Setelah menyambangi BNI Universitas Negeri Yogyakarta, aku melanjutkan perjalanan ke utara. Jam makan siang sudah berlalu lama, lapar semakin terasa. Motorku kujalankan pelan sambil berpikir sebaiknya makan di mana. Terlintas kemudian makan di Preksu, Jalan Gambir Karangasem Baru, Karang Gayam, Caturtunggal, Kecamatan Depok Sleman, DIY.
Berapa menit makanan ndeprok di situ?
Kedua kalinya aku makan di sini, yang pertama aku kehabisan terong. Dengan rayuan maut, mbak-mbak baju merah aku luluh ganti menu telur. Yang kedua hari ini, aku duduk di meja nomor 14. Sebagai sobat qismin, cuma kuat pesan paket Jamur 1 (nasi, jamur dan terong crispy, tempe). Minumnya pun cuma es Nutrisari.

10 menit kemudian es Nutrisari dalam gelas ember datang. Langsung kuteguk hingga setengah gelas, haus dan mengganjal perut lapar. Aku berharap makanan pun segera datang ke meja, supaya kewajiban lebih penting bisa dikerjakan tepat waktu.

Harapan hanya harapan, Preksu telah mem-PHP diriku. Nunggu hingga Nutrisari habis, makanan tak kunjung datang. 40 menit menunggu makanan, tidak datang juga. Padahal aku tetap akn membayar lho, nggak minta gratis. Sajake ngece banget.

Kesabaranku habis, lihat onggokan makanan di meja saji yang nggak segera diantar ke pemesan. Sebenarnya aku masih berharap salah satunya adalah pesananku. Tapi kok ya lambat banget. Akhirnya aku ke meja kasir, pake drama lagi lambatnya 😠. Kubayar minumanku Rp.3.000 lalu ambil motor dengan membayar Rp.1.000, pergi meninggalkan kekecewaan.

Marah sih, tapi masih bisa kutahan. Eman-eman kalau tetap disimpan dalam hati, bisa sakit tubuh ini. Kalau keburu lapar, jangan ke Preksu deh, keburu pingsan nanti nggak ada yang nolongin. Mending cari tempat makan lain yang penyajiannya lebih cepat dan profesional.

Mosok, pesananku dilewati akeh wong? Kan marai nesu. Catat ya, aku tadi ke situ sekitar pukul 14.25 WIB di meja nomor 14. Semoga mereka yang terlibat di dalmnya mendapat ganjaran yang setimpal.