Senin 3 Desember 2018 dipilih sebagai hari pembukaan Ayam Goreng Nelongso pertama di DI Yogyakarta, tepatnya di Jalan Kaliurang km 6,3 No. 60 Mlati, Sinduadi Sleman DI Yogyakarta. Ada 500 porsi disediakan Ayam goreng Nelongso Jogja untuk para warganet, pada 3-7 Desember 2018. Aku salah satu yang memanfaatkan kesempatan ini 😅, bukan undangan tulisan berbayar 😂.
Ayam goreng Nelongso Jogja.
Awalnya aku heran, kenapa namanya "Nelongso" dan gambar logonya bukan ayam, malah bebek. Setelah lihat papan reklame di atas, aku paham dengan nama "Nelongso". Cukup bayangkan saja nasi + ayam goreng seharga Rp.5.000 dimana di Jogja harga nasi ayam minimal Rp.8.000 per November 2018 wkwkkw. Rumah makan ini menyediakan juga menu bebek, sehingga menggunakan logo kepala bebek (?)
4 Desember 2018.
Aku memilih tanggal 4 menghindari empet-empetan sesama pejuang gratisan wkwkwk 😂. Aku mengirim balasan pesan kepada admin 3/12/2018 sore, mungkin kuota hari pertama sudah habis, sehingga diberikan slot esok hari (jawaban serius).
Antre.
Yang namanya gratisan biasanya antre, yang nggak gratis..... juga antre 😊. Contohnya gerai fried chicken lokal maupun interlokal, selalu saja antre. Waktu ke Ayam Goreng Nelongso kemarin antrean masih manusiawi, penyajiannya pun tidak sampai 10 menit. Ini karena sistem yang digunakan adalah pesanan diantar ke meja, konsumen cukup antre untuk memesan dan langsung bayar.
Daftar menu dan harga.
Aku memilih duduk di lantai dasar, males harus naik meskipun tempatnya berpendingin ruangan. Ada wastafel di ruang utama, sedangkan bagian belakang ada tempat shalat dan toilet. Meskipun hujan mengguyur, pengunjung tetap berdatangan. Iyalah, pas jam makan siang 😃, tidak semuanya pejuang gratisan kok, yang bayar juga ada. Perlu ditekankan bahwa e-voucher gratis cuma MAKAN, parkir kendaraan dan minumnya BAYAR sendiri 😋.
Lantai dasar.
Saat yang dinanti tiba, paket nasi ayam kampung datang ke meja. Aku agak kecewa, baru tahu penyajian di sini sambal "ditumpahkan" ke ayam. Ayam menjadi tidak berasa karena lebur dalam sambal, mungkin inilah ciri rasa ayam rumah makan ini, kekuatan bumbu ada pada sambal. Celakanya lagi, aku pesan sambal pedas. Pengalaman awal sangat berguna, untung gratis wwkwkwk. Lain kali pesan tanpa sambal, toh sambal sudah disediakan gratis ambil sendiri. Ada 11 macam sambal tersedia, ditambah 1 kemasan kecap Bango. Mangkok plastik ukuran koin Rp.500 digunakan untuk tempat sambal yang akan pengunjung bawa ke meja makan.
Nasi ayam kampung.
Lampu di rumah makan ini kuning, tidak mendukung instagramable, hasil foto menjadi serba kuning seperti di atas. Seporsi nasi ayam kampung terdiri dari nasi, tahu goreng, seiris mentimun, sayap ayam kampung dengan guyuran sambal. Di daftar menu, tidak ada pilihan dada, paha, atau sayap. Sepertinya pengunjung hanya bisa pasrah mendapatkan potongan ayam bagian mana 😊. Pun tidak tersedia menu tambahan lalapan.

Harga sudah sesuai dengan apa yang didapat, semua kembali lagi ke selera asal. Ayam Goreng Nelongso Jogja punya keunggulan yang tidak dimiliki rumah makan ayam (lokal) lain yaitu buka 24 jam. Selamat makan..