Rabu, 15 Januari 2020

Kesunyian di KA Joglosemarkerto Pemberangkatan Terakhir Jogja Semarang

Awal September 2019 aku melakukan perjalanan dari Jogja ke Semarang menggunakan kereta Joglosemarkerto, dimana kala itu belum terjadi perubahan jadwal kereta (Gapeka 2019 dimulai 1 Desember 2019). Ada 2 perjalanan Jogja ke Semarang via Solo yaitu pukul 14.00 WiB dan 20.02 WiB, dari Stasiun Lempuyangan.
Tiket cetak Joglosemarkerto.

Karena hari itu adalah hari pertama pemberlakuan pembelian tiket kereta api lokal menggunakan aplikasi (kecuali go show), yang menyebabkan menyebabkan KAI Access tidak bisa digunakan, aku terpaksa berangkat pukul 20.02 WiB. Sebenarnya aku sudah berada di stasiun pukul 13.00 WiB untuk keberangkatan pukul 20.02 WiB, tapi aku tidak bisa menjangkau loket sampai jam keberangkatan, karena mengularnya antrian penumpang yang tidak bisa mengakses situs KAI (terpaksa beli manual di loket).

Berangkat ba'da Maghrib

Dengan menggunakan ojek daring, aku berangkat ke Stasiun Lempuyangan ba'da Maghrib. Aku juga belum beli tiket 😀, nekat saja sih... jika tidak kebagian tiket, aku pulang lagi. Masuk waktu Isya', aku sampai di stasiun dan mendapatkan tiket ekonomi KA Joglosemarkerto seharga Rp60.000. Kemudian aku menunggu kedatangan kereta di peron, sambil melihat lalu lalang calon penumpang kereta.

Sunyi

Kedatangan kereta terlambat 3 menit, cerita ini sudah pernah kudengar sebelumnya bahwa KA Joglosemarkerto sering terlambat terutama untuk trip terakhir. Namun bukan menjadi masalah asalkan tiba di stasiun tujuan tepat waktu 😊.
Penumpang di KA Joglosemarkerto.
Aku segera naik ke kereta penumpang, suasana tidak begitu ramai, bahkan bisa dikategorikan sepi. Aku duduk sendiri tanpa teman, beberapa tempat duduk juga terisi satu-satu kecuali yang beli tiket untuk rombongan. Keadaan ini rata di semua kereta ekonomi Joglosemarkerto yang kunaiki. Tak lama kemudian kereta pun berangkat ke arah timur dengan kecepatan tinggi (maksudnya lebih cepat daripada KA Prameks 😝).


1 kereta dapat memuat 80 penumpang dengan konfigurasi tempat duduk 2-2. Tempatnya cukup longgar jika tidak ada penumpang yang berhadapan dengan kita. Kalau saling berhadapan, siap-siap keju badan dan kaki menekuk.

Kereta berhenti sejenak di Stasiun Klaten, rupanya banyak juga yang turun dan naik. Selanjutnya kereta melaju langsung ke Stasiun Solo Balapan. Ternyata penumpang banyak yang turun, tidak sebanding dengan penumpang yang naik menuju Stasiun Tawang. Menurut analisa ala kadarnya, penumpang yang turun di Solo berangkat dari 2 stasiun di Jogja, mungkin mereka tidak kecandak KA Prameks dan tim "mendingan". Mendingan Joglosemarkerto daripada naik kereta jarak jauh dengan tarif khusus. Semurah-murahnya kereta tarif khusus, masih murah Joglosemarkerto, untuk jurusan Jogja-Solo 😃.

Kursi ekonomi KA Joglosemarkerto.
Lepas dari Solo Balapan, hanya 7 orang di keretaku 😂 menyebabkan AC jadi sangat dingin yang membuat wanita yang duduk di nomor kecil menghubungi kondektur supaya menaikkan suhu AC 😄.

Perjalanan malam nyatanya malah agak lama ngetem di stasiun-stasiun kecil, karena harus bergantian lewat dengan kereta Jakarta - Malang maupun Surabaya - Jogja via Pantura. Rel Solo - Brumbung memang masih 1 jalur dan bergelombang, menjadi salah satu penyebab kecepatan kereta dibatasi.

Akhirnya kami tiba dengan selamat di pemberhentian terakhir sekitar pukul 23.48 WIB, sedikit meleset dari jadwal. Pelajaran yang kudapat adalah perjalanan malam Joglosemarkerto sangat dingin dan sunyi 😋.
Previous Post
Next Post

0 Comments: