Rabu, 04 September 2019

Ketika Aplikasi KAI Access Terganggu Saat Dibutuhkan

Aku mendapat kabar lelayu, salah satu kerabat meninggal dunia di luar kota. Posisiku saat itu di tengah perjalanan menuju tempat belajar. Langsung kukabari teman untuk minta izin tidak hadir di kelas. Sebelum pulang ke tempat tinggal, mampir dulu menunaikan kewajiban sebagai umat manusia. Kewajiban selesai, aku bergegas membuka aplikasi KAI Access untuk mendapatkan tiket kereta api.

Alangkah indahnya dunia ini, aplikasi itu tidak bisa digunakan untuk mencari semua tiket 😓. Dari 1 September 2019 sudah terjadi 3 kali error, baik aplikasi, web, maupun aplikasi mitra penjualan tiket. Salah satu penyebabnya, disinyalir karena beberapa perubahan sistem pembelian tiket.
Aplikasi KAI Access.

Misalnya tiket kereta api lokal semacam Prameks, selama ini bisa dipesan 7 hari sebelumnya. Pemesanan tersebut bisa langsung ke loket stasiun maupun KAI Access, aturan baru menyebutkan bahwa semua KA lokal hanya bisa dipesan 7 hari sebelumnya melalui KAI Access. Selanjutnya loket stasiun hanya melayani pembelian tiket KA lokal 3 jam sebelum keberangkatan. Karena itulah maka banyak yang "menyerbu" KAI Access untuk mendapatkan tiket kereta api lokal.

Tidak terangkut kereta
Sedikit panik dan tidak bisa berpikir jernih, setelah pulang aku sama sekali tidak membuka aplikasi penjual tiket lain selain KAI. Aku hanya mengandalkan ingatan bahwa keberangkatan kereta terdekat pada pukul 14.00 WIB, tanpa memastikan dengan mencari di internet. Waktu tersisa kugunakan untuk mengemas bekal yang akan dibawa bepergian.

Sampai pukul 13.00 WIB aku belum beranjak dari tempat tinggal, karena sedikit berharap kepada jawaban kerabat yang juga akan menuju rumah duka. Tapi jawaban tersebut tak pernah sampai 😞. Akupun memesan ojek daring menuju Stasiun Lempuyangan, masih ada waktu untuk beli tiket langsung. Sampai di loket pembelian tiket Go Show KA jarak jauh, antrian hanya 5 orang, tapi pelayanannya..... lamaaaaaaaaa banget.

1 orang bisa sampai 10 menit karena sistem KAI error, penjual tiket harus menelepon ke entah siapa untuk memesankan tiket calon penumpang. Waktu pun terus berjalan dan hampir mendekati pukul 14.00 WIB. Entah setan mana yang menghasutku, aku keluar antrian menuju mesin tiket, karena kukira lebih cepat. Tapi ternyata sama, error! 😰

Kegalauan membuatku salah langkah, kereta yang seharusnya kunaiki tiba di Lempuyangan. Aku menuju loket KA lokal untuk bertanya apakah masih memungkinkan beli tiket untuk kereta itu? Penjual tiket menolak karena kereta akan berangkat. Benar juga, selesai pembicaraan itu kereta berangkat meninggalkan Lempuyangan. Kereta selanjutnya baru ada pada pukul 20.00 WIB 😨. Akupun memutuskan berangkat pada malam harinya.

Kata teman
Salah satu teman mengatakan bahwa jika terpaksa, mengejar kereta seperti yang kualami, bisa menuju loket KA lokal tanpa ikut antrian KA jarak jauh. Jadi dari awal seharusnya aku bisa mendapatkan tiket di loket KA lokal, karena keberangkatan tinggal 20 menit lagi.

Gangguan aplikasi tiket tersebut berlangsung hingga esok hari. Sekitar pukul 05.00 WIB kubuka KAI Access, masih belum bisa diakses. Tentunya sangat merugikan bagi para pelajo yang mengandalkan pembelian tiket lewat aplikasi.
Previous Post
Next Post

0 Comments: