Selasa, 04 Februari 2020

Belajar Membatik Sederhana di Batik Adiningrat

Batik Adiningrat yang beralamat di Jalan Malioboro mengundang beberapa narablog Jogja untuk factory visit dan membatik. Kami bersepuluh sudah tiba di pusat Batik Adiningrat pukul 08.00 WIB, bahkan beberapa di antaranya sudah nyanggong sebelum toko buka 😀. Kami sempat melihat persiapan karyawan sebelum buka toko, mengingatkanku pada upacara bendera saat masih sekolah, meskipun sama sekali berbeda 😄.
Batik Adiningrat 2017.
Kami diterima dengan hangat oleh Mbak Dewi, manajer toko Batik Adiningrat. Sambil menunggu mobil yang akan mengantarkan kami ke tempat pembuatan batik, kami diajak berkeliling toko 3 lantai ini. Adiningrat memiliki produk batik tulis yang jadi andalan yaitu batik Jahe Selawe.

Di situ aku baru tahu kalau proses pembuatan Batik Adiningrat jadi satu dengan Batik Pertiwi di dekat Terminal Giwangan, Kota Jogja. Kedua batik ini memang masih punya hubungan darah 😊. Sekitar pukul 09.00 WIB kami meluncur ke Batik Pertiwi dengan 2 mobil. Perlu waktu 30 menitan sampai di tujuan, tempat yang asri dengan pepohonan, halamannya cukup luas untuk bermain bulu tangkis 😃. Sebelum ke pendopo tempat workshop, kami makan jajanan dan melihat-lihat showroom Batik Pertiwi.

Di pendopo; mungkin bisa dikatakan teras rumah yang luas, terlihat ibu-ibu sedang membatik. Mereka terlihat tangkas memainkan cantingnya, nyaris tanpa kesalahan malam (lilin batik) tumpah ke kain.... sudah ahli.
Membatik.
Usai melihat sebentar, kami diminta menempatkan diri, paling tidak harus dekat dengan kompor malam batik. Tiap orang mendapatkan kain putih selebar sapu tangan, pemindangan atau ram, dan canting baru. Kain tersebut sudah digambari pola dengan pensil, kami tinggal membatik saja.
Paket belajar membatik.
Tidak mudah seperti yang kubayangkan 😂. Malam; bahan untuk membatik harus selalu panas, ketika mengambilnya dengan canting tidak perlu penuh. Setelah diambil, harus segera dilukiskan di atas kain. Bila makin dingin tidak bagus untuk membatik, hasilnya ngemblok. Harus mengambil yang masih panas di wajan yang dipanasi kompor.

Cara pegang cantingku sepertinya salah, kaku, terlalu tegak, dan lama memainkan canting sehingga malam terlanjur dingin. Hasil membatikku pun paling jelek di antara kawan lain 😄. Kuakui, membatik perlu keahlian, tidak heran jika harga batik tulis relatif mahal.
Dicap untuk mempermanis tampilan.
Apapun hasilnya, serahkan kepada guru 😃. Setelah dirasa cukup, kami menuju tempat pengecapan. Kain yang sekiranya masih polos dari malam batik, dicap dengan beberapa model. Sapu tangan saya dicap gambar kupu-kupu, teman lain ada yang dicap garis pagar, dan beberapa model cap lain.

Lanjut dengan mencuci atau merendam sebentar (kalau tidak keliru 😝). Ohiya, coretan batik yang salah bisa dihapus lho, tapi aku lupa caranya 😂. Hal tersebut bisa dilakukan sebelum pewarnaan.
Pewarnaan.
Intinya sih, kami cuma belajar praktek melukis batik dan memperhatikan proses membatik keseluruhan. Tidak semua bisa kami lakukan karena butuh belajar lebih lama (mungkin sampai puluhan hari 😃), waktu yang kami miliki juga sangat terbatas.
Dijemur setelah pewarnaan.
Setelah dijemur, kami tidak menunggu sampai kering (bisa sampai esok hari tuh..) tapi ngadem di showroom, sambil ngobrol ringan dengan pemilik Batik Adiningrat, sebelum akhirnya balik ke Jalan Malioboro.

Aku tanya pada Mbak Dewi, workshop membatik bagi wisatawan bisa dilakukan di toko? Ternyata memang ada 2 paket membatik, ada yang ekspress cukup di toko saja. Yang kedua, seperti yang kami lakukan. Ketika kutanya harga, tahun 2017 lalu kisaran Rp25.000 untuk workshop di toko Batik Adiningrat.

Tahun ini 2020, toko mengalami sedikit perubahan dengan adanya kedai kopi di lantai dua.
Previous Post
Next Post

0 Comments: