tutup. Pernah menuju ke Y tapi ternyata pagar depan tertutup rapat. Pernah juga ke Z tapi ditolak dengan alasan penuh.

Minggu, 04 November 2018

Selayang Pandang Restoran Sekar Kedhaton di Sabtu Malam

Kotagede merupakan "kota tua" di Yogyakarta, ratusan tahun lalu pernah menjadi ibukota Kerajaan Mataram Islam. Maka tidak heran jika di sini terdapat bangunan dengan arsitektur kuno, salah satunya ada di Jalan Tegal Gendu 28 Kotagede Yogyakarta. Pada tahun 1800an berdirilah bangunan dengan pengaruh budaya Portugis, Belanda, Cina, dan Jawa. Bangunan tersebut masih berdiri kokoh dengan nama Sekar Kedhaton Restaurant.

Restoran yang sudah dikenal wisatawan ini sehari-hari menyajikan menu masakan Jawa. Guna memberikan lebih banyak variasi kepada pelanggan, mulai November 2018 manajemen memperkenalkan kuliner spesial Nusantara tiap Sabtu malam yaitu Paket Selayang Pandang. Tema Selayang Pandang adalah kuliner khas Nusantara dengan tema kuliner selalu berganti tiap pekan. Di pekan pertama November 2018, tema yang diambil adalah masakan Bali. Mulai pukul 17.00 WIB beberapa kuliner khas Bali mulai disajikan, seperti Nasi Kecombrang, Sate Lilit Sambal Matah, Kering Tempe Manis Kacang, Lawar Kacang Panjang, Nyat-nyatan Ayam, Telor Godok Cabai Ijo, dan Ikan Bakar Jimbaran.
Paket Selayang Pandang.
Sedangkan hidangan penutup (desert) berupa es melon selasih dan jajanan khas Kotagede seperti Kipo dan Mata Kebo. Tak ketinggalan juga buah-buahan lokal yang menyegarkan.

Aku mengambil semua menu yang tersedia, tentunya porsi kecil asal semua bisa dicicipi. Nasi Kecombrang pun hanya mengambil satu bungkus, restoran juga sudah menyajikan nasi putih. Semua bisa diambil semau kita karena Selayang Pandang merupakan paket all you can eat.
Porsi yang kumakan.
Lihat gambar di atas sepertinya ada yang terlewat? Betul... aku tidak mengambil sambal, padahal sudah tersaji berbagai sambal khas Bali. Aku suka Nasi Kecombrang ini, rasa kecombrangnya nendang banget, disamping nasinya gurih yang menggugah selera makan. Lawar Kacang Panjang sekilas hampir sama dengan Urap masakan Jawa, yang membedakan adalah tidak ada sayuran lain selain kacang panjang serta bumbu khas Bali.
Sambal Embe.
Sate Lilitnya lembut banget, tanpa cocolan sambal pun sudah terasa lezatnya. Nyat-nyatan Ayam bisa dikatakan seperti Ayam Suwir, semua kuliner ini sangat terasa sekali bumbunya di lidah.
Nyat-nyatan Ayam.
Di Sekar Kedhaton Restaurant, kuliner tersebut dimasak dengan cara halal, tidak ada campuran darah dan Babi di dalamnya. Jadi tak perlu khawatir menyantap kuliner di restoran grup Ansor Silver ini.
Telur Godok Cabai Ijo.
Selayang Pandang pekan I bulan November dengan tema kuliner Bali sudah terlewati, rencananya pekan II akan menampilkan kuliner Sulawesi, pekan III kuliner Kalimantan, dan pekan IV kuliner khas Sumatra.
Hidangan penutup.
Khusus bagi pemegang KTP DI Yogyakarta akan mendapatkan potongan harga 30% dari harga paket Rp.119.000++ per pak. Tertarik untuk mencobanya? Silahkan reservasi atau langsung menuju Sekar Kedhaton di Sabtu malam.

Jumat, 02 November 2018

Cara Mudah Merawat Tas Wanita Berbahan Kulit

Tas berbahan kulit selalu diminati kaum wanita dan tak pernah terkesan ketinggalan zaman. Karena bahan kulit memang cocok dipadukan dengan aneka jenis tas. Setidaknya Anda pasti memiliki satu koleksi tas kulit, bisa berupa sling bag atau jenis tas lainnya.

Merawat tas kulit sebenarnya tidak sulit bila Anda sudah memahami caranya. Ulasan tentang cara merawat tas kulit ini pasti mudah Anda lakukan secara teratur:
Tas selempang (sumber: mataharimall)

Membersihkan Noda pada Tas Kulit
Tas kulit yang tampak bersih sekalipun harus tetap dirawat secara teratur. Karena pasti ada saja kotoran yang melekat di permukaannya. Anda patut membersihkan tas kulit dengan produk pembersih khusus berupa cairan yang mengandung pelembap. Selanjutnya, teteskan cairan tersebut pada permukaan kapas bertekstur lembut. Usapkan kapas dengan gerakan searah pada seluruh permukaan tas kulit. Maka kotoran pada permukaan tas kulit pun akan berpindah psda kapas. Ulangi cara ini beberapa kali sampai kapas benar-benar terlihat bersih.

Mengeringkan Tas yang Terkena Air
Jangan panik jika tas kulit Anda terkena tumpahan air atau air hujan. Anda mesti menggunakan kain lap micro fiber untuk mengeringkannya. Supaya tidak ada air yang terserap pada permukaan tas kulit tersebut. Selanjutnya, jemurlah tas kulit kesayangan Anda di tempat yang berangin dan teduh. Jika tas tersebut berupa sling bag, Anda tinggal menggantungnya saja. Diamkan selama beberapa jam sampai seluruh permukaan tas menjadi kering sempurna.

Menjauhkan Tas dari Sinar Matahari
Selain air, ternyata sinar matahari juga merupakan musuh utama tas kulit. Karena bahan kulit rentan mengalami perubahan tekstur dan warna bila terkena sinar matahari terlalu lama. Sebaiknya Anda selalu menjauhkan tas kulit kesayangan dari sinar matahari. Letakkan tas di tempat yang teduh agar tekstur dan warna kulitnya tetap awet dalam waktu lama.

Menyimpan Tas di Tempat Kering dan Sejuk
Anda tak boleh menyimpan tas kulit kesayangan di sembarang tempat. Sebab tas harus disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari. Tempat terbaik untuk menyimpan tas adalah laci atau lemari kamar. Namun, Anda harus memeriksanya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa tempat tersebut benar-benar bersih. Tak ada salahnya pula bila Anda memeriksa tas setiap satu hingga dua bulan sekali sambil membersihkan permukaannya.

Jangan Menumpuk Tas Saat Menyimpannya
Orang yang punya banyak tas kulit biasanya menyimpan tas-tas tersebut dengan cara ditumpuk. Padahal, menumpuk tas akan meningkatkan risiko perubahan bentuk tas. Sebaiknya Anda menyimpan tas satu per satu tanpa terganggu oleh tas lain. Untuk sling bag, Anda juga bisa menyimpannya dengan cara digantung. Supaya bentuk tali panjang pada sling bag tersebut tidak berubah.

Mengisi Tas dengan Busa atau Kertas
Jangan menganggap sepele busa atau tas yang digunakan untuk mengganjal bagian dalam tas. Mengisi tas dengan busa atau kertas bermanfaat untuk mempertahankan bentuk tas. Sehingga tas kesayangan Anda tak akan mudah berubah bentuk walaupun disimpan dalam waktu lama. Jumlah busa atau kertasnya harus banyak agar bisa memenuhi isi tas secara maksimal.

Nah, kini Anda tahu kan kalau merawat tas kulit ternyata sangat mudah. Anda yang belum punya tas kulit pun pasti mulai tergugah untuk memilikinya. Jadi, pilihlah tas kulit yang bentuknya sesuai dengan kebutuhan Anda. Tas kulit berkualitas akan mendukung aktivitas Anda dan membuat penampilan semakin bergaya.

Kamis, 01 November 2018

Cocofest, Festival Kreatif Anak Muda Indonesia

Punya konten bagus dan menarik jangan hanya disimpan dalam memori, sebab tidak ada yang bisa menilai karyamu, cukup bagus atau perlu perbaikan jadi lebih baik. Ide memang bisa dicuri, tapi jika kamu tidak mau mengeluarkan idemu karena takut dicuri, idemu akan basi ketinggalan zaman. Kamu tidak akan maju, dan akan disalip oleh orang-orang yang punya pemikiran terbuka.

Jika ide maupun kontenmu dinilai bagus dan akan mendapat apresiasi, apakah kamu tetap diam saja? Mumpung saat ini ada Content Creation Festival (Cocofest), yuk kreasikan dan masukkan kontenmu ke panitia, siapa tahu kamu jadi juara.
Cocofest 2018
Coco Festival Indonesia 2018 adalah festival kreatif anak muda Indonesia yang didukung oleh BUMN, yang bertujuan agar anak muda Indonesia saling terhubung dan menginspirasi sehingga lebih kreatif dalam berkreasi.

Ajang kompetisi Cocofest sudah dibuka mulai Oktober 2018 dan baru resmi dibuka pada acara peluncuran program BUMN Milenials di Bontang, Kalimantan Timur 28 Oktober 2018 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Puncak acara pada tanggal 10 November 2018 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan. Selain kompetisi juga ada Showcase & Workshop, Keynote Speech & Idea Talks, dan Meet & Greet dengan beberapa kreator konten terkemuka.

Syarat umum
Kamu hanya perlu membuat konten yang berhubungan dengan BUMN, semisal Bank Mandiri. Konten bisa berupa gambar, video, atau animasi. Kemudian publikasikan melalui media sosial Instagram. Tandai karya kamu ke @cocofestindonesia dan 3 akun teman kamu. Gunakan takarir yang menarik dewan juri dengan tagar #BUMNNyataBuatKita #BUMNHadirUntukNegeri, dan tandai (mention) 3 akun Instagram BUMN yang berhubungan dengan karya.

Tema konten
Karya bisa membahas pembangunan yang dilakukan BUMN, aset yang dimiliki BUMN, atau produk milik BUMN. Kamu bisa memilih satu atau semua tema, supaya lebih fokus membuat konten. Masing-masing tema memiliki besar hadiah yang sama. Tema-tema tersebut adalah Nature, Transportasi, Infrastruktur, dan Lifestyle.
Publikasikan karyamu di Cocofest 2018.
Hadiah
Dibagi menjadi 3 kategori yaitu santri, mahasiswa, dan non mahasiswa. Tiap kategori hanya dipilih 1 pemenang untuk tiap tema dengan nominal 20 juta rupiah. Selain itu masih ada pemenang 1 Best of the best dan 1 Most Favorite, masing-masing berhadiah 30 juta rupiah plus liburan ke Labuan Bajo.
Ratusan hadiah untuk pemenang.
Batas waktu kompetisi
1 Oktober 2018 – 6 November 2018. Pengumuman dilakukan pada 10 November 2018, sekaligus sebagai ajang awarding night untuk para pemenang online competition. Pertanyaan seputar kompetisi Cocofest 2018 bisa diajukan ke akun Instagram @cocofestindonesia.

Segera publikasikan ide dan konten terbaikmu, agar kesuksesan menyertaimu.

Sabtu, 27 Oktober 2018

Pulang Pelesiran, Serombongan Warganet Mual dan Pusing, Kenapa?


Judul yang sangat klikbait untuk meningkatkan pengunjung halaman, wkwkk. Ceritanya begini, ini beneran lho ya bukan fiksi. Usai menghadiri satu acara di Gunungkidul 24 Oktober 2018, mayoritas penumpang di mobil berkapasitas 14 orang merasakan kejanggalan (halah, klikbait lagi πŸ˜‚). Ada yang mual, ada juga yang pusing. Aku termasuk yang mengalami tanda-tanda kemualan dalam perut.

Di sebuah tenda peserta, penyewa sengaja mendatangkan "tukang buat kopi" dari Jogja utara lengkap beserta "blendernya". Kami pun berbondong-bondong melihat pembuatan kopi, memotret, dan merekamnya karena itu tugas kami, hehehe..

Dua pilihan tertera di menu, mau dingin atau panas, pilih kopi tubruk atau kopi susu. Beberapa kemasan berisi biji kopi dari tempat-tempat hits di Indonesia tergeletak di atas meja. Tulisan asal daerah kopi di kemasan seperti nirfaedah karena biji kopinya terbatas, mas pembuat kopi pun jadi "asal" mengambil kopi untuk melayani konsumen.
Es kopi susu.
Yaaa, kopi memang menjadi tersangka utama. Keracunan makanan? Sepertinya bukan, ada jeda 2 jam makan siang dengan minum kopi. Aku bukan kopiholik, jarang banget meminumnya dan hanya mengkhususkan kopi berharga puluhan ribu. Biasanya kopi dengan harga segitu tidak menimbulkan "alergi", (aku pikir) akan sama halnya dengan kopi di acara ini karena dijual dengan harga puluhan ribu. Tapi perkiraanku ternyata meleset.

Di dalam mobil hanya sedikit yang mengaku sakit πŸ˜„, setelah pembubaran rombongan barulah berani menyerukan aspirasi. Aku mencari tahu di Google, kenapa setelah minum kopi jadi mual dan pusing? Dan kutemukan sedikit pencerahan di situs halosehat, kutipan penyebab sakit tersebut seperti di bawah ini.

Karena kafein, bila berlebihan di dalam tubuh dapat mengikat cairan tubuh yang ada di dalam lambung dan membuat iritasi dinding lambung, sehingga menyebabkan perut terasa mual. Ketika lambung tidak mampu lagi mengolah dan memproses kafein menjadi energi, maka zat asam pada kopi dapat meningkatkan asam lambung secara tiba-tiba dan menimbulkan mual.

Kopi dingin alias es kopi dapat menyebabkan kembung dan mual. Beberapa orang memiliki lambung yang mudah kaget, karena lambungnya terbiasa menerima kopi bersuhu hangat.

Sebelumnya sudah ada infeksi di perut, yang disebabkan oleh virus atau bakteri gastroenteritis. Mual terjadi ketika sering minum kopi pekat tanpa gula.

Inilah sedikit jawaban dari situs kesehatan. Tapi aku punya analisa sotoy πŸ˜†, apa itu?

Kuitipan kesehatan dari halaman https://halosehat.com/penyakit/gejala/mual-setelah-mengonsumsi-kopi

Selasa, 16 Oktober 2018

Rasido Mangan ning Preksu Mergo Nesu

Setelah menyambangi BNI Universitas Negeri Yogyakarta, aku melanjutkan perjalanan ke utara. Jam makan siang sudah berlalu lama, lapar semakin terasa. Motorku kujalankan pelan sambil berpikir sebaiknya makan di mana. Terlintas kemudian makan di Preksu, Jalan Gambir Karangasem Baru, Karang Gayam, Caturtunggal, Kecamatan Depok Sleman, DIY.
Berapa menit makanan ndeprok di situ?
Kedua kalinya aku makan di sini, yang pertama aku kehabisan terong. Dengan rayuan maut, mbak-mbak baju merah aku luluh ganti menu telur. Yang kedua hari ini, aku duduk di meja nomor 14. Sebagai sobat qismin, cuma kuat pesan paket Jamur 1 (nasi, jamur dan terong crispy, tempe). Minumnya pun cuma es Nutrisari.

10 menit kemudian es Nutrisari dalam gelas ember datang. Langsung kuteguk hingga setengah gelas, haus dan mengganjal perut lapar. Aku berharap makanan pun segera datang ke meja, supaya kewajiban lebih penting bisa dikerjakan tepat waktu.

Harapan hanya harapan, Preksu telah mem-PHP diriku. Nunggu hingga Nutrisari habis, makanan tak kunjung datang. 40 menit menunggu makanan, tidak datang juga. Padahal aku tetap akn membayar lho, nggak minta gratis. Sajake ngece banget.

Kesabaranku habis, lihat onggokan makanan di meja saji yang nggak segera diantar ke pemesan. Sebenarnya aku masih berharap salah satunya adalah pesananku. Tapi kok ya lambat banget. Akhirnya aku ke meja kasir, pake drama lagi lambatnya 😠. Kubayar minumanku Rp.3.000 lalu ambil motor dengan membayar Rp.1.000, pergi meninggalkan kekecewaan.

Marah sih, tapi masih bisa kutahan. Eman-eman kalau tetap disimpan dalam hati, bisa sakit tubuh ini. Kalau keburu lapar, jangan ke Preksu deh, keburu pingsan nanti nggak ada yang nolongin. Mending cari tempat makan lain yang penyajiannya lebih cepat dan profesional.

Mosok, pesananku dilewati akeh wong? Kan marai nesu. Catat ya, aku tadi ke situ sekitar pukul 14.25 WIB di meja nomor 14. Semoga mereka yang terlibat di dalmnya mendapat ganjaran yang setimpal.


Kamis, 11 Oktober 2018

Berburu Air Terjun Di Malang, Siapa Takut

Jika Bandung merupakan primadona wisata bagi warga Jakarta, maka Malang adalah primadona wisata bagi warga Surabaya. Sedikit menepi sambil mencari udara sejuk merupakan alasan utama warga luar kota untuk datang ke Malang. Tak heran sih Malang akan macet parah jika akhir pekan datang. Tempat wisata di Malang pun mulai penuh sesak. Sebagai alternatifnya, kenapa tidak kamu coba untuk berburu menyisir air terjun yang banyak berada di daerah Malang?

Selain tidak terlalu ramai, udara di kawasan air terjun tentu lebih jernih. Cocok untuk mengembalikan energimu pada awal pekan nanti. Coba deh kunjungi tempat wisata di Malang berikut ini kalau tidak percaya.

