Sabtu, 20 April 2019

Menyantap Sarapan ditemani Sejuknya Pagi di Joglo Pari Sewu

Nama Joglo Pari Sewu baru kudengar pekan lalu, setelah teman-teman Blogger Jogja membicarakannya. Rupanya tempat ini adalah restoran di tepi Kali (sungai) Kuning yang terletak di daerah Bromonilan, Purwomartani Kalasan, Kabupaten Sleman DI Yogyakarta. Aku jadi penasaran setelah tahu berada di tepi sungai, karena itulah aku bela-belain ke Joglo Pari Sewu hari Selasa, 9 April 2019 lalu.
Restoran Joglo Pari Sewu.
Lokasinya masuk dalam Desa Wisata Bromonilan, sekitar 16 kilometer dari Kilometer Nol Yogyakarta. Memang cukup jauh, namanya juga desa. Kalau di kota adanya Kampung Wisata. Cukup buka peta Google, Restoran Joglo Pari Sewu akan ditemukan di sana. Sebagai pengendara yang taat peraturan, sepanjang jalan menuju lokasi aku tidak membuka peta Google, akibatnya menempuh jalan lebih jauh dari petunjuk Google 😂.
Klik untuk memperbesar gambar.
Selain terletak di tepi sungai, apa yang menarik dari restoran ini? Lihat spanduk yang membentang di parkiran; All u can eat* hanya dengan Rp25.000 akhir pekan dan Rp20.000 di hari biasa, tanpa tambahan biaya apapun (di beberapa brosur biasa ditulis ++). Siapa yang nggak tertarik coba? Kalau programnya sudah tidak ada, spanduk (harusnya) tidak lagi nangkring di situ.
Spanduk wisata pagi all you can eat.
Dari sekian banyak spot wisata di desa wisata ini, aku hanya sempat melihat sebagian saja. Lebih suka duduk menikmati keadaan sekitar dalam beberapa saat, baru pindah ke tempat lain setelah rasa terpuaskan 😀.
Kemana saja boleh.
Memasuki joglo restoran pukul 09.00 WIB, eh ternyata sarapan saat itu ditempatkan di bawah (tepi sungai). Akupun menuruni tangga menuju ledok, sudah ada beberapa orang disana menunggu sarapan. Terlihat dari anak tangga, ada 2 meja dan tikar untuk lesehan. Termasuk juga ada 2 toilet dengan konsep alam (maksudnya berlantai bebatuan gitu).
Di bawah pohon Bambu kala itu.
Sambil menunggu teman lain datang, kuluangkan waktu jalan berkeliling. Tempat tersebut rupanya bernama Taman Bambu, yang berdampingan dengan kolam terapi ikan, tempat main air, dan rumah pudding. Fotonya dirangkum menjadi slide di bawah ini.
Setelah teman-teman sudah kumpul dan sajian siap, kami langsung mengerubungi pramusaji 😀. Apa aja sih kuliner yang disajikan Joglo Pari Sewu? Ada 2 amben sebagai tempat menggelar kuliner, amben jualan yang sudah jarang ditemukan di kota. Aku jadi ingat masa kecil, para penjual bubur dan terik menggunakannya untuk menggelar jajanan. Gambar amben jualan ada di slide kok.

1 amben untuk jajanan dan minuman. Amben lain untuk makanan berat. Di antara keduanya dipisahkan oleh wajan penggorengan di atas kompor untuk menggoreng aneka jajanan seperti balok, pisang, tempe, dan bakwan jagung. Bakwan jagungnya juara lho..
Contoh voucher jajanan.
Lho kok ada voucher jajanan, gunanya buat apa? Kayaknya begini, program all u can eat berakhir saat aku datang kemarin, gantinya adalah program tukar uang dengan kupon. Kuponnya bisa digunakan untuk beli jajanan. Lebih jelasnya lihat Instagram @jogloparisewu.

Sebelum sarapan yang kedua (dari rumah sudah sarapan 😂), pemanasan dulu dong alias ngemil 😁. Aku ke amben jajanan dan memesan jamu beras kencur, padahal aku tahu jamu ini mengenyangkan (iyalah... kan dibuat dari tepung beras). Jamu sudah dibuat dan dimasukkan ke dalam botol, pramusaji tinggal mengocok lalu menuangkannya ke dalam gelas. Selain beras kencur ada kunir asem, teh, wedang uwuh, dan air putih.
Monggo dipun dahar.

Selanjutnya makan jenang gempol karena bubur kacang ijo hampir tiap hari makan 😀. Aku harus merelakan tidak makan bubur telo ungu agar perut tidak serta merta penuh 😆. Jajanan pasar yang tersedia adalah gatot, lupis. dan tiwul lengkap dengan juruh dan kelapa parut. Belum lagi apem, resoles, lemper. Duh... nyebut apa lagi saking banyaknya pilihan 😋.

Aku menuruni tanah untuk lebih dekat dengan sungai, sambil ngemil gorengan 😌. Kemudian duduk di tepi kolam terapi ikan. Untuk melakukan terapi ini, harus membeli tiket karena tidak termasuk dalam paket sarapan. Aku dan teman-teman hanya duduk tanpa berani memasukkan kaki ke kolam, ikannya terlihat ganas hahahha.
Mandi di sungai.
Pakaian renang sudah kubawa dari rumah, tapi melihat tempatnya aku jadi sedikit keder 😂. Kalau sendirian berenang di tempat ini ogah ah hahahah, padahal kelihatannya asyik ya, berenang. Selain renang, tempat ini juga biasa digunakan untuk bebek-bebekan (floating boat) yang dikenakan biaya terpisah.
Mau renang? Baca ini dulu.
Tibalah waktunya untuk sarapan kedua. Pilihan menu yang tersedia benar-benar bikin pusing kepala, banyak banget! Aku bersyukur saat itu tidak tergoda untuk icip-icip semua menu 😁. Menu yang kupilih pun kuungkapkan dengan percaya diri, pecel! Padahal waktu itu ada nasi goreng, sayur lodeh, gudeg, krecek, dan oseng terong. Lauknya ada telur ayam pindang, telur ceplok pedes, mi goreng, oseng teri, sate telur puyuh, dan usus. Oh iya, ada jengkol juga!
Nasi pecel.
Sayuran pecel cukup lengkap disajikan di atas piring seng. Ini pecel ala Jogja, bukan Jawa Timuran yang penyajiannya diikuti oleh rempeyek. Mungkin pilihan lauknya yang salah hahahaha, maklum lagi kepengen sate telur puyuh 😃.

Selain paket sarapan, pengunjung juga bisa memesan makanan non paket seperti yang terpampang di daftar menu.
Klik untuk memperbesar gambar.
Klik untuk memperbesar gambar.
Rasanya tak ingin beranjak dari Taman Bambu, suasana asri ditemani beraneka menu sarapan dan jajanan jadi penyebabnya. Andaikan bisa lebih pagi sampai ke sini, akan lebih leluasa menikmati sejuknya pagi.

Rabu, 17 April 2019

Belajar Memotret Pelari dan Atributnya

Usai gelaran Mandiri Jogja Marathon 2018 yang mengecewakan pelari (bukan yang suka selfie-selfie), aku penasaran dengan hasil jepretanku. Mayoritas hasilnya kurang memenuhi standar kelayakan 😂. Kuakui, tim kami kurang persiapan dan gelaran ini adalah pertama kalinya menonton lomba lari. Meskipun begitu, beberapa orang dari kami memenangkan lomba foto Twitter dan Instagram dari beberapa penyelenggara. Kebetulan aku menjadi salah satu pemenang meskipun bukan pemenang bernomor 😀.
Yats Colony noise.
Seorang teman menginformasikan akan ada acara bersama RunhoodMag pada 28-29 April 2018 di Yats Colony. Setelah mendaftar dan mendapat konfirmasi, aku datang menuju tempat acara. Clingak-clinguk, kok aku saja yang datang atas nama narablog 😂, heran juga sih kenapa pada tidak tertarik? Tukang potret murni juga sepertinya tidak ada. Yang datang malah banyak pelari, yang notabene lebih fokus lari daripada "cuci mata" (ngapain juga lari sambil bawa kamera?). Satu orang kukenal yang datang belakangan yaitu Jarwadi; narablog kawakan yang sekarang asyik masyuk dengan pelarian 😄.
Belajar motret lari.
Ternyata ribet juga persiapan untuk memotret. Tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya hehhehe. Ilmu yang ditularkan RunhoodMag kali ini lebih ndridis dan lebih ke profesional, bukan memotret lari karena ikut lomba Instagram 🙊. Hari pertama di kelas hanya menyampaikan teori, kemudian peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, yang akan melakukan praktek di hari terakhir.

Menyiapkan tim
Langkah-langkah untuk mendapatkan hasil maksmimal kurang lebih seperti memuat tim yang terdiri dari photografer, producer, editor, dan transporter. Kalau di bahasa kami mah tukang potret, pembuat, penyunting, dan alat pengangkut.

Selanjutnya isi callsheet, kayak lembaran rencana kegiatan gitu supaya kegiatan pemotretan tercatat dan lebih terarah. Kurang isinya siapa saja anggota tim, alat yang digunakan, tema pemotretan, dan lain sebagainya. Lebih lengkapnya kutulis di bawah ini.


Itinerary pemotretan.

Detail of production

Tulis tema pemotretan di sini,apakah untuk komersial sponsor, keunikan tempat, atau seperti tema yang ditawaran waktu latihan yaitu Landscape Jogja Thru Running.

Teams

Masukkan semua anggota tim dan jabatannya (tukang potret, pembuat, penyunting, sopir)

Gears

Tulis semua peralatan yang dibawa beserta jumlahnya. Setelah pemotretan selesai, periksa kelengkapan peralatan. Jangan-jangan ada yang hilang..

Venue

Tulis tempat pemotretan, misalkan di bawah pohon Beringin dekat rumah calon mertua.

Call Time

Lebih menitikberatkan pada janjian anggota tim mau ketemu pukul berapa, dimana. Bisa juga ikut dimasukkan, dimana tempat parkir kendaraan atau turun dimana jika naik transportasi umum (daripada nanti nanya-nanya di grup 😄). Ada yang ketinggalan, kelak akan mulai pemotretan pukul berapa.

Moodboard

Aku tidak paham dengan ini karena tim kami tidak mengisinya hahahhahah.. Mungkin diisi ilustrasi cerita tema pemotretan yang sedang berlangsung.

List

Daftar tim yang membawa dan mengoperasikan perangkat. Tulis juga jumlah perangkat, kondisi, dan statusnya, apakah kondisi bagus 100% atau tombol agak mejen. Status perangkat milik siapa, pribadi, perusahaan dan komunitas, atau sewa.

---o0o---

Sebelum Hari H siapkan peralatan dan survei tempat pemotretan, sesuaikan dengan tema yang akan diambil. Semoga catatan ini dapat membantuku memotret ala-ala rungrapher yang tekniknya berbeda dengan idolgrapher.

Senin, 15 April 2019

Menilik Kisaran Harga Yamaha Nmax Terbaru Maret 2019

Kemunculan skutik Nmax dari produsen Yamaha memang bisa dikatakan cukup sukses di dunia otomotif. Kabarnya jenis motor skutik tersebut mampu mendongkrak penjualan dari kendaraan model matic Yamaha. Meskipun secara harga memang kendaraan berbody bongsor tersebut terbilang cukup mahal, tetapi hal itu tidak membuat masyarakat Indonesia enggan untuk memiliki. Bahkan sampai dengan saat ini kabarnya akan ada versi nmax terbaru 2019 yang digadang-gadang akan menjadi kendaraan yang paling dinantikan. Dari awal kemunculannya Nmax memang selalu memberikan kejutan yang mampu membuat para pengguna kendaraan jatuh cinta.
Yamaha Nmax.

Dari Yamaha sendiri sampai dengan saat ini Nmax bisa dikatakan sebagai tulang punggung penjualan motor seri matic. Apalagi harga yang ditawarkan cukup menarik sekali, selain itu desain yang sangat berbeda dari seri metic sebelumnya memang menjadi daya tarik sendiri. Ciri khas bongsor yang digunakan mampu memberikan kesan berbeda pada sebuah motor. Tidak heran jika Nmax banyak digandrungi oleh berbagai segmen, mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa yang berada pada kelas atas.

Karena melihat permintaan pasar yang terus meningkat pada sebuah kendaraan Nmax, Yamaha terus mengatur strategi untuk meningkatkan profit. Salah satunya dengan menaikkan harga setiap tahunnya, hal itu terlihat pula pada bulan Maret tahun ini yang naik dari harga sebelumnya yaitu:
  1. Seri Yamaha Nmax 155 standar bulan Maret 2019 dijual dengan harga Rp.27.540.000. Harga tersebut naik dari sebelumnya pada bulan februari yang bisa didapatkan hanya dengan harga Rp.26. 900.000.
  2. Lalu untuk seri kedua ada Nmax 155 ABS yang lebih mahal yaitu Rp.31.150.000 yang naik dari harga bulan Februari yang masih berada pada angka Rp.30.650.000.
Selain isu kemunculan Nmax terbaru tahun ini, ternyata kenaikan harga tersebut juga menjadi salah satu bentuk informasi yang cukup mencengangkan. Dimana pada awal tahun lalu tepatnya bulan Januari dan Februari untuk harga dari skutik tersebut masih tergolong stabil. Tetapi kenaikan secara signifikan baru terlihat ketika pada bulan Maret 2019. Nah, bagi Anda yang ingin memiliki kendaraan skutik dari Yamaha tersebut harus segera membeli agar tidak terjadi kenaikan harga yang lebih tinggi lagi. Karena meskipun harga tergolong mahal, tetapi permintaan dipasaran juga tidak mengalami penurunan.

Pada dasarnya Yamaha memang salah satu produsen kendaraan yang cukup aktif mengeluarkan berbagai produk otomotif. Setelah memunculkan Nmax, ada beberapa seri skutik bongsor yang ditawarkan dengan harga yang lebih rendah. Tetapi bagi Anda yang tidak ingin kelamaan mendapatkan Nmax terbaru dengan harga tinggi bisa memilih cara kredit. Apalagi saat ini sistem kredit bisa melalui online, seperti pada Moladin yang memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan berbagai jenis kendaraan dengan mudah dan cepat serta angsuran ringan.

Sabtu, 06 April 2019

Nyetrit Bareng di Sepenggal Kali Code

Sudah lama tidak jalan dan main bersama banyak orang rasanya kangen juga. Sabtu 16 Maret 2019 lalu aku ikut Komunitas Nyetrit Bareng Jogja "turun" ke tepi Kali Code, memotret "apa yang menarik" untuk dipotret 😀. Titik kumpul sudah ditentukan di depan Malioboro Mall. Dari tempat tersebut kami berjalan berjalan ke selatan, melewati Kepatihan menuju seberang Hotel Melia Purosani. Kendaraan sengaja kuparkir di Taman Parkir Abu Bakar Ali, yang beberapa waktu lalu sudah pernah kutulis.

Bulan Maret biasanya sudah mulai memasuki musim panas, tapi khusus di tahun 2019 Maret di Jogja masih hujan. Malam hari sebelum hari H, hujan mengguyur cukup lama yang menyebabkan suhu udara cukup dingin. Jam nyetrit bareng pun molor, beberapa orang merasa hari masih pagi. Mau bagaimana lagi lha wong saat di rumah melihat matahari masih berselimut. Hampir semua berpikiran sama, "Ah masih pagi.." 😂

Di bawah jembatan Jalan Jagalan.
Saat akan memasuki kampung Code, Pak Presiden Nyetrit Bareng memberi pengarahan, mempersilakan peserta memotret bertema kolor (color) ini, sebisa mungkin tidak mengganggu aktivitas warga. Peserta nyetrit kali ini lumayan banyak, sekitar 25 orang. Dan, baru terasa hari beranjak siang setelah selimut matahari hilang dari langit 😔.
Klik untuk memperbesar.
Perjalanan kami di tepi Kali Code kira-kira digambarkan oleh garis merah. Berlanjut ke utara menuju Jembatan Kewek, yang insya Allah akan ditulis selepas ini. Kami berjalan kaki beriringan, memang kurang ideal untuk mendapatkan street photography. Tapi aku menikmatinya karena baru pertama kalinya berjalan di sepanjang sisi barat Kali Code.
Kolor street photography.
Agak susah menemukan obyek warna-warni di kawasan ini, kami juga tidak mau mengatur (setting) tempat atau membawa properti agar ada obyek warna-warni yang dipotret. Baru turun dari jembatan, aku menemukan obyek kolor yang (menurutku) cukup menarik, sayang warnanya kurang nge-jreng jadi kurang meninggalkan kesan mendalam.
Salah satu rumah susun Code.
Obyek paling berwarna yang kutemui hanya rumah susun Code. Hasil pemotretan akan bagus jika kebetulan ada adegan atau kegiatan di depan rumah susun. Beberapa teman mendapatkan momen tersebut, tapi aku lebih suka obyek polos sehingga foto-fotoku tidak bercerita 😁.
Hidran pemadam kebakaran.
Keluar dari kampung Code di mulut gang Sutedjo, pertigaan Jalan Mataram - Jalan Mas Suharto, aku menemukan hidran pemadam kebakaran. Menarik dipotret? Tidak, tapi daripada tidak ada yang dipotret lagi? 😄

Kami tidak terus menerus berjalan kok, lebih banyak duduknya dan jajan 😀. Sengaja tidak dipotret untuk menjaga harga diri #halah. Di sela jajan panganan kami menikmati udara pagi, kicauan burung, dan gonggongan anjing penghuni rumah susun.
Lumayan banjir akibat semalam hujan merata.
Sedikit cerita saat menunggu teman-teman jajan, baru asyik memotret jembatan aku diajak ngobrol seorang warga. Dia yang mengaku menjaga kebersihan rumah susun bercerita tentang penambang pasir di Kali Code, menurutnya dalam sehari bisa mendapatkan 8 karung pasir. Karung-karung itu diangkat ke atas dan dibawa gerobak ke pembeli. Pria berambut tipis berwarna putih itu tidak tahu pasti berapa harga pasir kali, tapi dia mengklaim pasir kali di situ adalah yang terbaik (di sekitarnya).

Sepenggal Kali Code sudah kulalui, masih ada sepenggal lagi di utara jalan yang akan kuceritakan. Tunggu ya..

Minggu, 24 Maret 2019

Kota Jogja Tidak Ada Angkot Lagi

Sebagian wisatawan yang pelesiran di Jogja heran, tidak ada angkot (angkutan kota) di Kota Jogja. Mereka biasanya tinggal di kota yang angkotnya masih beroperasi, karena terbiasa naik angkot di daerahnya maka sampai di Jogja pun mencari angkot. Alangkah kecewanya mereka setelah tahu angkot di Kota Jogja telah punah, tak mampu membendung kehadiran Bus Rapid Trans (BRT), ojek daring, dan taxi daring.
Ilustrasi angkutan kota sumber Merdeka.

Aku mencoba mengingat angkot yang pernah meramaikan jalanan Kota Jogja, agak sulit karena tidak ada dukungan foto yang memadai. Seingatku ada angkot Suzuki Carry atau Futura, atau malah Daihatsu Zebra? Angkot-angkot tersebut tiap pagi membawa anak sekolah dari Terminal Condong Catur ke Terminal Pasar Terban. Selain berplat kuning, angkot tersebut bercat kuning. Aku tidak tahu persis trayek angkot-angkot ini karena hanya sering melihat melintasi Bunderan UGM.

Selain angkot unyil kuning ada juga angkot Koperasi Bina Usaha Transportasi Republik Indonesia (Kobutri) bermesin Isuzu, yang memiliki kapasitas penumpang lebih banyak. Aku juga melihatnya di Bunderan UGM 😀, pernah terpantau di Pasar Telo, Karangkajen. Sama dengan unyil, Kobutri juga bercat kuning. Kalau tidak keliru, sesekali ada kernet di angkutan ini, tapi lama-kelamaan tidak ada untuk mengurangi pengeluaran.

Persamaan lain dari kedua angkutan tersebut adalah tempat duduknya saling berhadapan, sehingga bisa saling memandang, hmmm sungguh romantis 😄. Keduanya juga memiliki trayek lintas kota - kabupaten yaitu Kota Jogja - Kabupaten Sleman.

Hanya itu yang bisa kuingat, setelah resesi ekonomi 1998 kayaknya angkot mulai menghilang. Harga suku cadang naik tidak ada subsidi, ditambah beberapa peraturan baru dari pemangku kebijakan membuat pemilik angkutan mengelus dada.

Kota Jogja sudah tidak ada lagi angkot, tapi di kabupaten masih ada sedikit angkudes yang beroperasi. Aku pernah melihat angkudes di Kabupaten Gunungkidul bercat biru muda di acara 2018 lalu. Sedangkan keberadaan angkudes di Kabupaten Kulon Progo dan Bantul aku tidak tahu.

Apakah angkot Kota Jogja akan dihidupkan kembali? Sepertinya tidak karena moda ini sudah ketinggalan zaman, kecuali pemangku kebijakan memberi keleluasaan dan kemudahan kepada pemilik angkot dalam berinovasi (apa dah ini). Aku pernah singgah di satu kota kecil, dimana sopir angkot mau mengantar ibu-ibu dan anaknya sampai depan rumah di perumahan. Sopir juga mau mengangkat barang belanjaan sampai depan pagar, karena jika tidak begitu mereka kalah bersaing dengan ojek daring.

Minggu, 17 Maret 2019

Diajak Makan Lontong Sayur Uda Uni di Trotoar Stadion Mandala Krida

Aku kurang suka beli sesuatu yang penjualnya menempati trotoar atau pedestrian. Karena aku merasa mereka merampas hak pejalan kaki untuk kepentingan pribadi. Sebisa mungkin menghindari jual beli di tempat seperti itu, mencari penjual yang berjualan di tempat yang lebih menghargai pejalan kaki.

Ceritanya aku harus menemani tamu dari luar kota beberapa tahun lalu. Tahu sendiri, agak susah mencari sarapan di sekitaran Jogja selain bubur ayam, soto, dan gudeg. Tamu ini sudah wanoh makan makanan seperti itu, sehingga mencari sesuatu lain dari biasanya. Ketika melewati Stadion Mandala Krida, terlihalah banyak penjual makanan mendirikan warungnya trotoar barat Stadion Mandala Krida. Para tamu kepincut mencoba salah satunya (mungkin sudah kelaparan 😂). Kamipun mendatangi salah satunya yaitu Lontong Sayur Sumatra Uda Uni.
Lontong sayur Uda Uni di trotoar barat Mandala Krida.
Kami lalu memilih duduk di lesehan dan memesan makanan di situ. Karena baru saja mendirikan tenda, butuh waktu lama mendapatkan pelayanan. Pegawainya memanasi sayur dan menyiapkan bahan dulu, yang baru diturunkan dari mobil pengangkut.

Lihat daftar harganya termasuk rata-rata, sudah sewajarnya.Beberapa menu tersedia, ada lontong sayur, lontong pecel, dan nasi soto padang. Menu lontong dengan pilihan tambahan telur, ayam, paduan telur dan ayam, atau tanpa sayur (kuah saja? 😶). Tidak ada pilihan level kepedasan, semua pedas.
Daftar menu Lontong sayur Sumatra Uda Uni.
Ketika melihat seperti apa lontongnya, agak kecewa tapi tidak bisa membatalkan pesanan. Lontongnya bukan terbungkus daun pisang melainkan plastik, ya.... lontong plastik. Tentu saja tidak akan ada bau harum dari daun pisang, teksturnya pun licin mulus tidak seperti lontong daun pisang yang teksturnya khas. Untuk penggunaan plastik sebagai pembungkus lontong masak bisa dibaca di artikel Badan POM ini.
Lontong plastik Uda Uni Mandala Krida.
Penampakan lontong plastik sayur Uda Uni setelah diaduk seperti kuah makanan Padang, biasa seperti itu. Potongan gorinya gedhe-gedhe, susah dimasukkan mulut bersamaan dengan potongan lontong plastik.

Kalau di daerah pinggir kota dekat desa, harga daun pisang lebih murah daripada plastik sehingga tidak dijumpai orang jualan lontong plastik. Menariknya lagi, masih banyak orang yang berjualan lontong saja di pasar, sehingga penjual makanan tidak memasak lontong atau kupat sendiri, tinggal beli di pasar sudah banyak yang jual.

Selasa, 05 Maret 2019

Bagaimana Mie Instan Rasa Tom Yum Udang dari Thailand?

Aku berangkat shalat Jum'at lebih cepat dari biasanya, karena masjid yang dituju berjarak 6 km 😀. Motor masih melaju pelan sebagai pemanasan, sebelum nanti gaspol rempol di jalan besar. Di mulut gang, kulihat 3 perempuan berboncengan naik motor otomatis sambil cekikikan tak peduli diperhatikan banyak orang dan jalan yang penuh polisi tidur. Mereka tidak merasa ada benda jatuh berserakan. Aku memungutnya sambil menunggu sekejap apakah mereka menengok ke belakang. Ternyata tidak, akupun meneruskan perjalanan.

Benda itu adalah gawai dengan jenama antah berantah. menurutku keren karena lebih tipis dari gawai yang beredar selama ini. Kulihat ada 2 simcard terselip, satu operator Indonesia dan satu lagi antah berantah. Setelah jum'atan selesai, gawai yang tercecer tadi kupasang dan kuhidupkan, berharap yang punya menelepon.

Setelah hidup, terlihat huruf antah berantah 😂. Aku menduga itu huruf Thailand. Mengubah menjadi English sulitnya minta ampun karena gawai terkunci. Untuk mengakalinya aku restart terus hingga aku bisa mengubah bahasanya wkwkkw. Layar gawai retak mungkin karena tadi terjatuh, dan aku tidak tertarik memilikinya, buat apa coba?
Serda mie instant Thailand.
Malam hari kuberanikan diri SMS ke salah satu kontak, memberitakan bahwa gawai temannya tadi jatuh, barang silakan diambil sendiri. Tak berapa lama ada yang menelepon dengan suara terbata dan kebingungan, aku sendiri tidak paham yang diomongkan. Mungkin orang yang menelepon belum lancar bahasa Indonesia. Kukatakan saja silakan ambil gawainya di depan masjid.

Baru saja gawai diletakkan ada telepon lagi, kali ini dari laki. Sama seperti sebelumnya, ngomongnya terbata (tapi agak mendingan) dengan logat aneh menanyakan gawai X (yeee, namanya siapa juga nggak tahu, tidak familiar di telinga Indonesia). Dia minta supaya gawai dititipkan di satpam UIN. Aku menolaknya, mau ambil ketemuan aja. Jatuhnya gawai sekitar 5 km dari UIN, apalagi aku bukan mahasiswa UIN?

Singkat cerita gawai diambil oleh laki-laki tersebut, setelah kuserahkan aku langsung balik badan. Selang beberapa langkah dia memanggil dan memberi tas kresek, ternyata isinya mie instant made in Thailand. Serda Instant Noodles with Tom Yum Shrimp Flavor.

English di bungkus memudahkanku mengetahui mie instan Thailand ini. Rupanya mie ini sudah bersertifikat halal dari sononya (Thailand, bukan Indonesia). Mie ini sengaja dibawa ke Indonesia (yang kehilangan gawai dan temannya) sebagai pengobat rindu #tssaaaaahhh, karena mereka kuliah di Jogja yang kepulangannya ke Thailand mungkin hanya setahun sekali saat Idul Fitri.
Serda rasa tom yum udang.
Sepekan kemudian Serda rasa Tom Yum kumasak seperti halnya memasak mie instan Indonesia. Buka bungkusnya taaraaaaa... mie nya kecil 😀 pertanda nggak bakal kenyang wkwkkw. Seperti halnya mie instan Indonesia, di dalam bungkus terselip kecap dan minyak.

Memang aslinya porsi kecil hanya 60 gram, tidak akan mengenyangkan. Tapi menurutku rasanya lebih enak dari mie instan kita, karena beda sumber air, penyedap rasa, bahan baku? Atau karena jenama luar negeri, atau aku belum pernah makan mie rasa tom yum? 😁😂😅 Pokoknya enak buat cemilan.
Mie Serda setelah dimasak..

Kejadian ini berlangsung 3-4 tahun lalu 😄, makanya fotonya masih super jelek (sekarang cukup jelek, lumayan ada peningkatan). Kemungkinan kemasan mie instan sudah berubah. Mie ini diproduksi oleh Waiwai Thailand yang websitenya sungguh menyedihkan. Sepertinya bisa dibeli di ebay, amazon, atau pasar daring Malaysia karena pemasarannya sampai ke negara tetangga.

Kalau dikasih lagi mau? Jelas mau dong, tapi kalau beli sendiri enggak deh, sampai di Indonesia harganya lebih mahal daripada mie lokal 😁.

Sabtu, 02 Maret 2019

Bayar Tiket Bus Trans Semarang dengan Go-Pay

Kemarin saya melakukan perjalanan di Kota Semarang, sebagai alat transportasi saya memilih bus Trans Semarang yang memiliki pendingin udara. Biasanya saya membayar kontan, kemudian saya ingat pernah membaca twit akun BRT Trans Semarang (sekarang ditinggal admin) bahwa tiket bus Trans Semarang bisa dibayar dengan dompet elektronik. Berburulah saya berita tentang hal ini di Google, dan muncullah beberapa berita yang salah satunya seperti yang saya tangkap layar di bawah ini.
Tiket Trans Semarang dengan pembayaran Go-Pay.
Beberapa dompet elektronik yang bisa digunakan untuk pembayaran tiket BRT Semarang adalah E-BRT, Go-Pay, OVO, dan LinkAja (peleburan T-Cash, T-Money, TapCash, E-Money, Brizzi. Intinya semua produk Himbara)

Kebetulan saya masih memiliki saldo Go-Pay maka sayapun berkata pada mbak tiket di shelter akan membayar dengan dompet elektronik ini. Si mbak langsung menyodorkan QR code yang ada di printer termal portable yang dibawanya. Yang saya lakukan kemudian adalah.
Bayar dengan Go-Pay.
  • Buka aplikasi Go-jek di gawai.
  • Pilih tab Bayar, lalu otomatis kamera scan akan bekerja.
  • Arahkan kamera scan ke QR code bus Trans Semarang, sampai terdeteksi.
  • Jangan lupa gawai harus terkoneksi internet.
Bayar dengan Go-Pay.
Ternyata sampai akhir Februari 2019, pembayaran tiket Trans Semarang dengan Go-Pay masih dalam masa promo diskon 50%, sehingga hanya membayar Rp1.750. Semua pembayaran dengan dompet elektronik saat itu mendapatkan diskon (istilah baru adalah cash back), hanya saja besarannya berbeda. Diskon terbesar diberikan oleh Go-Pay.

Lumayan kan, diskonnya bisa untuk beli mendoan 😃.

Referensi:
- https://jateng.antaranews.com/berita/207903/tarif-promo-go-pay-trans-semarang-diperpanjang, diakses 27 Februari 2019.

Kamis, 21 Februari 2019

Jiwa dan Raga Sehat dengan Makan Makanan Halal

Asupan makanan ke dalam tubuh mempengaruhi jiwa dan raga kita. Jika makanan yang dikonsumsi itu baik, dalam artian makanan sehat yang memenuhi gizi seimbang, raga pun insya Allah sehat. Ini sudah dibuktikan dengan penelitian para ahli gizi dan kedokteran. Kesehatan jiwa pun berpengaruh, seperti yang ditulis hellosehat, “Salah satu manfaat makanan sehat adalah membentuk hormon serotonin yang merangsang rasa bahagia dan senang di otak. Serotonin berperan penting untuk mengatur waktu tidur, lapar, hingga merespon rasa sakit. Bila makanan yang Anda pilih itu sehat, tubuh akan memiliki hormon ini dan otomatis jiwa Anda jadi lebih bahagia.”

Islam mewajibkan seluruh umat manusia untuk mengkonsumsi makanan yang baik, Allahu Ta'ala berfirman yang artinya,
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi." (QS. Al-Baqarah: 168)
Secara khusus, orang yang beriman diperintahkan mengkonsumsi makanan yang baik.
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik dari yang telah Kami rizkikan kepadamu." (QS. Al-Baqarah: 172)
Bagi muslim, selain baik makanan juga harus halal, dan itu menjadi syarat utama sebelum mengkonsumsi makanan. Sangat mudah menemukan makanan halal karena hampir semua isi langit dan bumi halal dimakan, kecuali ada hukum Al-Qur'an dan sabda Rasulullah yang menunjukkan sesuatu haram dimakan. Allahu Ta'ala berfirman yang artinya
"Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya." (QS. Al-An’am: 119)

Makanan yang halal dimakan

Setelah tahu kaidah bahwa semua halal dimakan kecuali ada hukum Islam yang mengharamkannya, maka yang harus diketahui muslim adalah makanan apa saja yang haram. Haram ada jenis 2 yaitu:

Haram lidzatihi

Sesuatu yang sejak awal sudah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk dikonsumsi. Beberapa makanan/minuman yang haram dikonsumsi adalah.
  • Darah manusia dan binatang.
  • Daging babi.
  • Khamr dan turunannya, baik berupa cairan maupun benda padat.
  • Binatang buas yang bertaring, dimana taringnya untuk menyerang dan memangsa buruannya.
  • Semua jenis burung bercakar, dimana cakarnya mencengkeram atau menyerang buruannya.
  • Semua binatang yang diperintahkan untuk dibunuh. Dalam hadist disebutkan antara lain tikus, kalajengking, burung buas, gagak, anjing hitam, dan cicak.
  • Semua binatang yang dilarang untuk dibunuh. Dalam hadist disebutkan antara lain semut, lebah, burung hud-hud, dan burung shurad.
  • Anjing.
  • Semua makanan yang bermudharat terhadap kesehatan manusia.

Haram lighairihi

Awalnya makanan tersebut halal dimakan, tapi menjadi haram karena didapatkan dengan cara haram. Makanan didapatkan dengan mencuri, menjarah, atau dibeli dengan uang curian, rampokan, hasil korupsi, transaksi riba, upah pelacuran, sesajen, dan lain sebagainya masuk kriteria haram.

Booth foto Jogja Halal Food Expo 2019.

Binatang sembelihan

Binatang yang semula halal dimakan, juga bisa menjadi haram lho.

1. Untuk persembahan

Menyembelih ayam, sapi, atau binatang sembelihan lainnya dengan niat untuk dipersembahkan kepada dewi, untuk tolak bala, sebagai perlindungan agar selamat, dan perbuatan sejenisnya; dagingnya haram dimakan. Karena niat tersebut masuk dalam perbuatan menyekutukan Allah, meskipun saat menyembelih mengucapkan bismillah.
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala…." (QS. Al-Ma'idah: 3)

2. Tidak mengucapkan bismillah saat menyembelih

Allahu Ta'ala berfirman yang artinya,
"Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan." (QS. Al-An'am: 121)

3. Bangkai

Allahu Ta'ala berfirman yang artinya,
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya." (QS. Al-Ma'idah: 3)
Berdasarkan potongan ayat tersebut, yang termasuk bangkai yang haram dimakan adalah binatang ternak yang:
  • Mati dicekik
  • Mati dipukul
  • Mati karena jatuh
  • Mati karena ditanduk
  • Mati karena diterkam binatang buas.
Namun jika binatang ternak tersebut disembelih sebelum menghembuskan nafas terakhir, tidak diniatkan untuk kesyirikan, dan membaca bismillah. Insya Allah binatang tersebut halal dimakan.

Jangan salah, ada juga bangkai yang halal dimakan yaitu ikan, belalang, dan anak dalam perut binatang yang disembelih. Rasulullah bersabda yang artinya,
"Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah. Adapun kedua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Dan adapun kedua darah itu adalah hati dan limpa”. (HR. Ahmad II/97 no.5723, dan Ibnu Majah II/1102 no.3314. dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Jallalah

Binatang yang halal dimakan tapi menjadi haram karena sebagian besar makanannya adalah kotoran manusia atau binatang. Bisa sapi, ayam, kerbau, bebek, atau lele. Binatang tersebut insya Allah menjadi halal kembali setelah beberapa pekan-bulan makanannya bukan kotoran.
"Rasulullah melarang memakan Jallalah dan meminum susunya." (HR.Abu Daud II/379 No. 3785, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Mendoan halal.

Dimana ada makanan halal?

"Bagaimana dengan makanan kemasan, makanan yang dijual di restoran atau kaki lima? Kan kita tidak tahu apakah penjual mengolah makanan secara halal. Apakah perlu bertanya dahulu pada penjual?"

Pertanyaan tersebut kadang menghantui pikiran seseorang, menjadikannya was-was sehingga malah merepotkan diri sendiri. Saat ini sudah ada lembaga audit yang memberi sertifikasi kehalalan makanan, puluhan negara sudah memiliki lembaga sejenis termasuk Indonesia. Dengan sertifikasi halal, memudahkan konsumen memilih makanan yang halal dikonsumsi.

Selama berada di daerah yang penduduknya muslim, tidak perlu ragu dengan kehalalan makanan. Kecuali berada di daerah atau penjualnya melakukan kesyirikan, maka perlu berhati-hati. Waspada juga saat berada di daerah yang penduduknya muslim, tapi penjualnya musyrik.

Dampak buruk makanan haram

Kebalikan dengan makanan halal, makanan haram akan merusak jiwa raga. Islam melarang mengkonsumsi makanan haram untuk kebaikan umat manusia. Salah satu dampak buruk mengkonsumsi makanan haram adalah do'a tidak dikabulkan.
Seperti hadits yang terdapat dalam buku kecil Arbain An-Nawawi karya Imam Nawawi, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
"Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya, Allah Ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan perintah yang disampaikan-Nya kepada para rasul dalam firman-Nya, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih, Sesungguhnya, Aku Maha mengetahui segala perbuatan yang kamu kerjakan.’ (Q.S. Al-Mu’minun: 51) Allah pun berfirman (yang artinya), ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (Q.S. Al-Baqarah: 172) Kemudian, beliau menyebutkan seorang laki-laki kusut seperti debu yang mengulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdoa, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku ….’ Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin permohonan orang tersebut dikabulkan?"
Karena itulah, marilah kita makan makanan halal. Tak terhitung jumlahnya, mudah didapat, diperintahkan agama, tidak melanggar hukum negara, dan menyehatkan jiwa dan raga. Yang paling utama adalah meningkatkan keimanan dan terhindar dari api neraka.

Referensi:
- Makan Makanan Sehat Itu Kunci Jiwa yang Bahagia, Lho, diakses 21/02/2019
- Makanan Halal dan Halal oleh Alfi Syahar, Lc MA. Materi Seminar Halal Corner Jogja, Juli 2013

Senin, 11 Februari 2019

Penitipan Motor di Perempatan Ketandan Jalan Wonosari

Dari Kota Jogja ke Wonosari atau Kabupaten Gunungkidul pada umumnya, bisa dicapai dengan kendaraan pribadi, bus, maupun taxi daring. Karena suatu dan lain hal, berangkat ke Gunungkidul harus berangkat dari perempatan lampu merah Ketandan, seperti yang kulakukan beberapa saat lalu bersama teman narablog. Teman saya seorang pegawai negeri juga berangkat dari perempatan Ketandan, karena fisiknya tidak memungkinkan naik motor ke Gunungkidul.

Dimana sih perempatan Ketandan itu
Langsung saja tulis "perempatan ketandan" di peta Google, kamu akan tahu dimana itu. Yap.... perempatan Ketandan adalah perempatan lampu merah ringroad timur (Jalan Majapahit - Ahmad Yani + Jalan Wonosari - Nasional III Jogja Wonosari).
Lampu merah perempatan Ketandan dari arah Gunungkidul.
Di sebelah kanan gambar (agak ke timur 30 meter) sering digunakan calon pelaju menunggu bus atau jemputan mobil (kantor, rombongan), kira-kira dekat dengan toko ban mobil. Mau dikatakan halte tapi tidak bisa, karena instansi terkait tidak menyediakan tempat duduk, berteduh, maupun pemberhentian bus sementara. Aku juga menunggu jemputan mobil di situ, dari pukul 06.00 WIB (yang kulihat) sudah mulai ada pelaju menunggu.

Penitipan motor
Saat ke Gunungkidul beberapa saat lalu, aku dan beberapa teman menunggu jemputan di perempatan Ketandan. Karena uangku hanya Rp5.000 dan tidak ada bus Trans Jogja, aku ke perempatan Ketandan dan menitipkan motor di sana. Penitipan motornya dimana sih?
Masuk gang ke penitipan motor.
Tempatnya agak nylempit, jika dari arah Kota Jogja sesampainya di perempatan Ketandan maju saja (ke timur) sekitar 20 meter. Lihat di sisi kiri ada gang menurun, ikuti jalan tersebut menuju tempat penitipan motor. Gang tersebut buntu, hanya menuju tempat penitipan motor. AKu pun menitipkan motor di situ dari pukul 06.30 - 16.30 WIB. Tempat itu sendiri buka dari pukul 05.00 - 23.00 WIB.

Tarif penitipan motor perempatan Ketandan
Hanya ada 1 tempat penitipan motor di sini (1 pintu) yang sepertinya dikelola beberapa pemilik lahan. Tarif seharian hanya Rp3.000 di akhir tahun 2018. Nah kan, tarifnya sama dengan Taman Parkir Abu Bakar Ali di hari biasa.


Artikel Terkait
- Warung Mbok Semi, Warung Pecel Khas Blitar di Jogja
- Adakah Parkir Inap Motor di dekat Stasiun Lempuyangan?

Jumat, 01 Februari 2019

Mulai 1 Februari 2019, Tiket KA Prameks Bisa Dipesan Online

Akhirnya PT KAI memberikan kemudahan bagi calon penumpang kereta api Kutoarjo - Jogja - Solo dengan pemesanan tiket online mulai 1 Februari 2019. Pemesanan dapat dilakukan mulai H-7 keberangkatan dengan maksimal pembelian 1 tiket per transaksi. Tapi (katanya) bisa dilakukan hingga 15 kali.
Pesan melalui KAI Access.

Kabar buruk

Dengan menyesal harus kutuliskan kekurangan yang membuat aku berpikir "mending pesan di stasiun saja."

1. Hanya di aplikasi Android terbaru
Pemesanan hanya bisa melalui aplikasi KAI Access terbaru dengan memilih "Local Train". Maaf bagi pemakai iPhone tidak bisa memesan tiket online KA Prameks.

2. Harus mendaftar akun KAI Access
Bagiku yang menyebalkan adalah harus registrasi dengan semua data pribadi, padahal belum tentu beli. Aku belum punya akun KAI Access karena lebih suka beli tiket online di penyedia lain.

3. Percobaan pertama gagal
Saat dicoba 1 Februari 2019 pagi, aku tidak bisa memilih tanggal departure (keberangkatan), beberapa pengguna yang mengeluh di Twitter menyampaikan aplikasi error, demikian juga saat mau bayar. Sepertinya PT KAI belum sepenuhnya siap memberi pelayanan kepada Pramekers. "Keburu deadline, apa daya tenaga kurang, penting ngumpul tugas" (kayak mahasiswa ae). Kalian harus tahu peminat tiket KA Prameks itu jutaan, makanya tambah kereta dong 😣.
Memilih keberangkatan.
4. Pembayaran cuma bisa dilakukan dengan dompet elektronik
Itupun cuma bisa 3 pilihan saja. Aku sobat qismin yang cuma punya ATM gratisan dan uang kontan tidak bisa membayar.
Sumber: @ronisyam

5. UnikQu sudah tidak ada di Play store
Berita pencabutan aplikasi di Play Store Android disampaikan oleh perusahaan pemiliknya, yaitu BNI 😂.

Nantinya semua dompet elektronik milik BUMN akan melebur menjadi satu dengan nama LinkAja.


6. Tidak bisa membelikan orang lain
1 aplikasi yang terinstall di gawai hanya untuk 1 pemilik akun, pembelian hanya untuk pemilik akun saja. Tidak bisa membelikan keluarga atau teman 😂. Bermodal capture screenshoot pun ditolak penjaga tiket 😅. Kisahnya disampaikan di Twitter ini.

Tiket Prameks yang dibeli melalui aplikasi tidak perlu dicetak, yang penting gawai untuk membeli tiket jangan sampai ketinggalan karena pasti disuruh beli tiket lagi 😄.

Artikel Terkait
- Berjuang Mendapatkan Tiket Prameks
- Selayang Pandang Restoran Sekar Kedhaton di Sabtu Malam
- Penitipan Motor di Perempatan Ketandan Jalan Wonosari

Senin, 14 Januari 2019

Wisata Halal Dimulai dari Diri Sendiri

Awal tahun lalu slogan wisata halal masih gencar disuarakan sebagai promo wisata. Lambat laun slogan itu menghilang sedikit demi sedikit, demikianlah bila niat awal terpaku pada kepentingan ekonomi. Sepertinya titik berat program ini masih seputar berpakaian lebih sopan dan kuliner yang memberi jaminan makanan tidak mengandung zat haram kepada pelancong. Sedangkan unsur lain masih sedikit mendapat sentuhan "halal".

Aku masih bingung juga, siapa yang punya wewenang memberi label "wisata halal" ini; oleh negara, lembaga independen, lembaga ulama, atau dilabeli sendiri? Berbeda dengan kuliner yang telah jelas pembeli label halal dan haram.
Traveling halal.

Bersyukur masih ada yang peduli dengan halal dan haram, orang awam sepertiku bisa lebih tenang menikmati wisata terutama kulinernya. Lambat laun aku merasa tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada label "halal" tempat wisata, di dalam dan luar negara. Sampai awal 2019 aku malah belum menemukan tempat wisata berlabel lahal (semoga segera ketemu), lebih sering ke restoran halal dan makanan berlabel halal dari LPPOM MUI. Sebagai muslim wajib tahu mana halal dan haram, sehingga tahu saat berada di tempat baru, "Ini boleh dilakukan, ini tidak boleh dilakukan." Jangan malas menggunakan otak dan hati untuk mempelajari agama, segelintir nikmat yang dianugerahkan Allahu Ta'ala kepada manusia.

Rujukan pedoman hidup muslim hanya dua, al-Qur'an dan sunnah Rasulullah yang shahih. Ada satu lagi yaitu pendapat jumhur ulama bila menemui kasus kontenporer dengan rujukan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah.

Yang wajib direnungkan ketika akan berwisata adalah
  • Tidak untuk menyekutukan Allah.
  • Tidak berwisata ke tempat kemaksiyatan.
  • Tidak bertujuan hal yang dilarang agama.
  • Menjalankan shalat wajib, bila dalam keadaan safar bisa mengqashar.
  • Melaksanakan shalat di tempat yang diperbolehkan Islam.
  • Menutup aurat, laki-laki maupun perempuan.
  • Bila wisata ke luar kota, perempuan ditemani mahram.
  • Usahakan tidak ikhtilat, meskipun sekarang sangat berat dilakukan.
  • Makan dan minum dengan kuliner halal, baik sembelihan, komposisi bahan, dan alat pengolahan.
  • Waspada dengan jebakan penyakit TBC.
Masih ingat hadist masuk surga atau neraka karena seekor Lalat? Di bawah ini kuambil terjemahannya dari Rumaysho.

Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, "Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat." Mereka (para sahabat) bertanya, "Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, "Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu kecuali dia harus berkorban (memberikan sesaji) sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah." Ia pun menjawab, "Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan." Mereka mengatakan, "Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat." Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, "Berkorbanlah." Ia menjawab, "Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla." Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga."

Semoga aku selalu ingat beberapa poin tersebut dan bisa melaksanakannya. Jebakan betmen seperti dalam hadits di atas, sekarang dikemas dengan lebih cantik dan tidak berupa lalat.

Sengaja tidak memberi penjelasan rinci pada poin-poin itu, karena akan sangat panjang. Insya Allah (akan diusahakan) tautan artikel penjelasan tiap poin tersebut.


Wallahua'lam

Baca juga:
- Parkir di Taman Abu Bakar Ali
- Bagaimana Mie Instan Rasa Tom Yum Udang dari Thailand?