Kamis, 21 Februari 2019

Jiwa dan Raga Sehat dengan Makan Makanan Halal

Asupan makanan ke dalam tubuh mempengaruhi jiwa dan raga kita. Jika makanan yang dikonsumsi itu baik, dalam artian makanan sehat yang memenuhi gizi seimbang, raga pun insya Allah sehat. Ini sudah dibuktikan dengan penelitian para ahli gizi dan kedokteran. Kesehatan jiwa pun berpengaruh, seperti yang ditulis hellosehat, “Salah satu manfaat makanan sehat adalah membentuk hormon serotonin yang merangsang rasa bahagia dan senang di otak. Serotonin berperan penting untuk mengatur waktu tidur, lapar, hingga merespon rasa sakit. Bila makanan yang Anda pilih itu sehat, tubuh akan memiliki hormon ini dan otomatis jiwa Anda jadi lebih bahagia.”

Islam mewajibkan seluruh umat manusia untuk mengkonsumsi makanan yang baik, Allahu Ta'ala berfirman yang artinya,
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi." (QS. Al-Baqarah: 168)
Secara khusus, orang yang beriman diperintahkan mengkonsumsi makanan yang baik.
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik dari yang telah Kami rizkikan kepadamu." (QS. Al-Baqarah: 172)
Bagi muslim, selain baik makanan juga harus halal, dan itu menjadi syarat utama sebelum mengkonsumsi makanan. Sangat mudah menemukan makanan halal karena hampir semua isi langit dan bumi halal dimakan, kecuali ada hukum Al-Qur'an dan sabda Rasulullah yang menunjukkan sesuatu haram dimakan. Allahu Ta'ala berfirman yang artinya
"Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya." (QS. Al-An’am: 119)

Makanan yang halal dimakan

Setelah tahu kaidah bahwa semua halal dimakan kecuali ada hukum Islam yang mengharamkannya, maka yang harus diketahui muslim adalah makanan apa saja yang haram. Haram ada jenis 2 yaitu:

Haram lidzatihi

Sesuatu yang sejak awal sudah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk dikonsumsi. Beberapa makanan/minuman yang haram dikonsumsi adalah.
  • Darah manusia dan binatang.
  • Daging babi.
  • Khamr dan turunannya, baik berupa cairan maupun benda padat.
  • Binatang buas yang bertaring, dimana taringnya untuk menyerang dan memangsa buruannya.
  • Semua jenis burung bercakar, dimana cakarnya mencengkeram atau menyerang buruannya.
  • Semua binatang yang diperintahkan untuk dibunuh. Dalam hadist disebutkan antara lain tikus, kalajengking, burung buas, gagak, anjing hitam, dan cicak.
  • Semua binatang yang dilarang untuk dibunuh. Dalam hadist disebutkan antara lain semut, lebah, burung hud-hud, dan burung shurad.
  • Anjing.
  • Semua makanan yang bermudharat terhadap kesehatan manusia.

Haram lighairihi

Awalnya makanan tersebut halal dimakan, tapi menjadi haram karena didapatkan dengan cara haram. Makanan didapatkan dengan mencuri, menjarah, atau dibeli dengan uang curian, rampokan, hasil korupsi, transaksi riba, upah pelacuran, sesajen, dan lain sebagainya masuk kriteria haram.

Booth foto Jogja Halal Food Expo 2019.

Binatang sembelihan

Binatang yang semula halal dimakan, juga bisa menjadi haram lho.

1. Untuk persembahan

Menyembelih ayam, sapi, atau binatang sembelihan lainnya dengan niat untuk dipersembahkan kepada dewi, untuk tolak bala, sebagai perlindungan agar selamat, dan perbuatan sejenisnya; dagingnya haram dimakan. Karena niat tersebut masuk dalam perbuatan menyekutukan Allah, meskipun saat menyembelih mengucapkan bismillah.
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala…." (QS. Al-Ma'idah: 3)

2. Tidak mengucapkan bismillah saat menyembelih

Allahu Ta'ala berfirman yang artinya,
"Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan." (QS. Al-An'am: 121)

3. Bangkai

Allahu Ta'ala berfirman yang artinya,
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya." (QS. Al-Ma'idah: 3)
Berdasarkan potongan ayat tersebut, yang termasuk bangkai yang haram dimakan adalah binatang ternak yang:
  • Mati dicekik
  • Mati dipukul
  • Mati karena jatuh
  • Mati karena ditanduk
  • Mati karena diterkam binatang buas.
Namun jika binatang ternak tersebut disembelih sebelum menghembuskan nafas terakhir, tidak diniatkan untuk kesyirikan, dan membaca bismillah. Insya Allah binatang tersebut halal dimakan.

Jangan salah, ada juga bangkai yang halal dimakan yaitu ikan, belalang, dan anak dalam perut binatang yang disembelih. Rasulullah bersabda yang artinya,
"Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah. Adapun kedua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Dan adapun kedua darah itu adalah hati dan limpa”. (HR. Ahmad II/97 no.5723, dan Ibnu Majah II/1102 no.3314. dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Jallalah

Binatang yang halal dimakan tapi menjadi haram karena sebagian besar makanannya adalah kotoran manusia atau binatang. Bisa sapi, ayam, kerbau, bebek, atau lele. Binatang tersebut insya Allah menjadi halal kembali setelah beberapa pekan-bulan makanannya bukan kotoran.
"Rasulullah melarang memakan Jallalah dan meminum susunya." (HR.Abu Daud II/379 No. 3785, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Mendoan halal.

Dimana ada makanan halal?

"Bagaimana dengan makanan kemasan, makanan yang dijual di restoran atau kaki lima? Kan kita tidak tahu apakah penjual mengolah makanan secara halal. Apakah perlu bertanya dahulu pada penjual?"

Pertanyaan tersebut kadang menghantui pikiran seseorang, menjadikannya was-was sehingga malah merepotkan diri sendiri. Saat ini sudah ada lembaga audit yang memberi sertifikasi kehalalan makanan, puluhan negara sudah memiliki lembaga sejenis termasuk Indonesia. Dengan sertifikasi halal, memudahkan konsumen memilih makanan yang halal dikonsumsi.

Selama berada di daerah yang penduduknya muslim, tidak perlu ragu dengan kehalalan makanan. Kecuali berada di daerah atau penjualnya melakukan kesyirikan, maka perlu berhati-hati. Waspada juga saat berada di daerah yang penduduknya muslim, tapi penjualnya musyrik.

Dampak buruk makanan haram

Kebalikan dengan makanan halal, makanan haram akan merusak jiwa raga. Islam melarang mengkonsumsi makanan haram untuk kebaikan umat manusia. Salah satu dampak buruk mengkonsumsi makanan haram adalah do'a tidak dikabulkan.
Seperti hadits yang terdapat dalam buku kecil Arbain An-Nawawi karya Imam Nawawi, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
"Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya, Allah Ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan perintah yang disampaikan-Nya kepada para rasul dalam firman-Nya, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih, Sesungguhnya, Aku Maha mengetahui segala perbuatan yang kamu kerjakan.’ (Q.S. Al-Mu’minun: 51) Allah pun berfirman (yang artinya), ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (Q.S. Al-Baqarah: 172) Kemudian, beliau menyebutkan seorang laki-laki kusut seperti debu yang mengulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdoa, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku ….’ Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin permohonan orang tersebut dikabulkan?"
Karena itulah, marilah kita makan makanan halal. Tak terhitung jumlahnya, mudah didapat, diperintahkan agama, tidak melanggar hukum negara, dan menyehatkan jiwa dan raga. Yang paling utama adalah meningkatkan keimanan dan terhindar dari api neraka.

Referensi:
- Makan Makanan Sehat Itu Kunci Jiwa yang Bahagia, Lho, diakses 21/02/2019
- Makanan Halal dan Halal oleh Alfi Syahar, Lc MA. Materi Seminar Halal Corner Jogja, Juli 2013
Previous Post
Next Post

0 Comments: