Sabtu, 06 April 2019

Nyetrit Bareng di Sepenggal Kali Code

Sudah lama tidak jalan dan main bersama banyak orang rasanya kangen juga. Sabtu 16 Maret 2019 lalu aku ikut Komunitas Nyetrit Bareng Jogja "turun" ke tepi Kali Code, memotret "apa yang menarik" untuk dipotret 😀. Titik kumpul sudah ditentukan di depan Malioboro Mall. Dari tempat tersebut kami berjalan berjalan ke selatan, melewati Kepatihan menuju seberang Hotel Melia Purosani. Kendaraan sengaja kuparkir di Taman Parkir Abu Bakar Ali, yang beberapa waktu lalu sudah pernah kutulis.

Bulan Maret biasanya sudah mulai memasuki musim panas, tapi khusus di tahun 2019 Maret di Jogja masih hujan. Malam hari sebelum hari H, hujan mengguyur cukup lama yang menyebabkan suhu udara cukup dingin. Jam nyetrit bareng pun molor, beberapa orang merasa hari masih pagi. Mau bagaimana lagi lha wong saat di rumah melihat matahari masih berselimut. Hampir semua berpikiran sama, "Ah masih pagi.." 😂

Di bawah jembatan Jalan Jagalan.
Saat akan memasuki kampung Code, Pak Presiden Nyetrit Bareng memberi pengarahan, mempersilakan peserta memotret bertema kolor (color) ini, sebisa mungkin tidak mengganggu aktivitas warga. Peserta nyetrit kali ini lumayan banyak, sekitar 25 orang. Dan, baru terasa hari beranjak siang setelah selimut matahari hilang dari langit 😔.
Klik untuk memperbesar.
Perjalanan kami di tepi Kali Code kira-kira digambarkan oleh garis merah. Berlanjut ke utara menuju Jembatan Kewek, yang insya Allah akan ditulis selepas ini. Kami berjalan kaki beriringan, memang kurang ideal untuk mendapatkan street photography. Tapi aku menikmatinya karena baru pertama kalinya berjalan di sepanjang sisi barat Kali Code.
Kolor street photography.
Agak susah menemukan obyek warna-warni di kawasan ini, kami juga tidak mau mengatur (setting) tempat atau membawa properti agar ada obyek warna-warni yang dipotret. Baru turun dari jembatan, aku menemukan obyek kolor yang (menurutku) cukup menarik, sayang warnanya kurang nge-jreng jadi kurang meninggalkan kesan mendalam.
Salah satu rumah susun Code.
Obyek paling berwarna yang kutemui hanya rumah susun Code. Hasil pemotretan akan bagus jika kebetulan ada adegan atau kegiatan di depan rumah susun. Beberapa teman mendapatkan momen tersebut, tapi aku lebih suka obyek polos sehingga foto-fotoku tidak bercerita 😁.
Hidran pemadam kebakaran.
Keluar dari kampung Code di mulut gang Sutedjo, pertigaan Jalan Mataram - Jalan Mas Suharto, aku menemukan hidran pemadam kebakaran. Menarik dipotret? Tidak, tapi daripada tidak ada yang dipotret lagi? 😄

Kami tidak terus menerus berjalan kok, lebih banyak duduknya dan jajan 😀. Sengaja tidak dipotret untuk menjaga harga diri #halah. Di sela jajan panganan kami menikmati udara pagi, kicauan burung, dan gonggongan anjing penghuni rumah susun.
Lumayan banjir akibat semalam hujan merata.
Sedikit cerita saat menunggu teman-teman jajan, baru asyik memotret jembatan aku diajak ngobrol seorang warga. Dia yang mengaku menjaga kebersihan rumah susun bercerita tentang penambang pasir di Kali Code, menurutnya dalam sehari bisa mendapatkan 8 karung pasir. Karung-karung itu diangkat ke atas dan dibawa gerobak ke pembeli. Pria berambut tipis berwarna putih itu tidak tahu pasti berapa harga pasir kali, tapi dia mengklaim pasir kali di situ adalah yang terbaik (di sekitarnya).

Sepenggal Kali Code sudah kulalui, masih ada sepenggal lagi di utara jalan yang akan kuceritakan. Tunggu ya..
Previous Post
Next Post

0 Comments: