November 2018 - metuomah.com

Jumat, 30 November 2018

2

Akhirnya Ada Kereta Api Pekalongan - Jogja

PT Kereta Api Indonesia akhirnya membuka rute kereta mengitari Jawa bagian tengah (Jawa Tengah - DI Yogyakarta) mulai 1 Desember 2018. Nama kereta ini "agak maksa" yaitu Joglosemarkerto, singkatan dari Jogja Solo Semarang Purwokerto. Rencananya sepur akan membawa 2 kereta eksekutif kapasitas 100 penumpang dan 7 kereta ekonomi kapasitas 560 penumpang.

Artinya dalam 1 kereta ekonomi berkapasitas 80 penumpang. Kabar baiknya adalah kursi penumpang 2-2, setelah mengecek di aplikasi penjualan tiket. Setidaknya lebih baik dari KA Kalijaga Semarang - Solo Balapan yang tempat duduknya 2-3. Update 1 Desember 2019, KA Kalijaga sudah pensiun.

Tiket masih membingungkan
Tiket bisa dibeli dan dipesan melalui loket stasiun dan situs penyedia tiket kereta api. KA ini merupakan perpanjangan rute 2 KA yang sudah beroperasi sebelumnya yaitu KA Kamandaka Semarang - Purwokerto dan KA Joglokerto Solo Balapan - Purwokerto. Tapi masalah tiket online masih membingungkan.

Misalnya begini, jarak Pekalongan - Jogja via Purwokerto berbeda dengan Pekalongan - Jogja via Semarang. Harga tiket pun seharusnya berbeda, lebih murah via Semarang.
Pekalongan Jogja via Purwokerto.
Merujuk situs tiket KAI, KA Joglosemarkerto hanya berangkat sekali dengan nomor perjalanan 7081, berangkat dari Pekalongan pukul 07:43 WIB dan sampai di Stasiun Tugu pukul 13:50 WIB. Tiket kelas ekonomi dihitung-hitung lebih murah, nyaman, dan cepat daripada naik travel atau suttle bus. Dengan waktu tempuh 6 jam 7 menit, kereta ini lewat mana? Purwokerto atau Semarang? 😅

Semoga masalah tiket ini segera dibenahi, agar konsumen tidak bingung menentukan mau lewat mana. Mungkin tidak begitu masalah jika harga keduanya sama, sayangnya harga tiket via Purwokerto dan via Semarang perbedaannya cukup jauh.

Jadwal keberangkatan dan tarif bisa dilihat di siaran pers PT KAI.

Update 3 Desember 2018
Setelah menelaah siaran pers KAI, dari 3 KA Joglosemarkerto hanya 1 jadwal keberangkatan dari Solo (06:00 WIB) yang memutar (loop) searah jarum jam tanpa "ngetem". 2 KA lain (eks Kamandaka) pake "ngetem" di beberapa stasiun.

Hanya 1 jadwal Pekalongan - Jogja via Purwokerto. Ada 1 jadwal Pekalongan - Jogja via Semarang tapi di siaran pers, KA hanya sampai Solo Balapan. Untuk meneruskan ke Jogja harus beli tiket lagi Solo - Jogja (meskipun menggunakan kereta yang sama) dan harganya wow sekali, kelas ekonomi Rp35.000 😂.
Pekalongan - Solo - Jogja.
Berangkat dari Pekalongan 13:15 WIB sampai Solo Balapan 17:22 WIB. Tiket saat ini hanya dijual di loket stasiun, belum ada di situs penyedia tiket. Admin media sosial KAI jika ditanya jadwal ini malah bingung 😄.
Jadwal KA Prameks Solo - Jogja.
Dari Solo Balapan ke Jogja bisa dengan KA yang sama (17:37 WIB) atau KA Prameks (Desember 2018 tiket Rp.8.000) yang berangkat pukul 18:00 dan 18:40 WIB. Perlu diketahui tiket KA Prameks tidak dijual online (Per 1 Februari 2019 KA Prameks dijual online).

Salah satu dugaan kenapa KA Joglokerto "ngetem" dulu di Solo Balapan adalah untuk mengakomodir penumpang KA Prameks Solo - Jogja. Okupansi yang melebihi kapasitas menyebabkan penumpang sering tidak kebagian tiket, sehingga terpaksa naik KA Prameks jadwal berikutnya.


Update 7 Januari 2019
Jadwal KA Joglosemarkerto yang ada di situs tiket online hanya tersedia tanggal 1 hingga akhir bulan atau diperbarui sebulan sekali. Misalnya hari ini tanggal 7 Januari akan memesan tiket bulan Februari, jadwal keberangkatan tidak akan ditemukan karena belum tersedia.

Rumornya KA Joglosemarkerto saat liburan pergantian tahun 2018-2019 sering mengalami keterlambatan, saya belum membuktikan karena belum pernah naik kereta ini 😀.


Artikel Terkait
- Berjuang Mendapatkan Tiket Prameks
- Tiket KA Prameks Bisa Dipesan Online
- Tiket Bus Batik Solo Trans Terasa Mahal?
- Pensiunnya KA Kalijaga per 1 Desember 2019

Kamis, 22 November 2018

0

Sebelum Matahari Meninggi di Situs Warungboto

Situs Warungboto berada di tepi Jalan Veteran Yogyakarta. Keberadaannya hampir terabaikan dan tak menyangka ada tempat yang sekarang menjadi tujuan pemotretan. Jalan Veteran termasuk jalur cepat di kota Yogyakarta, jarang orang melirik kanan kiri karena tidak ada pemandangan menarik, selain rumah dan toko-toko kecil milik warga. Situs Warungboto baru (sedikit) dipugar kembali (jika tidak keliru) sekitar tahun 2015-2016. Salah satu tetangga cerita bahwa bata merah untuk pemugaran diambil (dibeli) dari (toko) nya 😄.
Dahulu kala, ada air memancar dari tengah kolam.
Sebelumnya aku tidak begitu memperhatikan situs ini, dulu tidak terawat apalagi berada persis di samping makam. Jangan berpikiran aneh-aneh, itu bukan makam keramat. Setelah dari tepi jalan terlihat pemugaran selesai, aku mengajak keponakan main ke situ, eh malah ketemu tetangga yang lagi momong anaknya di dalam situs 😅.

Masuk gratis
Pagi sekitar pukul 06.00 WIB aku masuk dari arah Jalan Veteran, tidak ada loket tiket, langsung mbrobos melewati pagar kawat. Setelah berada di dalam, aku baru tahu ada pintu dari timur, umumnya pengunjung masuk dari pintu tersebut dan dikenai ongkos parkir kendaraan. Aku kurang tahu persis jika lewat timur, kemungkinan jika menggunakan mobil masuk dari jalan sebelah barat Sungai Gajah Wong di Jalan Ki Penjawi. Atau yang mengenal medan bisa lewat gang-gang kecil di utara-selatan situs menuju tempat parkir. Silakan ubleg-ubleg Googlemap 😃, tapi daripada ribet mendingan parkir di Jalan Veteran, sekarang sudah ada plang bertulis "parkir Situs Warungboto".
Warung kaki lima situs Warungboto di tepi Jl. Veteran.
Sekilas Situs Warungboto
Membaca sekilas halaman kemdikbud, aku jadi tahu situs Warungboto merupakan bagian dari pesanggrahan (taman) Rejowinangun, yang dibangun mulai tahun 1785 oleh pangeran (putra mahkota) KGPAA Hamengkunegara, yang pada tahun 1792 menjadi Sri Sultan Hamengku Buwana II.

Mungkin dahulu tempat ini masuk daerah (Kelurahan) Rejowinangun, tapi sekarang masuk wilayah (Kelurahan) Warungboto sehingga dinamakan situs Warungboto. Setahuku kedua kelurahan ini dibatasi oleh Sungai Gajah Wong yang membelah sisi timur Kota Yogyakarta.
Salah satu lorong kecil untuk main petak umpet.
Dalam pesanggrahan terdapat tempat istirahat bagi raja dan keluarga dan pemandian. Menurut salah satu sesepuh Warungboto (bukan warga asli tapi sudah menetap dari akhir 1970an, bukan mbah kaum atau dikeramatkan), dulu di dekat situs Warungboto terdapat mata air dengan air yang menyembur dari tanah hingga beberapa meter ke udara. Namun setelah ada pembangunan jembatan di Jalan Kusumanegara (dekat Gembira loka) yang menebang beberapa pohon penyimpan air, air yang menyembur lama-lama mengecil dan menghilang. Sekarang tidak ada lagi mata air di daerah tersebut.

Mata air inilah yang menbuat beberapa gang di sekitar situs diawali dengan kata "Umbul", diabadian menjadi nama kecamatan Umbulharjo.
Pancaran air dulu keluar dari situ.
Jalan-jalan sebentar
Sekilas tempat ini seperti miniatur Taman Sari yang dibangun tahun 1758. Perbedaannya sekarang tempat ini tidak eksotik dan tidak ada benteng yang mengelilinginya. Sebagian area sudah menjadi pemukiman penduduk dan sepertinya tidak menjadi sultan ground. Kita sekarang hanya bisa melihat sedikit sisa-sisa Pesanggrahan Rejowinangun.
Jalan masuk utama dari timur.
Waktu berkunjung terbaik adalah pagi hari hingga sekitar pukul 08.00 WIB, dan sore hari sekitar 15.30 hingga sebelum Maghrib. Waktu-waktu tersebut masih idel untuk pemotretan. Sedangkan siang hari sangat tidak disarankan karena cuaca panas, pencahayaan berlebih, dan tidak ada tempat berteduh.
Sisi tenggara berbatasan dengan makam.
Ketika berkunjung ke sini bulan Juni 2016, sisi selatan masih dalam tahap perbaikan agar menyerupai bangunan asli. Foto dalam artikel dipilih sebagai pembeda dengan foto-foto yang sudah lalu lalang di internet.

Kamis, 08 November 2018

4

Adakah Parkir Inap Motor di dekat Stasiun Lempuyangan?

Saya lumayan sering bepergian naik kereta api terutama untuk jarak pendek menggunakan komuter Prameks. Berangkat pagi pulang malam, atau kadang beberapa hari melakukan safar. Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, yang sekarang menjadi stasiun kelas ekonomi hampir selalu menjadi titik keberangkatan. Kenapa demikian? Akses stasiun yang mudah dijangkau dengan bus Trans Jogja, dekat dengan jalan raya, dan bersahabat dengan pemakai kendaraan pribadi menjadi alasannya.

Dengan berangkat menggunakan Prameks terpagi atau kereta tengah malam, sungguh mustahil mengandalkan transportasi umum kecuali taxi online. Alasan itulah menjadikan saya hampir selalu menggunakan motor dan menitipkannya di penitipan (parkir) motor.

Kenapa tidak di Stasiun Tugu Yogyakarta saja? Alasannya karena:
  • Letaknya lebih jauh dari tempat tinggal,
  • tidak ada parkir inap,
  • tarif parkir progresif,
  • jauh dari halte Trans Jogja.
Di area Stasiun Lempuyangan terdapat kantong parkir, tapi tarifnya progresif. Ada juga parkir di tepi jalan stasiun, tapi biasanya hanya untuk penjemput atau calon penumpang yang memesan tiket, untuk meninggalkan motor di sini seharian sangat riskan. Alternatif terakhir adalah yang terbaik, parkir di rumah penduduk depan (selatan) Stasiun Lempuyangan.

Hampir semua rumah penduduk di selatan stasiun menjadi tempat parkir inap motor. Jam buka penitipan bervariasi, ada yang buka 24 jam, ada pula yang buka Shubuh dan tutup menjelang tengah malam. Beberapa pengelola pernah saya coba tapi tidak berlangganan.
Tarif penitipan motor Stasiun Lempuyangan.
Tarif parkir inap
Mungkin saat ini sudah umum di Yogyakarta, tarif inap motor rata-rata sama yaitu Rp.3.000. Tarif ini dihitung dari pukul 00.01 - 23.59 WIB, misalkan parkir hanya satu jam tapi melewati tengah malam akan dikenakan tarif 2 hari.

Yang perlu dipertimbangkan saat menitipkan motor di sekitar stasiun adalah
  • Jalan Lempuyangan diberlakukan searah dari barat ke timur, pintu masuk-keluar stasiun ada di sisi timur. Sedangkan pintu keluar ada 2, sisi barat dan timur.
  • Jam buka penitipan motor, terutama jika diperkirakan sampai stasiun tengah malam.
  • Pelayanan dan fasilitas, carilah yang terbaik dan sesuai dengan selera.
Selama ini saya tidak mengalami kendala berarti selama menitipkan motor. Dulu pernah sering menitipkan ke X tapi beberapa bulan kemudian usahanya tutup. Pernah menuju ke Y tapi ternyata pagar depan tertutup rapat. Pernah juga ke Z tapi ditolak dengan alasan penuh.

Minggu, 04 November 2018

0

Selayang Pandang Restoran Sekar Kedhaton di Sabtu Malam

Kotagede merupakan "kota tua" di Yogyakarta, ratusan tahun lalu pernah menjadi ibukota Kerajaan Mataram Islam. Maka tidak heran jika di sini terdapat bangunan dengan arsitektur kuno, salah satunya ada di Jalan Tegal Gendu 28 Kotagede Yogyakarta. Pada tahun 1800an berdirilah bangunan dengan pengaruh budaya Portugis, Belanda, Cina, dan Jawa. Bangunan tersebut masih berdiri kokoh dengan nama Sekar Kedhaton Restaurant.

Restoran yang sudah dikenal wisatawan ini sehari-hari menyajikan menu masakan Jawa. Guna memberikan lebih banyak variasi kepada pelanggan, mulai November 2018 manajemen memperkenalkan kuliner spesial Nusantara tiap Sabtu malam yaitu Paket Selayang Pandang. Tema Selayang Pandang adalah kuliner khas Nusantara dengan tema kuliner selalu berganti tiap pekan. Di pekan pertama November 2018, tema yang diambil adalah masakan Bali. Mulai pukul 17.00 WIB beberapa kuliner khas Bali mulai disajikan, seperti Nasi Kecombrang, Sate Lilit Sambal Matah, Kering Tempe Manis Kacang, Lawar Kacang Panjang, Nyat-nyatan Ayam, Telor Godok Cabai Ijo, dan Ikan Bakar Jimbaran.
Paket Selayang Pandang.
Sedangkan hidangan penutup (desert) berupa es melon selasih dan jajanan khas Kotagede seperti Kipo dan Mata Kebo. Tak ketinggalan juga buah-buahan lokal yang menyegarkan.

Aku mengambil semua menu yang tersedia, tentunya porsi kecil asal semua bisa dicicipi. Nasi Kecombrang pun hanya mengambil satu bungkus, restoran juga sudah menyajikan nasi putih. Semua bisa diambil semau kita karena Selayang Pandang merupakan paket all you can eat.
Porsi yang kumakan.
Lihat gambar di atas sepertinya ada yang terlewat? Betul... aku tidak mengambil sambal, padahal sudah tersaji berbagai sambal khas Bali. Aku suka Nasi Kecombrang ini, rasa kecombrangnya nendang banget, disamping nasinya gurih yang menggugah selera makan. Lawar Kacang Panjang sekilas hampir sama dengan Urap masakan Jawa, yang membedakan adalah tidak ada sayuran lain selain kacang panjang serta bumbu khas Bali.
Sambal Embe.
Sate Lilitnya lembut banget, tanpa cocolan sambal pun sudah terasa lezatnya. Nyat-nyatan Ayam bisa dikatakan seperti Ayam Suwir, semua kuliner ini sangat terasa sekali bumbunya di lidah.
Nyat-nyatan Ayam.
Di Sekar Kedhaton Restaurant, kuliner tersebut dimasak dengan cara halal, tidak ada campuran darah dan Babi di dalamnya. Jadi tak perlu khawatir menyantap kuliner di restoran grup Ansor Silver ini.
Telur Godok Cabai Ijo.
Selayang Pandang pekan I bulan November dengan tema kuliner Bali sudah terlewati, rencananya pekan II akan menampilkan kuliner Sulawesi, pekan III kuliner Kalimantan, dan pekan IV kuliner khas Sumatra.
Hidangan penutup.
Khusus bagi pemegang KTP DI Yogyakarta akan mendapatkan potongan harga 30% dari harga paket Rp.119.000++ per pak. Tertarik untuk mencobanya? Silahkan reservasi atau langsung menuju Sekar Kedhaton di Sabtu malam.

Jumat, 02 November 2018

0

Cara Mudah Merawat Tas Wanita Berbahan Kulit

Tas berbahan kulit selalu diminati kaum wanita dan tak pernah terkesan ketinggalan zaman. Karena bahan kulit memang cocok dipadukan dengan aneka jenis tas. Setidaknya Anda pasti memiliki satu koleksi tas kulit, bisa berupa sling bag atau jenis tas lainnya.

Merawat tas kulit sebenarnya tidak sulit bila Anda sudah memahami caranya. Ulasan tentang cara merawat tas kulit ini pasti mudah Anda lakukan secara teratur:
Tas selempang (sumber: mataharimall)

Membersihkan Noda pada Tas Kulit
Tas kulit yang tampak bersih sekalipun harus tetap dirawat secara teratur. Karena pasti ada saja kotoran yang melekat di permukaannya. Anda patut membersihkan tas kulit dengan produk pembersih khusus berupa cairan yang mengandung pelembap. Selanjutnya, teteskan cairan tersebut pada permukaan kapas bertekstur lembut. Usapkan kapas dengan gerakan searah pada seluruh permukaan tas kulit. Maka kotoran pada permukaan tas kulit pun akan berpindah psda kapas. Ulangi cara ini beberapa kali sampai kapas benar-benar terlihat bersih.

Mengeringkan Tas yang Terkena Air
Jangan panik jika tas kulit Anda terkena tumpahan air atau air hujan. Anda mesti menggunakan kain lap micro fiber untuk mengeringkannya. Supaya tidak ada air yang terserap pada permukaan tas kulit tersebut. Selanjutnya, jemurlah tas kulit kesayangan Anda di tempat yang berangin dan teduh. Jika tas tersebut berupa sling bag, Anda tinggal menggantungnya saja. Diamkan selama beberapa jam sampai seluruh permukaan tas menjadi kering sempurna.

Menjauhkan Tas dari Sinar Matahari
Selain air, ternyata sinar matahari juga merupakan musuh utama tas kulit. Karena bahan kulit rentan mengalami perubahan tekstur dan warna bila terkena sinar matahari terlalu lama. Sebaiknya Anda selalu menjauhkan tas kulit kesayangan dari sinar matahari. Letakkan tas di tempat yang teduh agar tekstur dan warna kulitnya tetap awet dalam waktu lama.

Menyimpan Tas di Tempat Kering dan Sejuk
Anda tak boleh menyimpan tas kulit kesayangan di sembarang tempat. Sebab tas harus disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari. Tempat terbaik untuk menyimpan tas adalah laci atau lemari kamar. Namun, Anda harus memeriksanya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa tempat tersebut benar-benar bersih. Tak ada salahnya pula bila Anda memeriksa tas setiap satu hingga dua bulan sekali sambil membersihkan permukaannya.

Jangan Menumpuk Tas Saat Menyimpannya
Orang yang punya banyak tas kulit biasanya menyimpan tas-tas tersebut dengan cara ditumpuk. Padahal, menumpuk tas akan meningkatkan risiko perubahan bentuk tas. Sebaiknya Anda menyimpan tas satu per satu tanpa terganggu oleh tas lain. Untuk sling bag, Anda juga bisa menyimpannya dengan cara digantung. Supaya bentuk tali panjang pada sling bag tersebut tidak berubah.

Mengisi Tas dengan Busa atau Kertas
Jangan menganggap sepele busa atau tas yang digunakan untuk mengganjal bagian dalam tas. Mengisi tas dengan busa atau kertas bermanfaat untuk mempertahankan bentuk tas. Sehingga tas kesayangan Anda tak akan mudah berubah bentuk walaupun disimpan dalam waktu lama. Jumlah busa atau kertasnya harus banyak agar bisa memenuhi isi tas secara maksimal.

Nah, kini Anda tahu kan kalau merawat tas kulit ternyata sangat mudah. Anda yang belum punya tas kulit pun pasti mulai tergugah untuk memilikinya. Jadi, pilihlah tas kulit yang bentuknya sesuai dengan kebutuhan Anda. Tas kulit berkualitas akan mendukung aktivitas Anda dan membuat penampilan semakin bergaya.

Kamis, 01 November 2018

0

Cocofest, Festival Kreatif Anak Muda Indonesia

Punya konten bagus dan menarik jangan hanya disimpan dalam memori, sebab tidak ada yang bisa menilai karyamu, cukup bagus atau perlu perbaikan jadi lebih baik. Ide memang bisa dicuri, tapi jika kamu tidak mau mengeluarkan idemu karena takut dicuri, idemu akan basi ketinggalan zaman. Kamu tidak akan maju, dan akan disalip oleh orang-orang yang punya pemikiran terbuka.

Jika ide maupun kontenmu dinilai bagus dan akan mendapat apresiasi, apakah kamu tetap diam saja? Mumpung saat ini ada Content Creation Festival (Cocofest), yuk kreasikan dan masukkan kontenmu ke panitia, siapa tahu kamu jadi juara.

Coco Festival Indonesia 2018 adalah festival kreatif anak muda Indonesia yang didukung oleh BUMN, yang bertujuan agar anak muda Indonesia saling terhubung dan menginspirasi sehingga lebih kreatif dalam berkreasi.

Ajang kompetisi Cocofest sudah dibuka mulai Oktober 2018 dan baru resmi dibuka pada acara peluncuran program BUMN Milenials di Bontang, Kalimantan Timur 28 Oktober 2018 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Puncak acara pada tanggal 10 November 2018 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan. Selain kompetisi juga ada Showcase & Workshop, Keynote Speech & Idea Talks, dan Meet & Greet dengan beberapa kreator konten terkemuka.

Syarat umum
Kamu hanya perlu membuat konten yang berhubungan dengan BUMN, semisal Bank Mandiri. Konten bisa berupa gambar, video, atau animasi. Kemudian publikasikan melalui media sosial Instagram. Tandai karya kamu ke @cocofestindonesia dan 3 akun teman kamu. Gunakan takarir yang menarik dewan juri dengan tagar #BUMNNyataBuatKita #BUMNHadirUntukNegeri, dan tandai (mention) 3 akun Instagram BUMN yang berhubungan dengan karya.

Tema konten
Karya bisa membahas pembangunan yang dilakukan BUMN, aset yang dimiliki BUMN, atau produk milik BUMN. Kamu bisa memilih satu atau semua tema, supaya lebih fokus membuat konten. Masing-masing tema memiliki besar hadiah yang sama. Tema-tema tersebut adalah Nature, Transportasi, Infrastruktur, dan Lifestyle.
Publikasikan karyamu di Cocofest 2018.
Hadiah
Dibagi menjadi 3 kategori yaitu santri, mahasiswa, dan non mahasiswa. Tiap kategori hanya dipilih 1 pemenang untuk tiap tema dengan nominal 20 juta rupiah. Selain itu masih ada pemenang 1 Best of the best dan 1 Most Favorite, masing-masing berhadiah 30 juta rupiah plus liburan ke Labuan Bajo.

Batas waktu kompetisi
1 Oktober 2018 – 6 November 2018. Pengumuman dilakukan pada 10 November 2018, sekaligus sebagai ajang awarding night untuk para pemenang online competition. Pertanyaan seputar kompetisi Cocofest 2018 bisa diajukan ke akun Instagram @cocofestindonesia.

Segera publikasikan ide dan konten terbaikmu, agar kesuksesan menyertaimu.