Sunday, April 22, 2018

Apa yang Ditonton pada Gelaran Lomba Lari Marathon?

Pekan lalu telah diselenggarakan Mandiri Jogja Marathon 2018 (15/04/2018) yang menjadi lomba tahun kedua, di Prambanan, Sleman DIY. Aku diajak menontonnya meskipun agak bingung, apa yang menarik, apa yang akan diceritakan? Namun aku tetap berangkat juga, kali saja ada kontes atau kuis, aku dapat menjawabnya 😀.

Kepanikan sore hari
Drama banget sehari sebelum hari H. Sore hari aku lalai menguras oli motor, dan ternyata oli pengganti tinggal separuh botol. Kuhubungi teman agar bisa membonceng esok hari. Sambil berkomunikasi dengan pesan berantai, aku mencari bengkel untuk membeli oli. Siapa tahu ada yang masih buka meskipun sudah pukul 17.15 WIB. Alhamdulillah masih ada bengkel kecil yang buka, meskipun harga oli kelewat mahal. Aku meminta pada teman itu agar mau melewati jalan dekat tempat tinggal. Iya, aku tetap membonceng karena motor juga tidak bisa ngebut.
Pasang aksi sebelum lari.
Setelah lama menunggu jawaban, temanku mau juga melewati jalan dekat tempat tinggal. Namun akhirnya pukul 20.00 WIB kubatalkan, karena mendadak mendapat penginapan di Tirta Martani, Kalasan Sleman, DIY, sekitar 4 km dari lokasi. Jadi, pukul 19.00 WIB aku dihubungi mbak narahubung (sekaligus makelar penginapan lain 😁) ada kamar kosong berpendingin ruangan. Aku lalu menghubungi seorang teman yang bertugas meliput lomba, apa mau menginap dekat Prambanan? Singkat cerita, dengan patungan Rp.100.000 aku menginap dekat Prambanan.

Daripada semalaman tidak bisa tidur (agar tidak telat), belum lagi jika ada kejadian tak terduga di jalan. Lebih baik keluar uang untuk menginap dekat lokasi. Saat teman lain sudah sampai lokasi, aku masih guling-guling di kasur 😂. Prinsipnya, waktu Shubuh pukul 04.25 WIB aku harus sudah di lokasi. Lupakan start full marathon, toh sia-sia diabadikan dengan kamera gawaiku (baca: butuh kamera).

Keluhan peserta
Beberapa teman ikut Mandiri Jogja Marathon 2018, belum mulai mereka sudah mengeluh di media sosial. Tenda untuk shalat dengan tempat start jauh, 700 meter. Kulihat ada sih tempat shalat permanen dekat tempat start, tapi luasnya sekitar 3x4 meter, tidak cukup menampung ribuan peserta full marathon. Satu teman sempat-sempatnya nulis status, mau wudhu saja susah air.... panitia tidak peka.

Jalannya lomba juga tidak luput dari kritik. Dari stasiun air, beberapa marshall di jalan yang kurang sigap, hanya menyediakan 1 macam buah, keluhan wet sponge, water sprinkler, dan medis. Tidak ketinggalan, jalur yang tidak steril. Sebagian keluhan diluapkan di media sosial, forum, dan blog (meskipun kemudian dihapus karena takut). Sebagai contoh, bacalah komentar di akun ini dan unggahan media sosial bertagar #MandiriJogjaMarathon2018

Pandangan mata
Aku memang tidak kemana-mana, hanya di lokasi start dan finish sambil memperhatikan sekeliling. Lokasi finish terbagi 2, half dan full marathon di sisi barat. Sedangkan 5k dan 10k di sisi timur. Jalan selebar 2 meter itu masih dibagi 2 lagi, yang memisahkan kedua kategori lari.

Beberapa pelari salah masuk finish, harusnya 5k masuk ke jalur 10k dan sebaliknya. Pembawa acara pun mengingatkan panitia untuk lebih sigap mengarahkan peserta masuk garis finish yang benar. Aku juga sempat melihat ada peserta yang ambruk di garis finish, entah pingsan atau kecapekan. Pembawa acara pun terlihat gemes dengan kelambanan medis waktu itu. Aku kurang paham apakah keterbatasan jumlah medis, atau mereka tidak terlatih.

Saat pulang sekitar pukul 11.15 WIB, aku melewati sedikit jalur lomba. Masih ada sisa-sisa pelari full marathon berjuang mencapai finish. Jalur tidak 100% steril, beberapa warga bermotor nekat menerobos jalur terlarang. Padahal lebar jalan hanya 2 meter. Hampir lupa, tidak semua jalur lomba beraspal, depan penginapan yang dilewati full dan half marathon jalannya hanya paving block.

Menurut koran, acara ini memang dikemas sport tourism. Sehingga "dianggap" wajar jika jalur tidak steril 100%. Penghambat lain di jalur lomba adalah sebagian pelari secara berkelompok menyempatkan diri swafoto di tengah jalur lomba. Teman saya sampai curhat, tahun ini penyelenggaraan menurun dari tahun sebelumnya, termasuk total hadiah yang diperebutkan.

Aku baru tahu ada rungrapher, semacam pemotret yang mengkhususkan diri memotret para pelari. Selama ini aku hanya tahu idolgrapher, selain footballgrapher di luar negeri.

Intinya, kita bisa menonton pelari melakukan start, memasuki finish, perjuangan mereka, hingga melihat yang manis-manis. Sudah disediakan pula tenda kuliner, memanjakan penonton dan pelari meski harga bandrol agak mahal.

Semoga tahun mendatang penyelenggaraan acara ini lebih baik lagi.

Catatan
Tulisan ini bukan pesanan maupun dibayar.

Wednesday, April 11, 2018

Cikis, Lini Usaha Cake & Bakery dari Bale Ayu

Siang yang terik tidak menyurutkan niatku ke Cikis Cake & Bakery, toko roti yang baru diresmikan 13 Februari 2018 di Jalan Pringgokusuman 16 Yogyakarta. Selain membeli roti, juga ingin memotret beberapa sudut ruangan dan produk Cikis. Memang bukan waktu ideal, tapi hanya itu waktu senggang yang kupunya. Jangan tanya hasil potretnya ya, cuma menggunakan gawai untuk keperluan Local Guide 😀.
Cikis Bakery.
Jalan ke arah barat dari Malioboro ini cukup lengang, tidak semacet jalan-jalan utama. Apalagi ini hari Ahad, orang lebih banyak melewati jalan tempat wisata. Saat kuparkirkan motor, terlihat beberapa karyawan sedang melipat kardus. Saat kubuka pintu masuk, mereka malah menghentikan pekerjaan itu dan pindah ke belakang. Yah, sedikit kecewa, padahal ingin swafoto bersama mereka, hehe.

Kulepaskan nafas panjang saat pendingin ruangan menerpa tubuh, kontras sekali dengan cuaca luar yang panas. Melangkahkan kaki ke ruangan berukuran sekitar 8x12 meter langsung disambut meja kursi penerima tamu. Di belakangnya terlihat aneka tart dan brownies yang tersimpan dalam lemari pendingin, sederet dengan lemari kue bolu. Rak di bagian tengah ruangan, terpajang rapi bakery (roti basah) dan bread dengan berbagai varian. Lalu berbagai kue kering dipisahkan di sisi kanan. Sedangkan rak paling belakang diperuntukkan cemilan oleh-oleh non cake & bakery. Jadi, sebenarnya tempatnya sudah tertata dari kiri ke kanan, yaitu deretan cake, bakery, dan cookies.
Ruangan Cikis Cake Bakery.
Aku langsung menuju rak di sisi kanan, terdapat bermacam kue kering cantik semacam kastangel dan teman-temannya. Kupilih satu stoples Choco Square Stick, kemudian berpindah mengitari rak roti basah. Hmmm, agak bingung karena banyak varian. Mbak Bertha yang bertugas saat itu dengan sabar menjelaskan varian roti dan kue, beserta harganya. Maklum, aku tidak hafal jenis cake dan bakery, apalagi jika tanpa ada nama yang tertera di rak atau produk.

Katanya harga termurah Rp4.000, aku jadi ingin membeli semua. Tapi kantong kemeja berbisik mengingatkanku hahaha.. Akhirnya kupilih melted cheese, banana cheese, banana choco, dan pizza. Varian yang kupilih adalah kesukaan keluargaku. Mohon jangan bandingkan pizza toko roti dengan restoran, jelas beda.
Free tester, silakan ambil.
Di meja kasir tersedia 3 roti yang bisa diicip, ketiganya adalah produk unggulan Cikis. Japanese Cheese Cake, Banana Cheese Cake, dan Choco Square Stick. Produk terakhir adalah kue kering, dengan lapisan atas cokelat memanjang berbentuk setengah lingkaran. Menurutku kue ini cocok untuk cemilan dan hidangan tamu. Rasanya gurih, tidak terlalu manis, serta dominan rasa cokelatnya. 

Tahu Cikis Cake & Bakery darimana?
Tanda-tanda kemunculan Cikis Cake & Bakery sudah terendus beberapa waktu lalu, terutama bagi pengikut akun media sosial grup Bale Ayu. Iya, benar. Cikis merupakan lini pertama grup Bale Ayu di ranah makanan ringan. Sebelumnya, grup ini sukses menelurkan berbagai lini usaha makanan berat.

Sehari sebelumnya (7/4/2018), aku sudah datang ke Cikis dan disambut beberapa jajaran manager grup Baleayu termasuk GM Yudhiono. Sempat juga masuk ke dapur berukuran 8x8,5 meter dan melihat sekilas pembuatan roti. Proses produksi sudah menggunakan mesin modern dan memenuhi standar kebersihan.
Choco Square Stick.
"Cikis berasal dari bahasa Turki yang berarti pintu atau jalan keluar. Harapannya dapat menjadi solusi bagi masyarakat Jogja untuk mendapatkan bermacam oleh-oleh." Tandas Yudhiono kala itu.

Harga roti di Cikis cukup terjangkau karena segmentasi untuk kalangan menengah ke bawah. Selain menerima pembayaran tunai, juga bisa menggunakan non tunai seperti uang elektronik, kartu debit, serta kartu kredit. Dan yang terpenting, tanpa ada tambahan pajak!

Reputasi layanan grup Bale Ayu selama ini bagus, termasuk layanan antar. Nah Cikis juga menyediakan layanan antar minimal Rp100.000 serta melayani pesanan sesuai permintaan dan bujet pelanggan.

Wednesday, April 4, 2018

Persiapan Baju Menjelang Lebaran

Sebagai salah satu hari raya umat muslim, Idul Fitri atau sering disebut hari raya lebaran adalah yang paling ditunggu umat Islam Indonesia. Kenapa? Yang pertama perasaan lega setelah 30 hari menjalankan puasa. Kedua, mendapatkan libur panjang yang bisa dimanfaatkan untuk mudik, bersilaturahim dengan sanak saudara. Ketiga, berjumpa dengan makanan yang jarang ditemui selain lebaran. Keempat, mendapat hadiah, Tunjangan Hari Raya (THR), atau tradisi bagi-bagi uang di keluarga dan kampung halaman. Kelima, baju baru.

Baju lebaran memang tidak harus baru, tapi rasanya kurang sreg jika lebaran tanpa baju baru. Alasannya hampir sama seperti di atas; sebagai hadiah setelah menuntaskan puasa, hanya setahun sekali beli baju baru, memanfaatkan THR, dan ingin tampil beda. Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi pertimbangan tatkala mempersiapkan baju baru saat hari raya.
Sumber: mataharimall.com

1. Dana
Persiapkan dana untuk baju lebaran jauh-jauh hari. Atur keuangan dan alokasikan khusus untuk baju. Kebutuhan lebaran pasti banyak, apalagi yang sudah berkeluarga. Jika tidak dipersiapkan sedini mungkin, bisa gagal mewujudkan memakai baju baru.

2. Hindari salah kostum
Pada hari raya umat Islam, seyogyanya menggunakan busana Islami. Hindari menggunakan baju yang tipis, terbuka, dan menampakkan lekuk tubuh. Selain tidak sesuai dengan suasana lebaran, akan terlihat berbeda dengan yang lain. Bahaya lagi jika ada yang mengunggah di media sosial lalu menjadi perbincangan warga internet.

3. Pilihlah baju dari kain yang nyaman dipakai
Iklim tropis khatulistiwa membuat cuaca gerah dan panas, oleh karena itu pilih bahan yang mudah menyerap keringat dan tidak panas. Bisa memilih kain katun, sutera, rayon, atau linen. Padatnya acara, terkadang tidak sempat ganti baju dari pagi hingga malam. Supaya terlihat tetap rapi, hindari penggunaan kain yang mudah kusut. Kain yang mudah kusut di antaranya bahan polyester, rayon, satin, dan spandex.

4. Menjahit baju atau Membeli
Jahit baju butuh waktu lebih lama. Dimulai dari pembelian kain, menentukan mode baju, hingga mencari penjahit. Meskipun punya penjahit langganan, biasanya awal bulan puasa penjahit sudah mulai menolak terima jahitan. Jika memaksa tetap dijahit, kemungkinan tidak selesai tepat waktu atau hasilnya kurang sesuai ekspektasi. Membeli, jadi solusi praktis memiliki baju baru. Tinggal siapkan dana, lalu pilih baju lebaran sesuai selera.

5. Pilihlah baju yang bisa digunakan berkali-kali
Beli baju hanya untuk dipakai lebaran tahun ini? Jangan, itu pemborosan. Lebih baik pilihlah baju, dimana setelah momen lebaran bisa dipakai di waktu, tempat, dan acara berbeda. Bisa diakali dengan memilih baju atasan dan bawahan, sehingga bisa dikombinasikan dengan pakaian dan asesoris yang sudah dimiliki.

6. Beli offline atau online
Jika sudah mantab memilih membeli daripada menjahit baju, belilah baju paling lambat 10 hari sebelum hari H. Supaya saat mendekati hari raya pikiran sudah tenang dan lebih berkonsentrasi pada ibadah. Pasar, supermarket, toko pakaian, maupun butik biasa diserbu masyarakat menjelang lebaran. Kadang harus berdesakan, atau berebut mode baju yang sama, diperparah dengan jalan macet. Sehingga ini menjadi momok ketika berbelanja offline.

Bagaimana dengan berbelanja online? Hampir sama, kelebihan belanja online adalah hemat waktu dan tenaga, tidak macet di jalan dan berdesakan di toko. Perlu dipertimbangkan adalah lama pengiriman, untuk satu kota mungkin sehari barang langsung sampai. Untuk lain kota bisa 2-7 hari tergantung ekspedisi yang dipilih. Oleh sebab itu H-10 merupakan batas ideal pembelian baju secara online.

7. Waspada dengan diskon palsu
Ini menjadi momok bagi pembeli, banyak penjual memberi diskon palsu. Sebelum diskon, harga sudah dinaikkan terlebih dahulu. Sepintas terlihat harga sudah miring tapi sebenarnya tidak demikian. Bisa jadi cuma lebih murah sedikit, sama dengan harga sebelum bulan puasa, atau malah mahal sedikit.

Surveilah harga sebelum bulan puasa, atau bandingkan harga di toko satu dengan toko lain. Jangan mudah tergiur dengan harga diskon, ada kemungkinan diskon diberikan karena ada sedikit cacat pada baju. Tetaplah teliti sebelum membeli.

Menu Ayam Prekju Combi di Kedai Prekju Jogja

Awalnya aku tidak tahu apa itu Prekju. Setelah dipikir-pikir, ingat kalau orang Indonesia suka menyingkat kata. Jadi ternyata prekju adalah singkatan Geprek Keju. Tentu saja prekju ini berhubungan dengan kuliner. Dalam bahasa Jawa, geprek bisa diartikan memukul sesuatu hingga menjadi gepeng (pipih). Ayam  dan tempe merupakan kuliner geprek favorit dibandingkan bahan lainnya. Baru saja aku mencoba geprek salah satu kedai di Brontokusuman Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta DIY.
Ayam Prekju Combi.
Kedai Prekju namanya, hadir di Jalan Sisingamangaraja 39 Yogyakarta sejak awal Maret 2018. Kedai bercat hijau ini awalnya berada di Randubelang Kecamatan Sewon, Bantul DIY. Kira-kira 0,9 km sebelah selatan dari tempat sekarang. Cukup mudah menemukan lokasi kedai saat ini, letaknya di utara lampu merah pertigaan Pasar Telo karangkajen, seberang bank konvensional BUMN.
Kedai Prekju Sisingamangaraja.
Saat datang untuk makan siang (30/03/2018), aku mengambil posisi duduk menyerong dapur supaya mendapat pandangan luas, bisa melihat dapur dan pengunjung yang masuk. Dapur mengambil konsep terbuka. Pengunjung bisa melihat penyajian hidangan, termasuk saat melakukan pemesanan dan pembayaran. Pintu masuk berada di tengah bangunan, mengapit dua jendela kaca yang mengarah ke jalan raya. Plafon bercat putih sepertinya langsung beton lantai dua. Meja bernomor dan kursi dengan sandaran tertata rapi, cukup untuk menampung 20 orang.

Menu Kedai Prekju

Kuambil daftar menu, terbaca jelas di lini Paket Ayam Geprek terdapat paket
1. Polos
Ayam geprek dengan siraman saus BBQ.
2. Cheddar
Ayam geprek dengan lapisan atas (topping) keju cheddar dan siraman saus BBQ.
3. Moza
Ayam geprek dengan lapisan atas (topping) keju mozzarella dan siraman saus BBQ.
4. Combi
Ayam geprek dengan lapisan atas (topping) kombinasi keju cheddar dan mozzarella, dengan siraman saus BBQ.

Sedangkan Paket Tempe Gerprek juga memiliki pilihan yang sama. Semua paket sudah termasuk nasi dan semangkuk kecil sup. Tidak ketinggalan tingkatan (level) pedas 0-10. Kenaikan 1 tingkat dihargai dengan 1 lombok, tanpa tambahan biaya.

Untuk minuman ada teh, jeruk, lemon tea, black coco, dan kopi 7 elemen. Tinggal pilih disajikan panas atau dingin.
Daftar menu.
Karena menu sarapan di rumah dengan tempe, maka untuk makan siang aku pilih menu Ayam Geprek (keju) Combi supaya ada variasi. Dan seperti biasa aku memesan segelas cokelat dingin.

Seporsi yang mengenyangkan
Cokelat hitam (Black Coco) dingin datang terlebih dahulu, cuaca panas membuatku tak kuasa mereguknya hingga setengah. Manis, cukup manis, atau sangat manis. Iya, sangat manis di dasar gelas menandakan pemberian gula cukup memenuhi keinginan pengunjung. Aku selalu menyukai minuman cokelat, selama tersedia menu cokelat, aku pasti memilihnya. Tak lama berselang datanglah yang dinanti, Ayam Prekju Combi.
Bungkus Kedai Prekju take away, mau?
Kuicip sedikit kuah sup, terasa pedas merica. Cocok dengan selera. Kulanjut dengan melahap potongan wortel dan bunga kubis. Andaikan nggak sibuk sendiri memotret hidangan, sup ini enak 😀.

Pindah ke piring makan, sepiring ayam prekju terdiri dari nasi, ayam prekju, dan irisan ketimun dan tomat. Kuhabiskan dahulu dua terakhir, baru kuambil sedikit demi sedikit keju cheddar. Setelah keju cheddar habis, terlihat mozzarella di atas daging ayam, yang membuat air liur menetes ingin segera melahapnya.
Dapur Kedai Prekju.
Mozzarella menyelimuti ayam geprek, kupisahkan mereka dan kulumat lembutnya mozzarella. Aku lebih suka memakannya terpisah untuk bisa mengecap rasa. Kucabik serat daging ayam, mudah sekali.. terkesan lembut dan empuk. Saat potongan daging ayam sampai di mulut, bumbunya dapat kurasakan sampai dalam. Kemudian kutemukan potongan daging bertulang, dengan gampangnya daging kulepas dari tulang tanpa sisa.

Dengan lambat kuhabiskan seporsi Ayam Prekju Combi. Porsi ayamnya lebih banyak dari nasi, sepadan dengan harga. Pemilihan pedas tingkat 1 sudah cukup buatku sebagai penguat selera makan. Setelah santap siang di Kedai Prekju, malam harinya aku tidak makan nasi, kenyangnya awet di perut.
Ayam Prekju Cheddar.
Menu Lain
Masih ada Crispy Mushroom (Jamur kriuk) yang dihidangkan di meja dengan saus BBQ terpisah. Kucoba padukan dengan Ayam Prekju Combi, cocok. Namun aku lebih suka tanpa saus BBQ supaya lebih kriuk.
Crispy mushroom.

Mas Bayu, pemilik Kedai Prekju yang menemani makan mengemukakan bahwa kedainya buka tiap hari pukul 10.00-20.00 WIB. Kecuali hari Ahad jam 10.00-18.00 WIB. Batas pemesanan terakhir 30 menit sebelum tutup. Kenikmatan Ayam Prekju Combi malah melupakan banyak perbincangan kami, maafkan jika tak kuasa menahan gelora makan.