Aku kurang suka beli sesuatu yang penjualnya menempati trotoar atau pedestrian. Karena aku merasa mereka merampas hak pejalan kaki untuk kepentingan pribadi. Sebisa mungkin menghindari jual beli di tempat seperti itu, mencari penjual yang berjualan di tempat yang lebih menghargai pejalan kaki.

Ceritanya aku harus menemani tamu dari luar kota beberapa tahun lalu. Tahu sendiri, agak susah mencari sarapan di sekitaran Jogja selain bubur ayam, soto, dan gudeg. Tamu ini sudah wanoh makan makanan seperti itu, sehingga mencari sesuatu lain dari biasanya. Ketika melewati Stadion Mandala Krida, terlihalah banyak penjual makanan mendirikan warungnya trotoar barat Stadion Mandala Krida. Para tamu kepincut mencoba salah satunya (mungkin sudah kelaparan 😂). Kamipun mendatangi salah satunya yaitu Lontong Sayur Sumatra Uda Uni.
Lontong sayur Uda Uni di trotoar barat Mandala Krida.
Kami lalu memilih duduk di lesehan dan memesan makanan di situ. Karena baru saja mendirikan tenda, butuh waktu lama mendapatkan pelayanan. Pegawainya memanasi sayur dan menyiapkan bahan dulu, yang baru diturunkan dari mobil pengangkut.

Lihat daftar harganya termasuk rata-rata, sudah sewajarnya.Beberapa menu tersedia, ada lontong sayur, lontong pecel, dan nasi soto padang. Menu lontong dengan pilihan tambahan telur, ayam, paduan telur dan ayam, atau tanpa sayur (kuah saja? 😶). Tidak ada pilihan level kepedasan, semua pedas.
Daftar menu Lontong sayur Sumatra Uda Uni.
Ketika melihat seperti apa lontongnya, agak kecewa tapi tidak bisa membatalkan pesanan. Lontongnya bukan terbungkus daun pisang melainkan plastik, ya.... lontong plastik. Tentu saja tidak akan ada bau harum dari daun pisang, teksturnya pun licin mulus tidak seperti lontong daun pisang yang teksturnya khas. Untuk penggunaan plastik sebagai pembungkus lontong masak bisa dibaca di artikel Badan POM ini.
Lontong plastik Uda Uni Mandala Krida.
Penampakan lontong plastik sayur Uda Uni setelah diaduk seperti kuah makanan Padang, biasa seperti itu. Potongan gorinya gedhe-gedhe, susah dimasukkan mulut bersamaan dengan potongan lontong plastik.

Kalau di daerah pinggir kota dekat desa, harga daun pisang lebih murah daripada plastik sehingga tidak dijumpai orang jualan lontong plastik. Menariknya lagi, masih banyak orang yang berjualan lontong saja di pasar, sehingga penjual makanan tidak memasak lontong atau kupat sendiri, tinggal beli di pasar sudah banyak yang jual.