Berapa kali aku jalan-jalan di Malioboro Jogja? Sampai tulisan ini dimuat, aku belum menyentuh angka 100 😄. Jika tidak ada kepentingan mendesak, tidak pergi ke sana. Untuk mencapainya sungguh melelahkan, berjuang sabar dengan kemacetan.

Ke Malioboro, sedikit dipusingkan oleh parkir. Tidak semua tempat boleh ditempati untuk parkir kendaraan, harus di kantong-kantong parkir di sekitar Malioboro. Kantong parkir seperti mall dan hotel menggunakan skema parkir progresif, untuk menekan parkir kendaraan seharian dan bisa gantian dengan yang lainnya. Sudah mahal tapi kok ya banyak yang menggunakan, lebih tepatnya karena memang butuh dan terpaksa.


Angkutan umum masih belum bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat lebih suka menggunakaan kendaraan pribadi, termasuk diriku.... ngirit puol, tetap lebih irit dan cepat daripada angkutan umum, apalagi dibandingkan dengan ongkos naik jasa transportasi online.

Beberapa waktu lalu, aku ikut kegiatan dari pagi sampai sore di sekitaran Malioboro. Jika parkir di hotel atau di mall bisa habis Rp.10.000an, lalu dimana harus parkir kendaraan? Setelah bertanya pada beberapa teman, tempat parkir ideal adalah Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA).
Taman parkir Abu Bakar Ali
Letaknya persis di selatan rel kereta api, utara Hotel Grand Inna Garuda, atau utara Malioboro lah.. Kenapa dinamakan Abu Bakar Ali? Karena tempat parkir ini berada di Jalan Abu Bakar Ali 😅.

Biasanya bus dan kendaraan roda 4 parkir di lantai dasar, sedangkan motor di lantai 2 dan 3. Pada liburan akhir tahun, tempat ini dikhususkan untuk mobil dan motor, katanya nih... bus dilarang parkir di sini selama libur akhir tahun.
Parkir motor di lantai 2.
Parkir motor di Taman ABA sangat luas, konon katanya bisa menampung hingga 3000 motor. Di hari biasa terutama pagi, suasana cukup sepi seperti terlihat pada foto di atas. Waktu liburan tiba parkiran motor sudah lumayan terisi dari pagi. Untuk pembonceng, sebaiknya turun saja di lantai 1 dan menunggu teman pengendara turun, tujuannya untuk menghemat tenaga 😂.
Tangga pengendara motor di parkir Abu Bakar Ali.

Tarif parkir motor Abu Bakar Ali

Setahuku tarif parkir motor flat Rp.3000, seperti yang tertera di karcis parkir. Jadi parkir di sini cukup menguntungkan untuk orang yang punya tujuan jalan-jalan dalam jangka waktu lebih dari 3 jam.
Karcis parkir, motretnya blur.
Tidak jarang tempat ini jadi titik kumpul rombongan (memarkirkan motor, lalu pindah naik mobil rombongan) untuk menuju ke satu tempat. Seperti yang kami (blogger) lakukan 2 pekan sebelumnya, pergi ke Gunungkidul dari pukul 06.00-17.00 WIB, tarif parkir tetap dan tidak dinaikkan.

Jam operasional parkir Abu Bakar Ali

Setahuku mulai buka pukul 06.00 WIB dan tutup pukul 23.30 WIB. Jadi di sini kendaraan tidak diperkenankan menginap (coba tanya langsung pada petugas, mungkin saja sudah berubah aturannya 😀).
Jam tutup parkir.
Taman Parkir Abu Bakar Ali bisa menjadi tempat alternatif parkir saat berkunjung ke Jogja (terutama Malioboro), tarifnya cukup bersahabat untuk ukuran parkir di area parkir mahal (progresif).

Update 31 Desember 2018
Dengarkanlah keluhan warganet yang selalu berulang tiap ada tanggal merah lebih dari 2 hari. Tarif parkir menjadi masalah yang tak pernah selesai di Kota Jogja.