Rabu, 17 April 2019

Belajar Memotret Pelari dan Atributnya

Usai gelaran Mandiri Jogja Marathon 2018 yang mengecewakan pelari (bukan yang suka selfie-selfie), aku penasaran dengan hasil jepretanku. Mayoritas hasilnya kurang memenuhi standar kelayakan 😂. Kuakui, tim kami kurang persiapan dan gelaran ini adalah pertama kalinya menonton lomba lari. Meskipun begitu, beberapa orang dari kami memenangkan lomba foto Twitter dan Instagram dari beberapa penyelenggara. Kebetulan aku menjadi salah satu pemenang meskipun bukan pemenang bernomor 😀.
Yats Colony noise.
Seorang teman menginformasikan akan ada acara bersama RunhoodMag pada 28-29 April 2018 di Yats Colony. Setelah mendaftar dan mendapat konfirmasi, aku datang menuju tempat acara. Clingak-clinguk, kok aku saja yang datang atas nama narablog 😂, heran juga sih kenapa pada tidak tertarik? Tukang potret murni juga sepertinya tidak ada. Yang datang malah banyak pelari, yang notabene lebih fokus lari daripada "cuci mata" (ngapain juga lari sambil bawa kamera?). Satu orang kukenal yang datang belakangan yaitu Jarwadi; narablog kawakan yang sekarang asyik masyuk dengan pelarian 😄.
Belajar motret lari.
Ternyata ribet juga persiapan untuk memotret. Tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya hehhehe. Ilmu yang ditularkan RunhoodMag kali ini lebih ndridis dan lebih ke profesional, bukan memotret lari karena ikut lomba Instagram 🙊. Hari pertama di kelas hanya menyampaikan teori, kemudian peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, yang akan melakukan praktek di hari terakhir.

Menyiapkan tim
Langkah-langkah untuk mendapatkan hasil maksmimal kurang lebih seperti memuat tim yang terdiri dari photografer, producer, editor, dan transporter. Kalau di bahasa kami mah tukang potret, pembuat, penyunting, dan alat pengangkut.

Selanjutnya isi callsheet, kayak lembaran rencana kegiatan gitu supaya kegiatan pemotretan tercatat dan lebih terarah. Kurang isinya siapa saja anggota tim, alat yang digunakan, tema pemotretan, dan lain sebagainya. Lebih lengkapnya kutulis di bawah ini.


Itinerary pemotretan.

Detail of production

Tulis tema pemotretan di sini,apakah untuk komersial sponsor, keunikan tempat, atau seperti tema yang ditawaran waktu latihan yaitu Landscape Jogja Thru Running.

Teams

Masukkan semua anggota tim dan jabatannya (tukang potret, pembuat, penyunting, sopir)

Gears

Tulis semua peralatan yang dibawa beserta jumlahnya. Setelah pemotretan selesai, periksa kelengkapan peralatan. Jangan-jangan ada yang hilang..

Venue

Tulis tempat pemotretan, misalkan di bawah pohon Beringin dekat rumah calon mertua.

Call Time

Lebih menitikberatkan pada janjian anggota tim mau ketemu pukul berapa, dimana. Bisa juga ikut dimasukkan, dimana tempat parkir kendaraan atau turun dimana jika naik transportasi umum (daripada nanti nanya-nanya di grup 😄). Ada yang ketinggalan, kelak akan mulai pemotretan pukul berapa.

Moodboard

Aku tidak paham dengan ini karena tim kami tidak mengisinya hahahhahah.. Mungkin diisi ilustrasi cerita tema pemotretan yang sedang berlangsung.

List

Daftar tim yang membawa dan mengoperasikan perangkat. Tulis juga jumlah perangkat, kondisi, dan statusnya, apakah kondisi bagus 100% atau tombol agak mejen. Status perangkat milik siapa, pribadi, perusahaan dan komunitas, atau sewa.

---o0o---

Sebelum Hari H siapkan peralatan dan survei tempat pemotretan, sesuaikan dengan tema yang akan diambil. Semoga catatan ini dapat membantuku memotret ala-ala rungrapher yang tekniknya berbeda dengan idolgrapher.
Previous Post
Next Post

0 Comments: