Belum sempat duduk saat bertamu ke salah satu rekan, saya diajak makan untuk merayakan penolakan dirinya pada seorang gadis. Kaget, heran, dan tertawa sendiri mendengar alasannya mengajak makan. Baru tahu, ada juga orang seperti ini, hihihi. Saya tidak sendiri, dia juga mengajak yang lain menuju Warung Makan Ayam Taliwang di selatan SPBU Pertamina Prujakan, Jalan Kaliurang km. 8,2 Sleman, Yogyakarta.

Di tahun 2016, inilah saat pertama makan ayam Taliwang setelah beberapa kali membaca di tabloid Peluang Bisnis (apakah masih terbit?). Saya hanya memesan Ayam Bakar Taliwang Dada sebab tidak paham dengan nama menu. Sedangkan rekan lain memesan berbagai menu.
Menu yang dipesan.
Jeruk manis hangat yang saya pesan sudah hampir habis, pesanan pun datang. Tampilannya tidak begitu bagus, bisa saya katakan gosong. Perut yang sedari tadi berteriak tetap perlu disumpal, meskipun gosong tetap habis dimakan bersama nasi. Saya icip Beberuk Terong dan Pelecing Kangkung, karena baru pertama kali lidah merasakan sentuhan geli, rasanya lucu.
Warung makan Ayam Taliwang.
Kala itu nama warung itu hanya Warung Makan Ayam Taliwang, di daftar menu ada tambahan Pak Maris cabang Jl Wahidin. Konon menurut Google sekarang bukan Pak Maris lagi, ganti menjadi Ayam Taliwang Pak Wono (ganti pemilik?). Dan saya belum makan menu Taliwang lagi.
Suasana dalam warung.
Kini rekan saya baru memiliki satu anak, tentu saja bukan dari gadis yang menolaknya. Perjuangannya patut diteladani karena dia menikahi orang dari trah tidak begitu baik, terbang hampir seribu kilometer dan naik perahu ke pulau perbatasan, ditambah mertua warga negara asing hihihi.