Air Terjun Coban Rondo
sumber:ngalam.co
Air terjun Coban Rondo merupakan salah satu air terjun paling populer yang ada di Malang. Di sini kamu bisa melihat air terjun dengan debit air yang banyak, dengan background pemandangan alam yang masih asri. Di kawasan Coban Rondo juga masih ada beberapa wisata lainnya seperti Coban Tengah, outbound, wisata kelinci, dan yang lainnya. Kamu akan dikenakan biaya masuk sekitar Rp. 18.000 saja untuk masuk ke sini.

Coban Talun
sumber:blog.ub.ac.id
Coban Talun berada di lereng Gunung Arjuna, yang membuat air dari coban tersebut begitu jernih dan segar. Jika kamu ingin ke tempat wisata di Malang tersebut, kamu bisa langsung menuju ke Dusun Wonorejo, Bumiaji. Akan ada penunjuk jalan yang tak akan membuatmu tersesat. Dikutip dari traveloka.com tempat ini buka selama 24 jam penuh, jadi kamu juga bisa berkemah di coban tersebut lho. Jika tidak membawa perlengkapan, kamu bisa menyewa penginapan apache camp yang berada di kawasan perkemahan. Seru kan?

Coban Nirwana
sumber:kanalmalang.net
Karena coban ini tergolong baru ditemukan dan dibuka sebagai tempat wisata, masih belum ada papan penunjuk untuk menuju ke sini. Akan tetapi kamu bisa menuju ke arah Gedangan, Malang Selatan, dan bertanya pada penduduk lokal. Air terjun ini memiliki air terjun yang berlapis dan bagian bawah airnya terdapat aliran sungai untuk berendam.


Banyu Anjlok
sumber:mediamalang.com
Kamu pasti belum pernah kan merasakan bermain di air terjun sekaligus bermain di pantai? Nah, Banyu Anjlok ini merupakan air terjun yang berbatasan langsung dengan pantai guys, unik kan? Datanglah ke arah Malang Selatan, tepatnya berada di Desa Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Dari desa terakhir, kamu masih diharuskan menelusuri kebun kopi selama kurang lebih 30 menit. Atau bisa juga lewat jalur laut dengan menyewa kapal sebesar Rp, 50.000 saja.

Sebenarnya masih ada banyak sekali air terjun dan tempat wisata di Malang yang bisa kamu datangi. Coba deh cek di laman Traveloka, ada begitu banyak tempat wisata di Malang yang sayang untuk dilewatkan. Rasanya, satu minggu liburan belum cukup deh untuk mengeksplor Kota Apel tersebut.

Nasi Timlo Redpoint, Steak Kaki Lima yang Sekarang Pindah

Sejak Redpoint Steak kaki lima pindah ke Jalan Babaran Yogyakarta, aku jadi sering makan di situ. Menu favorit dan tidak pernah pesan menu lain di Redpoint adalah Nasi Timlo, makanan khas Surakarta yang lumayan sulit ditemui di Yogyakarta.

Ceritanya, saat melewati Jalan Babaran dengan kendaraan bermotor kuperhatikan spandur kecil yang menginformasikan harga promosi Nasi Timlo turun dari Rp.10.000 menjadi Rp.8.000 saja. Sebagai orang yang suka diskon, aku tergiur mampir ke Redpoint untuk mencicipi Nasi Timlo. Sekitar 2-3 tahun lalu, di kota ini agak sulit nemu makanan berkuah di malam hari. Mayoritas penjaja makan malam menawarkan menu goreng yang bikin tenggorokan meradang.
Nasi timlo.

Mampirlah aku kesitu dan langsung memesan Nasi Timlo dengan minuman air putih πŸ˜ƒ. Jika sepi, tak sampai 10 menit hidangan sudah keluar dengan kuah yang bisa bikin lidah mlonyot. Kuahnya benar-benar dibuat hingga mendidih kayaknya, harus cukup sabar menunggu sampai panasnya kuah nasi timlo tidak begitu panas lagi.

Dilihat-lihat, di dalam mangkuk ada nasi, timlo, ayam kecap potong dadu, dan separuh telur rebus. Ada sedikit taburan daun seledri dan brambang goreng. Sedangkan sambal dan kecap disajikan terpisah. Kuahnya bening seperti kuah bakso, daging ayam kecap seperti ayam di menu mie ayam. Rasanya segar.

Jualan utamanya sebenarnya steak, tapi aku sekalipun belum pernah memesannya πŸ˜€. Katanya sih harganya juga murah. Beberapa orang maupun keluarga terlihat mampir di sini, ada juga sih yang memesan menu nasi goreng.
Daftar menu Redpoint.

Tutup, tidak tahu pindah ke mana
Mungkin pertengahan September 2018 lalu, Redpoint di Jalan Babaran tutup! Pindah ke mana, aku kurang tahu pasti. Melihat persaingan kuliner yang sangat ketat di Yogyakarta, dan pergeseran selera anak muda (katanya disebut millenial) ikut memicu tutupnya steak kaki lima ini.

Lokasi yang ditutup 2018: https://goo.gl/maps/GZwqyVu3pEL2

Jumat, 05 Oktober 2018

Bukit Ngisis Nglinggo, Tempat Foto pemuja Narsisme

Tawaran pergi ke Nglinggo Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo DIY tidak kulewatkan. Sekalipun belum pernah melihat tempat wisata di kabupaten barat DIY ini. Puluhan tahun lalu, sebelum gawai masuk Indonesia pernah ke Pantai Glagah bersama rombongan. Tahu sendiri, zaman itu mana ada dokumentasi πŸ˜† pantainya saja tidak ingat sama sekali.

Aku mau ikut acara yang digagas Asita DIY (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) karena disediakan transportasi 3 bus. Jika tidak ada, jelaslah aku tak pernah kesampaian pergi 😜. Kami berangkat dari parkiran Ambarrukmo Hotel pukul 07.21 WIB, molor sebentar karena biasanya acara-acara seperti ini molornya 30-60 menit.

Saat registrasi aku termasuk undangan dan satu-satunya blogger yang ikut. Lainnya adalah agen travel, hotel, media, Smartfren, dan peserta lomba foto (yang diadakan Asita sebelumnya). Di dalam bus kami mendapatkan sebotol air mineral.

Perjalanan
Sesampainya di perempatan Dekso (cari peta google Lapangan Dekso) bus-bus kami dipandu oleh pengendara motor berompi kuning. Hal ini dikarenakan jalan sempit (tipikal jalanan di DIY), menikung tajam, dan menanjak. Sedangkan kami menggunakan bus-bus besar. Mungkin jika menggunakan bus medium, seperti jika berwisata ke Kabupaten Gunungkidul, lebih aman dan tanpa panduan.
Gerbang wisata Nglinggo Tritis.
Sempat dag-dig-dug bus terpaksa berhenti di tanjakan, perasaan hampir melorot (padahal tidak, hanya perasaan saja) πŸ˜”. Bukan karena busnya tidak layak, tapi karena berpapasan dengan kendaraan roda 4 di tikungan, dan ada kendaraan di depan bus berhenti. Begitulah resiko jalanan sempit, perihal tanjakannya mungkin hampir sama dengan jalanan Jogja - Semarang (kalau ini mah, jalannya lebar). Seketika itu juga perjalanan jadi hening, suara video yang diputar dikecilkan, para penumpang berdo'a untuk keselamatan.

Pukul 09.05 WIB kami sampai di gerbang Wisata Alam Nglinggo Tritis. Dari sini kami harus berganti "shuttle" menuju Nglinggo Tritis karena jalanan hanya bisa dilalui 1 kendaraan roda empat. Kendaraan yang menuju ke sana sebagian dinamakan "odong-odong", yang hanya sebuah Suzuki Carry yang dijebol sisi kiri-kanannya, sehingga menjadi kendaraan tanpa pintu.
Odong-odong Nglinggo.
Aku tidak kebagian naik odong-odong yang hanya 2 biji, dan naik Isuzu elf kapasitas 17 orang. Konsekuensinya aku tidak bisa memotret sepanjang perjalanan. Jika menggunakan kendaraan pribadi atau kecil, tidak perlu transit. Bisa langsung menuju tempat wisata di atas. Syaratnya kendaraan harus dalam kondisi prima, kuat menanjak dan menurun 😌.

Waktu perjalanan 15-20 menit, tanjakannya lebih ekstrim dari sebelumnya. Mobil yang kutumpangi menggunakan persneling percepatan 1 untuk menanjak, terasa tenaganya kuat untuk tanjakan lebih terjal lagi. Di atas (Ngisis) terdapat area parkir dengan beberapa kios mengelilinginya. Sebenarnya kami bisa saja langsung menuju Bukit Ngisis, bahkan menuju tempat lebih jauh lagi. Tapi karena panggung gembira dan tenda sudah terpasang di area parkir, kami harus berhenti di situ.

