Masjid Jogja Penyedia Buka Puasa bulan Ramadhan 2020 - metuomah.com

Sabtu, 25 April 2020

Masjid Jogja Penyedia Buka Puasa bulan Ramadhan 2020

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, di luar prediksi manusia terjadilah wabah pandemi yang mulai menyeruak akhir tahun 2019. Menyebar hampir ke seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Kaum muslimin yang sudah mempersiapkan diri memasuki bulan Ramadhan, terpaksa membatalkan semua kegiatan dan ibadah yang berpotensi tertular wabah. Kepanitiaan Ramadhan langsung bubar jalan. Mayoritas kecewa, tapi tetap menerima karena ini adalah takdir Allahu Ta'ala.

Beberapa masjid bener-bener membatalkan seluruh kegiatan, ada yang masih curi-curi kesempatan mengadakan tarawih. Begitulah stereotip orang Indonesia, karepe dhewe, ledha-ledhe, klemak-klemek. Sayangnya aku juga masuk di dalamnya 😓.

Ada sesuatu yang hilang pada Ramadhan tahun ini, biasanya orang berbondong-bondong ke masjid mengikuti kajian, buka puasa bersama, tarawih, tahun ini nyaris tidak ada. Masjid-masjid yang biasanya penuh jamaah sekarang sepi. Aku yang biasa buka puasa di masjid pun merasa aneh, harus buka puasa di rumah. Mungkin ada yang mengalami hal yang sama denganku, apalagi yang menjadikan bulan Ramadhan bulan "pengiritan" dengan adanya sahur dan buka puasa gratis.
Antri mengambil paket buka puasa.

Para pencari takjil (PPT) mencari informasi, dimana masjid yang masih memberikan paket buka puasa bagi jamaah? Aku mencoba menghimpun informasi dari instagram, hanya sedikit masjid di Jogja yang katanya membagikan paket buka puasa. Di antaranya adalah Masjid Nurul Ashri Deresan, Masjid Jogokariyan, Masjid Suciati Saliman, Masjid Pogung Dalangan, Masjid Al-Hidayah Purwosari, dan Masjid UII Ekonomi.

Yang sudah kupastikan masjid tersebut membeirkan paket buka puasa untuk umum adalah Masjid Nurul Ashri Deresan, sebelum puasa aku lewat depan masjid dengan motor pun sudah ditawari untuk mengambil makanan. Masjid Al- Hidayah Purwosari, pengurusnya yang menyampaikannya padaku, tapi jarang yang ambil 😂. Masjid ini masih memakai manejemen tradisional, wajar bila warganya sendiri tidak tahu. (update) Masjid Suciati Saliman, aku hanya lihat di instagram dan sudah masuk pertengahan Ramadhan.

Mungkin yang paling heboh ada di Masjid Pogung Dalangan, karena info menu buka puasa menyebar dari media sosial, berbagai grup WA, dan TVRI Jogja. Kali ini aku ingin cerita pengalaman mengambil paket menu buka puasa di Masjid Pogung Dalangan yang lebih dikenal dengan MPD.

Aku datang sekitar pukul 16.15 WiB, tadinya aku nongkrong di dekat Selokan Mataram. Setelah mendengar pengumuman dari speaker masjid, aku mendatangi sumber suara bersama puluhan (tidak bersamaan hingga ratusan) orang, yang rata-rata bertampang mahasiswa. Parkiran di jalan utara masjid sudah penuh, terlihat di sisi timur juga demikian. Aku ikut antri di sisi barat masjid. Meskipun antri, harus memakai masker dan jaga jarak. Bersyukur antrianku tidak terlalu panjang, karena sudah dibuka dari pukul 16.00 WiB. Saat panitia masih bersiap, panjang antrian kurang lebih 100 meter dengan jaga jarak 1 meteran.
Salah satu menu buka puasa MPD 1441H.

Sampai juga giliranku. Pertama-tama panitia menyemprotkan hand sanitizer ke tangan, langkah selanjutnya bertemu panitia pemberi paket yang selalu bertanya kepada jamaah, "Berapa bungkus?"

Satu orang bisa membawa pulang hingga 5 bungkus paket buka puasa, akadnya adalah 1 bungkus untuk pengantri, bungkus lainnya untuk teman satu kos. Aturan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah orang yang mengantri, kan katanya tidak boleh ada kerumunan orang di atas 3 orang..

Apa sih isi 1 plastik paket buka puasa dari MPD? Setelah kubuka, dalam 1 plastik terdapat:
  • 3 butir kurma.
  • Paket nasi sayur dan lauk pauk.
  • 1 gelas air mineral beserta sedotannya.
Setelah meletakkan paket tadi di tempat yang aman, aku menuju arah timur masjid untuk memotret antrian yang masih terjadi. Sampai di dekat homestay Dasinem antrian tinggal 5 orang dan ada pengumuman bahwa setelah itu jamaah hanya boleh mengambil 1 bungkus buka puasa 😂. Sepertinya paketnya menipis sedangkan antrian masih cukup panjang, sehingga diambil kebijakan tersebut.

Biasanya, paket buka puasa ini habis dalam 30 menit (kecuali terjadi hujan). Tiap hari konon katanya 650 porsi disediakan untuk jamaah. Warga kampung itu sendiri jarang sekali yang ikut antri karena sudah disubsidi masjid dalam bentuk lain.

Jangan tanyakan isinya, ya... standar aja kok untuk menu buka puasa di masjid 😀. Lokasi masjid ini bisa dicari di peta Google. Di lain hari, aku melewati masjid ini pukul 16.05 WIB, masya Allah antriannya... 😄. Alhamdulillah masih ada masjid yang memfasilitasi kedermawanan kaum muslimin, jamaah juga memberikan doa kepada dermawan dan masjid. Semoga saja amal perbuatan muslimin yang berkontribusi (takmir, panitia, muhsinin maupun jamaah) diterima Allahu Ta'ala.

Kabar terbaru, MPD membuka posko buka puasa di masjid kampung sebalah yaitu Al-Ashri, sehingga konsentrasi massa bisa dipecah lagi.

Share with your friends