Minggu, 24 Maret 2019

Kota Jogja Tidak Ada Angkot Lagi

Sebagian wisatawan yang pelesiran di Jogja heran, tidak ada angkot (angkutan kota) di Kota Jogja. Mereka biasanya tinggal di kota yang angkotnya masih beroperasi, karena terbiasa naik angkot di daerahnya maka sampai di Jogja pun mencari angkot. Alangkah kecewanya mereka setelah tahu angkot di Kota Jogja telah punah, tak mampu membendung kehadiran Bus Rapid Trans (BRT), ojek daring, dan taxi daring.
Ilustrasi angkutan kota sumber Merdeka.

Aku mencoba mengingat angkot yang pernah meramaikan jalanan Kota Jogja, agak sulit karena tidak ada dukungan foto yang memadai. Seingatku ada angkot Suzuki Carry atau Futura, atau malah Daihatsu Zebra? Angkot-angkot tersebut tiap pagi membawa anak sekolah dari Terminal Condong Catur ke Terminal Pasar Terban. Selain berplat kuning, angkot tersebut bercat kuning. Aku tidak tahu persis trayek angkot-angkot ini karena hanya sering melihat melintasi Bunderan UGM.

Selain angkot unyil kuning ada juga angkot Koperasi Bina Usaha Transportasi Republik Indonesia (Kobutri) bermesin Isuzu, yang memiliki kapasitas penumpang lebih banyak. Aku juga melihatnya di Bunderan UGM 😀, pernah terpantau di Pasar Telo, Karangkajen. Sama dengan unyil, Kobutri juga bercat kuning. Kalau tidak keliru, sesekali ada kernet di angkutan ini, tapi lama-kelamaan tidak ada untuk mengurangi pengeluaran.

Persamaan lain dari kedua angkutan tersebut adalah tempat duduknya saling berhadapan, sehingga bisa saling memandang, hmmm sungguh romantis 😄. Keduanya juga memiliki trayek lintas kota - kabupaten yaitu Kota Jogja - Kabupaten Sleman.

Hanya itu yang bisa kuingat, setelah resesi ekonomi 1998 kayaknya angkot mulai menghilang. Harga suku cadang naik tidak ada subsidi, ditambah beberapa peraturan baru dari pemangku kebijakan membuat pemilik angkutan mengelus dada.

Kota Jogja sudah tidak ada lagi angkot, tapi di kabupaten masih ada sedikit angkudes yang beroperasi. Aku pernah melihat angkudes di Kabupaten Gunungkidul bercat biru muda di acara 2018 lalu. Sedangkan keberadaan angkudes di Kabupaten Kulon Progo dan Bantul aku tidak tahu.

Apakah angkot Kota Jogja akan dihidupkan kembali? Sepertinya tidak karena moda ini sudah ketinggalan zaman, kecuali pemangku kebijakan memberi keleluasaan dan kemudahan kepada pemilik angkot dalam berinovasi (apa dah ini). Aku pernah singgah di satu kota kecil, dimana sopir angkot mau mengantar ibu-ibu dan anaknya sampai depan rumah di perumahan. Sopir juga mau mengangkat barang belanjaan sampai depan pagar, karena jika tidak begitu mereka kalah bersaing dengan ojek daring.
Previous Post
Next Post

0 Comments: