Selama ini aku belum pernah bahas pakaian saat traveling (berwisata). Apa tidak ada yang penasaran, aku memilih memakai pakaian jenis apa? Mengingat jarang ada swafoto atau fotoku di blog ini, hehehe. Khusus di bulan Agustus ini (katanya bulan spesial bagi negara kita) aku kasih sedikit bocoran, starterpack yang kugunakan saat berwisata.

Yang pertama adalah pelengkap saat berwisata, aku suka memakai sepatu kanvas. Tidak perlu yang mahal karena usia sol sepatu hanya setahun. Mungkin langkahku terlalu boros, setelah setahun berlalu dari pembelian pasti sol sepatu habis dan lem kanvas dengan tidak rekat lagi. Aku kurang suka memakai sandal berpengait belakang, karena tidak bisa menutupi jempol kaki yang gedhe.

Topi untuk melindungi wajah dan kepala dari sinar matahari, surgical face mask (penutup wajah) untuk mengurangi terhirupnya debu dan hawa dingin, serta kacamata pelindung ultra violet tidak lupa selalu kubawa dan selalu tersedia dalam tas punggung.
Di atas bukit.
Yang kedua tentang pakaian, aku kurang suka memakai pakaian jenis jeans, sudah bertahun-tahun tidak ada lagi celana jeans tersimpan di lemari pakaian. Meskipun bahannya awet dan tahan banting, tapi berat dan sulit dicuci. Aku tidak bisa meniru gaya teman yang celana jeansnya tidak dicuci berbulan-bulan, apa tidak gatal di kulit? Kebersihan tetap harus dijaga kan. Itu untuk celana ya... kalau jaket jeans kadang masih kupakai. Celana pilihanku adalah celana panjang biasa berkolor, dengan pertimbangan elastis mengikuti lingkar perut 😀. Lah kenapa? Berat badanku cepat naik-turun yang berimbas pada ukuran perut, daripada pusing mikir “Kok jadi kekecilan? Kok jadi kebesaran?” lebih baik aku investasi celana yang memiliki kolor.

Ada pengalaman unik beberapa tahun lalu. Dinas pariwisata suatu daerah memberikan kemeja dari jenis kain Japan Drill sebagai seragam, dan itu harus dipakai dalam perjalanan wisata! Pilihan warna yang kurang layak dengan model pakaian seragam perusahaan otobis. Kocak sih, kami seperti pegawai yang meninjau beberapa tempat wisata, bukan untuk berwisata 😁. Karena itulah bagi yang memiliki tujuan berwisata (bukan meninjau tempat wisata lho), sebaiknya memakai pakaian atas kaos. Bahan yang dipilih pun yang mudah menyerap keringat, seperti katun atau kombinasi polister dan katun.

Nyaman kaos lengan panjang atau pendek? Sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Aku pribadi lebih memilih kaos lengan pendek. Namun jika berada di daerah dingin seperti di pegunungan maupun tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung seperti di pantai, aku memilih menggunakan kaos lengan panjang.
duduk di hammock.
Aku tidak suka memakai manset lengan, bagiku itu ribet. Aku juga merasa tidak nyaman menggunakannya, meskipun harganya jauh lebih murah dari kaos. Bagi wanita berkerudung, saat berwisata lebih cocok memakai kaos lengan panjang wanita daripada manset tangan. Apalagi jika bermain Highropes (tali tinggi), jika memakai manset pasti sering menarik manset lengannya ke atas. Kekurangan manset tangan adalah ketika sudah sering dipakai dan dicuci, akan molor. Apalagi dipakai ketika lengan mengecil karena diet, sepertinya perlu karet gelang dipasang di lengan.

Kaos lengan panjang wanita tidak dikhususkan untuk yang berkerudung, lha wong model dan jenis kainnya bejibun, tinggal pilih seperti apa menurut selera. Yang jelas, kaos lengan panjang wanita bisa untuk bergaya maupun melindungi pemakainya dari cuaca kurang bersahabat.

Menurut aku yang tidak suka menggunakan kosmetik tabir surya, kaos lengan panjang perlu dipakai saat berwisata. Fungsinya selain melindungi diri dari hawa dingin dan paparan sinar matahari langsung penyebab kulit gosong, juga menyembunyikan siku tangan yang hitam dan bersisik 😃.