Ke Bukit Ngisis
Karena keterbatasan waktu, kami langsung berjalan ke atas, melewati jalan beraspal menuju Bukit Ngisis. Bukit Ngisis berada di sisi kiri jalan (dari tempat tenda terpasang), keluar dari jalan beraspal berganti menjadi jalan setapak. Sebelum loket tiket masuk yang kosong (mungkin karena acara ini), kami disambut Kadis Pariwisata Kulon Progo dan jajarannya.
Berjalan kaki menuju Bukit Ngisis.
Katanya nih katanya, tiket masuk Bukit Ngisis hanya Rp.3.000. Tersedia juga toilet sederhana dekat loket tiket dengan memasukkan uang Rp.2.000 ke kotak. Sesampainya di puncak bukit, dimana di situ terdapat gazebo, rombongan beristirahat sambil menikmati hidangan.
Loket tiket Bukit Ngisis.
Jajanan khas desa disajikan dalam wadah tampah, ada pisang kluthuk godhog, pohung, dan geblek (huruf e terakhir dibaca seperti e pada kata teh). Sedangkan minumannya ada kopi dan teh dengan gula terpisah.


Tempat foto
Inilah salah satu tempat untuk foto-foto yang menurutku masih kurang pengamanan. Aku sempat mendengar, "Ini diinjak goyang lho". Jalan kayu yang membentang di depanku ngeri-ngeri sedap, tak lebih dari 5 orang dalam satu rombongan yang berani menyeberang dari tempatku berdiri menuju kendaraan di sana. "Mending lewat jalan memutar lebih aman." Kata seorang rekan yang minta bantuanku memotret. Banyak yang berharap peningkatan pengamanan seperti menempatkan pagar pembatas dan pegangan tangan, mengingat resiko jika jatuh bisa bablas sampai bawah.

Bukit Ngisis sebenarnya cukup menarik, aku lebih suka menikmati pemandangan sambil menyantap hidangan, daripada swafoto nirfaedah. Di sisi barat terlihat gunung Sindoro dan Sumbing, sedangkan di utara ....... tidak tahu πŸ˜†. Tanpa ditambah tempat foto pun kurasa sudah cukup bagus, malah terlihat lebih natural.

Tempat ini cocok bagi pemuja narsisme, bisa swafoto dengan berbagai latar belakang. Alangkah baiknya datang saat masih pagi atau sore hari untuk mendapatkan pencahayaaan yang bagus. Rombongan kami sampai di Ngisis sebenarnya masih pagi, tapi karena hari-hari tersebut matahari terbit lebih awal sehingga pukul 09.00 WIB sudah terasa terik.

Kami tidak berlama-lama di sini, setelah perut terganjal maka perjalanan dilanjutkan (kembali) ke bawah.

Foto-foto lain bisa dilihat di highlights Instagram.

Rabu, 26 September 2018

Warung Mbok Semi, Warung Pecel Khas Blitar di Jogja

Yang kuliah di Fakultas Teknik UGM atau kos di daerah Pogung Yogyakarta mungkin melewatkan warung pecel ini. Dulu zaman-zaman awal muncul, Warung Pecel Mbok Semi ini “ndompleng” dengan (sekarang) Kantin 22. Kantin ini, (lagi-lagi) dulu luas dan ramai. Selain sebagai tempat makan, tersedia juga ruangan untuk warung internet.

Kantin 22 menjadi “jujukan” para mahasiswa teknik, sebelum muncul kantin fakultas dan berbagai tempat makan seperti yang kita lihat sekarang ini. Aku jarang makan di kantin ini, itung-itungannya lebih mahal dari daerah selatan (Jogja). Awal mula tahu menu pecel ini, ya waktu makan di Kantin 22. Bosen dengan menu yang ditawarkan, kok ada etalase kecil menjual pecel. Ya aku coba saja menu ini.
Menu makan Warung Mbok Semi Pecel Khas Blitar.

Pecel dari daerah Jawa Timur berbeda dengan pecel Jogja. Pecel lokal (bumbu kacangnya) tidak ada rasa gurihnya sama sekali, manis thok isinya. Sedangkan yang mengusung nama kota dari Jawa Timur biasanya (bumbu kacangnya) rasanya gurih dan kental. Itu juga berlaku pada pecel Mbok Semi ini, bumbu kacangnya kental, gurih, dan pedasnya pas.

Beberapa kali aku menikmati makan pecel di Kantin 22. Setelah bertahun-tahun tidak pernah jajan di daerah Pogung, satu ketika aku kelaparan dan berjalan di sepanjang jalan Selokan Mataram utara Fakultas Teknik UGM. Kulihat bentangan layar besar bertuliskan Warung Mbok Semi Pecel Khas Blitar. Maka mampirlah aku ke warung tersebut, dua tahun lalu (2016) πŸ˜†.
Suasana dalam warung saat makan siang.

Menempati rumah toko baru yang mentereng, cukup menampung hingga 20 orang (tergantung jumlah kursi). Variasi menunya pun makin beragam, tinggal pilih rawon, pecel, soto ayam, atau nasi rames yang menambah bingung pengunjung, janjane warung makan biasa, soto, atau pecel?

Aku tetap memesan nasi pecel original, rasanya masih sama, porsi nasinya juga masih sama (sedikit), dan rempeyeknya yang didominasi oleh tepung. Pengennya sih dibawa pulang biar bisa nambah nasi di rumah, tapi kalau dibungkus harus merogoh kocel lagi Rp.1.000.
Pecel Mbok Semi yang menggiurkan.

Puas dengan rasa bumbu kacangnya, kurang puas dengan porsinya. wkwkkwkw. Sayurannya lumayan lengkap, minus wortel. Setidaknya bisa mengganjal perut hingga jam 17.00 WIB. Sebagai penutup, minum air putih sebagai pelengkap makan di sini gratis.

Minggu, 23 September 2018

Supaya Memotret Makanan dengan Telepon Pintar Terlihat Lebih Baik

Communitea dot id, sebuah komunitas yang dulu sering mengorganisasi "hari tanpa mobil" di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, di awal kemunculannya mengadakan workshop dan seminar makanan tradisional Kotagede. Bertempat di Restoran Sekar Kedhaton, Jalan Tegal Gendu 28 Kotagede, Yogyakarta pada tanggal 29 Oktober 2016, mereka mendatangkan 2 narasumber. Narasumber pertama merupakan fotografer yaitu Thomas Wirananda, pembuat akun Instagram StreetFoodStories. Dan kedua adalah Prof. Murdijadi Gardjito, guru besar Fakultas Teknologi Pertanian, UGM.
Thomas Wirananda.

Aku datang ke acara ini dan mengikutinya dari awal hingga akhir. Beberapa catatan tentang memotret makanan coba kutuliskan kembali, dengan beberapa modifikasi πŸ˜ƒ supaya lebih enak diikuti.

Syarat utama jadi fotografer makanan atau instagram adalah passion, hobi makan atau kuliner, dan hobi foto. Bukan berarti semua syarat harus dipenuhi, cukup satu saja. Orang yang tidak hobi makan bisa saja menjadi fotografer makanan yang handal, asalkan dia hobi foto atau memiliki minat di bidang fotografi makanan.

Kriteria memotret makanan yang baik adalah bikin orang ngiler, usahakan orang yang melihat hasil foto kita tertarik, ingin tahu lebih jauh, atau ingin mendapatkan makanan yang difoto. Jika hasil foto tidak menarik orang lain, mungkin foto tersebut kurang "menyentuh".

Alat yang digunaka untuk memotret bisa menggunakan kamera DSLR yang sebentar lagi diskontinyu, kamera mirrorrless, maupun telepon pintar yang kemampuannya terbatas.

Fotografi pada intinya adalah melukis dengan cahaya, karena modal utamanya cahaya. Bisa diilustrasikan pengambilan gambar yang bagus adalah jika obyek menerima cahaya dari arah jam 3, 9, dan 12. Perlu diperhatikan adalah "segitiga eksponen" yaitu ISO, aperture, dan shutter speed/kecepatan.
ISO adalah urutan tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Makin tinggi ISO, makin sensitif sensor terhadap cahaya. Sekarang ISO sudah canggih, jangan takut pushed ISO demi mengejar speed (supaya tidak shake/blur/goyang).

Aperture
Untuk mengambil gambar-gambar detil, F (diafragma) tidak lebih dari angka 2,8. Sedangkan mengambil gambar dari sudut atas (top angel) sebaiknya menggunakan diafragma 4-5, 6, dan seterusnya. Makin besar angka diafragma, maka fokus semakin merata.

Shutter Speed
Pengambilan gambar yang baik (khusus obyek diam), kecepatan tidak kurang dari 80. Sedangkan untuk obyek bergerak, kecepatan biasanya di atas 1/250.

Untuk sudut pengambilan gambar (angle) makanan, ada 3 sudut yang menjadi favorit tanpa mengesampingkan "rule of third"; yaitu
1. sudut 45 derajat.
2. top angle (dari atas).
3. below eye level.

Rule of third adalah pembagian bidang foto menjadi 3 bagian atau 9 petak. Garis bagian tersebut membatu fotografer mendapatkan titik fokus utama. Perpotongan garis menjadi titik utama obyek.

Telepon pintar, meskipun memiliki kemampuan terbatas bisa mendapatkan hasil foto yang bagus dengan mengaplikasikan trik khusus. Sedikit tips untuk fotografer dengan telepon pintar adalah carilah tempat yang memiliki banyak jendela untuk membantu pencahayaan alami. Selain itu potretlah pada pagi atau sore hari.