Sejak Redpoint Steak kaki lima pindah ke Jalan Babaran Yogyakarta, aku jadi sering makan di situ. Menu favorit dan tidak pernah pesan menu lain di Redpoint adalah Nasi Timlo, makanan khas Surakarta yang lumayan sulit ditemui di Yogyakarta.

Ceritanya, saat melewati Jalan Babaran dengan kendaraan bermotor kuperhatikan spandur kecil yang menginformasikan harga promosi Nasi Timlo turun dari Rp.10.000 menjadi Rp.8.000 saja. Sebagai orang yang suka diskon, aku tergiur mampir ke Redpoint untuk mencicipi Nasi Timlo. Sekitar 2-3 tahun lalu, di kota ini agak sulit nemu makanan berkuah di malam hari. Mayoritas penjaja makan malam menawarkan menu goreng yang bikin tenggorokan meradang.
Nasi timlo.

Mampirlah aku kesitu dan langsung memesan Nasi Timlo dengan minuman air putih 😃. Jika sepi, tak sampai 10 menit hidangan sudah keluar dengan kuah yang bisa bikin lidah mlonyot. Kuahnya benar-benar dibuat hingga mendidih kayaknya, harus cukup sabar menunggu sampai panasnya kuah nasi timlo tidak begitu panas lagi.

Dilihat-lihat, di dalam mangkuk ada nasi, timlo, ayam kecap potong dadu, dan separuh telur rebus. Ada sedikit taburan daun seledri dan brambang goreng. Sedangkan sambal dan kecap disajikan terpisah. Kuahnya bening seperti kuah bakso, daging ayam kecap seperti ayam di menu mie ayam. Rasanya segar.

Jualan utamanya sebenarnya steak, tapi aku sekalipun belum pernah memesannya 😀. Katanya sih harganya juga murah. Beberapa orang maupun keluarga terlihat mampir di sini, ada juga sih yang memesan menu nasi goreng.
Daftar menu Redpoint.

Tutup, tidak tahu pindah ke mana
Mungkin pertengahan September 2018 lalu, Redpoint di Jalan Babaran tutup! Pindah ke mana, aku kurang tahu pasti. Melihat persaingan kuliner yang sangat ketat di Yogyakarta, dan pergeseran selera anak muda (katanya disebut millenial) ikut memicu tutupnya steak kaki lima ini.

Lokasi yang ditutup 2018: https://goo.gl/maps/GZwqyVu3pEL2