Monday, January 29, 2018

Tak perlu Nunggu Kondangan untuk Menikmati Zuppa Soup

Zuppa soup biasa tersedia saat acara kondangan resepsi pernikahan. Makanan dari Italy ini begitu diminati tamu undangan sebagai penghangat tubuh, mengingat penyajian selalu fresh from the oven. Pengalaman pribadi, ketersediaan zuppa soup hanya pada jamuan prasmanan dan selalu saja antri untuk mendapatkannya.
Menu yang dipesan di Zefa Soup Limasan.
Bagaimana kalau ngidam kebelet kepengen ingin banget zuppa soup, padahal musim nikah? Cari dong... bisa via aplikasi Google maupun Go-Food. Maksudnya, tentu saja ada yang menjual zuppa soup. Aku baru menemukan tempat makan asyik yang menyediakan zuppa soup di Jogja; Zefa Soup Limasan namanya, di Jalan Mawar Maguwoharjo Depok, Sleman DIY.

Lokasi Zefa Soup Limasan dekat dengan Stadion Maguwoharjo, Sleman DIY dan Graha Instiper. Bisa deh, sedari menunggu atau usai pertandingan bola mampir ke sini. Tempatnya terbilang baru dengan fasilitas free wifi. Daerah di Maguwoharjo ini masih nyaman dan asri, tidak sebising di tengah kota.
Zefa Soup Limasan di Maguwoharjo Jogja.
Di Solo, Zefa Soup telah dikenal satu dekade dan sekarang hadir di Jogja. Limasan di belakang jenama Zefa Soup diambil dari bentuk limasan bangunan yang ditempati; menikmati menu Italy dalam suasana Jawa. Keunikan lain yakni kita bisa langsung melihat proses pembuatan zuppa soup, kebersihan tetap terjaga, dengan penggunaan kaos tangan saat peracikan.

Usai melihat menu, aku tertarik dengan zuppa soup tuna. Puff pastry atau "roti" rupanya diproduksi sendiri, agar kuah atau cream tidak "eneg" komposisi susu dan whipping cream disesuaikan. Memang benar sih, setelah merasakan sendiri zuppa soupnya tidak eneg seperti hidangan kondangan.
Zuppa soup tuna.
Penikmat zuppa soup harap sabar ya, karena proses pembuatan butuh waktu ± 15 menit hingga "turun" oven dengan suhu 250°C.... puanuas puooll... Namun kesabaran tersebut akan berbuah kenikmatan #tsaaah.

Setelah pesanan datang, langsung kubenamkan sendok ke tengah mangkuk soup, mengais apa yang ada di dasarnya. Kucicipi sesendok demi sendok, hmmm hangat dan menyegarkan. Creamnya lembut dan tidak terlalu manis, takaran jagungnya pas, jamurnya, dan potongan ayam cacah juga terasa. Ketiga unsur tadi (ayam cacah, jamur, dan jagung) merupakan menu original zuppa soup di Zefa Soup. Varian zuppa soup lain, tinggal ditambahkan, seperti menu zuppa soup tuna ini, irisan ikan tuna di-mix dalam cream soup.

Cara ideal makan zuppa soup adalah "krikiti" sedikit-sedikit pastry di-mix dengan cream. Jika semua pastry dilepas dari mangkuk dan diaduk, taste zuppa sedikit memudar. Selain Tuna varian di Zefa Soup antara lain zuppa soup:
  • original
  • cheese
  • sausage
  • cheese sausage
  • meat ball (beef/shrimp)
  • tuna/crab meat ball
  • crab.
Untuk membedakan banyak varian tersebut, ada taburan topping di setiap penyajiannya. Semisal zuppa soup tuna, wijen putih dan keju parut sebagai toppingnya. Original dengan wijen putih, atau zuppa soup crab dengan wijen hitam.

Menu lain
Zuppa soup merupakan "jualan" utama Zefa Soup, tapi menu lain tetap hadir. Ada varian pasta, chicken, fries, dan rice. Total ada 27 varian menu, sedangkan minuman, dari kopi hitam hingga air putih bisa dipesan. Tidak perlu bingung membayangkan menu X seperti apa Y seperti apa, karena buku menu dilengkapi gambar.
Daftar menu.
Harganya? Tidak "nuthuk" kok, zuppa soup original dibandrol Rp.14.500, seporsi nasi lele penyet dengan sambal mantah bonus lalapan dan sayuran Rp.11.000. Tahu kan harga nasi lele goreng di pasaran (anak kos pasti tahu) 😁.

Buka pukul 11.00-22.00 WIB
Lokasi https://goo.gl/maps/eZpnthAPNjP2
Instagram: @zefasouplimasan

Saturday, January 27, 2018

Membatik Kain di Imogiri

Pukul 10.00 WIB rombongan mulai meninggalkan Hotel Neo+ Awana Jogja menuju Batik Berkah Lestari di Karang Kulon Wukirsari, Imogiri Bantul, DIY. 3 mobil Multi-Purpose Vehicle membawa blogger dan media melakukan care visit ke sentra kelompok batik binaan Dompet Dhuafa.
Kompor listrik untuk membatik.
Mobil kami memilih rute seperti di gambar, lebih jauh daripada melewati Jalan Imogiri Barat – perempatan Tembi – perempatan Pleret – Jalan Imogiri Timur. Jalan sepanjang 15 km ini ramai dilalui kendaraan, sehingga butuh sekitar 45 menit menuju lokasi. Hanya 1 jalan menanjak saat masuk dusun menuju showroom Batik Berkah Lestari, selebihnya landai melambai.
Rute ke Batik Berkah Lestari.
Ini (24/01/2018) adalah kedua kalinya care visit Dompet Dhuafa (DD) bersama blogger Jogja ke lokasi yang sama, sejak duo kakak femes Hanif dan Aqied pada pertengahan Juni 2014. Petualangan mereka masih terekam manis oleh mesin pencari Google. Mengingat jejak digital Batik Tulis Berkah Lestari masih minim, semoga artikel ini masih bisa menembus peij wan Google #halah πŸ˜¬πŸ˜„. Dari Google aku menarik kesimpulan lini penjualan batik ini berasal dari gethok tular, bukan online.

Kelompok Batik Berkah Lestari
Konon daerah Wukirsari sudah menjadi tempat membatik sejak zaman Kerajaan Mataram Islam (1654), yang sempat memindahkan ibukota dari Kotagede ke Pleret. Sehingga Wukirsari dikenal menjadi pusat batik tulis tertua di Bantul. Kegiatan membatik sempat meredup di era industrialisasi, masyarakat lebih memilih bekerja di pabrik atau di luar desa, apalagi upah membatik kurang bisa memenuhi kebutuhan hidup.


Gempa bumi Jogja 2006 ternyata membawa berkah, saat itu Imogiri menjadi salah satu kecamatan terparah terdampak gempa. Beberapa organisasi kemanusiaan dan perusahaan masuk untuk membantu masyarakat bangkit dan membangun kembali. DD awalnya membangun sekolah yang rusak di Wukirsari, melihat potensi batik di masyarakat dibentuklah kelompok batik Berkah Lestari pada tanggal 5 Februari 2007, yang merupakan salah satu dari 12 kelompok batik di desa Wukirsari. Berkah Lestari menjadi kelompok batik pertama di dusun Karang Kulon dan satu-satunya kelompok batik Wukirsari yang semua anggotanya perempuan.

Showroom dan workshop.

DD memfasilitasi peralatan membatik dan membangun tempat kerja dan ruang pamer sederhana, semua kegiatan dan kepengurusan ditentukan anggota kelompok sendiri tanpa campur tangan DD. Saat ini kelompok batik Berkah Lestari memiki anggota 50 perempuan dusun Karang Kulon (tulisan disambung menurut http://kec-imogiri.bantulkab.go.id/desa/wukirsari)

Berkah Lestari hanya membuat batik tulis, tidak ada cap ataupun kain motif batik. Andaikan perlu cap, kelompok batik ini menggunakan jasa pengecapan. Motif batik "sido" menghiasi Berkah Lestari seperti sidomukti, sidoluhur, sidoasih (Net biro Yogya, 2018). Selain itu ada motif ceplok blekok, lereng sente, parang kembang, ceplok kawung, parang kawung truntum, godong telo, ceplok catur, dan kembang tehtehan (Amalia, 2012).
Beberapa motif batik yang dipamerkan.
Pelatihan membatik
Peserta care visit mendapat kesempatan membatik, sebelumnya kami dijamu jajanan ndeso dan sambutan dari Scarf, DD, serta tuan rumah. Agak berbeda dengan pelatihan yang kuikuti sebelumnya, kali ini menggunakan tatakan kardus bekas, tanpa ada pemidang/pembidang/ram. Tepi kain dibiarkan apa adanya sehingga terlihat kurang rapi.

Sambutan pemangku kepentingan.
Sebelumnya aku membatik berbalut ragu dan tangan tremor πŸ™ˆ, sehingga garis yang ditorehkan tidak lugas. Selain itu pengambilan malam terlalu banyak dan keburu dingin menjadi penyebab hasil batik tidak bagus. Waktu membatik kemarin? Hasilnya sama jeleknya dengan yang pertama 😁. Aku baru bisa memperbaiki ragu dan tremor. Semoga di masa depan aku bisa lebih baik lagi memegang canting, untuk menghasilkan batik yang bagus.

Menurut informasi salah satu pengurus, batik tulis Berkah Lestari dibandrol mulai Rp350.000, tergantung jenis kain prima, primisima, atau sutra, serta tingkat kesulitan membatik.

Referensi:
- [PDF] Analisis Kerajinan Batik Tulis Produksi Berkah Lestari Giriloyo Wukirsari, Imogiri Bantul - Amalia Rahmawati

Thursday, January 25, 2018

Kolaborasi dalam Kemanusiaan Berjuang untuk Kepedulian

Traveling kali ini sedikit berbeda, tidak hanya jalan-jalan tapi juga menanamkan kepedulian di lokasi yang dituju. Kegiatan yang diinisiasi Dompet Dhuafa ini dinamakan care visit, bertujuan memberi pengetahuan kepada peserta terhadap pemberdayaan masyarakat. Sebelum care visit, kenalan dulu dengan Dompet Dhuafa, tak kenal maka tak sayang.
Ta'aruf Dompet Dhuafa dengan Blogger di Jogja.
Aku mengenal Dompet Dhuafa (biasa disingkat DD) dari koran Republika yang terpasang di dinding masjid. Zaman itu pembaca koran dinding kemruyuk (ketahuan umurnya) yang didominasi anak kos yang tidak ada fasilitas televisi. Gawai untuk internetan? Masih di alam mimpi. Mengenai sejarah Dompet Dhuafa simak saja halaman resminya.

Restoran Lokal di Jembatan Merah 104c CC, Depok Sleman DIY dipilih sebagai tempat perkenalan, gathering (atau apalah lah namanya) Dompet Dhuafa dengan belasan blogger dan media Jogja (22/01/2018). Direktur Sumber Daya dan Mobilisasi; Bambang Suherman, Wartawati dan Penjabat Konten; Finastri Annisa Nasution, Pimpinan Cabang DD Yogyakarta; Andriansyah, beserta beberapa rekan DD Yogyakarta hadir dalam suasana ceria.

Jadi, DD turun langsung ke DIY ketika terjadi gempa 2006 yang merusakkan infrastruktur dan memakan korban. Kegiatan DD berlanjut saat erupsi Gunung Merapi 2010. Dari penanggulangan bencana ini, keterkaitan DD dan Jogja bersinambung hingga kini.


"Saat terjadi bencana di Jogja, DD berupaya membuat kehidupan keseharian masyarakat tetap berjalan normal. Untuk itu dibangunlah sekolah maupun pasar sementara." Tutur Bambang Suherman. "Saat terjadi bencana masyarakat Jogja tidak hanya berdiam diri pasif. Namun bisa menjadi mandiri, saling menolong sesama korban. Hal ini merupakan perwujudan kearifan lokal Indonesia berupa sikap gotong-royong dan saling membantu."

Dari pengalaman pengelolaan bencana di Jogja, DD belajar bahwa penanganan berbasis masyarakat itu sangat efektif dan merupakan warisan kearifan lokal yang harus dikembangkan. Salah satu cara mempercepat pulihnya kondisi psikologis masyarakat dari bencana adalah mengembalikan kegiatan rutin seperti sebelumnya meski dalam keadaan darurat.
Beberapa produk UMKM binaan Dompet Dhuafa.
Ada 5 program penyaluran dana, dimana masyarakat dapat terlibat di dalamnya. Program tersebut adalah ekonomi, kesehatan, pendidikan, pengembangan sosial, dan dakwah. Sebagai contoh program ekonomi khususnya di wilayah DIY adalah peternakan sapi perah di Umbulharjo, Cangkringan Sleman, dan batik di Wukirsari, Imogiri Bantul. Nah, DD kali ini mengajak care visit ke Batik Wukirsati. Ulasannya ditulis selepas ini πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜„.

DD punya komitmen kuat untuk kolaborasi dengan semua pihak, termasuk dengan blogger. Menurut Bambang, blogger sebagai pewarta warga menjadi salah satu ujung tombak DD untuk menyebarkan kebaikan. Beliau berharap kolaborasi dengan pewarta bisa membangun  masyarakat, saling memberi informasi, serta turut serta membangun dinamika masyarakat yang lebih optimal.

Untuk ikut berpartisipasi dalam kemanusiaan bisa menghubungi salah satu akun media sosial Dompet Dhuafa Yogyakarta yang berkantor di Jl. HOS Cokroaminoto 146 kav.1 Yogyakarta.
FB: Dompet Dhuafa Jogja
TW: @DompetDhuafaDIY
IG: @DompetDhuafaDIY
YT: DompetDhuafa
WB: http://jogja.dompetdhuafa.org

Friday, January 19, 2018

Mahalkah Sewa Jeep Wisata di Tebing Breksi?

Beberapa waktu aku bersama beberapa blogger Jogja nderekke Bupati Sleman meninjau beberapa destinasi wisata di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Uniknya, kami menggunakan mobil SUV (identik dengan jenama Jeep). Perjalanan tersebut dapat dibaca pada artikel Mengecap Lansekap Buana Dari Sleman Lantai 2.

Bila kita naik kendaraan pribadi, bisa langsung ke destinasi wisata tersebut dengan syarat kondisi kendaraan prima dan pengemudi handal. Yang menjadi perhatian adalah tanjakan yang kurang santai. Bus medium naik ke Tebing breksi saja ngos-ngosan, seperti yang kami naiki saat itu.

Jeep wisata jeep (meskipun penyebutannya salah) menjadi daya tarik wisata Tebing Breksi. Kondisi di Prambanan tidak seperti lava tour Gunung Merapi. Di sini, wisatawan tidak akan diajak uji nyali menerabas aliran sungai dan tanah berdebu. Perjalanan relatif nyaman, sekitar 70% jalanan beraspal maupun cor beton. Dan,,,,,,,, SUV yang digunakan kebanyakan pabrikan Jepang keluaran 1980 ke atas, bukan Jeep keluaran 1940an.


Lantas berapakah uang yang harus dikeluarkan jika ingin wisata menggunakan SUV wisata? Mas pengemudi SUV yang kunaiki memberi petunjuk 3 paket jeep wisata, paket short trip, medium trip, dan long trip. Perhitungannya adalah sewa 1 kendaraan dengan maksimal 4 penumpang.

Saran pribadi, pilih paket medium trip atau long trip. Jarak short trip sangat pendek (bisa cek dengan Google Map), baru naik SUV sebentar eee sudah selesai aja πŸ˜ƒ. Short trip cobalah dengan jalan kaki, rutenya menantang sebagai medan treking.

Selain fasilitas yang telah disediakan penyedia paket, siapkan kacamata untuk mencegah mata terkena panas, angin, dan debu.

Artikel terkait:
- Belajar Merenda Perak di Kotagede
- Kalikuning Adventure Park, Bird Watcing dan Keelokan Alamnya

Sunday, January 14, 2018

Kalikuning Adventure Park, Bird Watcing dan Keelokan Alamnya

Sarapan telah tersedia pukul 07.30 WIB di pendopo Kalikuning Adventure Park (KAP). Kupilih bubur, terik tahu, dan kerupuk; mencoba variasi menu selain nasi. Selanjutnya kami bersiap trekking dan bird watching di lahan kosong selatan pendopo. Peserta dibagi menjadi 4-5 kelompok (lupa), masing-masing mendapatkan gelang karet warna, sesuai kelompok. Aku dapat kelompok terakhir bergelang merah.

Sebelum berangkat, peserta dan panitia melakukan pemanasan πŸ™†πŸ™‹πŸ™Œ dan permainan. Aku tidak ikut karena bolak-balik toilet! Dingin banget, baru keluar toilet lalu menuju ke lapangan, sudah kebelet lagi. Mungkin ada 10x aku ke toilet dalam rentang 1 jam. Agak sebel juga kenapa tidak segera berangkat, keburu cairan dalam tubuh habis dikeluarkan untum k menetralisir suhu tubuh.
Bird Watching di Plunyon.

Setahuku, rute trekking kali ini adalah KAP – Plunyon – Dam Plunyon – Umbul Temanten – Kalikuning Park, dengan estimasi jarak ± 5,7 km.
Rute trekking. Dok. Titin Septiana.

Beda KAP dengan Kalikuning Park? Silahkan baca artikel sebelumnya.

Berangkat Menuju Plunyon
Kelompok terakhir ini unik, anggota hanya 8 orang termasuk panitia, itupun berkurang 1 karena ada tugas mendadak dan harus balik ke pendopo. Separuhnya adalah fotografer Genpi Jogja dan Nat Geo (Dwi Oblo). Kami jalan tanpa berhenti hingga bisa menyusul kelompok depan πŸ˜‚ wkwkwk.
Sarapan bubur.
Entah ada penjelasan dari pemandu atau tidak (aku blank), sepanjang perjalanan kami malah asyik mengambil gambar dari berbagai angle. Takjub melihat indahnya alam Kali (sungai) Kuning dan jurangnya, Gunung Merapi, atau Bukit Plawangan yang ada di seberang barat KAP. Jarak dari tempat aku berdiri di KAP dengan permukaan air Kali Kuning sekitar 700 meter (nanti direvisi setelah lihat Google Earth).
Permainan sebelum trekking.
Kupilih jalan bersemen halus di tepi jalan setapak, karena tengahnya ditanam batu-batu besar. Jalan di atas batu membuat kaki cepat lelah, camkan ya..

Selain peserta berseragam, tampak segelintir warga setempat menyeberangi jalan setapak. Mereka memanggul rumput yang disabit di area KAP untuk pakan ternak mereka. Berkat warga tersebut, rumput liar yang tumbuh tinggi jadi bersih. Aku jadi bertanya-tanya apakah rumput ini bisa dijadikan wayang? Mengingat aku pernah membuat wayang rumput di Desa Wisata Pentingsari.
Keindahan Plunyon.
Jalan setapak berundak turun hingga setengah tebing, mulailah terlihat air Kali Kuning. Jalan berbatu berganti cor semen, pucuk-pucuk pinus seperti berebut, bergesek berdesak, berjalin tangan (#halah malah nyanyi). Melewati jembatan, yang jika kita turun ke bawah ternyata berarsitektur stone arch bridge. Itulah pertanda telah sampai di Plunyon.


Andaikan jembatan tersebut bersih dari ilalang, tentu akan menjadi spot foto menarik. Sejak erupsi Merapi 2010, sebagian infrastruktur rusak belum sempat dibenahi.

Melihat dengan monokular dan binokular
Kami harus mengantri menggunakan teropong monokular dan binokular untuk melihat burung Perling mata merah, yang bercengkrama di pohon pinus yang telah mati tapi masih tegak berdiri. Aku kurang mengerti nama latin burung itu, lebih mudahnya kusebut burung jalak berbulu hitam dengan ciri khas memiliki mata merah.

Teropong seperti gambar paling atas adalah tipe monokular; memiliki 1 lensa. Sedangkan binokular memiliki 2 lensa, mudah dicangklong, bentuknya seperti teropong tentara yang sering terlihat di film perang. Sebetulnya kita juga bisa bawa peralatan sendiri, atau melihat dengan kamera DSLR atau mirrorles.

Akan sangat sulit bird watching dengan mata telanjang, kecantikan burung tersebut tidak terekpose karena jauhnya jarak penglihatan.
Perling dipotret dari lubang mata teropong monokular.

Trekking baru dimulai
Waktu terus berjalan, kamipun segera melanjutkan etape berikutnya. Kali ini peserta menyeberang Kali Kuning (sisi barat), jalanan landai naik dan turun perpaduan cor semen dan tanah. Yang cukup mengejutkan, kami harus menyeberang lagi ke timur dengan melewati pipa air! Oke fine... mau lewat sungai yang cethek, tapi kok yo kudu nyopot sepatu.. males. Aku ngikut juga melewati pipa itu dengan penuh keraguan 😭.
Dam Plunyon.
Setelah itu jalanan sedikit ekstrim. Sekali lagi kami harus meniti pipa, jika tidak ingin basah dan kotor melewati jalan setapak yang baru dibuka, yang tidak tahu kemana arahnya πŸ˜‚. Melewati tanggul batu branjang, naik-turun jalan tanah dan batu yang licin oleh bocoran air pipa PAM. Tak ketinggalan ilalang tinggi menggores kulitku hingga terasa gatal. Pandai-pandai mengatur nafas, tak jarang para peserta beristirahat di atas tanggul dan meneguk bekal air minum.


Di antara tebing tinggi yang menghimpit Kali Kuning, terbesit jika tebing longsor menimpa orang di bawahnya.... ngeri kan. Terlepas dari kengerian itu, pemandangan sepanjang jalur trekking sungguh elok. Aku merasa kecil dibandingkan ciptaan-Nya yang lain, bersyukur atas nikmat yang dianugerahkanNya.
Istirahat di Umbul Temanten.
Istirahat dan minum kopi
Setelah 1 jam jalan kaki sampailah di Umbul Temanten, sampailah di sumber mata air yang mengaliri Kali Kuning dan sumber beberapa perusahaan air minum sekitar Yogyakarta. Umbul Temanten adalah sepasang mata air di sisi timur dan kanan Kali Kuning. Umbul Wadon di sisi timur, dan Umbul Lanang di sisi barat.

Kolam ikan dibangun di Umbul Wadon yang tempatnya lebih luas daripada Umbul Lanang, tapi secara kasat mata pancaran airnya lebih deras Umbul Lanang, yang keluar dari (mungkin) gua Bukit Plawangan.
Umbul Temanten.

Kami membuka bekal yang dibawa, jadah tempe dan kacang telor. Tak ketinggalan kopi, teh, dan gula. Masing-masing kelompok mengeluarkan kompor gas portable dan panci kecil untuk memasak air. Etapi, kenapa air yang dimasak malah dari air mineral, bukan dari umbul? Wkwk 😁.

Selanjutnya peserta trekking menanam pohon asli Merapi, yang direncanakan menjadi program setiap trekking di KAP. Pohon yang dipilih adalah kemenyan 😢. Ora mudeng kenapa milih kuwi.

Naik ke Kalikuning Park
Setelah seremonial penutupan, semua peserta trekking menuju ke Kalikuning Park melewati jalan di utara Umbul Wadon. Aku kaget, jalbaan setapak dengan pegangan bambu ini tak kalah ekstrim, sudut kemiringan ± 45⁰!!! Benar-benar membuat ngos-ngosan, sejenak berhenti di tengah jalan mengatur nafas kerena jalanan naik terus sepanjang ±800 meter 😱😭. Di Joglo Semar Kalikuning Park, makan siang sudah menanti.

Well, petualangan baru di tempat wisata Taman Nasional Gunung Merapi ini cukup keren πŸ‘ŒπŸ‘. Elok alamnya, sejuk hawanya, capek jalannya wkwkwk. Sebelum melakukan trekking, sebaiknya menyiapkan beberapa peralatan ini dari rumah:
  • Alas kaki yang nyaman, bisa sandal, sneaker, atau boot.
  • Jas hujan tipis sebagai antisipasi hujan. Payung kurang layak untuk trekking.
  • Lengan dan kaos kaki panjang untuk menghindari kulit lecet dan merah terkena ilalang.
  • Penutup kepala dan kacamata.
  • Perbekalan, air minum dan jajanan sebagai teman trekking.
Sampai jumpa di petualangan berikutnya πŸ‘‹.

Artikel Terkait:
- Membatik Kain di Imogiri
- Spektakuler, Tarif Parkir saat Liburan di Jogja

Friday, January 12, 2018

Camping Family di Kalikuning Adventure Park

Saat ditawari trial Kalikuning Adventure Park, aku mengernyitkan dahi. Masih teringat perjalanan ke Pentingsari dan Festival of Light. Jika tidak ada yang ngasih tebengan, aku tidak bakalan ikut. Alhamdulillah ada teman yang japri, siap memberi tebengan menuju Kalikuning. Akupun tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Kalikuning, dari namanya sudah ketahuan jika dia masih saudara dengan Kaliurang. Posisi Kalikuning di bawah Kinahrejo, desa yang tersapu wedhus gembel Gunung Merapi. Dan masih di atas Pentingsari.

Kalikuning Adventure Park merupakan tempat wisata kemah keluarga yang baru diluncurkan Januari 2018 oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), menempati Zona Pemanfaatan di selatan Kalikuning Park. Balai TNGM adalah salah satu dari 54 Taman Nasional, dibentuk berdasarkan SK Menteri Kehutanan 134/Menhut-II/2004 pada 4 Mei 2004.
Rumah segitiga Kalikuning Adventure Park.

Selain Kalikuning Adventure Park (KAP), juga ada Kalikuning Park. Lalu apa bedanya? Setelah melihat TKP konklusi yang kudapat, tempat dan fasilitas menjadi pembeda. KAP lebih fokus ke camping family dengan rumah segitiga dan trekking.

Rute menuju Kalikuning
Setahuku, tidak ada transportasi massal menuju Kalikuning. Wisatawan harus menggunakan kendaraan pribadi, bisa juga menyewa atau taxi online, atau ikut tur wisata. Untuk backpacker bisa mencoba naik angkutan jurusan Bundaran UGM - Pakem PP (biasanya jenama Isuzu dan Colt T100 lawas), naik dari seberang Mirota Kampus atau sepanjang Jalan Kaliurang. Kemudian turun di pemberhentian terakhir (Pakem), cobalah bertanya mungkin ada angkutan umum menuju Kalikuning, jika tidak ada, bisa menggunakan ojek lokal.
Dari Jalan Kaliurang, aku lebih suka belok ke Perum Pamungkas, rutenya bisa dibaca di artikel Desa Wisata Pentingsari. Terus ke utara hingga bertemu Pos Retribusi, besarannya (mungkin) sama dengan retribusi Kaliurang. Sekitar 500 meter setelahnya di sisi kiri (barat) ada area parkir luas, di antaranya ada mobil Polisi Hutan, nah di situlah Kalikuning Adventure Park πŸ˜€.
Parkir Kalikuning Adventure Park.

Hujan dari sore hingga malam
Pukul 16.10 WIB aku berangkat dari minimarket Kentungan dalam cuaca mendung, semakin ke utara semakin gelap dan akhirnya hujan mengguyur mulai daerah Gentan hingga Kalikuning. Brrr,, Kalikuning benar-benar dingin. Cuaca cerah saja dingin, apalagi hujan seperti ini.

Mengenal rumah segitiga
Aku menyebutnya rumah segitiga yang bisa digunakan tidur 4 orang. Cukup hangat di dalam, terlebih berselimut sleeping bag. Perlengkapan tidur sudah tersedia, sehingga dari rumah aku hanya membawa sweater, jaket, dan baju ganti.

Ada 5 rumah segitiga semi permanen, 2 pasang saling berhadapan dan 1 rumah dibangun di dataran lebih tinggi. Rumah segitiga sama kaki ini berukuran 2,5x3x3 meter dari rangka galvalum. Sedangkan dinding, lantai, dan pintu dibuat dari papan kalsi. Ventilasi berada di antara lantai dan dinding kiri-kanan, yang memilih tidur di tepi serasa dibelai angin 😝. Plafon dengan tinggi 2 meter dari lantai berfungsi untuk menyimpan barang sekaligus menghalangi sinaran lampu saat tidur. Panjang plafon sendiri hanya 0,5 meter dari dinding belakang rumah.

Rumah mungil ini cukup diterangi 1 lampu listrik, tersedia juga 1 steker. Dua  tempat duduk berbentuk batang pohon diletakkan di tiap pekarangan rumah untuk bersantai.

Saatnya tidur
Aku mendapat jatah Family 5, rumah paling atas. Bagi yang penakut lebih baik menghidarinya karena jika mau kemana-mana harus bawa senter wkwkwkk 😁. Apalagi toilet dan pendopo berada di bawah. Kejadian sih kemarin, ada teman yang setengah berlari dari pendopo menuju Family 5! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Tidur kurang nyenyak karena angin gunung yang bertiup kencang. Sesekali sunyi, sesekali angin datang menghantam pohon bambu di belakang rumah Family 5. Ketika matahari terbit, kulihat angin gunung hanya menyapu sekitar kami. 4 rumah, pendopo, dan pepohonan di dataran lebih rendah tetap tenang-tenang saja. Secara keseluruhan, asyik kok bermalam di Kalikuning Adventure Park.

Fasilitas umum
Ada dua toilet dan pendopo di KAP, yang juga bisa dibooking terpisah. Shalat bisa dilakukan di rumah segitiga atau di pendopo, karena mushalla didirikan di Kalikuning Park.

Paket Camping Family
Saat ini ada 3 paket untuk kapasitas 4 orang;
  • Paket Standar Rp600.000
  • Paket Deluxe Rp850.000
  • Paket Premium Rp1.300.000
Fasilitas semua paket adalah tiket masuk Kalikuning Park, makan 2x sehari, snack, matras, sleeping bag, bantal, kayu bakar, dan alat masak portable.

Paket Deluxe memberi kelebihan kasur lipat, alat bird watching, dan jasa pemandu trekking. Paket Premium memberi kelebihan kasur busa lipat, alat bird watching, jasa pemandu trekking, dan wisata lava tour.

Tertarik mencobanya? Langsung ke https://goo.gl/maps/wDUUvmdMxgx dan bisa menghubungi akun instagram @btngunungmerapi atau telepon:
+62 852-2736-6130
+62 856-4356-8967


Tenda dome
Sebagian teman mendapat jatah bermalam dengan tenda dome di camping ground Kalikuning Park. Jika langit cerah, Gunung Merapi akan menjadi latar belakang yang indah.
Tenda dome Consina.
Daftar harga camping Kalikuning Park:
  • Tiket camping: Rp20.000 per orang
  • Tenda kapasitas 4 orang: Rp50.000
  • Sleeping bag: Rp10.000
  • Matras: Rp4.000
Fasilitas camping adalah mushalla dan toilet, jasa kelompok, jaga malam, dan kebersihan. Tenda dan peralatan bisa bawa sendiri.

Oke, untuk trekking esok harinya, silahkan baca Bird Watching dan Trekking menantang.