Thursday, January 25, 2018

Kolaborasi dalam Kemanusiaan Berjuang untuk Kepedulian

Traveling kali ini sedikit berbeda, tidak hanya jalan-jalan tapi juga menanamkan kepedulian di lokasi yang dituju. Kegiatan yang diinisiasi Dompet Dhuafa ini dinamakan care visit, bertujuan memberi pengetahuan kepada peserta terhadap pemberdayaan masyarakat. Sebelum care visit, kenalan dulu dengan Dompet Dhuafa, tak kenal maka tak sayang.
Ta'aruf Dompet Dhuafa dengan Blogger di Jogja.
Aku mengenal Dompet Dhuafa (biasa disingkat DD) dari koran Republika yang terpasang di dinding masjid. Zaman itu pembaca koran dinding kemruyuk (ketahuan umurnya) yang didominasi anak kos yang tidak ada fasilitas televisi. Gawai untuk internetan? Masih di alam mimpi. Mengenai sejarah Dompet Dhuafa simak saja halaman resminya.

Restoran Lokal di Jembatan Merah 104c CC, Depok Sleman DIY dipilih sebagai tempat perkenalan, gathering (atau apalah lah namanya) Dompet Dhuafa dengan belasan blogger dan media Jogja (22/01/2018). Direktur Sumber Daya dan Mobilisasi; Bambang Suherman, Wartawati dan Penjabat Konten; Finastri Annisa Nasution, Pimpinan Cabang DD Yogyakarta; Andriansyah, beserta beberapa rekan DD Yogyakarta hadir dalam suasana ceria.

Jadi, DD turun langsung ke DIY ketika terjadi gempa 2006 yang merusakkan infrastruktur dan memakan korban. Kegiatan DD berlanjut saat erupsi Gunung Merapi 2010. Dari penanggulangan bencana ini, keterkaitan DD dan Jogja bersinambung hingga kini.


"Saat terjadi bencana di Jogja, DD berupaya membuat kehidupan keseharian masyarakat tetap berjalan normal. Untuk itu dibangunlah sekolah maupun pasar sementara." Tutur Bambang Suherman. "Saat terjadi bencana masyarakat Jogja tidak hanya berdiam diri pasif. Namun bisa menjadi mandiri, saling menolong sesama korban. Hal ini merupakan perwujudan kearifan lokal Indonesia berupa sikap gotong-royong dan saling membantu."

Dari pengalaman pengelolaan bencana di Jogja, DD belajar bahwa penanganan berbasis masyarakat itu sangat efektif dan merupakan warisan kearifan lokal yang harus dikembangkan. Salah satu cara mempercepat pulihnya kondisi psikologis masyarakat dari bencana adalah mengembalikan kegiatan rutin seperti sebelumnya meski dalam keadaan darurat.
Beberapa produk UMKM binaan Dompet Dhuafa.
Ada 5 program penyaluran dana, dimana masyarakat dapat terlibat di dalamnya. Program tersebut adalah ekonomi, kesehatan, pendidikan, pengembangan sosial, dan dakwah. Sebagai contoh program ekonomi khususnya di wilayah DIY adalah peternakan sapi perah di Umbulharjo, Cangkringan Sleman, dan batik di Wukirsari, Imogiri Bantul. Nah, DD kali ini mengajak care visit ke Batik Wukirsati. Ulasannya ditulis selepas ini 😂😁😄.

DD punya komitmen kuat untuk kolaborasi dengan semua pihak, termasuk dengan blogger. Menurut Bambang, blogger sebagai pewarta warga menjadi salah satu ujung tombak DD untuk menyebarkan kebaikan. Beliau berharap kolaborasi dengan pewarta bisa membangun  masyarakat, saling memberi informasi, serta turut serta membangun dinamika masyarakat yang lebih optimal.

Untuk ikut berpartisipasi dalam kemanusiaan bisa menghubungi salah satu akun media sosial Dompet Dhuafa Yogyakarta yang berkantor di Jl. HOS Cokroaminoto 146 kav.1 Yogyakarta.
FB: Dompet Dhuafa Jogja
TW: @DompetDhuafaDIY
IG: @DompetDhuafaDIY
YT: DompetDhuafa
WB: http://jogja.dompetdhuafa.org

No comments:

Post a Comment