Selasa, 03 Maret 2020

Temu Netizen Yogyakarta dengan Kemenkes RI Mengenai Covid-19

Awalnya aku kurang perhatian dengan munculnya wabah baru yang merenggut ribuan nyawa di luar negeri. Ketika Saudi Arabia menutup diri dari kedatangan jamaah umroh, aku terhenyak apalagi beberapa teman berkecimpung di bidang tersebut. Kupikir wabah ini bisa membuat gaduh dunia dengan cepatnya penyebaran. Saat kutulis artikel ini, wabah tersebut belum ditemukan obatnya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 29 Februari 2020 mengadakan acara Temu Netizen di The Rich Hotel Yogyakarta dengan tema Cerdas dan Aman Menghadapi Covid-19. Tawaran mengikuti acara ini dari Bloggercrony lewat Komunitas Blogger Jogja tidak kusia-siakan. Enam narasumber yang hadir adalah
  1. Prof. drh. Wayan Tunas Artama, One Health Collaborating Center UGM.
  2. dr. Ika Trisnawati, M.Sc., SpPD, KP Ketua Tim Viral Airborne RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
  3. drg.Pembajun Setyaningastutie, MKes, Kepala Dinas Kesehatan DIY.
  4. Wartadi, S.H., BPD PHRI DIY.
  5. drg. Widyawati, MKM, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes.
  6. Sri Purwaningsih, S.Kep. Ners, M.Sc.

Temu netizen cerdas aman hadapi covid-19.
Setelah mengikuti pertemuan tersebut, aku jadi tahu lebih banyak mengenai virus Covid-19; virus yang mematikan di tahun 2020. Tugasku adalah menyampaikan kepada sekelilingku, informasi yang benar mengenai virus ini. Karena banyak tersebar berita palsu, bohong, maupun membuat kegaduhan. Dan berita tersebut ditelan mentah-mentah, padahal jika mau sedikit usaha akan mendapatkan berita yang mencerahkan.

Sumber berita terpercaya yang berhubungan dengan Covid-19 adalah WHO (badan kesehatan dunia), CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit negara Paman Sam), dan Kemenkes RI. Nama Covid-19 (Corona virus disease 2019) diberikan WHO pada 11 Februari 2020, setelah mendapatkan laporan wabah di Cina pada 31 Desember 2019.
Host coronavirus (Covid-19 belum masuk gambar).
Sumber virus corona (yang jadi penyebab SARS, dan MERS pada manusia) dari kelelawar, demikian juga dengan Covid-19. Tapi bagaimana virus dari kelelawar sampai ke manusia masih menjadi tanda tanya (sampai artikel ini tayang). Yang sudah diketahui adalah cara penularan sesama manusia.

Covid-19 bisa menular antar manusia bisa terjadi karena:
  • Kontak erat.
  • Melalui droplet respirasi (batuk & bersin) dengan jarak 6 feet (1.8 m).
  • Virus RNA juga dapat ditemukan pada feces pasien yang terinfeksi.
Penularan Covid-19 (Materi dr. Ika Trisnawati, M.Sc., SpPD)
Virus ini menyerang sistem pernafasan manusia. Gejala penyakit ini dimulai dari demam, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, letih dan lesu, sesak nafas setelah satu pekan. Jarak antara penularan hingga menunjukkan gejala membutuhkan waktu 14 hari.


Pencegahan.
Pencegahan dari virus ini antara lain adalah berdo'a kepada YangKuasa agar diberi kesehatan, selalu jaga kondisi selalu sehat, hindari droplet (terkena cairan) dan kontak langsung dengan terduga terinveksi virus Covid-19.

Tautan mengenai Covid-19
- https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019
- https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6
- https://www.avinaux.com/origin-and-evolution-of-coronaviruses/



Previous Post
Next Post

0 Comments: